Electrician
Not a member yet
    543 research outputs found

    Pentanahan Menggunakan Elektroda Batang dan Elektroda Mesh dengan Penambahan Bentonit dan Garam Murni (NaCl), Studi Kasus ITERA

    Get PDF
    Pentanahan merupakan hal penting untuk melindungi sistem tenaga listrik. ITERA sebagai kampus baru dan pada tahap pengembangan membutuhkan pengujian sistem pentanahan untuk rencana pembangunan fasilitas dan fasilitas pendukung kegiatan kampus. Semua bangunan harus memiliki keandalan pentanahan sehingga gangguan pada peralatan listrik dan elektronik tidak membahayakan keselamatan. Faktor tanah menjadi salah satu parameter penting karena memiliki karakteristik nilai resistansi berbeda yang tergantung pada jenis tanah, jenis sistem pentanahan, suhu, kelembaban, kandungan elektrolit dalam tanah dan lainnya. Untuk alasan ini, perlu untuk membangun sebuah sistem yang cocok dengan karakteristik tanah ITERA sehingga nilai resistansi tanah yang kecil tercapai dan mencapai titik aman, maksimum 5 ohm (PUIL 2000). Uji pentanahan dilakukan dengan menggunakan metode variasi kedalaman dari dua jenis elektroda dan variasi konsentrasi dua jenis zat tambahan. Pada penelitian ini digunakan garam dan bentonite sebagai zat campur tanah. Pada kondisi awal dengan variasi kedalaman 20 cm hingga 100 cm pada dua jenis elektroda tanpa penambahan zat tambahan diketahui bahwa resistansi bumi di atas 5 ohm yang tidak mencapai kondisi aman. Penambahan bentonit dan garam menyebabkan resistensi tanah berkurang dengan meningkatnya konsentrasi zat aditif dan meningkatnya kedalaman implantasi elektroda. Nilai resistansi tanah yang aman dapat diperoleh dengan menggunakan elektroda mesh pada konsentrasi 7 kg garam dengan kedalaman 30 cm dan 40 cm pada konsentrasi 7 kg bentonit, sedangkan menggunakan elektroda batang, nilai aman dapat diperoleh dengan menambahkan 7 kg garam atau 7 kg bentonit pada kedalaman 80 cm

    OPTIMASI KAPASITAS BANK KAPASITOR UNTUK MEREDUKSI RUGI-RUGI DAYA PADA PENYULANG WORTEL MENGGUNAKAN METODE GREY WOLF OPTIMIZER (GWO)

    Get PDF

    RANCANG BANGUN WIRELESS SENSOR NETWORK PERINGATAN DINI LONGSOR BERBASIS MIKROKONTROLER

    Get PDF

    Rancang Bangun Boost Converter Untuk Charging Baterai Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Bertenaga Surya

    Get PDF
    Abstrak  Saat UAV melakukan suatu misi, UAV dituntut untuk memiliki durasi terbang yang lama sehingga misi yang dikerjakan akan bisa selesai. Durasi terbang yang pendek akan menyebabkan pekerjaan menjadi lebih lama selesainya. Konsumsi daya yang tinggi dibandingkan dengan kemampuan penyimpanan energinya yang terbatas, akan menyebabkan durasi terbang menjadi pendek. Salah satu alternatif untuk meningkatkan durasi penerbangan yaitu dengan menambahkan panel surya sebagai sumber energi tambahan. Dengan Adanya sumber energi lain yaitu menggunakan panel surya pada sistem charging baterai untuk menyuplai energi pada sistem daya di UAV, maka UAV dapat digunakan ke beban dan sekaligus dapat melakukan charging baterai. Sehingga durasi terbang dari UAV bertambah lebih lama dan memudahkan para pilot UAV atau pengguna UAV dalam melakukan charging baterai. Sistem charging baterai pada UAV bertenaga surya menggunakan DC-DC konverter yaitu boost converter. Boost converter dipilih karena dapat menghasilkan tegangan keluaran yang lebih besar dari tegangan sumber, dengan cara mengendalikan sinyal PWM (Pulse Widht Modulation). UAV tanpa panel surya hanya memiliki estimasi durasi terbang hanya 1 jam. Dengan menambah sistem charging baterai baterai pada UAV bertenaga surya estimasi durasi terbang menjadi 90 menit. Kata kunci  UAV, DC-DC Konverter, Boost Converter , Panel Surya

    Deteksi Pelanggaran Zebra Cross Pada Traffic Light Menggunakan Metode Adaptif Background Subtraction

    Get PDF
    Abstrak. Pelanggaran zebra cross sering terjadi di Indonesia. Salah satu jenis pelanggaran zebra cross yang sering mengakibatkan kecelakaan lalu lintas adalah pengendara melanggar atau menerobos Traffic Light saat lampu merah menyala. Untuk mengatasi masalah pelanggaran tersebut ialah dengan sebuah sistem pendeteksi pelanggaran zebra cross. Pada penelitian ini dibuat sistem deteksi zebra cross dengan menggunakan metode adaptive Background Subtraction menggunakan Raspberry Pi 3. Metode adaptive Background Subtraction digunakan untuk memproses citra berisi objek yang ditangkap pada traffic light menggunakan kamera, citra yang diperoleh dapat menangkap objek yang melanggar garis line deteksi. Kemudian hasil objek yang ditangkap saat melanggar akan diberikan peringatan berupa buzzer. Hasil pengujian menunjukan bahwa model deteksi pelanggaran zebra cross berhasil mengklasifikasikan objek yang melanggar, mampu memberikan peringatan objek yang melangggar melalui buzzer secara otomatis.Kata Kunci: Pelanggaran, Adaptif Background Substraction, Traffic Light, Raspberry Pi 3

    Rancang Bangun Perangkat Kendali ROV Berbasis Joypad Dan Aplikasi Pemantauan Kondisi Bawah Air Berbasis Video Streaming

    Get PDF

    Cover Polos Volume 12 Nomor 13 2018

    No full text

    Identifikasi Otomatis Anemia pada Citra Sel Darah Merah Berbasis Komputer

    Get PDF

    Susunan Pengurus volume 12 nomor 1 2018

    No full text

    Desain Pengendalian Koordinat Gerak Robot Nirkabel Cerdas Menggunakan Aplikasi Android Melalui Akselerasi Gerakan Smartphone

    Get PDF

    411

    full texts

    543

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Electrician
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇