Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
3833 research outputs found
Sort by
Visualisasi 3 Dimensi Tinggi Bangunan terhadap Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP)
Keselamatan penerbangan adalah suatu keadaan yang mensyaratkan keselamatan dalam moda transportasi udara terpenuhi. Untuk mendukung terwujudnya keselamatan penerbangan di Indonesia, Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, yang salah satunya membahas tentang ruang udara bebas di sekitar bandara yang disebut dengan Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP). Berdasarkan peraturan tersebut, seharusnya tidak ada objek apapun dalam wilayah KKOP yang dapat membahayakan penerbangan. Namun, masih banyak ditemukan objek-objek yang terindikasi sebagai rintangan di dalam wilayah KKOP berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan nomor KM.5 tahun 2004 bab 3. Di sekitar Bandara Juanda Surabaya, terdapat bangunan yang dianggap melebihi batas KKOP, yaitu gedung City of Tomorrow karena memiliki ketinggian 115 m di dalam radius 8 hingga 10 km. Perlu dibuat sebuah model visualisasi yang dapat menggambarkan ketinggian-ketinggian dari objek di sekitar bandara agar proses pendataan dan seleksi dapat dilakukan dengan akurat. Visualisasi 3 dimensi dari objek dapat ditampilkan secara lebih mudah teridentifikasi dan dapat terlihat lebih jelas ketika melebihi ketinggian KKOP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 30 bangunan yang melebihi batas ketinggian KKOP. Empat diantaranya berada di kawasan permukaan kerucut
Analisis Mitigasi Risiko Rantai Pasok dengan Metode House of Risk (HOR) dan Fuzzy Logic pada Industri Bahan Kimia Pelentur Plastik
PT X merupakan industri yang bergerak pada bidang pembuatan liquid atau cairan yang bernama Dioctyl Phthalate (DOP) dan Diisononyl Phthalate (DINP) yang merupakan bahan baku plastik atau PVC. Saat ini PT X dalam penerapan manajemen risikonya menggunakan ISO tabel14000, dan ISO 9000 yang mana framework ini dirasa masih kurang sesuai bagi PT X dikarenakan meskipun telah menerapkan mitigasinya, masih terdapat tingkat risiko yang tinggi dalam hasil skoringnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode House of Risk (HOR) dan Fuzzy Logic. House of Risk digunakan untuk menentukan peringkat risiko beserta mitigasinya, sedangkan fuzzy logic digunakan dalam perhitungan severity dan occurrence. Didapatkan 22 kejadian risiko yang berpengaruh dalam proses supply chain perusahaan. Identifikasi kejadian risiko ini terbagi pada masing-masing proses bisnis yaitu 6 kejadian risiko di proses plan, 4 kejadian risiko di proses source, 10 kejadian risiko di proses make, dan 2 kejadian risiko di proses deliver. Selain itu terdapat 53 agen risiko, yaitu 12 agen risiko di proses plan, 9 agen risiko di proses source, 44 agen risiko di proses make, dan 6 agen risiko di proses deliver. Setelah dilakukan perhitungan FARP dan dilakukan perankingan, didapatkan 3 agen risiko prioritas yaitu A9 (perubahan jadwal produksi supplier), A44 (target produksi tidak tercapai), dan A5 (persediaan bahan baku kurang). Pada HOR 2 diberikan 8 usulan strategi mitigasi. Berdasarkan diagram pareto, strategi mitigasi yang menjadi prioritas yaitu P1 (melakukan perhitungan re order point)
Pra Desain Pabrik Precipitated Calcium Carbonate (PCC) dari Limbah Sludge Industri Penyamakan Kulit Di Magetan dengan Proses Karbonasi
Pabrik precipitated calcium carbonate (PCC) dilakukan melalui proses karbonasi. Pabrik PCC ini direncanakan untuk berjalan dengan kapasitas 42 ton/tahun sepanjang 330 hari per tahun. Pabrik ini diharapkan akan menghasilkan PCC untuk memenuhi kebutuhan PCC pada industri kertas. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan pabrik PCC adalah sludge kering dari industri penyamakan kulit. Pabrik ini direncanakan akan dibangun berdampingan dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Lingkungan Industri Kulit (LIK) Magetan, hal tersebut dengan beberapa pertimbangan salah satunya terdapat pertimbangan aspek bahan baku. Pembuatan PCC dengan proses karbonasi dilakukan pada suhu 30°C dan pada tekanan 2 bar menggunakan reaktor bubble column dengan tingkat konversi sebesar 75%. Dari studi evaluasi ekonomi pabrik ini, disimpulkan bahwa didapatkan penaksiran modal (CAPEX) sebesar Rp14.090.400.000; biaya operasional (OPEX) sebesar Rp6.262.400. Berdasarkan analisa ekonomi terhadap pabrik ini menunjukkan laju pengembalian modal (IRR) didapatkan sebesar -5,9% dengan bunga pinjaman 8,06% per tahun dan WWAC 11,1%. Waktu pengembalian modal (POT) tidak ditemukan karena cumulative free cash flow selalu negatif sepanjang umur pabrik. NPV yang didapatkan juga bernilai negatif. Jadi dapat disimpulkan dari data analisa kelayakan di atas bahwa pabrik ini tidak layak untuk didirikan
Modifikasi Perencanaan Struktur Apartemen Kingland Avenue Tower Venetian Menggunakan Struktur Baja Beton Komposit dengan Sistem Buckling-Restrained Braced Frame
Pembangunan apartemen merupakan solusi dari me-ningkatnya kebutuhan tempat tinggal di Kota Tangerang Se-latan. Namun, pembangunan apartemen di Indonesia berisiko terjadi gempa karena terletak pada pertemuan tiga lempeng. Oleh karena itu, digunakan struktur baja beton komposit ka-rena memiliki kekuatan nominal yang besar, dimensi pen-ampang yang efisien, serta lebih ringan daripada beton kon-vensional. Sedangkan Buckling Restrained Braced Frame meru-pakan bresing penahan gempa yang didesain untuk tahan ter-hadap tekuk serta tariknya. Apartemen Kingland Avenue Tower Venetian direncanakan ulang menggunakan struktur baja beton komposit dengan sistem Buckling Restrained Braced Frame. Apartemen tersebut direncanakan memiliki 32 lantai dan 1 basement. Konfigurasi bresing yang digunakan adalah inverted-V. Studi literatur yang digunakan mengacu pada SNI 1727:2020, SNI 1726:2019, SNI 1729:2020, AISC 341-16. Dari perhitungan analisis didapatkan hasil, yaitu: tebal pelat lantai atap dan non atap sebesar 9 cm, balok induk menggunakan WF 400x200x8x13 dan WF 350175711, dimensi kolom terbesar CFT 80080035, bresing menggunakan CoreBrace BRB de-ngan luas inti 20 inch2. Perencanaan struktur bawah meng-gunaan tiang pancang diameter 80 cm dengan kedalaman 34 m. Dimensi pilecap terbesar 10,6x3,4 m, dimensi kolom pedestal 11 m, dan sloof 400600 mm
Pengaruh Fasilitas Taman Alun-Alun Kota Kediri terhadap Keputusan Berkunjung dengan Minat Berkunjung sebagai Variabel Mediasi
Taman Alun-alun merupakan salah satu taman publik di Kota Kediri yang minim pengunjung dan masih kurang optimal dalam penyediaan fasilitas taman. Minimnya fasilitas taman membuat masyarakat kurang berminat mengunjungi Taman Alun-alun dan dapat cenderung memutus-kan untuk mengunjungi taman lain di Kota Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fasilitas Taman Alun-alun Kota Kediri terhadap minat berkunjung dan keputusan berkunjung masyarakat serta pengaruh minat ber-kunjung sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan metode analisis skoring untuk mengidentifikasi persepsi pengunjung terhadap fasilitas Taman Alun-alun dan untuk mengukur minat berkunjung serta keputusan berkunjung masyarakat terhadap Taman Alun-alun. Metode analisis Structural Equation Model Partial Least Square (SEM-PLS) digunakan untuk mengetahui pengaruh fasilitas Taman Alun-alun terhadap minat berkunjung dan keputusan berkunjung serta mengetahui pengaruh minat berkunjung sebagai variabel mediasi. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menghasilkan fasilitas bermain, fasilitas olahraga, dan fasilitas pendukung berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung sementara fasilitas rekreasi dan sosialisasi berpengaruh tidak signifikan terhadap minat berkunjung. Selanjutnya, fasilitas bermain dan fasilitas olahraga berpengaruh signifikan terha-dap keputusan berkunjung sementara fasilitas rekreasi sosiali-sasi dan fasilitas pendukung berpengaruh tidak signifikan terhadap keputusan berkunjung. Sementara itu, minat berkun-jung ditemukan memediasi pengaruh fasilitas bermain, fasilitas olahraga, dan fasilitas pendukung terhadap keputusan berkun-jung. Minat berkunjung tidak memediasi fasilitas rekreasi dan sosialisasi terhadap keputusan berkunjung
Konsep Perancangan Jalur Pedestrian Ramah Pejalan Kaki pada Koridor Basuki Rahmat, Surabaya
Jalur pedestrian merupakan bagian dari sistem penunjang kenyamanan lingkungan perkotaan. Dalam perancangannya, jalur pedestrian harus memberi rasa aman, nyaman, serta kemudahan akses kepada pejalan kaki agar bisa dimanfaatkan secara optimal. Sayangnya, jalur pedestrian di kota-kota besar belum sepenuhnya aman serta nyaman untuk diakses oleh pejalan kaki. Disinilah dibutuhkan konsep perancangan jalur pedestrian ramah pejalan kaki untuk membuat para pejalan kaki merasa nyaman dalam melakukan mobilitas melalui jalur pedestrian, serta menjamin keselamatan serta keamanan pengguna jalur pedestrian. Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan konsep perancangan jalur pedestrian ramah pejalan kaki pada Koridor Basuki Rahmat. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi dan kuesioner untuk mendapatkan faktor apa saja yang mempengaruhi persepsi pejalan kaki terkait keamanan dan kenyamanan jalur pedestrian pada Koridor Basuki Rahmat. Hasil temuan menunjukan bahwa lampu penerangan merupakan variabel yang paling mempengaruhi persepsi pejalan kaki terkait dengan keamanan dan kenyamanan selama menggunakan jalur pedestrian pada Koridor Basuki Rahmat. Selain itu, keberadaan kamera pengawas atau CCTV pada jalur pedestrian di Koridor Basuki Rahmat juga dianggap perlu ada oleh pejalan kaki untuk menunjang rasa aman dan nyaman saat menggunakan jalur pedestrian. Dirumuskan arahan menggunakan triangulasi yang bisa dijadikan acuan dalam merancang jalur pedestrian ramah pejalan kaki pada Koridor Basuki Rahmat, Surabaya
Analisis Produktivitas Tenaga Kerja pada Proyek Pembangunan Jalan Lingkar Tuban Menggunakan Metode Work Sampling
Produktivitas tenaga kerja dalam proyek konstruksi sampai saat ini relative sedikit yang dipublikasikan. Terdapat beberapa metode pengukuran produktivitas tenaga kerja. Metode yang digunakan dengan mudah, hemat waktu, serta biaya yakni dengan Work Sampling. Work Sampling adalah salah satu metode pendekatan yang digunakan untuk pengukuran produktivitas dengan waktu acak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat produktivitas serta nilai produktivitas harian pekerja pada proyek pembangunan Jalan Lingkar Tuban, Jawa Timur. Ukuran produktivitas yang didapat dari analisis ini adalah labor utilization rate (LUR). Penelitian ini dilakukan pada pekerjaan jalan yakni pekerjaan geotextile dan pekerjaan perkerasan. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan pada waktu kerja selain weekends / hari libur. Hasil yang didapatkan setelah melakukan penelitian yakni data penelitian yang selanjutnya diolah melalui beberapa tahap perhitungan seperti uji keseragaman data, uji kecukupan data, perhitungan efektivitas tenaga kerja yakni Labor Utilization Rate (LUR), dan nilai produktivitas berdasarkan hasil yang didapat. Hasil analisis Work Sampling pada 2 pekerjaan yang diamati yakni ; pekerjaan geotextile selama 9 hari dengan nilai LUR sebesar 59.84 % (Efektif) dan nilai produktivitas harian urugan pilihan 202.5 m3, loading galian 904.5 m3, penggelaran geotextile 512.5 m2, gelar material urugan pilihan layer 1 202.5 m3 ; pekerjaan perkerasan bahu dan badan jalan selama 19 hari dengan nilai LUR sebesar 63.15% (Sangat Efektif) dan nilai produktivitas harian gelar material agregat kelas A 106 m3, loading galian bahu jalan 51.9 m3, dan galian bahu jalan 17.8 m3
Pra Desain Pabrik Magnesium Hidroksida (Mg(OH)2) dari Bittern
29ºBe. Bittern memiliki beberapa kandungan ion mineral diantaranya Na+, Mg2+ dan Cl-. Lokasi terpilih dalam pendirian pabrik ini direncanakan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur pada tahun 2027 dengan kapasitas produksi sebesar 1.850 ton/tahun. Proses yang digunakan dalam pembuatan Mg(OH)2 dari bittern yaitu presipitasi magnesium menggunakan NaOH dengan pertimbangan yield yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan penggunaan senyawa basa lainnya. Secara umum, proses ini dibagi menjadi tiga unit proses, yaitu proses pre-treatment bahan baku, proses presipitasi magnesium, proses drying dan milling. Tahap pre-treatment bittern dilakukan secara dua tahap, yaitu filtrasi charcoal dan pengurangan ion Ca2+. Filtrasi charcoal bertujuan untuk menghilangkan zat chroma dan zat pengotor yang terikut dalam bittern, serta pengikatan kadar kalsium dalam bittern menggunakan H2SO4. Tahap presipitasi magnesium bertujuan untuk mengikat ion-ion Mg2+ dalam bittern dan bereaksi dengan ion (OH-) dari NaOH sehingga menghasilkan Mg(OH)2. Dimana Mg(OH)2 memiliki nilai kelarutan senyawa yang paling rendah diantara senyawa lain yang terbentuk, sehingga terjadi adanya pengendapan dan dapat dengan mudah dilakukan pemisahan dan pencucian pada proses selanjutnya. Tahap drying dan milling, terjadi proses pengeringan cake Mg(OH)2 untuk menghilangkan kadar air yang tersisa dengan bantuan panas secara berlawanan serta terjadi proses size reduction untuk menghasilkan ukuran yang seragam (100 mesh). Untuk mendirikan pabrik Mg(OH)2 dengan kapasitas 1.850 ton/tahun dibutuhkan modal investasi sebesar Rp. 214.287.272.351 yang diperoleh dari modal sendiri sebesar 30% dan pinjaman jangka pendek dengan bunga 8% per tahun sebesar 70%. Dari analisa ekonomi, didapatkan penaksiran modal (CAPEX) sebesar Rp. 186.813.411.607 dan biaya operasional (OPEX) sebesar Rp. 54.947.721.488. Hasil penjualan produk per tahun sebesar Rp. 92.500.000.000 dengan IRR 15,94%, POT selama 6,05 tahun, NPV sebesar Rp. 135.472.885.944 dan WACC sebesar 7,24%. Berdasarkan analisa kelayakan di atas dapat disimpulkan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan karena nilai WACC < IRR
Kriteria Livability Perumahan Formal di Kawasan Peri-Urban Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo
Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan kriteria yang berpengaruh pada livability perumahan formal di kawasan peri-urban Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan teknik analisis Delphi guna memperoleh pendapat expert di bidang perumahan mengenai kesepakatan adanya pengaruh variabel penelitian terhadap tingkat livability wilayah penelitian. Analisis ini dilakukan melalui tiga putaran wawancara dengan empat responden expert. Input variabel yang akan diteliti sebagai kriteria berpengaruh pada tingkat livability berjumlah 36 variabel penelitian. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan 28 kriteria yang berpengaruh pada livability perumahan formal di kawasan peri-urban Kecamatan Taman. Kriteria-kriteria tersebut terbagi menjadi 5 indikator, yakni fisik lingkungan, ekonomi, sosial, fasilitas, dan utilitas
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pengembangan Integrasi Pariwisata pada Kawasan Pantai Kenjeran, Kota Surabaya
Kawasan Wisata Pantai Kenjeran terdiri dari tiga destinasi wisata meliputi Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, Sentra Ikan Bulak (SIB), dan Taman Suroboyo terletak berdekatan yaitu sekitar 2 km di Kecamatan Bulak, Kota Surabaya. Ketiga destinasi wisata ini memiliki jenis daya tarik wisata yang beragam. Dimana THP Kenjeran berjenis daya tarik wisata alam pantai, SIB wisata belanja, dan Taman Suroboyo wisata taman tematik. Namun, masih terdapat beberapa permasalahan yaitu adanya ketimpangan kunjungan wisatawan dan promosi wisata, belum tersedianya transportasi khusus yang menghubungkan antar destinasi wisata, dan belum terdapat pusat informasi wisata terpadu. Sehingga, dibutuhkan penyelesaian secara terintegrasi dan menyeluruh di Kawasan Pantai Kenjeran. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh dalam pengembangan integrasi pariwisata di Kawasan Pantai Kenjeran. Data diperoleh dengan melakukan in-depth interview kepada stakeholder yang terpilih, dan dianalisa dengan metode content analysis. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat 12 faktor yang berpengaruh dalam pengembangan integrasi pariwisata di Kawasan Pantai Kenjeran diantaranya kedekatan daya tarik wisata, diferensiasi jenis daya tarik wisata, keterpaduan moda transportasi, ketersediaan jalan atau rute yang terpadu, pusat informasi wisata terpadu, koordinasi dan kolaborasi pemerintah, serta promosi wisata terpadu