Jurnal Nasional Pariwisata
Not a member yet
91 research outputs found
Sort by
Pengaruh Kualitas Jasa Pelayanan Terhadap Kepuasan Pengunjung Event Indonesia Building Technology Expo 2019 P.T. Debindo Jakarta
Tulisan ini bermaksud untuk mengetahui pengaruh kulitas jasa pelayanan terhadap kepuasan pengunjung pada acara Indonesia Building Technology Expo 2019 yang di selenggarakan oleh PT Debindo. Jumlah responden yang diambil dari kegiatan ini yaitu 100 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui kuesioner, dan dokumentasi. Penelitian ini juga menggunakan metode penelitian regresi linier berganda. Berdasarkan hasil perhitungan signifikansi pengaruh parsial dapat diuji dengan uji Wald didapat hasil pada bukti fisik (X1) berpengaruh positif terhadap kepuasan (Y), empati (X2) berpengaruh positif terhadap kepuasan (Y), kehandalan (X3) berpengaruh positif terhadap kepuasan (Y), daya tanggap (X4) berpengaruh positif terhadap kepuasan (Y), jaminan (X5) berpengaruh positif terhadap kepuasan (Y). Dengan nilai signifikan 0,819 lebih besar dibandingkan tingkat signifikansi, yakni 0,05, maka variabel-variabel bebas mampu memprediksi dengan baik observed probabilitas dari kepuasan pengunjung
Ekonomi Kreatif sebagai Poros Pengembangan Pariwisata di Kecamatan Kledung dan Bansari, Kabupaten Temanggung
Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya potensi wisata dan ekonomi kreatif di Kledung dan Bansari, Temanggung yang beragam. Namun sayangnya pengelolaan yang dilakukan sejauh ini terkesan apa adanya tanpa konsep, arah, dan strategi yang jelas. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mensinergikan pengelolaan berbagai potensi wisata dan ekonomi kreatif tersebut supaya lebih dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. Penelitian ini didekati secara deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, survey, observasi, dan FGD. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara rasional berdasarkan pola logika berfikir terntentu. Setelah itu data dikaitkan dengan gambaran perkembangan ekonomi kreatif sebagai penggerak pariwisata di lokasi tersebut. Pada akhirnya, hasil analisis akan diformulasikan untuk menarik kesimpulan terkait strategi pengembangan pariwisata berdasarkan ekonomi kreatif. Hasil penelitian ini adalah; 1) kopi Kledung dan keseinan Bansari adalah klaster ekonomi kreatif dengan pengelolaan yang cukup baik di antara klaster lain; 2) orientasi pengembangan pariwisata didasarkan pada penguatan sektor ekonomi kreatif sebagai titik tumpunya; 3) rendahnya kompetensi SDM menjadi fokus utama dalam pengembangan pariwisata berbasis ekonomi kreatif. Akhir penelitian ini menyimpulkan bahwa pegelolaan pariwisata dan ekonomi kreatif belum tersinergikan dengan optimal. Keadaan tersebut kemudian membawa implikasi terhadap formulasi konsep, arah dan strategi yang secara faktual tertuang dalam dokumen visi, misi, tujuan, dan sasaran pengembangan pariwisata berbasis ekonomi kreatif. Dokumen tersebut akan menjadi dasar para stakeholder terkait dalam pengembangan pariwisata berbasis ekonomi kreatif agar fokus dan terarah sehingga akan mendekatkan pada kesejahteraan. AbstractThis research was motivated by the various tourism potential and creative economy in Kledung and Bansari, Temanggung. But unfortunately the management that has been carried out so far has been impressed without a clear concept, direction and strategy. Therefore, this study aims to synergize the management of various tourism potentials and the creative economy so that it can provide more welfare for the surrounding community. This research is approached descriptively qualitatively. Data obtained through in-depth interviews, surveys, observations, and FGD. The data obtained were then analyzed rationally based on certain logical patterns of thinking. After that the data is linked to the description of the development of the creative economy as a driver of tourism in that location. In the end, the results of the analysis will be formulated to draw conclusions regarding the tourism development strategy based on the creative economy. The results of this study are; 1) Kledung coffee and Kledung Bansari coffee are creative economy clusters with fairly good management among other clusters; 2) tourism development orientation is based on strengthening the creative economy sector as its fulcrum; 3) the low competency of human resources is the main focus in developing tourism based on the creative economy. The end of this study concludes that the management of tourism and the creative economy has not been optimally synergized. This situation then has implications for the formulation of concepts, directions and strategies which are factually contained in the document of the vision, mission, goals and objectives of tourism development based on creative economy. This document will be the basis for relevant stakeholders in developing tourism-based creative economy so that it is focused and directed so that it will draw closer to welfare
DAMPAK PENGEMBANGAN EKOWISATA TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KABUPATEN BENGKAYANG : Studi Kasus Kawasan Ekowisata Riam Pangar
Konsep kepariwisataan dunia mengalami pergeseran ke arah model wisata alam akibat tingkat kejenuhan wisatawanuntuk mengunjungi objek-objek wisata buatan. Hal ini merupakan peluang bagi Indonesia untuk memanfaatkan pesona alamnya. Salah satu ekowisata yang terkena, yaitu kawasan wisata di daerah Kabupaten Gunung Kidul-Yogyakarta yang sering dikunjungi wisatawan, namun tidak demikian dengan ekowisata di Kalimantan Barat. Ekowisata di Kalimantan Barat yang berjumlah 333 destinasi tidak sebanding dengan jumlah kunjungan wisatawan seperti halnya di objek wisata lainnya. Salah satu daerah di Kalimantan Barat yang berpotensi adalah Kabupaten Bengkayang yang memiliki 51 objek wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran pengembangan kawasan ekowisata yang mempunyai potensi di kemudian hari terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah mix method, dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui data primer (wawancara / kuisioner) dan data sekunder (studi literatur). Berdasarkan penelitian sebelumnnya (Reny & Pramushinta, 2016) bahwa kawasan Riam Pangar cukup berpotensi, namun perlu di perbaiki baik dari segi daya tarik, sarana dan prasarana, mutu dan pelayanan, pengelolaan dan perawatan sampai regulasi kebijakan yang mengatur ekowisata di daerah tersebut. Pengembangan ekowisata di kawasan Riam Pangar dapat menimbulkan dampak positif maupun dampak negatif bagi pihak-pihak terkait. Dampak yang di timbulkan dapat mengurangi angka pengangguran, peningkatan pendapatan, peningkatan inflasi dan nilai lahan sampai mempercepat proses pembangunan di daerah kawasan tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi dan rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Bengkayang dalam menentukan alternatif kebijakan dan strategi yang tepat untuk pengembangan pengelolaan wisata alam di Kabupaten Bengkayang terutama daerah kawasan Air Terjun Riam Pangar
PERKEMBANGAN SIKLUS HIDUP DESTINASI PARIWISATA DI INDONESIA Analisis Berdasarkan Data Makro Badan Pusat Statistik, 2002- 2012
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) dan devisa sektor pariwisata yang diraih Indonesia menunjukkan kecenderungan positif dalam 10 tahun terakhir, namun hal itu tidak menggambarkan situasi nyata perkembangan destinasi pariwisata antardaerah. Perkembangan destinasi ini diduga tidak mengikuti siklus garis linear, akibat perbedaan karakteristik setiap daerah dan faktor eksternal industri pariwisata itu sendiri. Studi ini bertujuan untuk memaparkan dinamika perkembangan destinasi pariwisata berbasis wilayah provinsi pada periode 2002-2012. Fokus analisis adalah pergeseran siklus perkembangan masing-masing destinasi dan dugaan penyebabnya. Hal ini didekati dengan mengadopsi model TALC yang banyak digunakan oleh peneliti lain. Metode deskriptif sengaja dipilih untuk memaknai data makro pariwisata yang dirilis oleh BPS. Hasil analisis menemukan: a) adanya perbedaan siklus hidup sebagian besar destinasi; b) dinamika naik-turun fase perkembangan destinasi; c) ketidaklinearan siklus hidup destinasi pariwisata; dan d) perbedaan asumsi model TALC dengan realitas perkembangan destinasi pariwisata Indonesia. Oleh karena itu, disarankan agar: a) realitas siklus hidup setiap destinasi diadopsi sebagai basis perumusan kebijakan pengembangan destinasi secara lebih tepat; dan b) kajian lebih lanjut dilakukan dengan cara menambah parameter perkembangan destinasi
STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA MELALUI MEDIA
Pembangunan pariwisata di Jawa Timur bisa dijadikan sebagai salah satu contoh, bagaimana pengelolaannya menggunakan beberapa strategi, yang bisa diukur dan juga dievaluasi secara berkesimbungan, diantaranya: Membuat kebijakan pariwisata yang terintegrasi di daerah mulai tingkat Kabupaten/kota hingga pedesaan, supaya stakeholder, masyarakat, dan pengusaha (Private sector) bisa bersinergi, dalam proses pembuatan kebijakan sehingga nantinya kebijakan yang dibuat, bisa kuat dan dukunganpun mengalir dari semua pihak, Membangun Brand Tourism untuk mengembangkan wisata lokal, Membuat event wisata tahunan, sebagai bentuk publikasi dalam upaya untuk memperkenalkan potensi daerah, Membangun sarana transportasi, jalan, dan angkutan untuk mempermudah aksesbilitas, para pelancong guna mencapai destinasi wisata yang dituju. Hasilnya bisa kita saksikan, bagaimana Provinsi Jawa Timur Akhirnya berhasil, mengembangkan daerahnya dengan potensi yang dimiliki, dengan bukti bahwa ada peningkatan pengunjung ke Jawa Timur, serta tingginya perolehan pendapatan dari sektor wisata, membangun band Image serta meembuat even wisata menjadi kunci penting, yang membuat geliat pariwisata di Jawa Timur banyak menarik simpatik wisatawan baik regional maupun internasional
DAMPAK PEMBANGUNAN INDUSTRI PARIWISATA TERHADAP ALIH FUNGSI LAHAN (Studi Tentang Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau)
Kepulauan Riau sebagai salah satu destinasi pariwisata di Indonesia yang memiliki keunikan wisata yang khas. Keunikan dan potensi pariwisata yang ada di Kepulauan Riau yang dikembangkan sebagai salah satu destinasi pariwisata berbasiskan pada budaya serta ditunjang oleh keindahan alam yang sangat menarik. Munculnya wisata bahari sebagai tempat yang paling diminati berdampak kepada kepariwisataan di daerah Kepulauan Riau. Banyak perubahan terjadi akibat dari perkembangan pariwisata. Namun yang paling menarik perhatian adalah tingginya tingkat pembangunan usaha akomodasi pariwisata dengan jumlah lahan yang sangat terbatas. Keterbatasan tersebut tidak serta merta menghentikan pembangunan bahkan mengakibatkan semakin tingginya tingkat alih fungsi yang mengancam eksistensi ruang terbuka hijau yang juga berimbas ke daerah lain seperti di Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang. Disamping itu juga, minimnya sumber daya manusia yang ada khususnya di Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, masih belum mampu bersaing dalam sektor pariwisata baik dalam skala lokal, Nasional maupun internasional. Jika hal ini dibiarkan bukan tidak mungkin pariwisata yang awalnya diharapkan mampu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat justru akan mengancam kesejahteraan masyarakat itu sendiri
ANALISIS OFF STREET PARKING DAN ON STREET PARKING DI OBYEK WISATA GOA GONG
Kabupaten Pacitan dikenal dengan “Kota 1001 Goa” dan salah satu ikonnya adalah Goa Gong. Ketersediaan fasilitas parkir yang memadai merupakan salah satu faktor yang menentukan tingkat kunjungan wisatawan. Banyaknya kendaraan yang parkir di badan jalan terjadi karena kapasitas ruang parkir yang tersedia tidak mencukupi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi fasilitas parkir di Obyek Wisata Goa Gong menggunakan Program Auto Parkir. Analisis fasilitas parkir dilakukan pada off-street parking. Analisis parkir dengan bantuan program Autoparkir. Berdasarkan hasil penelitian ketersediaan fasilitas parkir di Obyek Wisata Goa Gong masih belum memadai sehingga diperlukan penambahan kapasitas ruang parkir, terutama pada hari minggu pada parkir mobil dan bus, dimana kapasitas parkir yang tersedia sekitar 200 SRP, sedangkan sesuai dengan pedoman parkir untuk tempat rekreasi dengan luas 17 Ha seharusnya disediakan 300 SRP. Prioritas penanganan masalah fasilitas parkir adalah penambahan kapasitas parkir, sedangkan alternatif lain adalah dengan manajemen parkirmelalui pembatasan durasi parkir dan tarif parkir
PRESEPSI WISATAWAN TERHADAP POTENSI KEPARIWISATAAN OBJEK WISATA ALAM PANTAI OETUNE DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN NUSA TENGGARA TIMUR
Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasikan potensi kepariwisataan Pantai Oetune yang menghasilkan rekomendasi pengembangan dan perbaikan kualitas, serta untuk mengetahui faktor paling berpengaruh dalam meningkatkan potensi sesuai dengan ekspektasi wisatawan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif kuantitatif dengan fokus penilaian berdasarkan ekspektasi wisatawan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, observasi, studi pustaka dan dokumentasi. Hasil pengambilan data kemudian dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif dan perhitungan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa destinasi wisata alam Pantai Oetune memiliki potensi sebagai berikut: 1) Keaslian/kealamian sebab kawasan pantai masih alami dan belum didesain ulang; 2) Keindahan yaitu variasi pandangan, kerindangan tepi pantai dan keserasian dengan lingkungan; dan 3) Keunikan berupa gumuk pasir, sabana dalam kawasan, gradasi warna laut, bentangan luas dan variasi pemandangan. Pengembangan potensi yang sesuai dengan ekspektasi wisatawan yaitu tetap menjaga serta melestarikan kealamian/keaslian, keindahan pantai dan tersedianya amenitas. Faktor paling berpengaruh terhadap peningkatan potensi Pantai Oetune adalah faktor lingkungan yang. merupakan daya tarik utama terjadinya aktivitas berwisata
MOTIVASI DAN PERSEPSI WISATAWAN MANCANEGARA BERKUNJUNG KE KOTA BUKITTINGGI
Pariwisata Indonesia yang mempunyai banyak destinasi tujuan wisata membuat wisatawan mancanegara mempunyai motivasi untuk mengunjunginya dan akan mengahasilkan persepsi terhadap destinasi yang telah mereka kunjungi. Salah satu kota yang menjadi destinasi wisatawan mancanegara untuk berwisata di Indonesia adalah Kota Bukittinggi dengan ragam objek wisata yang terdapat didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang menjadi motivasi wisatawan mancanegara berkunjung ke Kota Bukittinggi dan persepsi mereka setelah mengunjungi beberapa objek wisata yang terdapat di Kota Bukittinggi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya dan melengkapi berbagai kajian ilmiah di bidang pariwisata yang sudah ada. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode analisis deskriptif. Pemilihan informan pada penelitian ini menggunakan metode accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara terhadap informan yang merupakan wisatawan mancanegara yang sedang berwisata di Kota Bukittinggi. Hasil penelitian dan pembahasan pada tulisan ini, dapat disimpulkan bahwa motivasi wisatawan mancangera yang berkunjung ke Kota Bukittinggi ada (empat) hal yaitu, relaksasi, bermain, belajar dan bertemu teman/ keluarga. Persepsi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kota Bukittinggi lebih terfokus kepada (lima) hal yaitu aksesibilitas, objek wisata, Interaksi sosial, kebersihan dan harga
TOUR de JNP, KEJUARAAN TAHUNAN WISATA OLAH RAGA TANTANGAN PERAIRAN ANTAR DUA TAMAN NASIONAL (Inovasi Strategi Promosi Ekowisata Provinsi Jambi)
Ecotourism activities have been expanding rapidly over the past two decades world-wide and further growth is expected in the future. Efforts to better understand ecotourism, as well as to improve its planning, management and marketing techniques have been conducted by many ecotourism companies and practitioners, governments and research people throughout the world.This paper is specifically concerned with the effort of the local government of Jambi to take the optimally benefit from natural tourism development more competitive. Tour de JNP (tour the Jambi National Park) is an international annual event of territorial water challenge sport-tourism to tracing river stream between Kerinci Seblat and Berbak Na-tional Park. Both national parks represent conservations area owning properties of natu-ral tourism object which offer biodiversities. During tracing streams of Batanghari River, all participants can enjoy the esthetics value of the natural were a view of nature, air freshness and see various history and settlement of traditional cultural society. Pursuant to stream type and deepness of river which vary, hence the setting of champi-onship using boat type different to each phase, and will be divided on 10 phases. Entire phase will be gone through by participant by using boat type differ that is rubber boat, traditional boat of Jambi (Bidar and Kajang Lako), dragon boat, bamboo raft, and sailboat for sea and river. During race of participant will pass some tourism object were Kerinci Lake, Geo-Park, Victoria Brigde, mausoleum of Orang Kayo Hitam, Muaro Jambi Temple, Angso Duo as an eldest traditional market, Tanggo Rajo as a popular man-made tourism object, traditional settlement as long as river, Berhala Island, blackly sand of coastal area, and end in Simpang Malaka a gathering places to drinking wilds animal on the Berbak National Park