Jurnal Teknik Kimia
Not a member yet
    233 research outputs found

    PENURUNAN KESADAHAN AIR SUMUR DISEKITAR LUMPUR LAPINDO DENGAN MENGGUNAKAN ZEOLIT

    Get PDF
    Pada penelitian ini, dilakukan proses pengadukan dan adsorbsi dari zeolit terhadap air sumur warga sekitar Lumpur Lapindo. Secara umum adsorbsi dapat diartikan sebagai peristiwa fisika pada permukaan suatu bahan yang tergantung dari afinitas antara adsorbent dan adsorbat. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menurunkan kadar Ca dan Mg yang terkandung dalam air sumur milik warga sekitar Lumpur Lapindo. Prosedur dari penelitian ini adalah Air sumur di cek terlebih dahulu kadar Ca dan Mg yang terkandung di dalamnya. Kemudian air sumur dimasukkan ke dalam beaker glass yang berisi zeolit. Lalu diaduk dengan magnetic stirrer dengan kecepatan dan waktu tertentu. Setelah itu disaring dengan menggunakan zeolit yang telah dibungkus dengan kain sebanyak dua kali penyaringan. Dan dianalisa kadar Ca dan Mg nya. Dari penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa penurunan kadar Ca pada air sumur disekitar lumpur Lapindo kondisi terbaik pada waktu 150 detik dengan berat zeolit 125 gram. Sedangkan untuk Mg terjadi pada kondisi berat zeolit 75 gram dan waktu putaran 150 detik dengan Mg = 0,076 mg/L. Namun sesuai dengan standar SNI, untuk Ca dan Mg yang diperbolehkan dalam air adalah 0,2-4 mg/L. Kondisi terbaik jatuh pada berat zeolit 25 gram dengan waktu pengadukan 30 detik = 0,212 untuk Ca dan 0,231 untuk Mg

    PEMBUATAN PULP DARI SERABUT GAMBAS TUA KERING DENGAN PROSES ALKALI DENGAN ALKOHOL

    Get PDF
    Proses pembuatan pulp adalah proses isolasi selulosa dari kayu yang berserat. Isolasi dilakukan dengancara melarutkan bahan-bahan selain selulosa pada larutan pemasak. Dalam penelitian ini dipakai larutanorganik. Sebagai bahan baku adalah serabut gambas tua kering. Penelitian dilakukan dalam autoclave.Sebagai pelarut pemasak dipakai NaOH yang dilarutkan dalam air dan etanol dengan perbandingan pelarut airdan etanol dan konsentrasi NaOH yang bervariasi. Suhu operasi yang dilakukan adalah 105 °C dengan lamapemanasan yang bervariasi pula. Setelah proses pemasakan, pulp dipisahkan dari larutan pemasak, dicuci dandikeringkan dalam oven, selanjutnya dianalisa kadar air, alpha selulosa serta ratio yieldnya. Berdasarkan hasilanalisa kondisi terbaik dicapai pada konsentrasi NaOH 8% dengan waktu pemanasan 150 menit dan ratio air -etanol 25 : 75, diperoleh hasil sebagai berikut berturut-turut kadar air 76,10%, ratio yield 44,35% dan kadaralpha selulosa 78,98%

    RASIO ABU BAGASSE DENGAN NaOH TERHADAP PROSES PENGAMBILAN SILIKA

    Get PDF
    Teknologi yang mempunyai peluang dalam pembuatan silika gel adalah proses ekstraksi dan proses presipitasi menggunakan asam klorida, silika gel dibuat dari bahan baku abu bagasse yang mempunyai kandungan silika cukup tinggi yaitu 70,85 %. Tujuan dari penelitian ini agar dalam proses pengambilan silika sebagai langkah awal dalam proses ekstraksi silika gel didapatkan kondisi yang baik, dengan memvariasikan penambahan larutan NaOH dengan abu bagasse.Proses ekstraksi yang dilakukan pada abu bagasse sebanyak 100 gram menggunakan natrium hidroksida dengan konsentrasi 1 N selama 1 jam  dengan suhu 1050C menggunakan 1:6, 1:7, 1:8, 1:9, 1:10, 1:11. Dalam proses ekstraksi terjadi reaksi antara abu bagasse dengan natrium hidroksida membentuk larutan natrium silika dan dilanjutkan dengan proses presipitasi menggunakan asam klorida dengan variabel pH 4, 5, 6, dan 7. Endapan silika yang terbentuk disaring dan dikeringkan. Pada proses ekstraksi didapatkan kondisi terbaik pada penggunaan larutan natrium hidroksida 1:10, sedangkan pada proses presipitasi dengan asam klorida menghasilkan silika terbanyak pada kondisi pH asam yaitu pH 4 sebanyak 33,54 gram, dengan kandungan silica sebanyak 92% dan luas permukaan sebesar 228,99 m2/g

    PUPUK KALIUM SILIKA DENGAN PROSES KALSINASI BERBASIS BATUAN TRASS

    Get PDF
    Batuan dan tambang pasir mempunyai manfaat yang sangat penting bagi kehidupan. Dengan banyaknya manfaat dari batuan, maka sayang sekali jika Indonesia yang memiliki banyak cadangan bahan baku menyia-nyiakannya. Contoh manfaat dari batuan yaitu bisa diubah menjadi pupuk kalium silika dengan mereaksikannya dengan kalium. Contoh batuan yang bisa diambil silikanya yaitu batuan trass. Prosedur yang dilakukan untuk membuat pupuk kalium silika yaitu dengan mereaksikan batu trass berukuran 100 mesh dengan pereaksi KOH dan K2CO3 yang komposisinya diatur dengan perbandingan berat, dimana basis batu trass adalah 100 gr. Proses tersebut dilakukan pada suhu 1250 oC dengan waktu reaksi selama 1 jam. Hasil yang didapatkan, yaitu produk pupuk kalium silika dari batu trass terbaik untuk pereaksi K2CO3 yaitu dengan perbandingan 500gr : 74gr dengan kandungan SiO2 : 26.8% dan kandungan K2O : 27.3%, dengan kelarutan dalam air sebesar 24.02%, sedangkan untuk produk pupuk kalium silika dari batu trass terbaik untuk pereaksi KOH yaitu dengan perbandingan mol 400gr : 60gr dengan kandungan SiO2 : 23.6% dan kandungan K2O : 22.2%, dengan kelarutan dalam air sebesar 25.65%. Ukuran pori produk pupuk kalium silika dari batu trass ini, yaitu kisaran 350-1000nm

    BIOETANOL DARI BUAH KERSEN (MUNTINGIA CALABURA) MENGGUNAKAN SACCHAROMYCES CEREVISIAE

    Get PDF
    Harga minyak dunia menyentuh US50perbarelpadatahun2016dandiperkirakannaikmenjadiUS50 per barel pada tahun 2016 dan diperkirakan naik menjadi US60 pada akhir 2017, sedangkan fokus pemerintah pada tahun 2014, untuk meningkatkan produksi minyak bumi menjadi 1 juta barel, menyebabkan ketersediaan minyak bumi Indonesia berkurang lebih cepat kurang dari 23 tahun. Bioetanol merupakan salah satu energi alternatif yang terbuat dari bahan organik yang dapat digunakan sebagai pengganti minyak bumi. Buah kersen memiliki kandungan glukosa 0,661 gr/ml dan karbohidrat 7,55 gram dalam 100 gram buah, sehingga diperkirakan berpotensi untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi buah kersen sebagai bahan baku pembuatan bioethanol dan mengetahui pengaruh lama waktu fermentasi terhadap kadar etanol. Metode penelitan yang digunakan adalah persiapan bahan baku, hidrolisis, fermentasi, destilasi dan dehidrasi. Hasil kadar etanol yang diperoleh dengan variasi waktu fermentasi 3, 5, 7,dan 9 hari adalah 4,11 %, 4,82%, 4,82 %, dan 5,19 %.   DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v12i1.84

    BIODIESEL DARI MINYAK BIJI PEPAYA DENGAN TRANSESTERIFIKASI INSITU

    Get PDF
    Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses produksi biodiesel secara langsung dari biji pepaya melalui proses transesterifikasi in situ. Variabel berubah kondisi proses yang dipelajari adalah volume metanol (200, 300 dan 400 mL) dan waktu proses transesterifikasi in situ (30, 60, 90, 120 dan 150 menit) dengan variabel tetap berat dan kadar air bahan baku, katalis, kecepatan pengadukan, suhu, dan diamati pengaruhnya terhadap yield minyak terekstrak yang membentuk FAME. Volume metanol dan waktu reaksi berpengaruh nyata terhadap yield FAME. Yield tertinggi didapatkan pada volume metanol 400 mL dan waktu 120 menit (77,68%)

    SINTESIS BIOPLASTIK DARI KITOSAN-PATI KULIT PISANG KEPOK DENGAN PENAMBAHAN ZAT ADITIF

    Get PDF
    Bioplastik adalah plastik biopolimer yang mudah diuraikan oleh mikroorganisme sehingga dapat menjadi alternatif pengganti plastik komersial. Pengaruh komposisi pati kulit pisang Kepok dan kitosan terhadap sifat fisis bioplastik yang disintesis dipelajari melalui penelitian ini. Dalam penelitian ini juga didapatkan komposisi optimum pembuatan bioplastik berbahan kitosan dan pati kulit pisang Kepok dengan penambahan gliserol dan seng oksida (ZnO). Pada penelitian ini bioplastik disintesis dari kitosan sebagai backbone, filler pati pengoptimal sifat biodegradabilitas, gliserol sebagai plasticizer, serta ZnO sebagai penguat. Hasil bioplastik dikarakterisasi sifat mekanik (tensile strength dan elongation), swelling, WVTR, dan FTIR. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan komposisi optimum penyusun bioplastik, yaitu kitosan 4% - 30% pati – 5 ml gliserol – 5% ZnO dengan nilai tensile strength sebesar 0,6012 MPa, 0,1688% elongasi, nilai WVTR sebesar 81,5263 gram/m2.jam.Gugus fungsi utama dari bioplastik ditunjukkan melalui hasil analisa FTIR seperti -OH (3431 cm-1), C-H (2923 cm-1), -NH (1632 cm-1), dan Zn-O (585 cm-1)

    DISTILLASI DAUN KAYU PUTIH DENGAN VARIASI TEKANAN OPERASI DAN KEKERINGAN BAHAN UNTUK MENGOPTIMALKAN KADAR SINEOL DALAM MINYAK KAYU PUTIH

    Get PDF
    Minyak kayu putih merupakan salah satu jenis minyak atsiri khas Indonesia. Minyak ini diketahui memiliki banyak khasiat, baik untuk pengobatan luar maupun pengobatan dalam sehingga banyak dibutuhkan oleh berbagai kalangan masyarakat. Sineol merupakan komponen utama penyusun minyak kayu putih. Besarnya kadar sineol menetukan kualitas minyak kayu putih. Semakin tinggi kadar sineol maka akan semakin baik kualitas minyak kayu putih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rendemen dan kadar sineol dari setiap perlakuan bahan yaitu daun kayu putih segar, layu,dan kering dengan tekanan operasi 0,5;1;1,5;2 dan 2,5 kg/cm2. Bahan baku yang digunakan adalah daun kayu putih (Melaleuca leucadendron Linn) kuncup merah dengan metode destilasi uap selama 4 jam. Dari hasil penelitian diperoleh kualitas minyak kayu putih terbaik pada variable daun kering dengan tekanan 2 kg/cm2. Rendemen 0,638 % dan kadar sineol 91,50%

    PEMBUATAN GLISEROL TRIBENZOAT DARI GLISEROL (HASIL SAMPING INDUSTRI BIODIESEL) DENGAN VARIASI RASIO REAKTAN DAN TEMPERATUR REAKSI

    Get PDF
    Gliserol merupakan hasil samping produksi biodiesel yang perlu diolah menjadi produk turunannya untuk memaksimalkan pemanfaatannya. Keberadaan gliserol akan melimpah saat produksi biodiesel berkembang. Meskipun gliserol bukan merupakan zat yang beracun, buangan limbah gliserol dengan volume yang besar tetap akan menimbulkan dampak yang serius bagi lingkungan dan kesehatan sehingga diperlukan usaha diversifikasi gliserol menjadi berbagai product urunanna untuk meningkatkan konsumsinya. Proses esterifikasi gliserol merupakan salah satu metode yang banyak digunakan dalam konversi gliserol. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut proses reaksi gliserol dan asam benzoat dengan menggunakan katalis asam klorida untuk mendapatkan kondisi optimum proses produksi gliserol tribenzoat dengan variasi temperatur dan rasio reaktan (gliserol dan asam benzoat). Penelitian dilakukan dengan mereaksikan antara asam benzoat yang larut dalam metanol dengan gliserol dan asam klorida sebagai katalis dalam reaktor berpengaduk dengan tekanan 3 atm, kecepatan pengadukan 100 rpm, volume reaktor 500 mL, waktu reaksi 60 menit, dan katalis 7%. Variabelnya adalah temperatur (50, 65, 70, 80, 90 0C) dan rasio mol gliserol/asam benzoate (1:3; 1:3,5; 1:5 dan 1:7). Kondisi optimum terjadi pada rasio reaktan 1:5 dan temperatur 70 ⁰C yang menghasilkan massa gliserol tribenzoat sebesar 55,48 g, yield terhadap gliserol sebesar 5,44 dan yield terhadap reaktan total hasil reaksi sebesar 77,87%

    KARAKTERISASI SILIKA SEKAM PADI DENGAN VARIASI TEMPERATUR LEACHING MENGGUNAKAN ASAM ASETAT

    Get PDF
    Sekam padi merupakan salah satu limbah pertanian yang sangat berlimpah di Indonesia namun pemanfaatannya belum optimal. Pembakaran sekam padi secara langsung dapat menyebabkan polusi udara dan masalah lingkungan. Pada dasarnya, sekitar 20 % dari sekam padi terdiri dari silika amorf yang cukup reaktif dan memiliki potensi yang tinggi sebagai bahan baku produk berbasis silika. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh temperatur selama proses perlakuan awal sekam padi menggunakan asam asetat terhadap karakteristik silika yang dihasilkan. Karakterisasi abu silika meliputi analisa  komposisi dan strukturnya menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), X-ray Diffraction (XRD), X-ray Fluorescene (XRF). Luas permukaan spesifik silika ditentukan menggunakan Brunauer, Emmet, Teller-Surface Area Analyzer (BET-SAA). Silika yang dihasilkan dari penelitian ini berbentuk amorf. Kemurnian silika tertinggi dengan kadar Si sebesar 93,4% diperoleh dari sekam padi dengan perlakuan awal pada temperatur ruang. Luas permukaan spesifik silika amorf tertinggi sebesar ~232 m2/g diperoleh dari proses leaching pada temperatur 75 oC

    223

    full texts

    233

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik Kimia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇