Jusami | Indonesian Journal of Materials Science
Not a member yet
    859 research outputs found

    CHARACTERIZATION AND ELECTROCHEMISTRY OF LiFePO4 BY SONICATIONHYDROTHERMAL METHODS

    Get PDF
    CHARACTERIZATION AND ELECTROCHEMISTRY OF LiFePO4 BY SONICATIONHYDROTHERMAL METHODS. Cathode materials of LiFePO4 for rechargeable-lithium ion battery were synthesized by combination of sonication and hydrothermal method. The reaction has been carried out by mixing of FeSO4.7H2O, H3PO4, LiOH and ethylene glycol. The mixtures were sonicated by ultrasonic prior to a hydrothermal process. The crystal structure, microstructure and electrical properties of LiFePO4 products were characterized by usingX-ray diffraction (XRD), a Scanning ElectronMicroscope (SEM), and an Impedance Spectroscopy, respectively. The X-ray data showed that the crystal structure of LiFePO4 belongs to the P m n a space group (olivine structure). The crystalline size of sample non-sonic, sonic and commercial LiFePO4 were 730.2; 3068.0 and 639.4 Å, respectively. Performances of half cell batteries were measured by Impedance spectroscopy and by using Battery Analyzer BST-8.The EIS data from half cell batteries of nonsonic, sonic and commercial LiFePO4 were 269.92; 149.85 and 106.2 Ω, respectively. Meanwhile, the specific capacities at 0.1C of non-sonic, sonic and commercial LiFePO4 were 98.70; 120.17 and 125.23 mAh/g, respectively.As confirmed by SEM image, the particle distribution of sonic-LiFePO4 were more homogenous, and had properties similar to the commercial ones. It is concluded that the sonication procedure carried out prior to hydrothermal has improved performance of the lithium ion battery

    SINTESIS NANO ZEOLIT ALAM MENGGUNAKAN METODE BALL MILLING

    Get PDF
    SINTESIS NANO ZEOLIT ALAM MENGGUNAKAN METODE BALL MILLING. Telah disintesis nanozeolit alam Pahae dengan metode ball milling. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan nilai jual sumber daya alam Sumatera Utara khususnya zeolit. Zeolit digerus sampai halus, lalu diayak dengan ukuran 200 mesh. Zeolit kemudian diaktivasi secara kimia dengan menggunakan HCl untuk membersihkan zeolit dari pengotor, dan secara fisis dengan kalsinasi pada suhu 600 oCselama 2 jam untuk mengurangi kadar air. Selanjutnya, serbuk zeolit yang sudah diaktivasi tersebut dimasukkan ke dalamball miling dan diaduk selama 10 jam untuk mendapatkan serbuk nanozeolit. Hasil X-Ray Diffraction (XRD) menunjukkan dua fasa dominan yaitu calsium aluminium silicate hydrate (CaAl2Si10O24.7 H2O) dan aluminium oxide (Al2O3). Dengan persamaan Scherer diperoleh ukuran kristal rata-rata zeolit adalah 74 nm. Hasil X-Ray Fluorescence (XRF)menunjukkan kandungan zeolit alam Pahae terdiri dari senyawa Na2O (1,03%), MgO (0,82%), Al2O3 (17,29%), SiO2 (71,06), K2O (4,63%), CaO (1,92%), TiO2 (0,51%) dan Fe2O3 (2,75%)

    EKSTRAKSI SELULOSA DARI SERBUK GERGAJI KAYU SENGON MELALUI PROSES DELIGNIFIKASI ALKALI ULTRASONIK

    Get PDF
    Kayu sengon (Albizia chinensis) merupakan salah satu jenis kayu yangmelimpah di Indonesia. Kandungan selulosa pada kayu sengon cukup tinggi sebesar 41,17%. Proses ekstraksi selulosa dari kayu sengon dapat dilakukan melalui proses delignifikasi atau penghilangan kandungan lignin. Umumnya, proses delignifikasi dilakukan dengan larutan alkali pada konsentrasi tinggi, suhu tinggi dan waktu yang lama.Agar konsentrasi alkali yang digunakan rendah dan waktu lebih pendek, proses delignifikasi dapat dilakukan dengan bantuan ultrasonik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kondisi operasi (suhu dan waktu) proses delignifikasi dengan ultrasonik terhadap kadar selulosa yang diperoleh. Proses delignifikasi dilakukan denganmencampur serbuk kayu sengon (40 mesh) dengan larutan NaOH (0,3M) dengan perbandingan 1:30 (w/v). Kondisi operasi yang digunakan adalah suhu 30 °C dan 40 °C pada berbagai waktu (10menit hingga 70menit). Setelah proses delignifikasi, produk di bleaching dengan NaOCl hingga warnanya menjadi putih. Analisis yang dilakukan antara lain adalah metode Chesson, X-Ray Diffraction (XRD) dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil dari analisa menunjukkan bahwa kristalinitas tertinggi diperoleh sebesar 77,05 % pada 40 °C selama 30 menit dan kadar lignin turun hingga mencapai 0,41%

    PENGARUH JENIS KARET ALAM TERHADAP SIFAT FISIKA VULKANISAT KARET UNTUK PRODUK BANTALAN JEMBATA

    Get PDF
    PENGARUH JENIS KARET ALAM TERHADAP SIFAT FISIKA VULKANISAT KARET UNTUK PRODUK BANTALAN JEMBATAN.Vulkanisat karet bantalan jembatan diproduksi melalui beberapa tahapan meliputi pemilihan bahan baku karet, perancangan formulasi kompon, pencampuran, dan vulkanisasi. Pemilihan karet alamuntuk vulkanisat bantalan jembatan merupakan tahapan penting karena mempengaruhi sifat produk akhir. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan beberapa jenis karet alam seperti sit asap, karet kompo, karet sit rakyat dan karet standar Indonesia terhadap sifat fisika vulkanisat karet untuk produk bantalan jembatan. Penelitian ini melakukan uji sifat teknis bahan baku karet yang digunakan meliputi uji plastisitas awal (P0); indek ketahanan plastis (PRI); kadar abu; kadar zat menguap; kadar kotoran dan melakukan perancangan kompon karet dan pengujian sifat fisika vulkanisat berupa uji kekerasan; kuat tarik; perpanjangan putus; pengusangan; pampatan tetap; ketahanan ozon yang mengacu pada SNI3967:2013 untuk bantalan jembatan. Hasil penelitian menunjukkan karet sit asap mempunyai sifat teknis yang lebih baik dibandingkan dengan jenis karet mentah lain berdasarkan nilai PRI, kadar abu dan kadar kotoran. Hasil uji sifat fisika untuk parameter kekerasan, kuat tarik, dan perpanjangan putus tidak berbeda nyata, namun setelah pengusangan menunjukkan perbedaan nyata pada nilai kuat tarik dan perpanjangan putus

    PENGARUH IRADIASI SINAR GAMMA TERHADAP SIFAT MEKANIK FILM PLASTIK PENGEMAS BERBASIS POLIETILENA DAN POLIPROPILENA

    Get PDF
    PENGARUH IRADIASI SINAR GAMMA TERHADAP SIFAT MEKANIK FILM PLASTIK PENGEMAS BERBASIS POLIETILENA DAN POLIPROPILENA. Untuk mengetahui ketahanan plastik pengemas terhadap iradiasi gamma telah dilakukan percobaan pengaruh sinar gamma terhadap sifat mekanik film plastik pengemas. Filmplastik pengemas yang dicoba adalah low density polyetilene (LDPE), higth density polyetilene (HDPE), polypropilene (PP) dan oriented polypropilene (OPP) yang beredar dipasar dengan tebal 0,03 mm. Percobaan dilakukan dengan iradiasi film plastik pengemas pada dosis 10 kGy , 30 kGy , 50 kGy dan 100 kGy dengan laju dosis 6 kGy/jam kemudian disimpan pada suhu ruang selama 2 tahun. Pengujian tegangan putus dilakukan dengan arah potong dumbel sejajar serat dan tegak lurus serat pada film pengemas. Hasil menunjukkan bahwa tegangan putus dan perpanjangan putus optimal pada dosis iradiasi 30 kGy. Film LDPE nilai optimal tegangan putusnya 440 kg/cm2 , HDPE 560 kg/cm2 , PP 550 kg/cm2 dan OPP 2500 kg/cm2 . Fraksi gel optimal pada dosis iradiasi 50 kGy. Perpanjangan putus setelah penyimpanan sedikit mengalami penurunan. Setelah penyimpanan nilai optimal tegangan putus menjadi LDPE 290 kg/cm2 , HDPE 280 kg/cm2 , PP 250 kg/ cm2 dan OPP 1200 kg/cm2

    INFLUENCE OF HYDROXYPROPIL METHYLCELULLOSEAND PECTIN MATRIX ON THE SOLUBILITY PROFILE AND CRYSTAL STABILITY OF THEOPHYLLINE

    Get PDF
    INFLUENCE OF HYDROXYPROPIL METHYLCELULLOSEAND PECTIN MATRIX ON THE SOLUBILITY PROFILE AND CRYSTAL STABILITY OF THEOPHYLLINE. Humidity is one of a factor affecting drug stability. Theophylline is a good sample which easily modified by humidity. In this study, we investigate the effect of polymer matrix of hidroxypropyl methylcelullose (HPMC) and pectin to inhibit the humidity-caused crystal stability changes of theophylline. Theophylline anhydrous (Ta) and mixture of Ta and matrix (80 : 20, 70 : 30 and 60 : 40) were used as the object of the study. The mixture was pressed to tablets using a Single Punch 12 mm flat E. Korsch machine. Humidity exposure was performed using a desiccator in room temperature (27 oC), with 94 % of relative humidity for 3 weeks of storage. The ability of matrix in inhibiting the change of Ta to theophylline monohydrate (Tm) was determined by comparing the result of dissolution test and X-Ray diffraction patterns from material test before and after humidity exposure. The results suggest that both polymers inhibited the changes of Ta to Tm. However, pectin was more superior than HPMC in inhibiting the hydration

    ANALISIS STRUKTUR KONDUKTOR SUPERIONIK Agl PADA BERBAGAI SUHU DENGAN METODA RIETVELD

    No full text
    ANALISIS STRUKTUR KONDUKTOR SUPERIONIK Agl PADA BERBAGAI SUHU DENGAN METODA RIETVELD. Analisis struktur konduktor superionik Agl pada berbagai suhu telah dilakukan. Analisis dilakukan dengan metoda Rietveld menggunakan program Rietan, menggunakan beberapa parameter dan penghalusan (refinement) model campuran dua fasa β dan γ pada suhu 300K dan 302K, campuran tiga fasa β, α dan γ pada suhu 433K dan fasa α pada suhu 544K. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa cuplikan garam Agl setelah dianil terjadi peningkatan fasa β dari 84,51% menjadi 98,03% dan penurunan fasa impuritas y dari 15,49% menjadi 1,97 %. Kerapatan (density) atom dalam sel satuan untuk fasa β (Agl_300K) lebih besar yakni 5,450 g/cm3 dibanding dengan fasa β (AgI_302K) yakni 5,3702 g/cm3. Hal ini menunjukkan adanya structural rearrangement, atau penempatan posisi atom Ag yang lebih teratur pada saat pendinginan. Cuplikan garam AgI_433K (suhu transisi rata-rata) terjadi peningkatan pertumbuhan fasa α: dan penurunan fasa β serta sedikit fasa impuritas γ. Hasil penghalusan AgI_433K, menghasilkan perbandingan fraksi berat fasa β : α : γ adalah 43,03% : 54,25% : 2,72%. Hasil pengamatan garam Agl pada suhu 544K menunjukkan terbentuknya fasa α. yang telah stabil. Proses anil pada konduktor superionik Agl sebagai garam dopan memberikan hasil produk yang lebih baik dan disarankan proses anil perlu dilakukan sebelum bahan tersebut digunakan

    PENGARUH SUHU ANNEALING TERHADAPSTRUKTUR BESI-CARBON NANOTUBE

    Get PDF
    PENGARUH SUHU ANNEALING TERHADAPSTRUKTUR BESI-CARBON NANOTUBE. Telah dilakukan pengisian karbon nanotube dengan besi menggunakan metode ex-situ. Besi dari senyawa garam FeCl3.6H2O digunakan sebagai pengisi tabung Multy Walled Carbon Nanotubes (MCWNT) dengan proses kimia basah. Pada akhir proses sintesis dilakukan variasi suhu pemanasan pada 450 oC dan 593 oC dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap struktur Fe-MWCNT sehingga diperoleh suhu annealing yang optimum. Hasil analisis pola difraksi Sinar-X menunjukkan bahwa partikel besi yang masuk ke dalam MWCNT adalah ± -Fe2O3. Karakterisasi terhadap morfologi sampel menggunakan Transmission Electron Microscope (TEM) menunjukkan partikel besi mengisi tabung MWCNT. Spektroskopi Raman juga digunakan untuk menginvestigasi sifat vibrasi dan elektrik dari sampel Fe-MWCNT. Hasil analisis X-Ray Diffractometry (XRD), TEM dan Raman juga menunjukkan bahwa suhu annealing sintesis Fe-MWCNT optimum pada 450 oC, sedangkan pada suhu 593 oC terjadi kerusakan struktur. Hasil eksperimen ini menunjukkan bahwa suhu pemanasan pada tahap akhir sintesis sangat mempengaruhi struktur dan sifat dari karbon nanotube terisi besi yang dihasilkan

    RANCANG BANGUN PROTOTIPE SUPERCONDUCTING FAULT CURRENT LIMITER MODELINDUKTIF

    Get PDF
    RANCANG BANGUN PROTOTIPE SUPERCONDUCTING FAULT CURRENT LIMITER MODELINDUKTIF. Rancang bangun prototipe Superconducting Fault Current Limiter (SFCL) model induktif telah dilakukan. Prototipe SFCL model induktif dirancang dengan topologi transformator, memiliki lilitan primer dari kawat tembaga dan lilitan sekunder berupa tabung superkonduktor yang dibuat dari bahan YBCO. Simulasi SFCL dilakukan pada tegangan Vs = 3.000 volt, frekuensi arus bolak-balik = 50 Hz dan beban jaringan RL = 1.250 . Jika SFCL dipasang pada rangkaian tanpa beban dan SFCL dalam keadaan tidak resistif, maka arus yang mengalir bisa mencapai Is = (9,6-11,6)×106 A. Pada keadaan resistif, arus tersebut dapat direduksi oleh SFCL hingga Is = (3,3-9,1)×10-1 A. Jadi arus disusutkan (2,9-1,3)×107 kali. Jika SFCL dipasang pada rangkaian berbeban RL = 1250 dan SFCL dalam keadaan tidak resistif, maka arus yang mengalir adalah Is = 2,4 A. Tetapi pada keadaan resistif, SFCL dapat mereduksi Is menjadi (2,9-6,6)×10-1 A. Jadi arus Is disusutkan 3,6 hingga 8,3 kali. Prototipe SFCL dapat difungsikan sebagai pengaman jaringan terhadap arus gagal akibat hubungan singkat

    EFEK PENAMBAHAN ASAM FENILFOSPONAT-SENG, TALK DAN TRIASETIN TERHADAP LAJU KRISTALISASI POLIASAM LAKTAT

    Get PDF
    Dalam aplikasi industri, salah satu kekurangan poli asam laktat (PLA) adalah kristalisasi yang lambat, sehingga meneyebabkan waktu yang lebih lama untuk mengolah PLA dibandingkan dengan polimer konvensional seperti polipropilen. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh penambahan pengisi atau aditif terhadap laju kristalisasi PLA. PLA dilarutkan dalam diklorometana (DCM) dan dicampur dengan nucleating agent (seng asam fenilfosfonat atau talk) atau pelunak (triasetin) pada konsentrasi yang berbeda diikuti dengan pengeringan pada suhu kamar selama 24 jam dan  pengeringan oven selama 2 jam pada suhu 80 °C. Campuran kering PLA  ditempa panas pada 180 °C selama 10 menit. Differential Scanning Calorimetry (DSC) dilakukan untuk mengevaluasi tingkat kristalisasi. Hasil studi menunjukkan bahwa penambahan pengisi atau aditif mempercepat proses kristalisasi PLA. Asam seng fenilfosponat (PPA-Zn) adalah pengisi yang paling efektif untuk mempercepat laju kristalisasi PLA

    726

    full texts

    859

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jusami | Indonesian Journal of Materials Science
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇