Bionature (Journal)
Not a member yet
184 research outputs found
Sort by
TEPUNG IKAN GABUS SEBAGAI SUMBER PROTEIN (FOOD SUPPLEMENT)
Tepung ikan merupakan suatu produk padat kering yang dihasilkan dengan jalan mengeluarkan cairan dan sebagian atau seluruh lemak yang terkandung di dalam daging ikan. Tepung ikan diolah atau dibuat untuk dijadikan sebagian bahan tambahan untuk pakan ternak dan ikan. Seiring dengan kemajuan tenologi, telah ditemukan bahwa ikan gabus (Ophiocephalus striatus) memiliki potensi fungsional yang tinggi karena mengandung serum albumin. Oleh sebab itu, dilakukan pengolahan terhadap ikan gabus menjadi produk tepung ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses pembuatan tepung ikan dari bahan dasar ikan gabus yang lebih optimal, dalam artian mengurangi kehilangan komponen aktif (protein terlarut) yang terdapat dalam daging ikan tersebut. Pembuatan tepung ikan gabus dilakukan dengan tiga cara yaitu dengan perebusan, pengukusan, serta cara pengukusan dan ekstraksi lemak. Pengeringan daging ikan dilakukan dengan alat pengering mekanis pada suhu 50oC selama ± 9 jam. Parameter penelitihan ini adalah kadar air, kadar protein terlarut, rendemen, dan uji organoleptik terhadap warna, kenampakan dan tekstur tepung ikan gabus. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara keseluruhan tepung ikan gabus yang diolah dengan cara pengukusan ekstraksi lemak merupakan cara pengolahan yang lebih baik. Tepung yang dihasilkan dengan cara ini memiliki kadar protein terlarut yang tertinggi yaitu 10,88 dan kadar air yang rendah 7,46 %, rendemen 15,79 % dan hasil organoleptik yang umumnya disukai oleh panalis
Penerapan Model Pembelajaran Example Non Examples untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas VIII.K SMP Negeri 4 Sungguminasa Kabupaten Gowa
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VIII.K SMPN 4 Sungguminasa Kab. Gowa melalui penerapan model pembelajaran example non example. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas VIIIK pada semester ganjil tahun 2013/2014 dengan jumlah peserta didik 44 orang, yang terdiri dari 21 orang peserta didik laki-laki dan 23 orang peserta didik perempuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar observasi, angket, dan tes hasil belajar. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, observasi, angket, dan tes. Data hasil observasi dan angket dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui pelaksanaan tindakan dalam proses belajar mengajar. Sedangkan peningkatan hasil belajar secara kuantitatif dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) Penerapan model pembelajaran example non examples dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VIII.K SMP Negeri 4 Sungguminasa Kabupaten Gowa, (ii) Hasil analisis observasi terhadap perilaku peserta didik selama berlangsungnya proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran example non example untuk semua indikator mengalami peningkatan mulai dari siklus I, II, dan III yang berada pada kriteria baik dan baik sekali, dan (iii) Hasil angket peserta didik juga memperlihatkan adanya respon yang sangat positif dengan penerapan model pembelajaran example non example
Perbandingan Kesadaran Metekognitif Siswa yang Diajar Menggunakan Model Problem-based Instruction (PBI) dengan Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kesadaran metakognitif siswa yang diajar menggunakan model Problem-Based Instruction (PBI) dengan kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest nonequivalent control group design. Pada penelitian ini digunakan kelompok eksperimen I berupa model pembelajaran PBI dan kelompok eksperimen II berupa model pembelajaran kooperatif tipe TPS.Instrumen penelitian berupa angket MAI (Metacognitive Awareness Inventory) untuk mengukur kesadaran metakognitif. Data dianalisis statistik deskriptif dan inferensial (T-tes dengan α= 0,05) dengan bantuan program SPSS 17.0 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwatidak ada perbedaan yang signifikan kesadaran metakognitif siswa SMA yang diajarmenggunakanmodel PBI dengan kooperatif TPS (p> 0,05 dengan sig 0,063)
Manual Laboratorium untuk Mendukung Pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada Matakuliah Struktur Hewan
Mengubah kegiatan praktikum ke dalam model pembelajaran inkuiri terbimbing, bertujuan untuk melatih dan mengembangkan keterampilan metode ilmiah dan keterampilan proses sains bagi mahasiswa. Selama pembelajaran inkuiri terbimbing, mahasiswa menggunakan manual laboratorium sebagai pedoman untuk melakukan aktivitas pengumpulan data. Prosedur kerja pada manual laboratorium, menguraikan secara jelas dan lengkap tahapan kegiatan membedah, mengamati, dan mengidentifikasi organ-organ tubuh, pada spesies tertentu yang mewakili lima kelas dari filum vertebrata. Pada tahap akhir pembelajaran, mahasiswa mengorganisasikan data yang telah mereka peroleh dan mengkomunikasikannya dalam bentuk laporan ilmiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif. Instrument pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar kognitif, kuesioner respon mahasiswa terhadap manual laboratorium dan kegiatan pembelajaran, serta dokumentasi dalam bentuk laporan ilmiah. Berdasarkan data hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa manual laboratorium memudahkan mahasiswa dalam aktivitas pengumpulan data. Pembelajaran ikuiri terbimbing juga mendapat respon yang baik dari mahasiswa dan membantu mereka dalam mencapai tujuan pembelajaran
Potensi Perlakuan Awal Limbah Kulit Udang untuk Produksi Enzim Kitinase oleh Trichoderma virens pada Fermentasi Substrat Padat
Telah dilakukan perlakuan awal limbah kulit udang sebagai substrat untuk produksi enzim kitinase menggunakan Trichoderma virens pada fermentasi substrat padat. Udang sebagai kelompok Crustacea kaya akan kandungan kitin yang digunakan untuk menginduksi produksi enzim kitinase. Lima perlakuan awal kulit udang yang berbeda digunakan sebagai substrat untuk produksi enzim kitinase yaitu perlakuan fisik (pemanasan sinar matahari, oven, mikrowave dan pemasakan) dan kimiawi (5% (v/v) HCl dan 5% (w/v) NaOH). Perlakuan awal kulit udang menggunakan mikrowave menghasilkan aktivitas enzim kitinase tertinggi (0.194 U/gds) dibandingkan dengan kontrol, pemasakan, oven, pemanasan sinar matahari, dan kimiawi dengan peningkatan masing-masing 2.9; 1.37; 1.2; 1.2; dan 41.3 kali lebih tinggi. Dibandingkan dengan penelitian sebelumnya, menggunakan fermentasi substrat padat, Trichoderma virens menghasilkan aktivitas enzim kitinase lebih tinggi 4 kali dibandingkan dengan hasil yang menggunakan fermentasi cair terendam
Uji Efek Tonikum Ekstrak Daun Ceguk (Quisqualis indica L.) Terhadap Hewan Uji Mencit (Mus musculus)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek tonikum pada mencit dan menentukan pada konsentrasi berapa dapat memberikan efek tonikum yang optimum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ekstrak Daun Ceguk (Quisqualis indica L.) pada konsentrasi 5% b/v, 10% b/v dan 15% b/v pada metode ketahanan berenang menunjukkan efek tonikum pada mencit (Mus musculus). Ekstrak Daun Ceguk pada konsentrasi 15% b/v menunjukkan efek tonikum yang paling baik pada mencit dengan menggunakan metode ketahanan berenang, tetapi efeknya masih lebih kecil daripada pemberian kafein sebagai pembanding
Suksesi Makroozobentos di Hutan Mangrove Alami dan Rehabilitasi di Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan
Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan struktur komunitas makrozoobentos, suksesi, dan faktor yang memengaruhi distribusi dinamika organik karbon dengan sedimen di hutan mangrove rehabilitasi Desa Tongke-tongke, Kabupaten Sinjai. Metode Penelitian secara purposive sampling, dimana populasi penelitian adalah komunitas vegetasi mangrove dan komunitas makrozoobentos yang berasosiasi dengan mangrove. Selain itu, kualitas perairan, kandungan karbon organik dan nitrogen sedimen juga merupakan obyek penelitian. Hasil identifikasi epifauna dan infauna yang ditemukan pada kawasan non-vegetasi, hutan mangrove hasil rehabilitasi dan alami diperoleh sebanyak 47 jenis makrozoobentos yang berasal dari 30 famili dan 5 kelas. Gastropoda ditemukan sebanyak 22 jenis dan 11 famili, Bivalvia 13 jenis dan 8 famili, Crustacea 6 jenis dan 4 famili, Polychaeta 5 jenis dan 5 famili, serta Ophiuroidea 1 jenis yang berasal dari 1 famili. Kepadatan makrozoobentos di hutan mangrove hasil rehabilitasi Desa Tongke-tongke dan di hutan alami Kelurahan Samataring berkisar 85,60-266,10 ind m-2. Indeks keanekaragaman berkisar 2,28-4,00; indeks keseragaman berkisar 0,58-0,95; dan indeks dominansi berkisar 0,089-0,294. Suksesi makrozoobentos di hutan mangrove rehabilitasi Tongke-tongke berlangsung dengan meningkatnya jumlah jenis makrozoobentos dan keanekaragaman makrozoobentos seiring bertambahnya umur vegetasi mangrove
Respon Kambing Marica yang Dipelihara Secara Intensif (Ex-Situ) terhadap Pemberian Hijauan yang Berbeda
. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pemeliharaan yang intensif dan pemberian pakan hijauan berkualitas terhadap performans kambing Marica. Penelitian menggunakan 9 ekor kambing betina yang sedang tumbuh dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 perlakuan dengan 3 ekor ternak sebagai ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah jenis hijauan yang diberikan (rumput lapang (RL), rumput unggul (RU) dan rumput unggul + leguminosa (RU+L)). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan bobot badan untuk masing perlakuan adalah: 36.90, 58.69 dan 48.10 g/ekor/hari, konsumsi pakan: 1290.65, 1818.94, dan 1870.89 g/ekor/hari, dan efisiensi penggunaan pakan adalah 2.84, 3.21 dan 2.50. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kambing Marica tidak memberikan respon produktivitas yang positif terhadap pemberian pakan hiajuan berkualitas dan sistem pemeliharaan intensif
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif STAD untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VII MTs Negeri Kota Ternate
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas dan hasil belajar siswa, serta mempelajari peningkatan keduanya pada kelas VII-8 MTs Negeri Kota Ternate melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe (STAD) pada konsep pencemaran lingkungan. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Langkah-langkah yang terdapat dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams-Achievement Devisions (STAD) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa antara siklus I dan siklus II. Ketuntasan belajar siswa pada tes akhir siklus I diperoleh presentase 24% sedangkan ketuntasan belajar siswa pada tes akhir siklus II diperoleh presentase 84%. Sementara itu, untuk aktivitas belajar siswa juga terjadi peningkatan yang cukup besar, yakni 52,2% di siklus I dan 80,9% di siklus II. Peningkatan yang terjadi memiliki selisih 28,7%
Bukti Munculnya Malaria Resisten Artemisinin di Asia
Penggunaan Artemisinin based combination therapy (ACT) sebagai terapi lini pertama malaria berperan dalam keberhasilan program eliminasi malaria secara global. Karena itu, munculnya parasit resisten artemisinin di daerah Thailand-Cambodia di Asia Tenggara seperti dilaporkan oleh beberapa penelitian mendapatkan banyak perhatian karena belum tersedianya obat lain yang se-efektif ACT. Artikel ini menelaah penelitian-penelitian tersebut, yang digunakan sebagai rujukan dalam laporan malaria WHO. Kriteria terapi berupa respons adekuat secara klinis dan parasitologis atau Adequate clinical and parasitological response (ACPR) yang kurang dari 90 % dan pemanjangan klirens parasit menjadi indikator resistensi dalam penelitian tersebut. Meskipun demikian, setiap penelitian tersebut memiliki beberapa kondisi yang dapat menyebabkan bias dalam hasil penelitian, misalnya tingkat loss-to-follow-up yang lebih tinggi pada kelompok dengan kegagalan terapi yang lebih besar, densitas parasit yang lebih besar, atau tidak tersedianya data mengenai densitas parasit awal tersebut. Dengan demikian, kegagalan terapi yang terjadi belum tentu menunjukkan penurunan respons terapi yang sesungguhnya. Kesimpulannya, belum jelas apakah parasit yang resisten artemisinin telah benaar-benar muncul di daerah tersebut