Ilmu Pertanian (Agricultural Science)
Not a member yet
    560 research outputs found

    Side Grafting of Unproductive Cocoa : Socio-Economic and Ecological Impact

    Get PDF
    ABSTRACTCocoa is a tree of the humid lowland tropics produced largely by small farmers, therefore in developing countries it can be used to generate farmer’s income, provide labor employment and conserve environment. At the last decade, the cocoa productivity, the size and quality of beans in Indonesia significantly tend to decline due to the ageing of the tree, poor farming maintenance practice, planting of low yielding variety and ravages caused by pest and diseases. Such declining affects the price and the farmer’s income, and farmers respond by leaving the plantation, replacing with food crops or oil palm, and increasing forest clearing which will threaten the environment. Such problem can be addressed by increasing the long term cocoa productivity of existing farms through side grafting of unproductive cocoa trees with genetically improved varieties. In 2008, it was reported that there are around 235.000 ha of unproductive cocoa that can be improved though side grafting. There was almost 90.000 ha that has been side grafted in 2009 and 2010 by the government support, and in 2011 evaluation through focus group discussion has been carried out. Side grafting with recommended varieties normalizes the cocoa growth, and cures the diseases. With a recommended cultivation technique, the productivity increases twice which followed by improve seed size. These result probably will gives an impact not only on the income but also farmer’s future. Several farmers informed that they will not demolish their cocoa farm or even clear new land for crop food. Normal growth of cocoa and stopping opening new land will have a positive effect to the environment especially in mitigating climate change. Keywords: side grafting, coco

    Pergeseran Komposisi Gulma pada Perbedaan Proporsi Populasi Jagung dan Kacang Tanah dalam Tumpangsari pada Regosol Sleman

    Get PDF
    INTISARIKajian komunitas gulma dalam sistim tanam tumpangsari antara jagung dan kacang tanah ditujukan untuk mengetahui dinamika komunitas gulma dalam sistim pertanaman tumpangsari dan efisiensi pemanfaatan lahan. Sistim tanam tumpangsari pada tumpanggilir jagung dan kacang tanah menyebabkan perubahan komunitas gulma dan jenis-jenis gulma dominan dari gulma tekian dan rumputan menjadi gulma berdaun lebar. Komunitas gulma yang tumbuh pada tanaman jagung monokultur berbeda dengan komunitas gulma yang tumbuh pada sistim monokultur kacang tanah dan tumpangsari jagung-kacang tanah. Percobaan dilakukan secara tumpanggilir jagung dan kacang tanah Percobaan dilakukan di lapangan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan lima perlakuan yang diulang tiga kali. Perlakuan yang dicoba terdiri dari p0 (monokultur kacang tanah), p1 (75% kacang tanah + 25% jagung), p2 (50% kacang tanah + 50% jagung), p3 ( 25% kacang tanah + 75% jagung) dan p4 (monokultur jagung).Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumpangsari kacang tanah dan jagung menyebabkan terjadinya pergeseran gulma, yang semula lahan didominasi golongan rerumputan pada umur 3 MSTK (minggu setelah tanam kacang tanah), bergeser menjadi gulma tekian pada umur 6 MSTK, gulma daun lebar pada saat panen.Kata kunci: gulma, pergeseran ,tumpangsari, populas

    Pengaruh Abu Sabut Kelapa Terhadap Ketersediaan K di Tanah dan Serapan K pada Pertumbuhan Bibit Kakao

    Get PDF
    INTISARIPeningkatkan produksi kakao dengan upaya ektensifikasi pada lahan marginal terus dilakukan, kegiatan pemupukan untuk meningkatkan kesuburan tanah guna peningkatan produksi kakao terkendala dengan harga pupuk yang mahal dan kelangkaan. Oleh karena itu diperlukan alternatif sebagai pengganti pupuk berupa pupuk organik yang berasal dari limbah tanaman. Alternatif untuk mengganti pupuk KCl adalah dengan abu sabut kelapa yang memiliki kandungan K yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian abu sabut kelapa terhadap ketersediaan K dalam tanah dan untuk mengetahui serapan K pada pertumbuhan bibit kakao.Penelitian dilaksanakan di Kebun Tridarma Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Februari – Juni 2012. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yang terdiri enam perlakuan dengan tiga ulangan. A01(kontrol 1) = KCl 100% rekomendasi, A02 (kontrol 2) = tanpa pupuk abu dan KCl, A1 = abu sabut kelapa setara 50% rekomendasi KCl, A2 = abu sabut kelapa setara 100% rekomendasi KCl, A3 = abu sabut kelapa setara 150% rekomendasi KCl, A4 = abu sabut kelapa setara 200% rekomendasi KCl. Keseluruhan terdapat 15 satuan percobaan. Dilakukan analisis awal pada tanah dan abu sabut kelapa. Parameter pengamatan meliputi kesuburan tanah setelah inkubasi (pH, BO, KPK dan K tersedia tanah), kesuburan tanah setelah tanam (K tersedia dan pH tanah), serapan K. analisis dilakukan dengan sidik ragam pada uji jarak ganda Duncan taraf 5%.Hasil penelitian menunjukkan perlakuan 200% abu sabut kelapa efektif meningkatkan K tersedia tanah hingga umur 4 bulan setelah tanam. tetapi tidak berbeda nyata dengan 150% abu sabut kelapa. Perlakuan 200% abu sabut kelapa (39,25 g ) memperlihatkan ketersediaan K dalam tanah tetap tinggi pada 4 bulan setelah tanam tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan 150% (29,44 g) dan 100% (19,64 g) abu sabut kelapa. Dosis 200% (39,25 g) abu sabut kelapa menunjukkan serapan K tertinggi namun tidak berbeda nyata dengan dosis 150% (29,44 g) dan 100% (19,64g) abu sabut kelapa.Kata Kunci : abu sabut kelapa, ketersedian, pertumbuhan, bibit kaka

    The Dynamics of Sesame (Sesamum indicum L.) Growth Type

    Get PDF
    (Sesamum indicumL.) is one of important vegetableoil cropsin theworld. Indonesian local sesame cultivars in use today still have indeterminate growth types that cause simultaneous harvest, narrow adaptability and lower yield. Stage of the research is to see dynamics growth type of sesame due to environmental change and to find morphological and biochemical selection criteria of determinate growth cultivar. This study uses a factorial completely randomized design consisting of three replications. The first factor is six cultivars of sesame, two types of determinate growth type cultivar introduced from Turkey III Det 23, III Det 36 and four indeterminate growth type cultivars Sbr 3, Sbr 4, white local and black local. The second factor is six environments that combine various combinations of temperature and several concentrations of NaCl as salinity stress. The results showed that the environment combined heat stress temperature and salinity affect growth type of sesame. Heat stress makes longer vegetative phase and salinity stress causes black local genotype changed to determinate growth type. III det 23 and III det 36 were considered as stable determinate cultivar and best used as a parent crossing in sesame breeding program.

    Pertumbuhan dan Hasil Jagung pada Berbagai Pemberian Pupuk Nitrogen di Lahan Kering Regosol

    Get PDF
    ABSTRACTNitrogen is a macro-nutrient that is the primary determinant in corn crop production  that is cultivated  on dry land. Corn production  can be increased by providing inorganic and organic fertilizer.The purpose of the research is to discover the influence of carbamide (urea fertilizer) and cow manure fertilizer levels on the growth of corn production on regosol  dry  land.  The  research  was  conducted  from  March-June,  2012,  at the Gadjah Mada University (UGM) Agriculture Faculty Tridarma Garden, in Banguntapan. The experimental design uses a Complete Group Random Design (RAKL) which consists of two factors. The first factor provides three different amounts of carbamide (100 kg/ha, 150 kg/ha, and 200 kg/ha). The second factor has three different amounts of cow manure fertilizer (10 t/ha, 15 t/ha, and 20 t/ha).The research findings show that the plant height, leaf width, total plant net weight, blossom period, harvest period, seed weight, chlorophyll level, and N-leaf level are influenced by the amount of carbamide, while the amount of cow manure fertilizer can repair the physiological and chemical nature of the soil. There is no relationship between carbamide and cow manure fertilizer levels on corn growth and productivity levels. The use of carbamide has a significant influence on corn growth and productivity  on regosol dry land. The average corn productivity  on regosol dry land with 200 kg/ha of carbamide is 7.38 t/ha, while lamuru corn has a harvest potential of 7.6 t/ha.Key words:   nitrogen,    cow    manure    fertilizer,  regosol    dry    land,    corn, physiological, growth, harvest

    Induksi Ketahanan Tanaman Jagung (Zea mays L.) Terhadap Penyakit Bulai Melalui Seed Treatment Serta Pewarisannya pada Generasi S1

    Get PDF
    INTISARIKetahanan terhadap penyakit merupakan salah satu sifat yang sangat penting dalam pemuliaan tanaman karena mempengaruhi kualitas dan tingkat produksi tanaman. Salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit adalah melalui induksi ketahanan sistemik yang dipicu oleh pengaplikasian elisitor dengan melibatkan koordinasi dan ekspresi dari gen tertentu (gen SAR) serta ditandai oleh akumulasi senyawa tertentu seperti asam salisilat atau asam jasmonat.Penelitian terdiri dari tiga bagian percobaan, yaitu: 1. Seleksi galur. Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan galur yang mengalami peningkatan status ketahanan dan memilih satu dari enam galur yang paling responsif terhadap perlakuan (elisitor). Percobaan menggunakan enam varietas jagung hibrida C02, C05, C13, C19, C20 dan SC 4D-139 yang diaplikasikan empat macam elisitor, yaitu Plant Growth Promoting Rhizobakteri (PGPR) Bio1 dan Bio2, asam salisilat (Abio1), serta Benzothiadiazole-S-Methyl (Abio2) melalui seed treatment. Percobaan dilakukan di lapang dengan menggunakan tanaman penyebar (spreader) sebagai sumber inokulum. Benih yang sudah di treatment kemudian ditanam, dan diamati sampai umur 42 hari setelah tanam. Evaluasi perubahan status ketahanan dilakukan dengan cara membandingkan status ketahanan asal (non treatment) dengan status ketahanan setelah diinduksi. Tanaman dari varietas yang mengalami peningkatan status ketahanan akan di selfing untuk mendapatkan benih generasi S1. 2. Status ketahanan terinduksi yaitu verifikasi ketahanan terimbas di tingkat fisiologis dan molekuler melalui pengukuran asam salisat dan deteksi gen PR-1 menggunakan teknik PCR. 3. Evaluasi pewarisan ketahanan pada generasi hasil selfing (S1) dari varietas yang mengalami peningkatan status ketahanan.Hasil menunjukkan jagung galur C20 paling responsif terhadap keempat macam elisitor dan mengalami peningkatan status dari agak rentan menjadi agak tahan ( perlakuan Bio1 dan Abio1) dan menjadi tahan (perlakuan Bio2 dan Abio2). Verifikasi secara fisiologis dan molekular menunjukan bahwa kandungan asam salisilat cenderung mengalami peningkatan setelah inokulasi P. maydis dibandingkan dengan sebelum inokulasi patogen dan terdeteksi gen PR-1 pada tanaman dari varietas C20 hasil treatment. Sementara itu, analisis studi pewarisan menunjukkan peningkatan ketahanan galur jagung C20 diturunkan pada populasi generasi S1 dan mengikuti pola pewarisan Mendel untuk rasio 15:1.Kata kunci: induksi ketahanan, elisitor, asam salisilat, PGPR, pathogenesis-related protei

    Nitrogen fixation in waterlogged paddy soil, with special emphasis on rice straw application

    No full text
    In greenhouse studies, the incorporation of up to 6.0 tonne/ha of rice straw into paddy soil, in general, reduced the nitrogenase activity in rice plant roots but increased the activity in waterlogged soil. It did not affect the dry matter yields at 9-weeks after transplanting. The use of urea to compensate for theirlinobilized nitrogen due to rice straw decomposition, in general, reduced nitrogenase activity in the rice plant roots, tended to decrease the number of nitrogen fixing aerobic bacteria, did not affect nitrogen content of plants, but increased dry matter production. Abstrak Penelitian yang dilakukan di rumah kaca menunjukkan bahwa pembenaman jerarni path sebanyak 6 ton/ha ke dahun tanah sawah akan mengurangi aktifitas nitrogenase pada perakaran path sawah, akan tetapi aktifitas tersebut meningkat pada tanah yang tergenang. Perlakuan ini tidak mempenganthi berat kering tanaman pada minggu kesembilan setelah dipindahkan dare persemaian. Penambahan urea untuk memenuhi kebutuhan nitrogen yang terimmobilisasi dalam proses perombakan jerami umumnya mengurangi aktifitas nitrogenase pada perakaran path. Urea yang diberikan ini cenderung mengurangi jumlah bakteri penambat,nitrogen yang aerob, dan tidak mempengaruhi kandungan nitrogen tanaman, akan tetapi meningkatkan berat kering tanaman

    Pengaruh Intensitas Naungan dan Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan Dieffenbachia

    No full text
    Abstrac

    Penilaiaan Mutu Hasil Beberapa Galur Harapan Padi Gogo Aromatik

    No full text
    Penilaian bertujuan untuk...

    Penampilan Galur-Galur Tomat F5

    No full text
    Penilaian ini bertujuan untuk ..

    270

    full texts

    560

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ilmu Pertanian (Agricultural Science)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇