Electrician
Not a member yet
543 research outputs found
Sort by
ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF STAR DELTA SYSTEM IN REDUCE ELECTRIC STARTING SURGE IN 3 PHASE MOTORS
Operations in the industry today use induction motors. There are several types of induction motors, one of which is a 3-phase induction motor. In the use of a 3-phase induction motor, there are several problems at the beginning, one of which is that there is a current surge in the starting received by the windings or rotor of a 3-phase induction motor which will cause damage to the motor windings. In previous research, research has been carried out to reduce electric starting spikes in 3 phase motors by lowering the frequency in a study entitled "Adjusting the Speed ??of a 3 Phase Induction Motor by Changing the Frequency Using the ALTIVAR 12P Inverter" it was found that the frequency of the regulated voltage was low and stable to minimize inrush current in 3-phase motor starting. Therefore, research was conducted on a system that can reduce these problems, namely the use of a star-delta system on a 3-phase motor to reduce electrical starting spikes in a 3-phase motor. In this study, the electric current value was 0.59 A, the star-circuit voltage value was 219.65 V, and the short-circuit current value was 1.01 A
Pemanfaatan SIG untuk Mengurangi Risiko Bencana Banjir di Kota Bandar Lampung
Kemajuan teknologi dalam bidang informasi dan komunikasi dapat digunakan untuk mengoptimalkan penanggulangan dan mitigasi bencana, Salah satunya adalah pengembangan sistem informasi geografis. Sistem ini memberikan kemudahan dalam menyampaikan informasi dan memecahkan persoalan yang berkaitan dengan permukaan bumi terutama data mitigasi bencana mengenai daerah yang rawan banjir sehingga dapat tertangani lebih dini. Bencana banjir merupakan suatu bencana alam yang selaluterjadi di banyak kota dalam skala yang berbeda dimana air dengan jumlah debit yang berlebih berada di daratan rendah yang kering. dimana menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terdapat beberapa daerah yang merupakan titik rawan bencana terutama di kota Bandar Lampung yang diambil dari data bencana alam yang sering terjadi dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir diantaranya Teluk Betung Selatan, Teluk Betung Timur, Kedamaian, Rajabasa, Sukarame, Sukabumi dan Bumiwaras. Untuk meminimalkan dampak bencana banjir ini dengan tersedianya pemetaan daerah rawan banjir yang dapat digunakan untuk perencanaan, pengendalian dan penanggulangan dini. Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan salah satu alternatif dalam pemetaan daerah rawan banjir untuk cakupan daerah yang luas dengan waktu yang relatif singkat. Pemetaan risiko banjir terdiri dari komponen data spasial dan atribut yang kemudian divisualisasikan menggunakan WebGI
RANCANG BANGUN SISTEM PROTEKSI OVERHEATING MESIN DAN PEMANTAU TEGANGAN AKI PADA MOBIL
Abstract -- Overheating is one of the causes of damage or decreased performance on the vehicle. This can occur due to a lack of water in the radiator or a radiator leak. Generally, overheating occurs in vehicles manufactured before 2000 because they do not have protection or warning in case of excessive temperature. Vehicles with production years before 2000 usually only have a temperature indicator in the form of a pointer with a scale. In addition to overheating, the voltage on the battery cannot be monitored due to the absence of a battery voltage reader so that the battery experiences under-voltage or overvoltage caused by damage to the charging system in the battery. Based on these problems, a tool is made to prevent overheating and prevent damage to the battery. In this tool, the DS18b20 sensor is used to determine the temperature that occurs in the vehicle engine, while the battery voltage information is obtained using a voltage divider circuit. The results of the temperature and voltage sensors are processed using the Arduino Nano Microcontroller to obtain information about the engine temperature and battery voltage. The processing results are displayed using an OLED LCD and the output is connected to two relays, one relay for automatic fans and one relay for vehicle ignition. The results showed that this tool can turn on and turn off the fan automatically, and can cut off the ignition of the vehicle based on the temperature of the radiator water. This tool provides a warning if the battery voltage is above or below the normal voltage. With this tool, overheating of the engine and damage to the battery can be prevented.
Keywords Overheating, protection, temperatur
Analisi Loadflow Sistem Tenaga Listrik Pabrik 3A PT. Petrokimia Gresik
Analisis loadflow merupakan sebuah analisis tegangan, arus, daya aktif, daya reaktif, dan faktor daya yang terdapat di berbagai titik pada jaringan sistem tenaga listrik dalam berbagai keadaan operasi. Tujuan dari analisis tersebut adalah untuk mengetahui nilai kualitas daya jaringan sistem tenaga listrik agar dapat meminimalkan terjadinya rugi-rugi daya pada jaringan sistem tenaga listrik. Pada analisis load flow ini, dilakukan analisis menggunakan software ETAP v.19 untuk 3 pemodelan operasi pada jaringan sistem tenaga listrik yang meliputi Generator pembangkit TG 65, TG 66, dan UBB pada Pabrik 3A PT. Petrokimia Gresik. Dari hasil simulasi ketiga pemodelan tersebut, diperoleh hasil bahwa saat pemodelan 1 yaitu Generator TG 65 dan TG 66 beroperasi island dapat memasok kebutuhan beban dengan optimal pada rentang 62,5 persen (9,1 MW dan 5,025 MVAr) sampai dengan 100 persen (16,83 MW dan 11,123 MVAr). Pada pemodelan 1, Bus Intermediate 20 kV mengalami under voltage dikarenakan tidak ada aliran daya yang mengalir dari grid UBB. Pada permodelan 2 dengan Generator TG 65 dan UBB yang beroperasi secara sinkron dapat menyuplai daya aktif dan reaktif dengan optimal ketika kondisi beban terhubung mulai dari 25% (3,902 MW dan 0,901 MVAr) hingga 87,5 persen (14,132 MW dan 9,098 MVAr). Pada pemodelan 3 saat Generator TG 65, TG 66, dan UBB beroperasi secara sinkron dapat melayani beban secara optimal pada kondisi beban daya aktif dan reaktif yang terhubung lebih besar 62,5persen atau minimal sebesar 13,402 MW dan 8,551 MVAr untuk menghindari terjadinya gangguan reverse power pada generato
Perancangan Aplikasi Augmented Reality Buku Koleksi Benda Bersejarah Sebagai Media Informasi Interaktif Dan Media Promosi (Studi Kasus : Museum Negeri Bengkulu)
Pemanfaatan teknologi dapat membantu museum dalam upaya pelestarian koleksi benda bersejarah serta memudahkan museum dalam penyampaian informasi. Museum Negeri Bengkulu merupakan bangunan yang telah menyimpan dan melestarikan 6.150 koleksi bersejarah di provinsi Bengkulu yang memiliki banyak nilai-nilai sejarah dan budaya. Teknologi augmented reality merupakan sebuah teknologi yang dapat digunakan dalam membantu museum untuk memperkenalkan, melestarikan dan memamerkan benda bersejarah. Metode marker-based tracking merupakan salah satu metode dalam teknologi augmented reality. Metode ini, memanfaatkan sebuah barcode/pattern atau marker yang selanjutnya akan di deteksi oleh kamera untuk kemudian sistem akan melakukan tracking terhadap posisi benda digital berdasarkan posisi marker. Pemanfaatan teknologi augmented reality pada museum dilihat dapat membantu upaya memperkenalkan, melestarikan dan memamerkan warisan benda bersejarah secara interaktif. Pada penelitian ini telah dihasilkan sebuah aplikasi augmented reality museum bengkulu dengan menggunakan metode marker-based tracking sebagai media informasi interaktif. Aplikasi ini dapat menampilkan informasi secara interaktif dengan adanya mediamedia visual seperti objek 3D, audio, video, gambar dan text. Aplikasi ini juga dapat digunakan sebagai media promosi Museum Negeri Bengkulu dan koleksi benda bersejarah berdasarkan hasil pengujian efektifitas media promosi dengan menggunakan pendekatan EPIC model dalam sebuah kuisioner pada 45 responden. Aplikasi yang dibangun telah di uji dan dinyatakan layak berdasarkan hasil pengujian dengan metode black-box testing dan white-box testing.
Kata kunci : Augmented Reality, AR Museum Bengkulu, Android, Media Informasi Interaktif, Media Promosi, Museum Negeri Provinsi Bengkul
RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL PAKAN IKAN LELE MENGGUNAKAN NODEMCU ESP8266 BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT)
Ikan lele merupakan salah satu sumber makanan yang dibutuhkan manusia. Dalam memberi asupan pakan, juga penting untuk memperoleh ikan segar yang kaya protein. Pada penelitian ini dikembangkan alat yang dapat mengatasi masalah tersebut. Alat ini berguna untuk meminimalisir human error dan meningkatkan efisiensi pembudidayaan ikan lele. Tahapan dalam sistem ini berupa masukan, pemrosesan dan keluaran. Data masukan kondisi dan porsi pakan berupa Gauge pada Aplikasi Blynk, data masukan tersebut terkoneksi dengan jaringan internet yang dapat dikontrol secara jarak jauh. Kemudian, data masukan dapat dikontrol secara jarak jauh menggunakan modul WiFi ESP8266 yang terkoneksi dengan Blynk. Apabila waktu pakan ikan sudah sesuai jadwal maka NodeMCU ESP8266 mengirim sinyal ke relay kondisi on untuk kipas penebar dan relay kondisi off untuk Aerator. Untuk porsi pakan ikan lele dengan sensor Loadcell yang dilengkapi modul HX711 akan membaca berat pakan pelet untuk dikirimkan data ke Blynk. Alat ini menghasilkan sistem yang dapat membaca kondisi pakan dan mengukur berat dengan akurat dan hanya memiliki galat sebesar 1,96 persen dan semua sistem berjalan sesuai alur sistem
Rancang Bangun Prototipe Detektor Gangguan Listrik Berbiaya Rendah Berbasis IP pada Kampus Institut Teknologi Sumatera
The ITERA electrical faults cannot be handled quickly by electricians due to the absence of a qualified monitoring system. It is also not possible to purchase a monitoring system with institutional scale because of the high price. Therefore, a low-cost electrical fault detector is designed with current sensor SCT013-000 as main device and communicates over an IP-based network. This detector is integrated with an electrical network information system that can be monitored via a web-browser. The system designed has succeeded in providing information on electrical disturbances with an average delay of 6 seconds and a maximum of 64 seconds when the detector loses its electricity supply. The price for a set of detectors with 2 sensors is around Rp. 249,500, it is relatively cheaper than similar products on the market