Media Kesehatan Masyarakat Indonesia
Not a member yet
    442 research outputs found

    INTERVENSI PARTISIPATORI ERGONOMI MENURUNKAN KELELAHAN MELALUI REDESAIN LADLE-KOWI

    Get PDF
    Ladel-kowi merupakan alat transportasi manual baja cair suhu 900-12000C. Ditemukan sikap kerja yang tidak alamiah saat mengoperasikan Ladle-kowi, terdapat gerakan kerja tidak nyaman yang disebabkan desain alat bantu kerja tidak memperhatikan kaidah ergonomi, sehingga timbul kelelahan berlebih. Pajanan suhu lingkungan yang tinggi berpengaruh terhadap aktivitas kerja, motivasi dan kondisi fisik karyawan. Tujuan penelitian ini adalah redesain Ladle-kowi berbasis intervensi partisipatori ergonomi untuk menurunkan kelelahan pekerja di industri pengecoran logam. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental treatment by subject design. Subjek dipilih secara random sampling. Sampel berjumlah 62 orang yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. RedesainLadle-Kowi berdasarkan data antropometri pekerja setempat. Skor kelelahan didata dengan 30 items of rating scale yang dikeluarkan oleh Japan Associatin of Industrial an Health. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan secara bermakna antara rerata skor kelelahan subjek pada P1 dengan P2 (nilai p<0,05). Rerata skor kelelahan sebelum intervensi partisipatori ergonomi 112,61±3,84 dan setelah intervensi partisipatori ergonomi 89,07±1,70 atau turun sebesar 12,91%. Penurunan kelelahan pada aspek aktivitas 11,55%, motivasi 10,69%, fisik 16,36%, sedangkan skor penurunan kelelahan secara beturut-turut berdasarkan hari kerja adalah Senin 12,26%, Selasa 11,39%, Rabu 13,71% dan Kamis 14,23%

    KEPUASAN STAF RSUP SANGLAH DENPASAR TERHADAP PELAYANAN PESERTA DIDIK KEDOKTERAN

    No full text
    Status RSUP Sanglah sebagai rumah sakit pendidikan akan menimbulkan dinamika persepsi terhadap kualitas pelayanan baik dari sisi pasien maupun staf RSUP Sanglah karena proses pendidikan peserta didik kedokteran (dokter koas dan dokter residen) yang akan berhubungan langsung dengan pasien. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengukur dan mengidentifikasi faktor yang terkait dengan tingkat kepuasan staf RSUP Sanglah terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan peserta didik kedokteran. Metode penelitian ini, yaitu observasional deskriptif dengan rancangan cross-sectional study. Sampel dalam penelitian ini, yaitu staf RSUP Sanglah di 19 ruangan yang menjadi lokasi dokter residen dan koas memberikan pelayanan dengan jumlah sampel sebanyak 382 orang dan di- pilih secara total sampling. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan staf terhadap layanan yang diberikan oleh peserta didik kedokteran, yaitu sebesar 3,790 (SD=0,403) dari minimal 1 (sangat tidak puas) dan maksimal 5 (sangat puas). Seluruh item pernyataan dimensi kepuasan staf menunjukkan proporsi respon positif yang lebih besar, terutama pada dimensi benefit atau manfaat yang dirasakan, tetapi terdapat cukup besarnya respon negatif pada item pernyataan confidence, dengan item terendah yaitu pengisian rekam medik. Secara umum staf RSUP Sanglah menyatakan puas terhadap layanan yang diberikan oleh peserta didik kedokteran, walaupun masih ditemukan respon negatif, yaitu pada kelengkapan pengisian rekam medis

    HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI DAN SERUM RETINOL DENGAN MORBIDITAS PADA ANAK 1-3 TAHUN DIJAWA TENGAH

    Get PDF
    Morbiditas penyakit infeksi di negara berkembang merupakan masalah kesehatan masyarakat karena prevalensi masih tinggi terutama pada anak di bawah lima tahun. Asupan vitamin A merupakan salah satu faktor penyebab yang dapat memengaruhi morbiditas. Indikator defisiensi vitamin A ditentukan dari konsentrasi serum retinol darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan asupan zat gizi dan serum retinol dengan morbiditas di Jawa Tengah. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2016 di Kabupaten Kudus dan Grobogan Jawa Tengah. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 1-3 tahun (n=140). Pengambilan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara struktural (morbiditas), food recall (2x24 jam) dan serum retinol dikumpulkan dengan pengambilan darah di vena. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan asupan vitamin A (p=0.015), serum retinol (p=0.006) dengan morbiditas. Defisiensi vitamin A dan serum retinol yang rendah pada anak dapat meningkatkan morbiditas

    PEMETAAN KUALITAS BAKTERIOLOGIS AIR PADA POKMAIR KECAMATAN WATUMALANG

    No full text
    Penyediaan air secara mandiri oleh masyarakat Watumalang dinilai belum memenuhi syarat kualitas. Kondisi ini dipandang sebagai penyebab terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB ) diare pada beberapa lokasi di Watumalang. Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas bakteriologis pada air konsumsi dan persepsi lingkungan masyarakat serta memetakan hasil pengkajian keduanya di Kecamatan Watumalang. Evaluasi kualitas bakteriologis dilakukan dengan uji koliform melalui metode Most Probable Number (MPN) dari sampel air masyarakat POKMAIR di Kecamatan Watumalang, sedangkan persepsi lingkungan dinilai dari hasil kuisioner responden. Analisis hasil evaluasi kualitas bakteriologis dan persepsi lingkungan dilakukan secara deskriptif. Hasil kedua variabel penelitian selanjutnya ditampilkan dalam format spasial menggunakan software ArcGis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas air baku tidak memenuhi syarat regulasi (71%) dengan hanya 29% yang memenuhi persyaratan. Hanya satu desa (Limbangan) yang kualitas airnya dianggap layak secara regulasi apabila ditinjau dari kontaminasi koliformnya. Tinjauan perspektif lingkungan menunjukkan mayoritas responden (60%) memiliki persepsi lingkungan yang baik, khusunya pada kesehatan lingkungan

    FAKTOR RISIKO KEJADIAN KECACATAN TINGKAT 2 PADA PENDERITA KUSTA

    Get PDF
    Angka penemuan kasus baru kusta di dunia yang terlapor di data World Health Organization (WHO) pada awal tahun 2012 sekitar 219.057 atau sebesar 4,06 (prevalence rate per 10.000 penduduk). Menurut data tahun 2015 di Kabupaten Gowa ditemukan Case Detection Rate (CDR) sebesar 17/100.000 penduduk dengan penderita kusta pada tahun 2014- 2015 sebanyak 224 sedangkan cacat tingkat 2 sebesar 36 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian kecacatan tingkat 2 pada penderita kusta di Kabupaten Gowa tahun 2014- 2015. Desain penelitian yang digunakan adalah observational analitik dengan pendekatan studi kasus kontrol. Pengambilan sampel untuk kelompok kasus metode exhaustive sampling dan kelompok kontrol metode simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang merupakan faktor risiko kejadian kecacatan tingkat 2 bahwa jenis kelamin (OR=1,188;95%;CI=1,523-2,694), pekerjaan (OR=2,541;95%;CI=1,163-5,551), Alat Pelindung Diri (APD) (OR=5,200;95%;CI=2,316-11,678) dan perawatan diri (OR=4,103;95%;CI=0,181-4,985) sedangkan status gizi (OR=0,188;95%;CI=1,523-2,694) merupakan faktor protektif kejadian kecacatan tingkat 2 pada penderita kusta. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara jenis kelamin, pekerjaan, alat pelindung diri dan perawatan diri dengan kejadian kecacatan kusta tingkat 2 di Kabupaten Gowa tahun 2014-2015

    KAJIAN SPASIAL FAKTOR RISIKO TERJADINYA KEJADIAN LUAR BIASA CAMPAK DENGAN GEOGRAPHICAL INFORMATION SYSTEM

    Get PDF
    Cakupan imunisasi yang tinggi bukan jaminan tidak terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko penyebab terjadinya KLB campak di wilayah kerja Puskesmas KualinKabupaten TTS. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data primer dari hasil investigasi KLB campak dan wawancara dengan responden. Jumlah sampel sebanyak 204 responden yang terdiri dari 102 kasus yang diambil dengan metode total sampling dan 102 kontrol yang diambil dengan metode purposive sampling. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study dan data analisis secaraspacial menggunakan GIS. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Penelitian ini menunjukkan sebanyak 94,1% berumur <15 tahun, dengan persentase laki-laki sebesar 54,9%, tidak diimunisasi 93,1%, dan sebesar 67,5% penderita tidak memperoleh vitamin A. Hasil uji chi-square diperoleh umur, vitamin A, status imunisasi, status gizi, pendapatan keluarga, kepadatan hunian, penyakit infeksi dan riwayat kontak sebagai faktor risiko terjadinya KLB Campak. Faktor risiko yang bersifat sebagai protektor adalah status imunisasi, pemberian vitamin A, status gizi, tingkat kepadatan hunian dan penyakit infeksi

    UJI EKSTRAK BIJI MAHONI (Swietenia macrophylla) TERHADAP LARVA Aedes aegypti VEKTOR PENYAKIT DEMAN BERDARAH

    Get PDF
    Demam berdarah merupakan salah satu penyakit di daerah tropis yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Penggunaan biji mahoni sebagai larvasida Aedes aegypty karena biji tumbuhan tersebut mudah didapatkan dan ramah lingkungan jika dibandingkan larvasida yang mengandung bahan kimia. Penelitian ini bertujuan menguji daya larvasida ekstrak biji mahoni (Swietenia macrophylla) terhadap larva nyamuk Aedes aegypty sebagai vektor penyakit demam berdarah dengue. Metode yang digunakan adalah biji mahoni diekstrak secara maserasiperkolasi dengan menggunakan pelarut etanol 95%. Uji toksisitas terhadap larva dilakukan dengan cara mencampurkan lima konsentrasi (0 ppm, 200 ppm, 400 ppm, 600 ppm dan 800 ppm) ekstrak etanol pekat biji mahoni kedalam wadah larva. Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentarasi yang diberikan, maka mortalitas larva akan meningkat. Uji Anova didapatkan nilai signifikasi <0,05, hal ini menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata jumlah kematian larva antar perlakuan. Nilai LC 50 pada 6, 12, 18 dan 24 jam setelah aplikasi masing-masing sebesar 921,55 ppm, 358,09 ppm, 221,60 ppm dan 142,14 ppm. Hal ini berarti nilai LC 50 di bawah 1000 ppm, sehingga dapat dinyatakan bahwa senyawa allelokimia yang terkandung dalam ekstrak etanol biji mahoni bersifat bioaktif. Hasil analisis fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak biji mahoni positif mengandung flavanoid, alkoloid, saponin, steroid dan terpenoid

    ASUPAN KALSIUM DAN TINGKAT KECUKUPAN KALSIUM PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN JEMBER

    Get PDF
    Kalsium selama kehamilan selain penting bagi kesehatan tulang ibu dan janin, diperlukan pula untuk mencegah hipertensi dalam kehamilan. Wanita hamil di negara berkembang umumnya memiliki asupan kalsiumyang rendah. Selama ini belum banyak data mengenai asupan kalsium pada ibu hamil di Indonesia. Penelitian ini secara umum bertujuan menganalisis asupan kalsium pangan dan tingkat kecukupan kalsium pada ibu hamil di Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan desaincross-sectional. Wawancara mengenai konsumsi pangan dilakukan kepada 96 orang ibu hamil yang dipilih secara purposive pada bulan Januari sampai Februari 2016 menggunakan food frequency questionnaire semi-kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 81.2% ibu hamil memiliki tingkat kecukupan kalsium yang berada dalam kategori kurang. Asupan kalsium dari pangan memenuhi 67.6% EAR(Estimated Average Requirement) kalsium ibu hamil. Terdapat hubungan signifikan antara frekuensi konsumsi susu dan olahannya (r=0.721, p=0.000), lauk hewani (r=0.595, p=0.000), sayuran (r=0.463, p=0.000), dan jajanan (r=0.429, p=0.000) dengan tingkat kecukupan kalsium subjek. Penelitian ini menunjukkan pentingnya pendidikan gizi tentang konsumsi gizi seimbang selama kehamilan dan perlunya suplementasi kalsium sebagai salah satu program untuk memenuhi kebutuhan kalsium ibu hamil dan dalam rangka pencegahan hipertensi dalam kehamilan

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT GINJAL KRONIK PADA PENDERITA HIPERTENSI DI INDONESIA

    Get PDF
    Penyakit Ginjal Kronik (PGK) berkontribusi pada beban penyakit dunia karena prevalensinya terus meningkat dan menempati beban biaya kesehatan paling tinggi kedua di Indonesia setelah penyakit jantung. Hipertensi merupakan salah satu faktor dominan yang menyebabkan penyakit ginjal kronik. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian PGK pada penderita hipertensi di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Data bersumber dari data sekunder hasil Riskesdas tahun 2013. Data dianalisis menggunakan chi square dan regresi logistik. Didapatkan prevalensi PGK pada penderita hipertensi di Indonesia sebesar 0,5%. Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel usia kategori 45-54 tahun (OR=4,7; p<0,05; 95% CI=1,103-20,125), usia kategori 55-64 tahun (OR=4,7; p<0,05; 95%CI=1,094-20,434), jenis kelamin (OR=1,78; p<0,05; 95% CI=1,072-2,967), riwayat DM (OR=4; p<0,05; 95% CI=1,926-8,444), dan riwayat batu ginjal (OR=132,2; p<0,05; 95% CI=79,5- 219,9) dengan kejadian PGK pada penderita hipertensi di Indonesia. Riwayat DM, riwayat batu ginjal dan kadar kolesterol total merupakan variabel dominan kejadian PGK pada penderita hipertensi di Indonesia

    PENURUNAN CD4 PADA ODHA SETELAH TERAPI ARV LEBIH DARI 39 BULAN

    No full text
    Nilai hitung CD4 telah dijadikan indikator efikasi terapi antiretroviral (ARV). Peningkatan nilai hitung CD4 diharapkan terjadi setelah terapi dilakukan, tetapi penurunan nilai hitung CD4 ditemui pada ODHA yang diterapi dalam jangka waktu lama. Anemia dianggap sebagai salah satu penyebab penurunan nilai hitung CD4. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan terapi ARV terhadap perubahan nilai hitung CD4 sebelum dan sesudah terapi, dan hubungan anemia terhadap perubahan nilai hitung CD4. Populasi adalah ODHA yang terdaftar di RS. Mitra Masyarakat, Mimika. Sampel adalah 90 ODHA yang terdaftar di VCT RS. Mitra Masyarakat, Mimika yang sudah menerima terapi ARV lebih dari 6 bulan. Sebanyak 67 dari 90 subyek yang memiliki data CD4 sebelum dan sesudah terapi dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hubungan anemia dengan perubahan nilai hitung CD4 dianalisis menggunakan chi square. Mayoritas subyek penelitian adalah perempuan sebanyak 49 orang (73,1%), dengan kelompok umur 25-35 tahun yaitu 27 orang (40,3%). Sebanyak 38 orang (56,7%) diterapi ARV kurang dari 39 bulan, dan sisanya lebih dari 39 bulan. Uji statistik menunjukkan bahwa terdapat penurunan nilai hitung CD4 meskipun telah diterapi ARV, tetapi anemia bukan faktor risiko penyebab penurunan tersebut. Untuk itu, perlu dilakukan evaluasi berkesinambungan pada ODHA yang diterapi ARV

    427

    full texts

    442

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Media Kesehatan Masyarakat Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇