Jurnal Teknik ITS
Not a member yet
3833 research outputs found
Sort by
Sistem Kendali Mesin Boiler dengan Metode Networked Control Systems Menggunakan Aplikasi Haiwell Cloud
Mesin Boiler merupakan mesin untuk memproduksi uap. Uap tersebut dibutuhkan untuk menunjang produktifitas di PT. Indolakto Purwosari. Namun adanya over capacity atau low capacity pada mesin Boiler dapat membuat kurang atau lebihnyanya supply steam yang dibutuhkan untuk produktivitas pabrik. Networked Control Systems dirancang guna membantu mesin dapat dikendalikan dan dipantau dari ruang yang berbeda. Sensor suhu, tekanan, dan aliran akan ditampilkan pada Haiwell Cloud. Dalam penggunaannya faktor jaringan internet yang sangat mempengaruhi keberlangsungan Networked Control Systems dalam keadaan bagus atau tidak. Dari hasil kerja mesin Boiler didapati besaran tekanan hingga 15psi, sedangkan besaran tercatat suhu hingga mencapai 119o C. Untuk meningkatkan produktivitas uap dibutuhkan elemen pemanas dari bawah dan atas, tujuannya mempercepat titik didih air. Pembentukan uap mulai terbentuk pada suhu 90o C. Pengiriman data melalui Networked Control Systems mengalami penundaan waktu kirim (delay time) selama 1-3 detik. Selama proses pengujian didapatkan persen error dalam pengukuran sensor yang sangat minim yakni dibawah 1% dan selama proses pengujian tidak ditemukannya Packet Dropout atau paket data hilang ditengah jalan
Studi Kelayakan Jalan Lingkar Selatan Sampang dari Segi Lalu Lintas dan Ekonomi
Pergerakan lalu lintas di Kabupaten Sampang masih tertumpu pada jalan nasional yang melewati pusat kota. Dengan kondisi tersebut, pergerakan dalam kabupaten dan antar kabupaten tercampur. Untuk mengurai permasalahan lalu lintas yang ada, Pemerintah Kabupaten Sampang berencana membangun jalan lingkar selatan (JLS) sebagai alternatif rute pergerakan. Sebelum JLS dibangun, perlu dilakukan studi kelayakan pembangunan JLS dari segi lalu lintas dan ekonomi. Studi kelayakan dari segi lalu lintas dilakukan dengan mengukur derajat jenuh jalan sebelum dan setelah adanya JLS. Sedangkan studi kelayakan dari segi ekonomi dilakukan dengan menghitung BCR, NPV, EIRR, dan FYRR. Berdasarkan studi kelayakan yang dilakukan, pembangunan JLS Sampang dikatakan layak secara lalu lintas dikarenakan terjadi perbaikan kinerja jalan eksisting setelah adanya JLS. Pembangunan JLS dikatakan layak secara ekonomi dengan nilai BCR sebesar 1,39 > 1, NPV sebesar Rp 189.806.798.826,123 > 0, nilai EIRR sebesar 11,85%>4,63%. Berdasarkan nilai FYRR sebesar 14,25%>4,63%, pada tahun 2023 pengoperasian JLS dapat dimulai dan layak
Kajian Literatur Enhanced Phytoremediation pada Lahan Tercemar Logam Berat Merkuri
Pertambangan emas skala kecil (PESK) merupakan salah satu sumber pencemar logam berat dengan konsentrasi merkuri yang tinggi. Logam berat dapat membahayakan makhluk hidup dan lingkungan di sekitarnya. Salah satu upaya untuk menurunkan konsentrasi pencemar logam berat merkuri pada tanah yaitu dengan fitoremediasi. Proses fitoremediasi dapat ditingkatkan dengan metode enhanced phytoremediation, salah satunya yaitu dengan penambahan rizobakteri (Plant Growth-Promoting Rhizobacteria - PGPR). Terdapat banyak jenis tumbuhan yang mampu meremediasi tanah tercemar logam berat merkuri, diantaranya Cyperus kyllingia atau rumput teki, Vetiveria zizanioides atau akar wangi, dan Lindernia crustacea atau kerak nasi. Selain itu penambahan bakteri PGPR berupa Pseudomonas sp. dan Bacillus sp. dapat meningkatkan proses reduksi logam berat merkuri dalam tanah dan membantu meningkatkan pertumbuhan tumbuhan fitoremediator. Konsentrasi rata-rata logam berat merkuri yang dihasilkan oleh PESK di Kulon Progo yaitu 22 mg/kg. Karakteristik tanah tercemar logam berat merkuri yaitu berwarna kuning hingga kecoklatan, memiliki nilai pH tanah asam hingga basa yaitu 4,6 – 8,02, memiliki kandungan C dan N yang rendah hingga sangat rendah, yaitu 0,22% - 1,34% untuk C, dan 0,001% - 0,23% untuk N, serta memiliki struktur tanah lanau dan berpasir atau lempung berpasir
Analisis Perbandingan Volume pada Tikungan Jalan Menggunakan Metode Perhitungan Volume yang ada pada Aplikasi Pengolah Data Survei
Dalam survei rekayasa, penentuan volume tanah adalah hal yang penting, seperti halnya pada perencanaan pondasi, galian dan timbunan pada jalan raya. Pada pekerjaan jalan raya, bentuk volume tanah galian dan timbunan digambarkan dalam sebuah profil sesuai dengan rencana perkerasan jalan untuk menunjukkan pertimbangan pengangkutan material. Perhitungan dari volume sangat penting peranannya dalam pembangunan jalan raya karena dari perhitungan tersebut dapat mempengaruhi jumlah dana yang akan diperoleh dan. Dalam melakukan proses perhitungan volume material, terdapat berbagai metode, Kondisi eksisting jalan lingkar tuban yang saat ini dilakukan pembangunan dimana pihak kontraktor dalam melakukan pembangunan masih melakukan perhitungan secara manual. Penelitian ini bertujuan perhitungan volume menggunakan metode perhitungan yang ada pada aplikasi pengolah data survey (penampang rata- rata dan composite volume ) pada tikungan jalan yang hasilnya akan dibandingkan dengan volume hasil perhitungan manual sebagai data yang dianggap benar. Analisis perhitungan volume menggunakan metode paired sample T- test untuk menguji kelayakan penggunaan metode penampang rata- rata dan composite volume dalam perhitungan volume, serta uji toleransi ASTM untuk menguji akurasi perhitungan volume masing-masing metode dengan batas toleransi sebesar 2,78%. Berdasarkan hasil paired sample T-test dengan tingkat kepercayaan 95%, diperoleh hasil bahwa penggunaan metode penampang rata – rata dan composite volume layak digunakan untuk perhitungan. Pada uji toleransi ASTM yaitu 2,78% untuk perhitungan cut, metode yang memiliki selisih terkecil adalah metode penampang rata – rata pada tikungan 2, sedangkan untuk selisih perhitungan fill terkecil adalah pada metode penampang rata - rata utuk tikungan 3. Dengan hasil uji tersebut penggunaan metode penampang rata – rata lebih baik karena memiliki selisih yang lebih kecil
Perencanaan Gerbang Tol Ciawi Sukabumi
Kemacetan lalu lintas menjadi permasalahan sehari – hari dalam ruas jalan nasional Ciawi – Sukabumi. Hal ini mendorong Pemerintah Pusat untuk membangun jaringan jalan bebas hambatan atau jalan tol Ciawi – Sukabumi. Jalan tol ini dibangun untuk membantu meningkatkan konektivitas dan mengembangkan potensi ekonomi daerah sekitar untuk Provinsi Jawa Barat. Jalan tol ini diharapkan dapat mendukung program pemerintah yang telah ditetapkan didalam Peraturan Daerah Kota Sukabumi Nomor 8 tahun 2008 tengang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Sukabumi Tahun 2005 – 2025 tentang pembangunan jalan tol yang berdampak pada upaya pertumbuhan ekonomi kota. Jalan tol merupakan fasilitas transportasi dengan tujuan untuk memperlancar lalu lintas daerah dan meningkatkan mobilitas orang dan barang. Jalan tol sendiri memiliki gerbang tol yang merupakan tempat proses pelayanan transaksi tol terjadi. Gerbang tol terdiri dari beberapa gardu tol. Sistem yang dapat digunakan pada gerbang tol yaitu sistem gardu tol otomatis (GTO), On Board Unit (OBU), dan Multi Lane Free Flow (MLFF). Perencanaan ini akan merencanakan Gerbang Tol Ciawi - Sukabumi pada tahun 2021, 2026, dan 2031.Metodologi yang digunakan sebagai disiplin antrian adalah First In First Out untuk disiplin antrian dan Single Channel – Single Phase sebagai struktur dasar antrian pada perencanaan gerbang tol ini. Serta mempertimbangkan gerbang tol otomatis dan On Board Unit, dan Multi Lane Free Flow (MLFF). Setelah dilakukan pengolahan data, didapatkan hasil untuk perencanaan gerbang tol pada tahun 2021 untuk gerbang tol Ciawi hingga Sukabumi Timur terdapat 1 GTO Khusus, 1 GTO, dan 1 OBU. Pada perencanaan gerbang tol tahun 2026 untuk gerbang tol Ciawi terdapat 2 GTO Khusus, 2 GTO, dan 1 OBU dan Pada perencanaan gerbang tol tahun 2031 untuk gerbang tol Ciawi terdapat 2 GTO Khusus, 3 GTO, dan 1 OBU. Hasil perencanaan MLFF pada tahun 2021 untuk gerbang tol Ciawi didapatkan nilai derajat kejenuhan sebesar 0,172
Fraksinasi Lignoselulosa dari TKKS dengan Metode Steam Explosion Pretreatment Disertai Penambahan Asam Formiat
Tandan Kosong Kelapa Sawit merupakan salah satu limbah dari kelapa sawit yang sering kali kurang begitu dilirik untuk dimanfaatkan, sehingga produk samping ini hanya sering dijadikan limbah industri kelapa sawit. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, produksi kelapa sawit semakin meningkat dengan rata-rata 9,471% setiap tahun, oleh karenanya limbah TKKS yang dihasilkan juga meningkat tiap tahun. Terdapat tiga fraksi penting yang terkandung di dalam TKKS yaitu selulosa, hemiselulosa dan lignin yang masing-masing memiliki nilai ekonomis sehingga dapat dimanfaatkan lebih lanjut. dalam produksi energi terbarukan berupa biohidrogen serta bioetanol. Steam explosion merupakan salah satu metode pretreatment lignoselulosa dengan menggunakan uap bertekanan tinggi. Dalam proses ini, biomassa diperlakukan dengan uap panas (180 hingga 240°C) diikuti dengan peningkatan tekanan secara drastis yang kemudian uap tersebut diledakkan ke atmosfer sehingga tekanan akan kembali secara cepat. Pelepasan tekanan tiba-tiba menghasilkan aksesibilitas yang lebih baik dari selulosa untuk hidrolisis enzimatik dan fermentasi. Diharapkan pabrik fraksinasi TKKS ini dapat memenuhi kebutuhan etanol Indonesia sebesar 27,4%, sehingga direncanakan pabrik ini beroperasi dengan asumsi 330 hari produksi dan waktu kerja pabrik 20 jam/hari. Proses fraksinasi lignoselulosa ini terdiri dari 2 dua unit proses yang digolongkan berdasarkan fungsi utama dari keseluruhan proses. Unit pertama ialah pre-treatment dan unit kedua ialah fraksinasi bertujuan untuk memisahkan tiga senyawa lignoselulosa yakni selulosa, hemiselulosa dan lignin ke dalam 3 aliran yang terpisah sebagai produk dari pabrik ini. Pabrik fraksinasi lignoselulosa dari TKKS ini didirikan di Kawasan Industri Dumai, dengan pertimbangan ketersediaan bahan, lokasi pemasaran, ketersediaan air, dan lain-lain. Dari analisa perhitungan ekonomi didapat hasil berupa IRR sebesar 24,33%, POT yaitu 4,48 tahun, dan BEP sebesar 28,86%. Secara keseluruhan, rata-rata %IRR, BEP dan POT masih menunjukkan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan
Pemilihan Metode Decommissioning Struktur Jacket Platform dengan Analytic Hierarcy Process (AHP)
Anjungan lepas pantai minyak dan gas memiliki masa pakai antara 20-25 tahun. Saat anjungan telah mencapai batasan operasionalnya anjungan harus di bongkar (decommissioning). Ada berbagai kriteria untuk membongkar platform dan 4 metode decommissioning platform yaitu Complete Removal, Partial Removal, Toppling in Place, dan Leave in Place. Aktivitas decommissioning memiliki risiko kecelakaan yang tinggi dan berdampak kepada lingkungan maupun keselamatan manusia. Oleh karena itu, diperlukan analisa pemilihan metode decommissioning yang tepat dan analisis resiko pada proses decommissioning platform. Studi kasus penelitian ini adalah platform X milik PT. PHE ONWJ. Penelitian dilakukan analisis pemilihan metode decommissioning yang tepat menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP) serta analisis resiko pada proses decommissioning. Hasil dari penelitian didapatkan metode decommissioning yang tepat adalah Complete Removal yang ditentukan berdasarkan 4 kriteria yaitu Environmental, Cost, Legal, dan Security.Kegiatan yang paling beresiko pada saat proses decommissioning metode Complete Removal adalah tahap Platform Preparation
Analisis User Experience Website E-Government dengan Mempertimbangkan Aspek Pragmatis Dan Hedonis (Studi Kasus: Sipemuda Kubu Raya)
Kemajuan teknologi membawa banyak perubahan di dalam sektor kehidupan masyarakat, salah satunya adalah sektor publik dan pemerintahan. Contoh perubahan yang dilakukan pada sektor publik dan pemerintahan adalah e-government. Penerapan e-government mempermudah masyarakat dalam melakukan hubungan dengan pemerintahnya. Salah satu website e-government yang dikembangkan di Indonesia adalah SIPEMUDA Kubu Raya, yaitu website layanan Dispendukcapil online di Kabupaten Kubu Raya. Namun, sering terjadi beberapa keluhan terkait website tersebut. Keluhan tersebut berkaitan erat dengan aspek user experience. Penelitian ini membahas tentang analisis user experience website SIPEMUDA dengan mempertimbangkan aspek pragmatis dan hedonisnya. Penelitian ini menggunakan dua perspektif, yaitu perspektif ahli dan perspektif pengguna untuk menekan subjektivitas dalam penelitian user experience. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah UEQ, Think Aloud, dan Metode Heuristik. Untuk memetakan hasil Think Aloud dan hasil dari metode heuristik ke dalam aspek pragmatis dan hedonis, maka digunakan alat berupa diagram afinitas untuk mempermudah penggolongan data. Didapat 70 partisipan untuk perspektif pengguna dan 10 partisipan untuk perspektif ahli. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa variabel yang memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil evaluasi adalah variabel pendidikan, pengalaman, serta kombinasi antara pendidikan dan pengalaman pengguna. Hasil dari kedua perspektif menunjukkan kesamaan antar keduanya, dimana webiste SIPEMUDA Kubu Raya dilihat sebagai website yang positif dan lebih baik dari sisi pragmatis. Hasil penggabungan data kualitatif diperoleh 19 evaluasi positif dan 20 evaluasi negatif. Hasil evaluasi negatif tersebut digunakan untuk menyusun rekomendasi perbaikan, sehingga didapatkan 25 rekomendasi perbaikan untuk SIPEMUDA Kubu Raya dimana 13 diantaranya merupakan rekomendasi prioritas yang dipilih dengan mempertimbangkan evaluasi dari perspektif ahli. Salah satu contoh rekomendasi yang diberikan adalah “menambahkan tombol bantuan pada halaman utama”
Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan pada Proyek Pembangunan Fasilitas Perkeretaapian Manggarai s.d. Jatinegara (Paket A) Tahap II "Main Line 1"
Industri konstruksi memiliki peranan penting pada perkembangan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Pada kenyataannya, pelaksanaan pembangunan yang terus berlangsung tentu diliputi dengan berbagai permasalahan. Salah satunya keterlambatan. Keterlambatan pada proyek akan menyebabkan efek domino pada perekonomian seperti biaya yang dikeluarkan akan semakin besar. Keterlambatan pada suatu proyek dapat diatasi dengan melakukan upaya penanganan dalam menghadapi dampak yang dihasilkan oleh faktor penyebabnya. Analisis faktor penyebab keterlambatan bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang menyebabkan keterlambatan pada suatu proyek. Analisis faktor penyebab keterlambatan dalam penelitian ini dilakukan pada Proyek Pembangunan Fasilitas Perkeretaapian Manggarai s.d. Jatinegara (Paket A) Tahap II “Main Line 1”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu diagram fishbone. Identifikasi faktor keterlambatan pada proyek konstruksi dilakukan berdasarkan penelitian sebelumnya dan divalidasi menggunakan wawancara semiterstruktur kepada responden penelitian. Setelah itu dilanjutkan dengan menentukan upaya penanganan dalam mengatasi dampak keterlambatan. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai November 2021 dengan hasil akhir penelitian menunjukan terdapat empat jenis pekerjaan yang mengalami persentase keterlambatan terbesar yaitu demolition building, temporary station building facility and maintenance, public utility relocation and protection, serta georadar building work. Faktor yang mendominasi keterlambatan dari jenis pekerjaan tersebut antara lain ketidaksesuaian desain, ketersediaan lahan, dan penundaan memulai pekerjaan
Kajian Fitostabilisasi Limbah Hasil Tambang Tembaga (Tailing)
Limbah pertambangan adalah hasil buangan dari limbah industri pertambangan yang disebut sebagai tailing. Tailing berasal dari batuan berharga yang diproses menjadi partikel yang halus dan kemudian dipisahkan antara mineral yang berharga dan sisanya. Pada umumnya tailing sangat miskin bahan organik, tidak mengandung unsur hara, porositas tinggi dan tidak ada aktivitas mikroorganisme. Jumlah tailing yang terlalu tinggi dalam tanah dapat mengganggu perkembangan tumbuhan karena bersifat racun. Teknologi untuk memperbaiki lingkungan yang mengandung tailing tembaga telah banyak diaplikasikan, salah satunya yaitu fitostabilisasi. Teknologi ini meliputi penyerapan, presipitasi, dan pengurangan logam dengan cara imobilisasi logam dalam tanah dan air. Fitostabilisasi merupakan teknologi hijau ramah lingkungan, efektif dari aspek biaya, aman, dan efisien dalam memperbaiki lingkungan akibat limbah tailing. Kajian ini bertujuan mengkaji berbagai literatur tentang upaya memperbaiki lingkungan tercemar limbah tailing tembaga. Metode kajian berupa penelaahan dari berbagai sumber literatur. Merangkum berbagai penelitian yang telah dilakukan untuk memahami kemampuan tumbuhan dan perencanaan floating treatment wetland. Fitostabilisasi menggunakan tumbuhan akuatik yang memiliki kemampuan tinggi dalam meremediasi limbah tailing tembaga, tumbuhan lokal, dan dapat menghasilkan biomassa yang tinggi. Tumbuhan fitostabilitator yang digunakan yaitu Limnocharis flava, Vetiver zizanoides, dan Eichhornia crassipes dengan kemampuan penyisihan tailing tembaga masing-masing 95,56%, 95,83%, 76,9%. Tumbuhan ditanam pada floating treatment wetland (FTW) yaitu penggunaan tumbuhan akuatik yang ditanam dalam suatu media yang mengapung sehingga akar dapat menggantung bebas di dalam air. Jika kandungan tembaga dalam setiap hektar adalah 10.000 m3, maka diperlukan jumlah FTW berukuran 4,5 m × 1 m sebanyak 2.223 FTW dan kebutuhan tumbuhan sebanyak 100.035 tumbuhan