172 research outputs found
Sort by
MENGGAGAS SOCIAL ENTERPRISE MELALUI AKTIVITAS MESJID KAMPUS
Penelitian ini mengambil isu tentang upaya menggagas social enterprise melalui aktivitas mesjid kampus. Masalah utama yang menjadi sorotan adalah bagaimana mengoptimalkan peran mesjid kampus sebagai pusat kegiatan ritual dan intelektual di kampus menjadi fungsi yang komprehensif dalam bingkai kegiatan social enterprise. Metode penelitian menggunakan Participation Action Research dengan mesjid kampus Universitas Padjadjaran sebagai obyek penelitian dan informan dalam penelitian ini adalah para pengurus harian mesjid kampus Unpad. Hasil penelitian menyatakan bahwa proses pemberdayaan mesjid kampus Unpad sebagai PTNBH melalui kegiatan social enterprise telah dirancang melalui pembuatan cetak biru pembinaan mesjid kampus Unpad yang berisi visi, misi, dan program dasar pembinaan mesjid kampus Unpad 2015-2020 dengan berorientasi kepada performance value organisasi mesjid Unpad yaitu Cerdas, Ukhuwah, dan Maslahat. Salah satu kegiatan social enterprise yang telah diinisiasi mesjid kampus Unpad adalah pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Unpad dan kegiatan warung mesjid. Kedua kegiatan tersebut telah memberi dampak positif dalam menunjang berbagai kegiatan di mesjid Unpad. Masih diperlukan dukungan pimpinan universitas dalam penguatan kelembagaan, kesungguhan dan kreativitas pengelola mesjid kampus untuk pengembangan program dasar mesjid kampus Unpad
Gender dan Stereotipe: Konstruksi Realitas dalam Media Sosial Instagram
Artikel ini berfokus pada permasalahan gender dan stereotipe khususnya dalam hal konstruksi realitas sosial yang terjadi dalam media sosial Instagram. Pendekatan kualitatif dengan metode etnografi virtual yang dilakukan untuk melihat fenomena sosial dan kultur pengguna di ruang siber. Fokus kajian dalam artikel ini adalah membahas; (1) konstruksi realitas dalam media sosial, dan (2) hubungan antara gender dan stereotipe yang terjadi dalam ruang media sosial Instagram. Informasi yang berkembang dalam media sosial telah menciptakan suatu area tanpa batas yuridiksi, sehingga interaksi yang terjadi juga telah menciptakan suatu hubungan tanpa batas. Media sosial menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk mengumpulkan kepercayaan diri serta dukungan dari lingkungannya, memudahkan mereka dan meningkatkan rasa ingin tahu akan dunia yang lebih luas, serta dijadikan sebagai sarana untuk memuaskan hasrat baik yang bersifat positif maupun negatif yang tidak dapat mereka lakukan di dunia nyata. Pada penggunaan media sosial ini ternyata gender adalah satu-satunya variabel demografi yang sangat signifikan berpengaruh dalam penggunaan media sosial, karena ada beberapa perbedaan antara pengguna media sosial laki-laki dan perempuan. Dapat disimpulkan bahwa dalam hal perubahan ini, telah terjadi pembentukan identitas yang di rekonfigurasi ruang dan waktu yang terikat dengan teknologi baru
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DAN KESEHATAN ANAK BALITA (KASUS PADA CSR PT. PERTAMINA TBBM BANDUNG GROUP)
Gizi buruk anak balita di perkotaan disebabkan oleh faktor ekonomi, faktor pelayanan kesehatan, dan faktor hereditas. Kesehatan anak yang berusia di bawah lima masih sangat bergantung pada ibu. Keterlibatan dan peran serta perusahaan melalui kegiatan-kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (TJSP) dapat dilakukan melalui program-program yang mendukung kesehatan ibu dan anak. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Informan penelitian adalah program manajer CSR, tokoh masyarakat serta masyarakat penerima manfaat. Data analisis dilakukan melalui proses reduksi data, presentasi data dan pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan program-program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dapat diselaraskan dengan program-program yang telah berjalan selama ini di masyarakat. PT.Pertamina TBBM Bandung Group merupakan salah satu BUMN yang peduli terhadap kesehatan ibu dan anak, melalui Program SEHATI (Sehat Ibu dan Anak Tercinta) dan OMABA (Ojek Makanan Balita), yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kesehatan serta menurunkan Angka Anak Balita Gizi Buruk, sekaligus meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Kota Bandung. Keberhasilan program-program CSR dalam bidang kesehatan ibu dan anak tidak lepas dari kerjasama antara pihak perusahaan dengan komite kesehatan di masyarakat. Keterlibatan masyarakat penerima program CSR sangat esensial untuk menjaga kesinambungan program
KOMPETENSI KULTURAL DALAM PEKERJAAN SOSIAL PASCA BENCANA
Dalam praktek pekerjaan sosial, seorang pekerja sosial membutuhkan pengetahuan dan keterampilan tertentu. Salah satu dari pengetahuan dan keterampilan tersebut adalah kompetensi kultural. Konsep tentang kompetensi kultural telah dikenal dan menjadi bagian dari pekerjaan sosial sejak lama terutama di tempat-tempat dimana tingkat etnisitas dan kelompok marginal yang tinggi. Dengan dimilikinya kompetensi kultural, seorang pekerja sosial dapat memahami, menerima dan menghargai sasaran pekerjaannya yang berbeda secara sosial dan kultural. Indonesia sebagai negara dengan tingkat keanekaragaman yang tinggi membutuhkan pekerja-pekerja sosial yang memiliki kompetensi kultural. Melalui artikel ini, penulis ingin menggali sejauh mana kompetensi kultural telah diimplementasikan oleh pekerja sosial dalam praktek pekerjaan sosial di Indonesia. Penulis akan mengambil ruang lingkup pekerjaan sosial pasca bencana untuk menggali kompetensi kultural pekerja sosial. Metode yang digunakan berupa kajian literatur dan dokumen. Berdasarkan kajian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kompetensi kultural sangat relevan untuk diimplementasikan di Indonesia karena kondisi masyarakat yang majemuk dan beranekaragam. Oleh karena itu, pekerja sosial perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan sehingga memiliki kompetensi kultural
PENGALAMAN DAN PENGETAHUAN TENTANG PELECEHAN SEKSUAL: STUDI AWAL DI KALANGAN MAHASISWA PERGURUAN TINGGI (EXPERIENCE AND KNOWLEDGE ON SEXUAL HARASSMENT: A PRELIMINARY STUDY AMONG INDONESIAN UNIVERSITY STUDENTS)
Artikel ini mendeskripsikan pengalaman dan pengetahuan mahasiswa mengenai pelecehan seksual dan menguji asosiasi faktor-faktor demografis, program studi, dan sikap terhadap peran gender dengan pemahaman mengenai pelecehan seksual di kalangan mahasiswa perguruan tinggi. Responden dalam penelitian ini adalah 133 mahasiswa laki-laki dan perempuan dengan usia rata-rata 19,6 tahun yang sedang menempuh pendidikan sarjana bidang ilmu kesejahteraan sosial dan ilmu politik pada sebuah perguruan tinggi negeri di Jawa Barat yang terpilih secara non-random. Pengumpulan data dilakukan menggunakan survey dan analisa data dilakukan dengan menggunakan uji statistik. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan mahasiswa mengenai pelecehan seksual relatif baik meskipun perlu ditingkatkan. Mayoritas responden pernah mengalami paling sedikit satu bentuk pelecehan seksual yang dilakukan oleh pihak yang dikenal maupun pihak yang tidak dikenal. Bentuk pelecehan seksual yang umumnya dilapokan adalah perhatian seksual yang tidak diinginkan dan pelecehan gender. Penelitian menemukan jenis kelamin, usia, pengalaman pelecehan seksual dan sikap mengenai peran gender merupakan variable-variabel yang mempengaruhi pemahaman mengenai pelecehan seksual. Pengetahuan mengenai pelecehan seksual yang relative lebih baik dilaporkan oleh mahasiswa perempuan, pernah mengalami sedikitnya satu bentuk pelecehan seksual, berusia 21 tahun atau lebih dan mendukung kesetaraan peran jender. Diskusi diarahkan pada implikasi temuan terhadap pendidikan perguruan tinggi untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai pelecehan seksual.Kata kunci: kekerasan seksual, perguruan tinggi, pelecehan seksual, pengetahuan dan pengalaman mahasiswa.
PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM PROGRAM TERPADU PENINGKATAN PERAN WANITA MENUJU KELUARGA SEHAT DAN SEJAHTERA (P2WKSS) DI RW 12 KELURAHAN PASIRKALIKI KECAMATAN CIMAHI UTARA KOTA CIMAHI
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat khususnya perempuan dalam kegiatan usaha ekonomi produktif Program Terpadu P2WKSS di RW 12 Kelurahan Pasirkaliki Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi. Partisipasi atau keterlibatan masyarakat khususnya perempuan yang diteliti adalah bentuk dari partisipasi masyarakat di RW 12 Kelurahan Pasirkaliki. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi non partisipan, studi kepustakaan, dan studi dokumentasi. Teknik penentuan informan bersifat purposive. Informan dalam penelitian ini berjumlah delapan orang yang terdiri dari Penanggungjawab Program Terpadu P2WKSS Dinas Sosial P2KBP3A Cimahi, Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Rakyat Kelurahan Pasirkaliki, dan kelompok sasaran Program Terpadu P2WKSS. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi.Hasil penelitian secara umum menunjukan bahwa pada tahap perencanaan, kelompok sasaran terlibat dalam kegiatan rapat dan berpartisipasi dalam bentuk pikiran. Kelompok sasaran berpartisipasi dalam bentuk pikiran, tenaga, keterampilan dan materi dalam berbagai kegiatan pada tahap pelaksanaan, dan pemanfaatan hasil. Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa partisipasi pikiran pada tahap evaluasi masih belum maksimal. Hal ini dikarenakan kurangnya kesempatan yang diberikan pihak penyelenggara program terhadap kelompok sasaran
PERLINDUNGAN PEREMPUAN KORBAN BENCANA
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pemenuhan hak perempuan dalam situasi bencana yang ada di Indonesia. Tindak penindasan lebih terlihat ketika sumber daya terbatas pada situasi bencana khususnya di negara berkembang atau daerah konflik. Hal ini menjadi penting meningat Indoensia adalah salah satu negara rawan bencana, dan disisi lain budaya patriarki yang telah mengakar sejak dulu masih menyisakan tindak diskriminasi bagi perempuan sehingga berimbas pda aspek-aspek pemenuhan hak-hak kelompok perempuan dalam situasi darurat seperti bencana. Maka pekerja sosial memiliki peran yang sangat dibutuhkan agar penyelesaian tidak hanya bersifat kuratif tetapi juga sensitif terhadap kebutuhan kelompok perempuan baik yang sudah tersuarakan maupun yang belum sehingga setiap kebutuhan dan pemenuhan hak perempuan korban bencana. Penelitian ini tidak hanya semata-mata sebagai bentuk perlawanan terhadap dominasi kelompok laki-laki, tetapi jalan advokasi untuk jaminan hidup yang aman dan nyaman bagi seluruh kelompok masyarakat. Artikel ini menggunakan metode studi pustaka yaitu buku dan jurnal. Hasilnya menunjukkan bahwa program penanggulangan bencana masih belum mengintegrasikan gender sebagai bagian komponen dari penyelenggaraan program penanggulangan bencana, sehingga hak-hak kelompok rentan seperti kelompok perempuan masih belum terpenuhi
KOMUNIKASI ORGANISASI BERBASIS KEYAKINAN DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Isu penelitian ini seputar komunikasi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) sebagai Faith-Based Organization (FBO). Masalah utama penelitian adalah bagaimana OPZ dapat bekerjasama meningkatkan kepercayaan masyarakat dan produktivitas lembaga. Pendekatan Interpretif melalui Teori Konstruksi Sosial menjadi acuan guna melihat proses komunikasi organisasi melalui etos komunikator OPZ. Metode penelitian adalah kualitatif dengan teknik studi kasus dan informan dari OPZ tingkat Jawa Barat . Hasil penelitian menunjukan bahwa etos komunikator sebagai source of credibility dalam komunikasi OPZ, bersumber dari Ajaran Islam, hukum positif, dan pedoman dasar OPZ dapat menciptakan nilai-nilai organisasi sebagai dasar melaksanakan kerjasama pogram pemberdayaan masyarakat. Kerjasama OPZ dalam program pemberdayaan lebih banyak ke aspek personal power dan interpersonal power dan sedikit ke aspek political power. Diperlukan penguatan nilai-nilai keterbukaan dan saling percaya diantara OPZ, perubahan regulasi zakat, tata kelola lebih transparan, akuntabel dan berkeadilan guna meningkatkan kepercayaan, realisasi potensi zakat, dan kesejahteraa
HASIL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH KOPERASI SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PETANI DAERAH CEPOGO
Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Kospin Tekun dan hasil yang diperoleh dari adanya pemberdayaan masyarakat di Kospin Tekun ini. Dalam penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara kepada informan yaitu kepada pengurus Kospin Tekun, Petugas dari Kospin Tekun yang melakukan pendampingan kelompok, serta petani yang tergabung menjadi anggota Kospin Tekun, serta studi dokumen dan observasi partisipan. Temuan Penelitian mengungkapkan adanya proses pemberdayaan masyarakat yaitu mengupayakan masyarakat untuk lebih mudah dalam mengakses permodalan. Dengan adanya Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Tekun maka masyarakat mengalami perubahan dari segi ekonomi. Dampak lain seperti terjaganya tradisi bersih desa karena masyarakat harus mengeluarkan biaya yang banyak untuk membeli kebutuhan, selain itu ada peningkatan pengetahuan masyarakat karena selain program keuangan Kospin Tekun memberikan kesempatan untuk masyarakat petani dalam mengakses pengetahuan melalui pelatihan yang telah dirancang
MODEL PELAYANAN SOSIAL BERBASIS SISTEM SUMBER DALAM MASYARAKAT INDUSTRI KERAJINAN BORDIR
Sistem sumber digali dari nilai-nilai yang ada dalam masyarakat yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan memecahkan permasalahan yang dihadapi. Hal ini dikarenakan sistem sumber dalam masyarakat memberikan pelayanan sosial yang dibutuhkan oleh masyarakat yang bersangkutan. Sistem sumber ini berupa daya, dana, barang, jasa, peluang, jalur, maupun informasi. Semakin banyak sistem sumber yang ada dalam masyarakat maka semakin banyak pelayanan sosial yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dan mengatsi permasalahan yang ada. Penggunaan pelayanan sosial yang didasarkan sistem sumber lebih mudah diakses karena ada di dalam masyarakat yang bersangkutan termasuk dalam masyarakat industri kerajinan bordir. Pelayanan sosial pada dasarnya dapat dilakukan dengan memanfaatkan lembaga yang ada dalam masyarakat ataupun dengan memanfaatkan hubungan yang terjadi dalam masyarakat.Metode penelitian adalah dekriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah data primer yang didapat dari wawancara mendalam dan observasi. Sementara data sekunder didapat dari catatan tertulis, gambar, grafik, kliping Koran, rekaman, dan informasi yang berasal dari media elektronik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan sosial dalam masyarakat industri kerajinan bordir terbagi dalam tiga kategori. Pertama pelayanan sosial berdasarkan sistem sumber formal yang mentikberatkan pada organisasi khusus tempat masyarakat menjadi anggotanya. Kedua pelayanan sosial berdasarkan sistem sumber informal yang menitikberatkan pada hubungan yang terjalin dinatara anggota masyarakat. Ketiga, pelayanan sosial berdasarkan sistem sumber kemasyarakatan yang menitikberatkan pada pelayanan yang diberikan bagi semua anggota masyarakat. Selain itu juga model pelayanan sosial juga didasarkan pada cakupan dan kesinambungan serta penyelenggara pelayanan sosial