Kalamatika: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
    152 research outputs found

    PENERAPAN MODEL ADVANCE ORGANIZER UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF SERTA SELF-ESTEEM MATEMATIS SISWA MADRASAH TSANAWIYAH

    No full text
    ABSTRAK Tujuan utama penelitian ini untuk menyelidiki pencapaian dan peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematis siswa serta self-esteem matematis siswa, sebagai akibat dari model Advance Organizer. Penelitian ini adalah peneltian kuasi eksperimen dengan non-equivalent control grup design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa MTs Negeri Bayah, dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu dengan memilih kelas VIII sebanyak dua kelas sebagai sampel. Satu kelas sebagai kelas eksperimen yang mendapat model Advance Organizer dan satu kelas lagi sebagai kelas kontrol yang mendapat pembelajaran biasa. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tes kemampuan berpikir kritis dan kreatf matematis, skala self-esteem matematis, serta lembar observasi. Hasil analisis data menggunakan uji-t, uji-t’, dan uji Mann-Whitney menyimpulkan bahwa pencapaian dan peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematis siswa yang mendapatkan model Advance Organizer lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran biasa; peningkatan self-esteem matematis siswa yang mendapatkan model Advance Organizer tidak lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran biasa. Kata Kunci : Model Advance Organizer, Berpikir Kritis Matematis, Berpikir Kreatif Matematis, Self-Esteem Matemati

    PENGARUH METODE DISCOVERY LEARNING PADA MATERI TRIGONOMETRI TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN ADAPTIF SISWA SMA

    Get PDF
    Kemampuan dalam bidang matematika dapat mengindikasi kemajuan suatu bangsa. Salah satu kemampuan dalam matematika adalah kemampuan penalaran adapatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran discovery learning terhadap kemampuan penalaran adaptif siswa. Penelitian ini dilakukan di SMA Ruhul Bayan Cisauk, Tahun Ajaran 2016/2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design, yang melibatkan 65 siswa sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pretest dan postest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran discovery learning berpengaruh terhadap kemampuan penalaran adaptif siswa. Hal ini dapat dilihat uji t postest thitung > ttabel (2,533 > 1,99). Serta peningkatan kemampuan penalaran adaptif siswa melalui metode pembelajaran discovery learning lebih baik dari pada menggunakan metode pembelajaran konvensional melalui perhitungan N-Gain Skor

    KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI JEPANG SERTA PERBANDINGANNYA DENGAN DI INDONESIA

    Get PDF
    Kurikulum merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan atau pengajaran. Kurikulum memiliki komponen-komponen yang saling berkaitan: tujuan, materi, metode, organisasi, dan evaluasi, sebagai dasar utama dalam upaya pengembangan sistem pembelajaran di lembaga pendidikan. Pembaharuan kurikulum adalah hal yang mutlak terjadi, sebab pendidikan juga berjalan mengikuti zaman dan perubahan. Seperti halnya di Indonesia, pergantian kurikulum juga terjadi di Jepang, sekalipun tidak dalam frekuensi yang sama. Tujuan pembaharuan kurikulum Jepang adalah dengan harapan dapat memacu kreativitas para guru termasuk guru matematika dalam mengimplementasikan pengalaman belajar kepada peserta. Kurikulum Jepang, pertama kali dikeluarkan pada tahun 1947, bertepatan dengan lahirnya undang-undang pendidikan di Jepang, selanjutnya berkali-kali mengalami perubahan. Panduan tentang muatan pembelajaran di sekolah termuat dalam Gakusyuushidouyouryou. Meskipun majunya pendidikan Jepang dan kemajuan industrinya benar-benar terwujud namun tetap sampai saat ini, pengembangan profesional guru dilakukan secara terus-menerus sebab Jepang menyadari karena miskin sumber daya alam maka pengembangan sumber daya manusia (termasuk guru) perlu dilakukan secara terus-menerus. Dalam makalah ini, penulis mencoba menganalisis kurikulum dan pembelajaran matematika di Jepang serta perbandingannya dengan di Indonesia, dengan harapan dapat menjadi bahan renungan dalam rangka berperan serta secara aktif dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran matematika di Indonesia

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SMP

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi kemampuan pemahaman dan koneksi matematis siswa tingkat SMP yang rendah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Learning Cycle terhadap kemampuan pemahaman dan koneksi matematiks siswa. Populasi diambil dari siswa SMP Negeri 2 Cikupa Kabupaten Tangerang berjumlah 408 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, terpilih kelas VII C sebagai kelas kontrol berjumlah 44 siswa dan VII D sebagai kelas eksperimen berjumlah 47 siswa. Kelas kontrol diberikan model pembelajaran konvensional dan kelas eksperimen diberikan model pembelajaran Learning Cycle. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan Nonequivalent control grup design. Instrument tes berbentuk uraian sebanyak 4 soal pemahaman matematika dan 5 soal koneksi matematika. Uji persyaratan analisis menggunakah Chi Kuadrat dan uji Fisher. Hasil data pretes menunjukkan kelas kontrol dan eksperimen memiliki data yang berdistribusi normal, homogen dan tidak terdapat perbedaan baik kemampuan pemahaman maupun kemampuan koneksi matematika. Hasil data postes kemampuan pemahaman matematika berdistribusi normal, homogen, dan terdapat perbedaan kemampuan pemahaman dan koneksi matematika antara kelas kontrol dan eksperimen. Hasil data postes kemampuan koneksi matematika berdistribusi tidak normal dan terdapat perbedaan kemampuan koneksi matematika antara kelas kontrol dan eksperimen. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Learning Cycle berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman dan koneksi matematis sisw

    PENGEMBANGAN MODUL MATEMATIKA BERBASIS DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN FLIPBOOK MAKER UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATERI SEGITIGA

    Get PDF
    Penelitian bertujuan untuk (1) mengembangkan bahan ajar berupa modul matematika berbasis discovery learning berbantuan flipbook maker yang valid untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa pada materi segitiga, (2) Menghasilkan modul matematika berbasis discovery learning berbantuan flipbook maker yang efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa pada materi segitiga. Penelitian pengembangan menggunakan model ADDIE dengan tahap Analysis (Analisis), Desain (Perancangan), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi) dan Evaluation (Evaluasi). Pada penelitian eksperimen populasi dalam penelitian ini adalah kelas VII SMP Negeri 1 Mlonggo yang terdiri dari delapan kelas. Dengan teknik “Cluster Random Sampling” didapatkan Kelas VII D sebagai kelas eksperimen dan kelas VII E sebagai kelas kontrol. Hasil validasi ahli rata-rata kelayakan materi sangat baik yaitu 82,03% dan validasi ahli media sangat baik yaitu 81,25%. Angket tanggapan siswa 83,92% yang berkriteria sangan baik. Jadi bahan ajar yang dikembangkan valid untuk diimplementasikan.Hasil penelitian menunjukkan thitung> ttabel yaitu 3.050 >1,67 maka hipotesis H0 ditolak, jadi rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan modul matematika berbasis Discovery Learning berbatuan Flipbook Maker pada materi segitiga lebih baik daripada rata-rata hasil belajar siswa yang tidak menggunakan modul matematika berbasis Discovery Learning berbantuan Flipbook Maker pada materi segitiga. Sehingga modul tersebut efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa pada materi segitiga

    GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP LIMIT MAHASISWA

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan profil pemahaman konsep limit mahasiswa berdasarkan gaya kognitif field dependent. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester II UHAMKA Jakarta. Penelitian dimulai dengan menentukan subjek penelitian menggunakan instrumen GEFT serta kesediaan mahasiswa dan hasil konsultasi dengan dosen bidang studi, Kemudian dilanjutkan dengan pemberian tes pemahaman konsep limit fungsi (TPKLF) dan wawancara. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemahaman mahasiswa dengan gaya kognitif field dependent terhadap konsep limit ketika menyatakan makna limit yang diberikan menggunakan bahasanya sendiri hanya terpaku pada notasi limit yang diberikan. Subjek tidak dapat dapat mengkaitkan antar apa yang diketahui dalam soal dengan informasi lain yang diberikan. Ketika menggunakan konsep limit untuk menyelesaikan masalah yang diberikan, subjek tidak memenuhi indikator ini dikarenakan subjek menggunakan cara prosedural bukan menggunakan konsep limit yang diketahuinya untuk menyelesaikan masalah yang diberikan. Ketika menggunakan syarat perlu atau syarat cukup untuk menentukan ada atau tidaknya stuatu limit subjek mampu menggunakan syarat perlu untuk menentukan suatu limit jika limit tersebut tidak memiliki syarat yang berbeda. Jika limit yang diberikan memiliki syarat yang berbeda, subjek tersebut tidak dapat menggunakan syarat perlu untuk menentukan ada atau tidaknya suatu limit

    ASOSIASI ANTARA KEMAMPUAN GEOMETRI SPASIAL DENGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan menelaah asosiasi antara kemampuan geometri spasial dan kemampuan berpikir kreatif matematis. Populasinya adalah siswa kelas VIII di salah satu SMPN di Jakarta dan sampelnya dipilih dengan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat asosiasi antara kemampuan geometri spasial dan berpikir kreatif matematis siswa

    MODEL PENGAJARAN DAN PELATIHAN STRATEGI KOGNITIF (MODEL P2SK) YANG MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF

    No full text
    Model pengajaran dan pelatihan strategi kognitif ini menjadi salah satu acuan atau contoh untuk mendesain pembelajaran. Secara praktis, model ini menjadi petunjuk dalam meintegrasikan aspek-aspek berpikir kritis dan kreatif dengan materi pelajaran. Sehingga tujuan pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif dapat tercapai sekaligus penguasaan materi pelajaran. Upaya menintegrasikan materi pelajaran dengan aspek-aspek berpikir kritis dan kreatif dalam pembelajaran, diperlukan upaya-upaya yang sistematis, terukur, dan berkelanjutan. Atas dasar inilah model pembelajaran ini dikembangkan. Model pengajaran dan pelatihan strategi kognitif disingkat model P2SK yang mengembangkan kemampuan berpikir kritis terdiri dari beberapa komponen, yaitu: sintaks, sistem sosial, prinsip-prinsip reaksi, sistem pendukung, dan dampak instruksional dan pengiring

    STRATEGI PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS VERSI GEORGE POLYA DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

    Get PDF
    George Polya telah meletakan suatu warisan “pentingnya mengajar dengan pemecahan masalah”. Setiap masalah memiliki “sepuluh strategi” yang tepat dengan “empat” langkah pemecahan sesuai dengan aspek-aspek dan sudut pandangnya masing-masing di dalam menyelesaikan suatu masalah matematis. Topik ini telah menjadi komponen utama dalam kurikulum matematika pada semua tingkatan pendidikan. NCTM dalam standards (1989) mempublikasikan ”The Curriculum and Evaluations Standards for School Mathematics”, yang menekankan bahwa pemecahan masalah harus menjadi fokus dalam kurikulum matematika di sekolah. Ini berarti bahwa pemecahan masalah merupakan salah satu topik yang sangat penting dalam pembelajaran matematika. Tujuan mengajarkan matematika dengan pemecahan masalah adalah: (1) membantu guru memperbaiki keterampilan pemecahan masalah diri sendiri; (2) diberikan kepada guru untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan pemecahan masalah mereka; (3) untuk menyelidiki strategi umum pemecahan masalah; dan (4) bagaimana membuat kata “masalah” dan “pemecahan masalah” menantang dan menarik untuk siswa. Pentingnya para siswa mengalami proses pembelajaran matematika dengan pemecahan masalah matematis. Siswa perlu dipersiapkan dan didorong untuk berpikir bahwa sesuatu itu multi-dimensi sehingga mereka dapat melihat banyak kemungkinan penyelesaian untuk suatu masalah. Dengan demikian, pemecahan masalah matematis dalam pembelajaran matematika merupakan bagian integral dari semua aktivitas matematis. Fokus kajian makalah ini adalah bagaimana strategi pemecahan masalah matematis versi George Polya dan penerapannya dalam pembelajaran matematika

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN DISCOVERY DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya dan rendahnya kemampuan penalaran siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peningkatan kemampuan penalaran siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kelas VIII pada salah satu SMP Negeri di Jakarta Barat. Sampel terdiri dari dua kelas yaitu kelas VIII-D dan VIII-F yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan penalaran. Analisis data menggunakan uji-t (Independent Sample T-Test) dan Mann Whitney. Berdasarkan analisis data, ditemukan bahwa Peningkatan kemampuan penalaran siswa yang memperoleh pembelajaran discovery dengan pendekatan saintifik lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran biasa

    56

    full texts

    152

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Kalamatika: Jurnal Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇