Jusami | Indonesian Journal of Materials Science
Not a member yet
    859 research outputs found

    STUDI AWAL SIFAT OPTIS TAKLINIER LARUTAN GARAM DALAM MEDAN MAGNET LUAR

    Get PDF
    STUDI AWAL SIFAT OPTIS TAKLINIER LARUTAN GARAM DALAM MEDAN MAGNET LUAR. Telah dilakukan kajian pada sifat optis taklinier dari larutan garamdalammedanmagnet luar (B). Besar medan magnet maksimum adalah sekitar 0,049 T yang dihasilkan dari kumparan kawat sebanyak 6625 lilitan dan dialiri arus listrik bolak-balik sebesar maksimum 5 A. Interaksi radiasi sinar Laser He-Ne 633 nm, 5 mW, dengan sampel dalam medan magnet digunakan untuk mengukur perubahan sudut polarisasi cahaya laser. Sedangkan perubahan indek bias terhadap B diperoleh dengan metode interferometer Michelson. Untuk variasi konsentrasi larutan NaCl, diperoleh bahwa perubahan sudut polarisasi bertambah secara linier terhadap B. Sedangkan indek bias cenderung berkurang secara linier dengan kenaikan B

    BLENDING BIOADITIF DAN BIODIESEL PADA BBM SOLAR UNTUK PENURUNAN SFC DAN EMISI GAS BUANG

    Get PDF
    BLENDING BIOADITIF DAN BIODIESEL PADA BBM SOLAR UNTUK PENURUNAN SFC DAN EMISI GAS BUANG. Suatu BBM yang ideal adalah yang menghasilkan Specific Fuel Consumption (SFC) dan emisi gas buang SO2, NOx dan CO rendah, karena BBM jenis ini (SFC dan emisi rendah) pemakaiannya lebih hemat dan ramah lingkungan. Dalam upaya memperbaiki kualitas BBM petrodiesel jenis solar telah dilakukan pembuatan dan penambahan bioaditif berbasis senyawa nitrat pada solar yang diblending dengan biodiesel, untuk mendapatkan BBM baru emisi rendah dan hemat pemakaian. Hasilnya, penambahan BBM biodiesel sampai konsentrasi 50% pada petrodiesel dapat menurunkan emisi gas buang tanpa terjadi perubahan SFC, sedangkan penambahan bioaditif dengan kadar dan jenis yang sesuai dapat menurunkan SFC dan emisi gas buang, sehingga pemakaian BBM lebih hemat. Penurunan SFC mencapai 8% dengan campuran biodiesel 30% dan bioditif sekitar 0,0364% dan penurunan SFC mencapai 6,80% dengan campuran biodiesel 50% dan bioaditif 0,0571%, ini berarti penambahan bioaditif pada BBM blending biodiesel solar dapat menaikkan efisiensi pemakaian BBM, bila diberikan pada kondisi optimal. Sedangkan penurunan CO, NOx dan SO2 berdasar perhitungan turun sebesar 22,50%, 12,3% dan 37,18% pada campuran biodiesel 30% dan 37,50%, 21,53% dan 55,12% pada campuran biodiesel 50%. Dari penelitian ini mengindikasikan bahwa penambahan biodiesel bagus untuk penurunan emisi, sedangkan penambahan bioaditif berbasis senyawa nitrat bagus untuk penurunan SFC, dan semakin kecil konsentrasi biodiesel, efek bioaditif terhadap penurunan SFC semakin baik

    PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI RING YBa2Cu3O7-X UNTUK FAULT CURRENT LIMITER SKALA LABORATORIUM

    No full text
    PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI RING YBa2Cu3O7-X, UNTUK FAULT CURRENT LIMITER SKALA LABORATORIUM. Dua buah ring superkonduktor YBa2Cu3O7-X, te1ah dibuat dengan menggunakan metode kompaksi (pressing) yang telah dimodifikasi. Ring1 memiliki diameter dalam 23,46 mm, diameter Iuar 40,66 mm, dan ketebalan 6,84 mm, sedangkan Ring2 memiliki diameter dalam 23,65 mm, diameter Iuar 40,73 mm, dan ketebalan 8,28 mm. Analisis XRD menunjukkan bahwa kedua ring memiliki fasa yang sama, yaitu fasa 123. Kedua ring memiliki suhu transisi kritis, Tc sebesar 91 K, dengan estimasi medan magnet induksi di pusat Ring1 dan Ring2 berturut-turut sebesar 1,27 x 10-4 T (Ic = 3,48 A) dan 1,65 x 10-4 T (Ic = 3,52 A)

    THE INFLUENCE OF LATTICE STRAIN TO THE CRITICAL CURRENT DENSITY OF YBCO

    Get PDF
    THE INFLUENCE OF LATTICE STRAIN TO THE CRITICAL CURRENT DENSITY OF YBCO. The influence of lattice strain to the critical current density of YBCO have been investigated. In this investigation it were prepared the YBCO superconductor samples which made by using a modified melt-textured growth (MMTG) method. The aim of doing this research is to investigate the relation between the critical current density and the lattice strain in YBCO superconductor. The structural and microstructural properties of the samples were characterized by the x-ray diffraction technique. The diffraction data were analyzed by means of a RIETAN software. While, the electrical properties of each samples were characterized by four point probe method. The lattice strains were then determined using the formula : = (U - Uo)/32 ln 2, where U is the refined FWHM parameters of the broadened peak due to the presence of an inhomogeneous strain field and U0 is the one due to the instrumental resolution only. The result of analysis indicate that the critical current densities and the lattice strains in YBCO samples have inversed correlation, i.e.when the lattice strain decreases, critical current increases, and conversely. The melt-process through 12 minutes may have possibly eliminated the weak links. Therefore, the critical current density increases, and the lattice strain decreases

    PENGARUH CARBOXYMETHYL CELLULOSE (CMC) DAN GLISEROLTERHADAP SIFAT MEKANIK LAPISAN TIPIS KOMPOSIT BAKTERIAL SELULOSA

    Get PDF
    PENGARUH CARBOXYMETHYL CELLULOSE (CMC) DAN GLISEROLTERHADAP SIFAT MEKANIK LAPISAN TIPIS KOMPOSIT BAKTERIAL SELULOSA. Telah dilakukan pengujian sifat mekanik lapisan tipis komposit bakterial selulosa (BS) yang meliputi kuat tarik, modulus elastisitas, dan regangan putus. Lapisan tipis komposit BS dibuat dengan metode casting antara BS dalam bentuk slurry, karboksimetil selulosa (CMC) dan gliserol menyerupai film bentuk jernih dengan ketebalan antara 20-70mm. Penambahan CMC menaikkan kuat tarik dan modulus elastisitas lapisan tipis komposit BS, tetapi tidak memberikan pengaruh yang cukup signifikan pada perubahan persentase regangan putus. Sedangkan, penambahan gliserol sebagai plastisizer mengurangi kuat tarik dan modulus elastisitas komposit BS, tetapi menaikkan persentase regangan putus (elongation) lebih dari 20%. Penambahan CMC membuat lapisan tipis komposit BS semakin kaku, sedangkan penambahan gliserol membuat lapisan tipis komposit BS menjadi lebih fleksibel

    EFEK MEDAN MAGNET PADA PENURUNAN KESADAHAN DAN PENCEGAHAN PEMBENTUKAN KERAK CaCO3

    Get PDF
    EFEK MEDAN MAGNET PADA PENURUNAN KESADAHAN DAN PENCEGAHAN PEMBENTUKAN KERAK CaCO3.Metode MWT (Magnetic Water Treatment) merupakan alternatif potensial yang dapat digunakan untuk mengurangi terbentuknya deposit kerak CaCO3, namun hingga saat ini aplikasi metode ini masih mengundang kontroversi karena pengaruhnya yang belum jelas. Di sisi lain, masih terdapat pro dan kontra di kalangan para penelitimengenai pengaruh dan efektivitas proses magnetisasi itu sendiri. Oleh karena itu, dibutuhkan penelitian lebih lanjut dan komprehensif yang dapat menjelaskan efektivitas metode ini secara lebih ilmiah. Penelitian ini dilakukan untukmenguji pengaruhmedan magnet terhadap presipitasi CaCO3 saat magnetisasi dan tendensi presipitasi setelah magnetisasi filtrasi dari sampel air sadah yang disirkulasi melewati medan magnet.Medan magnet dihasilkan dari beberapa pasang magnet permanen berbasis Nd-Fe-B dengan kuat medan 5200 Gauss. Jumlah CaCO3 yang terbentuk diukur dengan metode titrasi kompleksometri EDTA (Ethylene Diamine Tetra-acetic Acid). Variabel kondisi operasi meliputi laju alir dan waktu sirkulasi. Magnetisasi menyebabkan kenaikkan presipitasi relatif sebesar 13,1 % saat magnetisasi dan penurunan presipitasi relatif sebesar 60,5 % sesudah magnetisasi filtrasi untuk laju alir 1,33 L/min dan waktu sirkulasi 30 menit. Penelitian ini menunjukkan bahwa magnetisasi air sadah dapat meningkatkan presipitasi CaCO3 saat magnetisasi dan mengurangi tendensi presipitasi CaCO3 setelah magnetisasi filtrasi

    PENGARUH WAKTU SPUTTERING TERHADAP PENINGKATAN KETAHANAN KOROSI SUHU TINGGI BAHAN CORTEN

    Get PDF
    PENGARUH WAKTU SPUTTERING TERHADAP PENINGKATAN KETAHANAN KOROSI SUHU TINGGI BAHAN CORTEN. Telah dilakukan deposisi lapisan tipis Al pada bahan Corten. Sampel yang telah dideposisi Al kemudian di uji korosi suhu tinggi (oksidasi). Deposisi lapisan tipis Al menggunakan teknik sputtering selama 30 menit, 60 menit, 90 menit, 120 menit, 150 menit dan 180 menit. Kemudian masing-masing sampel yang telah dideposisi Al, dioksidasi menggunakan alat Thermal Gravimetry Analysis/ Magnetic Suspension Balance (TGA/MSB) selama 50 jam pada suhu 400 ºC. Sampel yang telah dioksidasi dikarakterisasi struktur kristalnya menggunakan alat X-Ray Diffractometer (XRD) dan strukturmikro menggunakan alat Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil uji korosi suhu tinggi menunjukkan bahwa sampel yang laju oksidasinya paling kecil atau ketahanan korosinya tinggi adalah sampel yang dideposisi Al selama 3 jam dengan lapisan lindung berupa Al2O3

    SINTESIS LAPISAN TIPIS TiO2 DAN ANALISIS SIFAT FOTOKATALISNYA

    Get PDF
    SINTESIS LAPISAN TIPIS TiO2 DAN ANALISIS SIFAT FOTOKATALISNYA. Telah dilakukan pembuatan lapisan tipis TiO2 dengan cara sol-gel dengan fasa anatase, dipermukaan plat baja sebagai substrat. Tujuan pembentukan TiO2 dengan fasa anatase, karena fasa anatase mempunyai luas serapan cahaya, yang lebih besar dari fasa TiO2 yang lain. Lapisan tipis TiO2 tersebut dianalisis sifat fotokatalisnya, untuk mereduksi Cr(VI), pada pH 7 dan pH 2. Hasil karakterisasi fasa TiO2 yang terbentuk dengan XRD, menunjukkan bahwa fasa yang terjadi adalah fasa anatase. Sifat katalis TiO2 diukur dengan fotospektrometer, didapat hasil sebagai berikut, untuk uji katalis TiO2 tanpa UV, pada pH 7 dapat mereduksi Cr(VI) sebesar 5,07% dan pada pH 2, mereduksi Cr(VI) sebesar 26,75%, sedangkan dengan disinari UV dapat mereduksi Cr(VI) sebesar 18,41% pada pH7 dan 53,39% pada pH 2

    PENGARUH KANDUNGAN SPHEROIDITE TERHADAP SIFAT KEKERASAN PADA BAJA KARBON SEDANG

    Get PDF
    PENGARUH KANDUNGAN SPHEROIDITE TERHADAP SIFAT KEKERASAN PADA BAJA KARBON SEDANG. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan fasa spheroidite pada baja karbon sedang lewat proses anil. Kemudian kandungan (persentase) spheroidite dihitung serta dilakukan karakterisasi sifat kekerasan (hardness). Diperoleh bahwa semakin besar kandungan (persentase) spheroidite, baja semakin lunak. Sifat kekerasan spheroidite yang diperoleh berada pada daerah 75 HRB dengan kandungan (persentase) spheroidite 6,74%. Nilai kekerasan tersebut jauh lebih kecil dari kekerasan fasa martensit. Hasil yang diperoleh cocok dengan hasil literatur karena titik hasil perhitungan kandungan spherodite terhadap kekerasan berimpitan dengan kurva yang sama pada literatur

    WAKTU RELAKSASI ELEKTRONIK PADA CaMnO3

    Get PDF
    WAKTU RELAKSASI ELEKTRONIK PADA CaMnO3. Perhitungan waktu relaksasi merupakan salah satu cara untuk menganalisis pengaruh magnetoresistansi terhadap suatu sampel. Perhitungan waktu relaksasi secara teori dilakukan dengan menggunakan data-data rasio magnetoresistansi yang sebelumnya telah diperoleh secara percobaan. Dalam percobaan tersebut telah dilakukan variasi milling dan lama pemanasan untuk pengukuran rasio magnetoresistansi pada sampel CaMnO3. Rasio magnetoresistansi terbaik yang bisa diperoleh dalam percobaan tersebut bernilai Δρ /ρδ= 28% menggunakan proses milling selama 12 jam dan pemanasan pada suhu 1000 °C selama 9 jam. Data tersebut kemudian difittingmenggunakan persamaan y = ax2 untuk selanjutnya dilakukan perhitungan secara teori untuk mencari waktu relaksasi. Waktu relaksasi yang diperoleh dari data tersebut bernilai τ= 4,44 x 10-12 detik

    726

    full texts

    859

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jusami | Indonesian Journal of Materials Science
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇