Electrician
Not a member yet
    543 research outputs found

    Implementasi Monitoring Kualitas Udara menggunakan Sensor MQ-7 dan MQ-131 berbasis Internet Of Things

    No full text
    Pencemaran udara adalah suatu kondisi dimana kualitas udara menjadi rusak dan terkontaminasi oleh zat-zat, baik yang tidak berbahaya maupun yang membahayakan kesehatan manusia. Beberapa gas yang berbahaya di udara seperti : CO, CO2, O3 dan lainnya. Gas Karbon Monoksida (CO) tidak berbau dan tidak dapat dilihat mata, oleh karena itu manusia dan makhluk hidup lainnya tidak dapat mengetahui jika gas-gas tersebut ada di sekitarnya. Manusia bisa tahu jika sudah merasakan dampaknya.             Dalam hal ini telah dibuat satu alat pengukur kualitas udara yang dapat dibawa kemana-mana dengan mudah dan pengukuran secara real time yang digunakan untuk mengukur kualitas udara berdasarkan Indeks Standart Pencemaran Udara (ISPU). Menggunakan Sensor MQ-7 untuk mengukur gas karbon Monoksida (CO) dan MQ-131 untuk mengukur gas Ozon (O3)

    Peramalan Beban pada Gardu Induk Mantingan dalam Penentuan Kapasitas Transformator dengan Metode Regresi Linear

    Get PDF
    Intisari Pertumbuhan beban kelistrikan di wilayah Ngawi dan Magetan meningkat seiring rencana pemerintah dalam membangun beberapa infrastruktur dan kawasan industri.  Penyedia kelistrikan harus mampu memprediksi kemampuan sistem dalam melayani konsumen. Perencanan pembangunan Gardu Induk (GI) memiliki tujuan dalam memastikan persebaran semua beban listrik yang dilayani dapat diakomodasi dengan baik. Penelitian ini menggunakan data historis dalam memprediksi besarnya permintaan kelistrikan di area GI Mantingan tahun 2019 hingga tahun 2026. Metode yang digunakan adalah metode regresi linear dengan perencanaan satu tahap, yaitu periode 8 tahun (jangka panjang). Hasil penelitian merekomendasikan bahwa sistem yang beroperasi saat ini membutuhkan persebaran beban listrik dengan memindahkan tiga penyulang di GI Magetan dan GI Ngawi ke GI Mantingan. Tiga penyulang tersebut yaitu penyulang Walikukun dan Trinil yang mendapatkan sumber dari GI Ngawi dan penyulang Sine yang mendapat sumber dari GI Magetan. Area calon pembangunan GI Mantingan yaitu didaerah Widodaren, Mantingan, Karanganyar, Ngrambe dan Sine. Penelitian menunjukan bahwa GI baru dibangun dengan kapasitas 60 MVA dan besar nilai pembebanan trafo Gardu Induk Mantingan selama 8 tahun memiliki rata-rata sebesar 41,41persen serta biaya pokok penyediaan listik (BPP) rata-rata sebesar Rp. 2.101. Kata kunci  kapasitas trafo, konsumsi energi listrik, regresi linear. Abstract The growth of electricity load in Ngawi and Magetan areas has increased due to the government's plan to build several infrastructure and industrial areas. The electricity provider must be able to predict the system's ability to serve consumers. The planning for the construction of substations (GI) is carried out to ensure that all electricity loads served can be properly accommodated. This research uses historical data in predicting the amount of electricity demand in the Mantingan substation area from 2019 to 2026. The method used is a linear regression with one-stage planning, which is for 8 years (long term). The results recommend that the current operating system requires an electric load by moving three feeders in Magetan substation and Ngawi substation to Mantingan substation. The three feeders, namely the Walikukun and Trinil feeders, were sourced from the Ngawi substation and the Sine feeders which were sourced from the Magetan substation. The prospective areas for the construction of the Mantingan Substation are Widodaren, Mantingan, Karanganyar, Ngrambe, and Sine areas. Research shows that a newly built substation with a capacity of 60 MVA and the load value of the Mantingan substation transformer for 8 years has an average of 41.41percent and an average of biaya pokok penyedia listrik (BPP) of Rp. 2,101. Keywords transformer capacity, electrical energy consumption, linear regression

    Implementasi Stepper 28BYJ-48 dan Servo MG996R sebagai Robot Lengan Pemanggang pada Alat Pemanggang Sate Otomatis Berbasis Arduino UNO

    Get PDF

    RANCANG BANGUN ALAT CUCI TANGAN PINTAR MENGGUNAKAN SENSOR INFRARED BERBASIS ARDUINO

    Get PDF
    Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah mendorong manusia untuk berusaha mengatasi segala permasalahan yang timbul disekitarnya.  Salah satunya Pencuci Tangan Pintar berperan sebagai alat bantu manusia untuk mencuci tangan tanpa harus menyentuh agar dapat meminimalisir tertularnya bakteri dan virus. Komponen yang digunakan dalam pembuatan alat sistem pencuci tangan pintar sangat banyak dipasaran. Alat pencuci tangan pintar menggunakan sensor infrared dan timer,sehingga air dan sabun bisa kontrol intesitas pengeluaran air dan sabun,sehingga alat akan bekerja bila sensor infrared mendeteksi adanya tangan atau benda lain yang menghalanginya dan akan berhenti bekerja bila sesuai waktu yang sudah di tentukan. pada saat ada tangan yang ingin dibersihkan sehingga air bisa mengalir dan mengeluarkan cairan sabun secara otomatis. Arduino memeriksa koding program apakah terdapat sinyal tangan atau tidak. Apabila ada maka arduino akan mengirimkan sinyal ke modul relay agar mengaktifkan perangkat pompa air, pompa sabun

    Analisa Data Hasil Pengukuran Beban Motor Listrik 1 Fasa pada kWh Analog dan kWh Digital

    Get PDF
    Penggunaan Energi Listrik telah  menjadi  kebutuhan  masyarakat sehari-hari. Untuk mengetahui besaran energi  listrik  yang  digunakan, PLN membutuhkan  sebuah  alat  yang  disebut  kWh Meter. Terdapat dua macam kWh Meter yang digunakan, yaitu kWh meter Analog (paskabayar) dan kWh Meter Digital (prabayar). Setelah  beralih  ke  kWh  meter  Digital, hampir  di  semua  rumah  sudah  menggunakannya,  akan  tetapi  ternyata  masih  banyak  juga  keluhan dari  masyarakat  dan  kurang  setuju  dengan  kWh meter  Digital. Hal ini disebabkan karena  adanya anggapan, pemikiran dan informasi dari  masyarakat  bahwa  kWh  meter  Digital tersebut membuat perhitungan yang salah sehingga banyak merasa perhitungan energi listrik yang dipakai lebih besar dari pada kWh meter Analog. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai data hasil pengukuran beban motor listrik 1 fasa pada kWh meter Digital dan Analog. Metode yang digunakan yaitu dengan cara membandingkan hasil pembacaan oleh kWh meter analog dan kWh meter digital yang dipasangkan pada motor listrik 1 fasa. Proses penelitian ini dilakukan dengan cara mengukur langsung beban motor listrik 1 fasa pada kWh Analog dan kWh Digital sebanyak sepuluh kali dengan jangka waktu berbeda. Hasil penelitian ini adalah kWh Digital menunjukkan pengukuran yang lebih teliti dan akurat karena digit angka yang ditampilkan dua desimal (0,00). Dari hasil pembulatan satu desimal (0.0), maka hasil pengukuran adalah sama

    Analisis Harmonisa pada Sistem AC Microgrid Terhubung ke Grid

    Get PDF
    Kualitas daya telah menjadi faktor penting dalam layanan kelistrikan. Peningkatan pembangkitan tersebar atau dikenal dengan istilah distributed generation (DG), yaitu pembangkitan daya yang tersebar di seluruh sistem tenaga seperti pembangkit listrik tenaga matahari dan pembangkit listrik tenaga angin. Pada makalah ini penulis akan mengevaluasi dampak sumber energi terbarukan ini terhadap kualitas daya listrik pada skala sistem microgrid. Distorsi harmonisa yang timbul disebabkan konverter yang digunakan dalam mengkonversi Daya AC menjadi DC atau sebaliknya. Dari hasil analisis dapat dilihat harmonisa yang ditimbulkan dari konverter 12 pulsa terdapat harmonisa 11th,  13th dan 23th. Dengan menggunakan C-Type High-Pass filter, high-pass filter dan double-tuned filter. Dari hasil simulasi THD tegangan pada bus 1 adalah 17,03 persen setelah menggunakan filter harmonisa THD tegangan pada bus 1 menjadi 0,69 persen. Dari hasil simulasi THD arus pada bus 1 yaitu 7,4 persen setelah dipasang filter harmonisa menjadi 0,48 persen. Nilai THD setelah pemasangan filter 0,69 persen untuk tegangan dan dimana nilai THDv tersebut lebih baik dari sebelum pemasangan filter dan sudah memenuhi standar IEEE 519-1992 sebesar kurang dari sama dengan 5 persen

    Ontology Learning pada Teks Tidak Terstruktur

    Get PDF
    Informasi yang tersebar pada berbagai sumber di internet banyak ditujukan hanya untuk manusia saja. Sementara itu, muncul kebutuhan agar informasi tersebut tidak hanya bisa dibaca dan dipahami oleh manusia saja, tetapi juga oleh mesin. Informasi dalam format yang dapat dipahami oleh mesin dapat digunakan untuk berbagai keperluan, misalnya: menjadi basis pengetahuan untuk penalaran, sharing knowledge antar mesin, semantic search, visualisasi informasi, dsb. Ontology learning adalah metode yang dapat mengekstrak informasi dari teks tidak terstruktur pada suatu dokumen atau halaman web untuk kemudian diubah menjadi basis pengetahuan dalam format yang dapat dipahami oleh mesin, yaitu dalam bentuk ontologi. Metode tersebut terdiri dari beberapa tahapan, yaitu: preprocessing, ekstraksi konsep, ekstraksi relasi, dan evaluasi. Preprocessing menyiapkan korpus uji sehingga siap untuk masuk kedalam metode ekstraksi konsep, yang menggunakan algoritma entropy concept extraction, pada bagian ekstraksi relasi digunakan algoritma subcat relation extraction, sedangkan pada bagian evaluasi ontologi menggunakan metode expert evaluation. Hasil akhir menunjukkan akurasi pada nilai 89.84 persen untuk ekstraksi konsep, 93.02 persen untuk ekstraksi relasi, dengan kepercayaan terhadap ekstraksi relasi pada prosentase 71.15 persen. Kata kunci: ontology learning, entropy concept extraction, subcat relation extraction

    Halaman Judul dan Sampul Volume 14 Nomor 2 Mei 2020

    No full text

    Analisa Dampak Kenaikan Setting Tegangan di GI Tarahan Terhadap Performa Sistem 20kV PT. Bukit Asam Tbk

    Get PDF

    PENGENDALIAN TRACKING POSISI PURWARUPA AUTONOMOUS LAND VEHICLE DENGAN MENGGUNAKAN METODE PID DAN MODEL KINEMATIK

    Get PDF
    Intisari ? Teknologi sistem autonomous saat ini mulai banyak dikembangkan untuk berbagai aplikasi seperti industri dan transportasi umum. Berbagai metode telah banyak dikembangkan untuk mengendalikan suatu wahana secara otomatis baik dengan kombinasi sistem kendali cerdas (AI) atau dengan metode kendali nonlinear. Salah satu kendala dalam kendali autonomous ini adalah akurasi GPS yang kurang akurat. Dalam jurnal ini, akan implementasi metode kontrol berbasis model kinematik wahana untuk memperbaiki akurasi GPS, sehingga akan meminimalisir terjadinya tabrakan atau lintas jalur. Wahana yang digunakan berupa purwarupa mobil mainan bertenaga baterai yang dimodifikasi agar dapat dikendalikan secara autonomous, dimana wahana ini bernavigasi menggunakan sistem steering pada dua roda depan. Pengujian akan dilakukan pada area jalan ITERA, dimana wahana akan diberikan lintasan yang diberikan melalui perangkat lunak komputer dan dipantau secara nirkabel. Sumber daya wahana diperoleh dengan dua cara yaitu dengan menggunakan sumber listrik dari panel surya dan dari baterai

    411

    full texts

    543

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Electrician
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇