FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI
Not a member yet
119 research outputs found
Sort by
APLIKASI REGRESI LOGISTIK ORDINAL MULTILEVEL UNTUK PEMODELAN DAN KLASIFIKASI HURUF MUTU MATA KULIAH METODE STATISTIKA
Statistical Methods (STK211) is an interdept course under coordination of Statistic Departement Faculty of Mathematics and Natural Science, Bogor Agricultural University (BAU). The final grade received by student who follow Statistical Methods is measurement in ordinal scale, that is A, B, C, D and E. In the 2008/2009 academic year there are 7 parallel classes in the Faculty of Mathematics and Natural Science, BAU. By considering the hierarchical structure contained in the score of student achievement data, the student (first level) is nested in a parallel class (second level), hence this study used multilevel ordinal logistic regression analysis to model the final score of Statistical Methods with the factors that influence it. Explanatory variables that significantly affect the final score of Statistical Methods are the GPA of TPB (student’s first year of college) and gender, with the variability of the intercepts across parallel classes in the logit function as 1.184. Percentage classification accuracy obtained by using multilevel ordinal logistic regression model was 56.85%Keywords : hierarchical, multilevel modeling, multilevel ordinal logistic regression, classificatio
ALGORITMA GENETIK PENDUGAAN PARAMETER MODEL NONLINEAR JERAPAN FOSFOR (Genetic Algorithm for Parameter Estimation of Phosphorus Adsorption Nonlinear Model)
Expectation Maximization (EM) was the best method used to estimate the parameters of phosphorus adsorption in a nonlinear model. However, it is questionable whether the optimum value obtained was exactly a global optimum value. Genetic algorithm is an alternative procedure to estimate the phosphorus adsorption’s parameters in a nonlinear model. The objective of this study was to have a better understanding in the use of genetic algorithm in maximum likelihood estimation of phosphorus adsorption nonlinear model parameters and compare it with the EM algorithm. This study used data of P adsorption isotherms of kaolinitic and smektitic soil in three locations. Phosphorus adsorption nonlinear models used are Freundlich and Langmuir. Results showed that the genetic algorithm and EM method produced different values of estimated phosphorus maximum adsorption and bonding energy parameters. AIC and SBC values of genetic algorithm is lower than EM algorithm, both on the Langmuir and Freundlich models. AIC and SBC values of Langmuir model is lower than Freundlich model both for genetic algorithms and EM algorithm. Hence, the best model for phosphorus adsorption is Langmuir nonlinear model with genetic algorithm. Keywords: nonlinear model, EM, Freundlich, Langmuir, genetic algorith
METODE E-BLUP DALAM SMALL AREA ESTIMATION UNTUK MODEL YANG MENGANDUNG RANDOM WALK
Ada dua topik utama yang menjadi perhatian para statistisi dalam membahas persoalan survei. Yaitu persoalan pengembangan teknik penarikan contoh (sampling technique) dan pengembangan metodologi pendugaan parameter pupulasi (estimation methods). Adapaun persoalan mutakhir dalam metodologi pendugaan adalah menyangkut pendugaan untuk daerah atau domain survei yang memiliki contoh kecil atau bahkan tidak memiliki contoh satupun, Rao(2003). Misalnya survei untuk unit rumah tangga pada suatu survei berskala nasional. Umumnya untuk survei demikian banyaknya contoh rumah tangga untuk tiap kabupaten dalam suatu propinsi sangat kecil (small area). Bahkan bisa terjadi kabupaten tertentu tidak terpilih sebagai daerah survei sehingga contoh rumah tangga dari kabupaten tersebut tidak ada. Metode pendugaan langsung (direct estimation) untuk daerah atau kabupaten yang bersangkutan menjadi tidak layak karena contohnya terlalu kecil. Pada makalah ini akan dipaparkan metode pendugaan daerah kecil (small area estimation) dengan pendekatan pendugaan tidak langsung berbasis model (indirect estimation - model based). Khususnya untuk model yang mengandung langkah acak (random walk). Kata Kunci : direct estimation, indirect estimation, generalized regression, general linear mixed model, empirical best linear unbiased prediction, block diagonal covariance, random walk
Simulasi Pengaruh Data Berkorelasi Menggunakan Pendekatan Bayes Dengan Noninformative Prior
Masalah multikolinieritas sering timbul dalam pendugaan model kalibrasi peubah ganda. Metode pendugaan parameter dengan metode kuadrat terkecil kurang tepat digunakan jika terjadi masalah multikolinieritas. Pendugaan parameter dengan data berkorelasi diantaranya dapat digunakan Analisis Komponen Utama, Regresi Kuadrat Terkecil Parsial, Regresi atas Koefisien Fourier, Jaringan Syaraf Tiruan dan Pendekatan Bayes (Notodiputro, 2003). Menurut penelitian yang telah dilakukan sebelumnya ternyata pendekatan bayes mempunyai hasil yang lebih baik dibanding dengan metode lain (Notodiputro, 2003). Hal ini dikarenakan dalam pendekatan bayes ditambahkan informasi tambahan terhadap model yang dibangun. Dari penelitian yang dilakukan oleh Rahayu (2003), pemilihan penggunaan sebaran prior sangat berpengaruh terhadap hasil dugaan. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan bayes dengan noninformative prior untuk mengetahui keakuratan pendugaan respon pada kondisi data yang berkorelasi. Data yang digunakan merupakan data bangkitan dengan berbagai kombinasi jumlah pengamatan, jumlah peubah dan tingkat korelasi yang dicobakan pada empat metode dengan nilai inisial tertentu. Penggunaan prior normal untuk jenis data normal ternyata layak digunakan. Hal ini dapat dibuktikan dengan metode I yang mempunyai nilai ketelitian yang tinggi. Pemberian nilai inisial ternyata berpengaruh terhadap ketelitian, untuk itu dalam metode I, II, III, IV sebaiknya digunakan nilai inisial yang layak sehingga modelnya nanti mempunyai ketelitian yang tinggi. Secara umum pada semua metode, peningkatan nilai korelasi berpengaruh terhadap nilai ketelitian, dimana ketelitian modelnya menurun seiring dengan bertambahnya nilai korelasi. Pada metode I dan II, untuk semua n yang dicobakan, kenaikan jumlah peubah memberikan pengaruh perubahan terhadap nilai ketelitian tetapi perubahannya belum menunjukkan suatu pola. Untuk metode III dan IV kenaikan jumlah peubah cenderung menyebabkan nilai ketelitian semakin menurun. Kata kunci : Pendekatan Bayes, Noninformative Prio
SEJARAH PERKEMBANGAN STATISTIKA DAN APLIKASINYA
Statistika diawali sebagai ilmu untuk mengumpulkan angka (data). Pada abad 17 statistika deskriptif mulai berkembang, begitu juga ilmu peluang yang awalnya dilahirkan dari meja judi sudah mulai muncul . Ilmu peluang ini melandasi berkembangnya statistika induktif yang terjadi pada pertukaran abad 19 dan 20 dengan Karl Pearson sebagai pelopornya. Statistika induktif berkembang pesat setelah R. A. Fisher memperkenalkan metode Maximum Likelihood pada tahun 1922. Dengan adanya perkembangan teknologi komputer, metode eksplorasi data dan bootstrap mulai berkembang pada tahun 1970. Metode ini sebagai awal dari analisis data tanpa model peluang yang populer dengan data driven. Seiring dengan perkembangan statistika induktif, statistika mulai diterapkan pada berbagai bidang seperti ekonomi, industri, pertanian, sosiologi, psikologi, dan lain-lain.Di bidang ekonomi aplikasi statistika pada ekonometrika, sedangkan di bidang industri aplikasi yang sangat terkenal adalah metode Quality Control dan metode Six-Sigma.Pada abad 21 diperkirakan metode data mining akan banyak digunakan dalam bidang terapan. Perkembangan ini akan berpengaruh terhadap model pendidikan dan pengajaran statistika dewasa ini.Di Indonesia penggunaan statistika dipelopori dengan dibukanya program pendidikan statistika di bawah naungan Jurusan Statistika IPB (S1 sejak tahun 1967 dan S2 sejak tahun 1975). Peran Jurusan Statistika IPB baik lewat mata kuliah pelayanan pada jurusan lain di lingkungan IPB, maupun para lulusannya yang sudah tersebar di bergai bidang pekerjaan memberikan dampak positif bagi penggunaan statistika sebagai alat bantu analisis.Sekarang selain IPB ada PTN dan PTS yang telah membuka jurusan statistika.
ANALISIS KONJOIN: METODE FULL PROFILE DAN CBC UNTUK MENELAAH PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PILIHAN PEKERJAAN
Penggerombolan adalah proses mengelompokkan objek ke dalam kelompok-kelompok yang memiliki kemiripan. Beberapa masalah yang sering dijumpai dalam analisis gerombol yaitu skala pengukuran peubah tidak sama dan jumlah objek besar serta jumlah gerombol tidak diketahui. Salah satu pendekatan untuk menangani masalah ini tanpa mentransformasi peubah-peubah tersebut adalah dengan menggunakan metode Two Step Cluster. Penelitian ini bertujuan sebagai penerapan metode Two Step Cluster dengan menggerombolkan desa/kelurahan yang berada di Jawa Barat. Hasil penggerombolan dengan metode TwoStep Cluster, gerombol awal yang dihasilkan pada tahap pertama adalah sebanyak delapan gerombol, sedangkan gerombol optimal yang dihasilkan pada tahap dua adalah sebanyak tiga gerombol. Gerombol satu tidak dapat dikatakan sebagai suatu gerombol, karena anggota-anggota didalamnya merupakan objek-objek yang memencil ekstrim dan tidak dapat dimasukkan ke dalam gerombol lainnya. Desa/kelurahan yang termasuk gerombol dua memiliki karakteristik pedesaan. Desa/kelurahan tersebut memiliki lahan terluas, jumlah rumah tangga pertanian terbanyak, namun belum berkembang dalam bidang industri serta komunikasi dan informasi. Sehingga untuk meningkatkan potensi desa pada gerombol ini, yang harus diperhatikan adalah peubah-peubah yang tingkat perkembangannya masih rendah. Gerombol tiga memiliki karakteristik desa yang berstatus perkotaan. Desa/kelurahan pada gerombol ini memiliki jarak terdekat ke pusat kota, cukup maju dalam bidang industri, komunikasi dan informasi, namun memiliki angka pengangguran tertinggi
KONSISTENSI RESPONDEN DALAM MENGEVALUASI PROFIL PRODUK PADA ANALISIS KONJOIN
Salah satu non sampling error dalam suatu survey adalah ketidakkonsistenan jawaban yang diberikan oleh responden terutama jika diminta untuk memberikan prioritas terhadap profil suatu produk. Hal tersebut berkaitan dengan alat ukur (kuesioner) yang digunakan. Dalam analisis konjoint, evaluasi preferensi terhadap suatu produk dilakukan dengan memberikan penilaian (rating) dan mengurutkan (ranking) profil-profil suatu produk. Responden dikatakan konsisten apabila hasil analisis konjoin per individu dari data rating dan ranking menunjukkan urutan tingkat kepentingan atribut yang sama dari dua metode pengukuran tersebut. Sebagai bahan evaluasi terhadap ketidakkonsistenan jawaban responden, dalam penelitian ini digunakan studi kasus preferensi mahasiswa IPB dalam memilih mata kuliah pilihan. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive. Dari hasil survey, secara umum dapat dikatakan responden konsisten dalam mengevaluasi stimuli dengan metode rating dan ranking. Sedangkan apabila ditinjau dari sisi masing-masing individu diperoleh sekitar 43% responden yang dapat mengevaluasi stimuli dengan metode rating dan ranking secara konsisten. Kekonsistenan jawaban responden dipengaruhi oleh lamanya waktu yang diperlukan untuk evaluasi produk, sikap dan kesungguhan dalam menjawab, serta pribadi yang serius (ditunjukkan oleh prilaku yang tidak gemar bermain games). Kata kunci : konjoint, rating, ranking, kekonsistena
PENERAPAN RANTAI MARKOV PADA PENGEMBANGAN UJI KETERDUGAAN KUNCI (Markov Chain Technique in Key Predictability Test Development)
One Time Key (OTK) system with key from alphabetical sequences is one of symmetric encryption algorithm that used in Indonesia to protect secret information. Alphabetic sequences in OTK system must be cryptographically secure pseudorandom sequences. OTK system in Indonesia only tested by overlapping m-tuple test developed by Marsaglia (2005). Overlapping m-tuple test doesn’t check the unpredictability of alphabetical sequences, it just tests distribution form and indpendency of alphabetical sequences. So, an alphabetical sequence in OTK system cannot be used in cryptography application by the reason of unpredictability sequence is unknown. Because some of Pseudorandom Number Generator (PRNG) algorithm based on block cipher algorithm that has markovian properties, markov chain model used to detect predictability alphabetical sequences. Data in this study consists of two data sources i.e. simulation data that generated from four classes PRNG and OTK system keys in 2005 that used in three communication units of foreign ministry. Simulation data is used to develop key predictability test methodology by find predictability threshold value based on characteristic of match level. OTK system keys will be predictability tested by comparing characteristic of match level with threshold value that is obtained from simulation data. The first result of this study shows the alphabetical sequence generated by first, second and fourth PRNG class can\u27t be modeled with first-order markov chain until third-order. The third PRNG class, except PRNG LCG1, LCG2, coveyou, rand and randu, also can\u27t be modeled with first order markov chain until third-order. Sequence generated by LCG2, coveyou, rand and randu are not fit for use in cryptography because it has a high probability to be modeled by high orders of markov chain (above the order of three). The second result obtains predictability threshold value with markov chains based on the minimum and maximum match level on the second-order and third-order. The last result shows the size of training data must be greater than the size of the observation data with the best ratio between the size of training data with observational data is 100: 10. The results of testing using 10 times repeated shows that the match level average of the OTK system key match on the all of three-order less than 4.5 x 10-2, so the OTK system the is feasible to secure information in three communication units. Keywords: One Time Key (OTK), markov chain, PRNG, probability transition, match level
Persepsi Masyarakat Mengenai Kriteria Calon Presiden 2004-2009 (Studi Kasus: Daerah Pemilihan Kota Bogor)
Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden 5 Juli 2004 secara langsung memberikan kesempatan masyarakat untuk dapat memilih calon presiden sesuai dengan harapannya. Harapan masyarakat tersebut dapat dilihat melalui pandangan masyarakat tentang kriteria apa saja yang penting dimiliki oleh seorang calon presiden dan apakah kriteria tersebut ada pada diri calon presiden itu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kriteria yang paling penting dimiliki oleh seorang calon presiden adalah mampu mengatasi krisis ekonomi. Persepsi masyarakat Bogor secara umum menilai bahwa calon presiden Amien Rais merupakan tokoh yang tidak terlibat pelanggaran HAM, tidak terlibat Orde Baru, dan mampu menggalang hubungan internasional. Sedangkan calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai mampu mengatasi krisis ekonomi, memiliki visi, misi dan program kerja yang jelas serta memiliki intelektual yang tinggi. Pendukung calon presiden Hamzah Haz paling tidak konsiten pada jawaban mereka mengenai kriteria-kriteria calon presiden, kemudian diikuti oleh pendukung Megawati dan Wiranto. Sedangkan pendukung calon presiden Amien Rais merupakan pendukung yang paling konsisten, kemudian diikuti oleh pendukung Susilo Bambang Yudhoyono
ANALISIS BIPLOT STATUS KESUBURAN TANAH
Tulisan ini mendeskripsikan status kesuburan tanah menggunakan biplot. Data yang digunakan merupakan lokasi rencana pencetakan sawah baru di daerah Merowi, Kalimantan Barat. Data terdiri dari 17 seri tanah dan 14 sifat-sifat tanah. Hasil telaah menunjukkan bahwa daerah tersebut dapat dikelompokkan dalam empat kelompok dengan status kesuburan relatif sama yaitu kelompok pertama terdiri dari seri Seringkong, Sekayam, Pemodis, dan Merowi dengan ciri utama pH dan basa-basa dapat ditukar relatif tinggi; kelompok kedua terdiri dari Kualadua, Sebungkuh dan Robokan dengan ciri utama kadar kalium dan bahan organik relatif tinggi; kelompok ketiga terdiri dari Semayang, Ketanan, Tanjungpinang, dan Senajam dengan ciri utama pH dan basa-basa dapat ditukar relatif rendah; kelompok keempat terdiri dari Tanjungbunga, Seke, Tunggalbhakti, Tataikuju, Potua dan Kembayan dengan ciri utama kadar kalium dan bahan organik relatif rendah