MODELING: Jurnal Program Studi PGMI
Not a member yet
    891 research outputs found

    Pola Rekrutmen Sumber Daya Manusia di Pondok Pesantren (Studi Komparatif Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani dan Maraqitta\u27limat Mamben)

    No full text
    This study aims to: (1) Describe the analysis of human resource needs in two Islamic boarding schools (Comparative Study of Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani and Maraqitta\u27limat Mamben). (2) Describe the implementation of human resource recruitment within the religious education environment at the Islamic boarding schools (Comparative Study of Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani and Maraqitta\u27limat Mamben). (3) Describe the placement of human resources in the two Islamic boarding schools (Comparative Study of Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani and Maraqitta\u27limat Mamben). This study uses a qualitative method. The research locations are at MAK Hamzanwadi II and MA Maraqitta\u27limat Mamben. The data collection process involves observation, in-depth interviews, and documentation (triangulation). Data analysis is conducted using the Milles, Huberman, and Saldana techniques, which include data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. To ensure data validity, testing is conducted through the criteria of credibility, transferability, dependability, and confirmability.This study analyzes the recruitment of educators at Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani and Pondok Pesantren Maraqitta\u27limat Mamben. The process involves needs analysis, setting requirements, information dissemination, and candidate selection. Recruitment is based on religious values and competence, encompassing application submission, interviews, and document selection. The placement of educators is carefully arranged to ensure maximum contribution, with an emphasis on integrity, loyalty, and educational mission

    Analisis Inovasi Kurikulum Merdeka Berdiferensiasi pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Umum

    No full text
    This research aims to determine the innovation of an independent, differentiated curriculum in Islamic religious education learning. This research uses a type of library research. The research results show that differentiated learning is a method or effort made by teachers to meet students\u27 needs and expectations. Differentiated learning is an effort to adapt the learning process in the classroom to meet the individual learning needs of each student. Implementation of a differentiation-based independent curriculum in Islamic Religious Education learning in Public Schools (Elementary, Middle School, High School and College) includes: (1) Content differentiation, when teachers know several aspects of students\u27 needs through mapping, educators can provide content different, to each student according to learning needs and profiles such as grouping students with learning styles in the form of audio, visual, audio visual and kinetic (motion), (2) Process Differentiation, in this learning process educators need to understand the learning needs of students/ students whether they are able to study independently, in groups, or require special treatment (special assistance) to understand the concept of the material by grouping students according to the students\u27 readiness, abilities and interests and learning talents. (3) Product Differentiation. The products produced can be projects, presentations, designs, speeches, memorization, and religious practices. (4) Environmental differentiation, can use classroom facilities, outdoor (park), computer laboratory and prayer room.  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui inovasi kurikulum merdeka berdiferensiasi dalam pembelajaran Pendidikan agama Islam, penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi adalah cara atau upaya yang dilakukan guru untuk memenuhi kebutuhan dan harapan murid. Pembelajaran berdiferensiasi sebagai usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap siswa. Implementasi kurikulum merdeka berbasis diferensiasi pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Umum (SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi) meliputi: (1) Diferensiasi konten Pada saat guru telah mengetahui beberapa aspek kebutuhan peserta didik melalui pemetaan, maka pendidik dapat memberikan konten yang berbeda, kepada setiap peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan profil belajar seperti pengelompokan peserta didik dengan gaya belajar berupa audio, visual, audio visual dan kinetik (gerak), (2) Diferensiasi Proses, Proses pembelajaran ini pendidik perlu memahami kebutuhan belajar peserta didik/mahasiswa apakah mereka mampu belajar secara mandiri, kelompok, atau membutuhkan perlakuan khusus (pendampingan khusus) untuk memahami konsep materi dengan mengelompokkan peserta didik sesuai pada kesiapan, kemampuan dan minat dan bakat belajar peserta didik. (3) Diferensiasi Produk, Produk yang dihasilkan dapat berupa projek, presentasi, desain, pidato, hafalan, dan praktek ibadah. (4) Diferensiasi Lingkungan dapat menggunakan fasilitas kelas, outdoor (taman), laboratorium komputer, dan Musholah

    Penerapan Metode Drill dalam Upaya Penanaman Karakter Anak melalui Budaya Positif di Sekolah

    No full text
    Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui bagaimana metode latihan yang diterapkan sebagai upaya penanaman karakter siswa melalui budaya positif di sekolah.. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, display data dan verifikasi data. Metode drill adalah suatu metode yang pembelajarannya melibatkan pelaksanaan kegiatan latihan secara berulang-ulang dan terus menerus dengan tujuan membentuk kebiasaan siswa agar mempunyai karakter yang positif. Temuan menunjukkan bahwa hampir seluruh siswa menunjukkan karakter positif dalam kurun waktu tiga bulan melalui penerapan metode drill sebagai upaya penanaman karakter melalui budaya positif berupa kesepakatan kelas. Upaya penguatan pendidikan karakter di sekolah dasar dapat dilaksanakan dengan melibatkan siswa secara langsung dalam menulis dan mendiskusikan kesepakatan kelas. Hal ini akan menciptakan keinginan pada siswa untuk bertanggung jawab atas perjanjian yang telah dibuat. Terbukti para siswa SD Darul Hikmah Kediri antusias dan terlibat aktif dalam membuat kesepakatan kelas berulang kali setiap harinya sehingga terciptanya perjanjian kelas menyadarkan siswa secara penuh bahwa dirinya bertanggung jawab untuk menaati perjanjian yang telah dibuat dan melahirkan karakter yang baik dalam diri siswa antara lain disiplin, tanggung jawab, toleransi, hormat dan sopan santun

    Peran Komunikasi Efektif antara Guru dan Orang Tua dalam Mendorong Pendidikan Karakter Religius di SMPI NW Perigi

    No full text
    This research is motivated by the decline in students\u27 religious character in the current era. The aim of this research is to analyze the role of teacher and parent communication in improving students\u27 religious character. The research was conducted at SMPI NW Perigi in 2024. The method used in this research is qualitative. Data was collected by interviews, observation and documentation. The results of this research indicate that efforts to optimize the role of teachers and parents in improving students\u27 religious character in learning include teachers as educators, mentors, and motivators. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi dengan menurunnya karakter religius siswa di era sekarang. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana peran komunikasi  guru dan orang tua dalam meningkatkan karakter religius siswa. Penelitian dilakukan di SMPI NW Perigi tahun 2024. Metode digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data dikumpulkan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya mengoptimalkan peran guru dan orang tua dalam meningkatkan karakter religius siswa dalam pembelajaran yaitu guru sebagai pendidik, pembimbing, dan motivator

    Pemanfaatan Media Augmented Reality (AR) dalam Pembelajaran Bahasa Arab: Analisis Berdasarkan Studi Literatur

    No full text
    Peran media pembelajaran bagi pendidikan merupakan salah satu komponen yang sangat penting bagi proses pembelajaran. Penelitian ini menganalisis pemanfaatan augmented reality (AR) dalam pembelajaran bahasa Arab dikarenakan adanya kolaboras teknologi dunia maya dan dunia nyata, yang dimaksud dengan memenuhi tiga syarat dalam penggunaannya menggabungkan benda maya dan nyata dengan dijalankan secara real time mendaftarkan objek nyata dan maya satu sama lain. Dengan metode studi pustaka, peneliti memanfaatkan augmented reality (AR) dalam pemanfaatannya di berbagai jenjang pendidikan berdampak pada pemberian pengalaman belajar kepada peserta didik, pembelajaran semakin interaktif terintegrasi teknologi khususnya dalam pembelajaran bahasa Arab, memberikan pemahaman yang konkrit dalam pembelajaran, peserta didik mudah mengingat karena disertai dengan gambar. Augmented Reality sendiri dapat menarik perhatian karena adanya kolaborasi dunia maya dan dunia nyata. Pengumpulan data menggunakan metode kajian pustaka secara sistematis dengan cara mengumpulkan artikel-artikel yang memiliki penelitian sejenis pada artikel penelitian tahun 2017 sampai dengan 2023 pada jurnal nasional dan internasional. Sebagai kesimpulan, dari duabelas penelitian media augmented reality (AR) menjelaskan bahwa media ini menawarkan potensi yang besar dalam pemanfaatan media pada pembelajaran bahasa Arab yang telah terintegrasi menggunakan teknologi dalam pendidikan dengan dampak yang positif bagi peserta didik dan guru

    Budaya Pendidikan dan Budaya Organisasi Serta Jaringan Komunikasi Dalam Pendidikan

    No full text
    This study examines the interaction between educational culture, organizational culture, and communication networks in the context of Al-Hadi School. Using a qualitative case study approach, this research digs deeper into the fundamental values, norms and practices that shape the school learning environment. The findings reveal that Al-Hadi culture emphasizes discipline, adherence to religious values, and innovative teaching methods. While these elements have fostered a strong sense of community, they have also influenced the development of formal and hierarchical communication networks

    Implementasi Metode Ta’zir dalam Meningkatkan Kedisiplinan Santri di Pondok Pesantren Irsyadul Islamiyah Tanjung Medan

    No full text
    This research examines the implementation of the ta\u27zir method in improving the discipline of students at the Irsyadul Islamiyah Tanjung Medan Islamic Boarding School. This research aims to analyze the application of the ta\u27zir method, identify forms of violations of rules and regulations, and evaluate the effectiveness of the application of this method. This research uses a qualitative phenomenological approach. Data collection techniques are carried out through observation, in-depth interviews, and documentation. The validity of the data in this research uses triangulation techniques. Data analysis techniques in this research include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that the application of the ta\u27zir method is carried out in stages and proportionally according to the level of violation, starting from verbal warnings to more stringent sanctions. Supporting factors for implementation include support from Islamic boarding school caregivers, a strict supervision system, and participation of parents of Islamic boarding school students. Meanwhile, inhibiting factors include differences in student backgrounds, varying levels of compliance, and the influence of the external environment. The research concluded that the ta\u27zir method was effective in improving santri discipline, reflected in increased compliance with Islamic boarding school rules and positive behavioral changes in daily life. Abstrak Penelitian ini mengkaji implementasi metode ta\u27zir dalam meningkatkan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Irsyadul Islamiyah Tanjung Medan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode ta\u27zir, mengidentifikasi bentuk-bentuk pelanggaran tata tertib, dan mengevaluasi efektivitas penerapan metode tersebut. Penelitian ini Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Teknik Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. validitas data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode ta\u27zir dilakukan secara bertahap dan proporsional sesuai tingkat pelanggaran, mulai dari teguran lisan hingga sanksi yang lebih tegas. Faktor pendukung implementasi meliputi dukungan pengasuh pesantren, sistem pengawasan yang ketat, dan partisipasi orang tua santri. Sementara faktor penghambat mencakup perbedaan latar belakang santri, tingkat kepatuhan yang beragam, dan pengaruh lingkungan eksternal. Penelitian menyimpulkan bahwa metode ta\u27zir efektif dalam meningkatkan kedisiplinan santri, tercermin dari peningkatan kepatuhan terhadap aturan pesantren dan perubahan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari

    Analisis Pemahaman Masyarakat Mengenai Hadis Misoginis: (STUDI KASUS DESA EMPLASMEN AEK NABARA, KECAMATAN BILAH HULU, KABUPATEN LABUHAN BATU)

    No full text
    Misogynism is the perspective of men who consider women to be weak, even though women are of the highest rank because women give birth, help their husbands and are also educators for their children. The researcher\u27s aim is to find out what factors make women inferior in the eyes of men, especially in the Aek Nabara emplasmen village. This research method uses a qualitative method with a case study approach, and in this research uses unstructured interviews.  And researchers want to know why the people of the Aek Nabara emplasmen village, especially men, consider women inferior or misogynist and why women are considered inferior by men. The results of the research showed that as many as 20 respondents from the Emplasmen Aek Nabara Community did not understand the Misogynist Hadith about Women Are Aurat, because they had never heard of the missogynistic hadith that the researcher explained to the people of Emplasmen Aek Nabara Village. ABSTRAK Misioginis adalah cara pandang laki-laki yang menganggap wanita itu lemah, padahal wanita itu adalah yang paling mulia derajatnya dikarenakan wanita itu melahirkan, membantu suami dan juga pendidik bagi anak-anaknya. Tujuan peneliti adalah ingin mengetahui apa saja faktor yang membuat wanita itu rendah dalam pandangan laki-laki khususnya desa emplasmen Aek Nabara. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dan dalam penelitian ini menggunakan wawancara tidak terstruktur.  Dan peneliti ingin mengatahui apa sebab wanita dianggap rendah oleh laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 20 orang responden Masyarakat Emplasmen Aek Nabara tidak memahami Hadis Misioginis tentang aurat, wanita yang suka bergaul, menjual harga dirinya, dan tidak cukup dengan satu laki-laki. Hal ini dikarenakan mereka tidak pernah mendengar mengenai hadis misoginis yang peneliti paparkan kepada masyarakat Desa Emplasmen Aek Nabara. Setelah peneliti memaparkan tentang hadis kepada masyarakat di desa emplasmen Aek Nabara, diharapkan masyarakat memahami hadis tentang misoginis yang membuat wanita lemah di mata laki-laki agar menghindari hal-hal yang dianggap rendah oleh laki-laki terhadap wanita. &nbsp

    Model Supervisi Akademik Berbasis Nilai Qur’ani dalam Pengembangan Profesionalisme Guru PAI

    No full text
    Supervisi akademik merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan mutu pembelajaran melalui pembinaan profesionalisme guru. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), supervisi tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga moral dan spiritual. Artikel ini mengkaji model supervisi akademik berbasis nilai-nilai Al-Qur’an yang berorientasi pada pembinaan guru PAI secara holistik. Melalui pendekatan kualitatif konseptual, penelitian ini menegaskan bahwa nilai-nilai Qur’ani seperti amanah, ihsan, ta’awun, dan mujahadah menjadi landasan utama dalam membangun profesionalisme guru yang tidak hanya cakap secara pedagogis, tetapi juga berintegritas spiritual dan berakhlak mulia. Abstract Academic supervision is a developmental activity aimed at improving teachers’ professionalism through monitoring, mentoring, and reflective practices. In the context of Islamic Religious Education (PAI), supervision goes beyond pedagogical aspects to include moral and spiritual development. This article examines a Qur’anic value-based model of academic supervision, focusing on the principles of amanah (trustworthiness), ihsan (excellence), ta’awun (cooperation), and mujahadah (perseverance). These values serve as the foundation for building Qur’anic-based teacher professionalism. Using a qualitative conceptual approach, this study concludes that Qur’anic-based supervision strengthens the spiritual dimension of teacher professional development, transforming the process from merely technical into a morally and spiritually guided practice rooted in Islamic ethics

    Perancangan Aplikasi Sistem Informasi Pencatatan Perjalan Dinas Berbasis Mobile pada PT. Perkebunan Nusantara IV Medan

    No full text
    PT Perkebunan Nusantara IV Medan currently does not have a system that can assist in the process of recording business trips. In general, management of letters, especially Business Travel Orders or SPPD, is very important for every government agency or company. In addition to the SPPD, the official travel document that employees need is an accountability sheet that contains details of travel expenses. In making the SPPD, there are currently many deficiencies that must be faced, such as the occurrence of typing errors in inputting data so that the creation of the SPPD is carried out repeatedly, and also the search for proposed employee data, and the assigning employee in making the SPPD has not been done automatically so it requires longer time. As well as calculating the cost of official travel is also still done manually by the HR executive staff. To overcome this problem, a better system is needed so that the recording of official travel at PT Perkebunan Nusantara IV Medan becomes more effective and efficient. Therefore, a Mobile-based official travel recording application was created to manage business trips at PT Perkebunan Nusantara IV Medan. Making this application using the waterfall software development method. The stages of the waterfall model start from planning, analysis, design, implementation and maintenance. By using a computerized system, the results of the implementation show that this application is easy to use and recording official travel at the company is faster. Making an Official Travel Order becomes easier, can save time, and minimizes errors that may occur. Facilitate the data search process, because the SPPD that has been created is stored in the database

    0

    full texts

    891

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    MODELING: Jurnal Program Studi PGMI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇