FORUM STATISTIKA DAN KOMPUTASI
Not a member yet
119 research outputs found
Sort by
METODE KLASIFIKASI BERSTRUKTUR POHON DENGAN ALGORITMA CRUISE, QUEST, DAN CHAID
Metode klasifikasi berstruktur pohon mulai banyak digunakan di berbagai bidang terutama karena hasilnya yang mudah diinterpretasikan. Tulisan ini mengangkat CRUISE sebagai metode pohon klasifikasi yang relatif baru, serta membandingkannya dengan dua metode serupa yang telah dikenal sebelumnya, yaitu CHAID dan QUEST. Data jamur tingkat tinggi (mushroom) genus Agaricus dan Lepiota digunakan untuk penerapan empat metode (CRUISE 1D, CRUISE 2D, QUEST, dan CHAID). Analisis keempat metode tersebut menunjukkan bahwa peubah-peubah yang palingberkaitan dengan klasifikasi jamur yang ‘dapat dimakan’ atau ‘beracun’ adalah aroma dan warna sporanya. Untuk kasus ini, tampaknya CRUISE merupakan metode yang paling baik, dengan salah klasifikasi 0.0000 dan menghasilkan pohonterkecil. Berdasarkan metode ini, jamur yang dapat dimakan adalah jamur beraroma almond, adas, atau tidak beraroma, memiliki warna spora selain hijau, serta tidak ditemui secara bergerombol. Identifikasi jamur demikian cukup mendapat dukungan dari segi mikologi. QUEST dan CHAID masing-masing menghasilkan salah klasifikasi 0.0014 dan 0.0028. Dari segi kecepatan proses, CRUISE 1D adalah yang tercepat. QUEST sedikit lebih lambat daripada CRUISE 1D untuk data berukuran besar dan peubah kategorik yang banyak, sedangkan CRUISE 2D memerlukan waktu pemrosesan (CPU time) paling lama. Dengan salah klasifikasi yang relatif kecil dan pohon yang pendek, CRUISE dapat menjadi alternatif yang baik bagi metode klasifikasi lainnya
PENGGUNAAN GENERALIZED F TEST PADA ANALISIS RAGAM SATU ARAH DENGAN RAGAM TIDAK HOMOGEN
Analisis ragam dengan ragam galat yang tidak homogen memerlukan penanganan yang khusus dalam penyelesaiannya. Hal yang umum dilakukan adalah dengan mentransformasi data. Melalui transformasi data diharapkan kehomogenanan ragam akan terpenuhi sehingga proses pengujian dapat mendekati kesahihan. Namun, tidak mudah memperoleh transformasi yang menyebabkan asumsi kehomogenan ragam terpenuhi. Untuk mengatasi masalah ini, dapat digunakan pendekatan yang disebut dengan prosedur generalized F test. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan generalized F test pada analisis ragam satu arah dengan ragam tidak homogen. Tulisan ini menyajikan penerapan uji tersebut pada data hasil percobaan mengenai pertanian dalam bidang hortikultura hibrida melon. Berdasarkan tampilan visual dengan menggunakan diagram kotak garis, hasil respon dari kelima perlakuan yang diujicobakan memiliki kecenderungan berbeda. Namun perhitungan nilai p pada analisis ragam uji F konvensional didapat sebesar 0.117, hal ini disebabkan karena asumsi kehomogenan ragam tidak terpenuhi. Perolehan nilai p pada prosedur generalized F test didapat sebesar 0.0074. Kesimpulan yang diperoleh pada prosedur generalized F test sesuai dengan tampilan visual dari diagram kotak garis. Kata Kunci: ragam tidak homogen, ANOVA, generalized F tes
KAJIAN RESPONS PEUBAH TERHADAP BERBAGAI GUNCANGAN DALAM SISTEM PEMBENTUK PDB TANAMAN BAHAN MAKANAN MELALUI MODEL VECTOR AUTOREGRESSION
It has been known that Gross Domestic Product (GDP) is one of the tools which can be used to measure the agriculture sector\u27s performance. Since the agriculture\u27s GDP is influenced by food crops\u27 GDP, the measurement of agriculture\u27s GDP is based on production value of the prior commodities of food crops such as rice and corn. Production is influenced by harvested area, yield, producer\u27s price of commodities, and price of input factors such as fertilizers and pesticides. Vector Autoregression (VAR) model is one of the multivariate model that used to examine the relationship among variables which affect food crop\u27s GDP. VAR can also be used for giving information about behavior of the variables in response to the various shocks. The objective of the study is to examine the response of a variable to the various shocks of the other variables by using response impulse function of VAR model. The study shows that harvested area significantly affects food crops\u27 GDP on all term, but commodity prices and input factors prices just affect on short term. The results also show that inflations in agriculture sector will increase farmer\u27s income and production effectively but the inflations are affected by input factor prices. Key words:: Food Crops\u27 GDP, Vector Autoregression, Response Impulse Functio
PENERAPAN MODEL LOGIT DALAM PEMETAAN POTENSI PENGEMBANGAN BANK SYARIAH
Penerapan model ordinal logit tidak selalu sesuai untuk semua kasus yang peubah responsnya berskala ordinal. Pada kasus pemetaan potensi bank syariah ini, model ordinal logit tidak cocok karena asumsi kesamaan profil antar kategori tidak dipenuhi. Sebagai alternatifnya dapat digunakan model nominal logit, atau model nominal logit kemudian dilanjutkan dengan sistem skoring terboboti. Metode nominal logit plus sistem skoring ternyata memberikan hasil dugaan yang cukup baik dengan tingkat ketepatan model mencapai 80%. Model alternatif ini dapat digunakan untuk menduga potensi suatu kabupaten/kota untuk pengembangan bank syariah. Kelebihan lain dari pendekatan ini adalah disamping hasil pendugaannya lebih stabil juga dimungkinkannya menduga potensi yang jumlah kategorinya tidak sama dengan kategori data observasinya. Kata kunci: Model logit, ordinal logit, nominal logit, skorin
PENDEKATAN STATISTIKA UNTUK PEMETAAN KEMISKINAN DI PROPINSI JAWA BARAT
Kemiskinan adalah salah satu masalah utama yang menjadi perhatian pemerintah saat ini. Pemahaman pola sebaran kemiskinan serta hubungannya dengan beberapa peubah lain seperti jarak geografis antar daerah perlu untuk diketahui sebagai langkah awal dalam memahami kemiskinan di suatu daerah, hal ini karena tingkat kemiskinan saja tidak cukup untuk dijadikan dasar dalam pengambilan kebijakan pengentasan kemiskinan. Banyak metode statistika yang dapat digunakan untuk memetakan konfigurasi kemiskinan. Dalam paper ini dikaji konfigurasi antar objek dengan menggunakan analisis penskalaan dimensi ganda (MDS), sedangkan perbandingan antar konfigurasi dilakukan dengan analisis Procrustes. Selanjutnya hubungan keeratan dan pengaruh keadaan kemiskinan antar daerah (autokorelasi spasial) dihitung dengan menggunakan Indeks Moran dan digambarkan dalam peta tematik. Kata kunci : penskalaan dimensi ganda, analisis Procrustes, autokorelasi spasia
POHON KLASIFIKASI DAN POHON REGRESI KEBERHASILAN MAHASISWA PASCASARJANA PROGRAM STUDI STATISTIKA IPB
Selama tiga tahun terakhir, untuk dua semester pertama, selalu terdapat mahasiswa Program Studi Statistika Sekolah Pascasarjana IPB yang tidak sanggup memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Karena itu menjadi penting untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan mahasiswa dengan menelusuri latar belakang pendidikan S1 dan prestasi akademik mahasiswa selama S1. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa S2 Program Studi Statistika angkatan 1991 - 2002. Pendekatan analisis yang digunakan adalah Metode Pohon Regresi (Regression Tree). Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi keberhasilan mahasiswa adalah jenis kelamin, status perkawinan, usia, pekerjaan, asal perguruan tinggi S1, program studi S1, nilai mutu rata-rata (NMR) yang dicapai untuk semua mata kuliah selama S1, nilai mutu rata-rata (NMR) untuk semua mata kuliah statistika selama S1, dan nilai mutu rata-rata (NMR) untuk semua mata kuliah matematika selama S1. Hasil analisis dari ke tiga pohon regresi menunjukkan bahwa jenis pekerjaan, asal perguruan tinggi dan NMR STK S1 adalah peubah yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan mahasiswa S2 Statistika. Mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi BHMN lebih unggul dibandingkan mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi Jawa non BHMN dan Luar Jawa. Kata kunci : NMR, statistika deskriptif, pohon klasifikasi, pohon regres
PENELUSURAN NILAI KORELASI PADA PROSES PRODUKSI TEPUNG BAKU SEMEN
Penelitian mengenai pengendalian mutu terhadap proses produksi tepung baku semen telah dilakukan sebelumnya. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa proses produksi tidak terkendali karena adanya perpindahan blok pada saat penambangan bahan baku semen (Puspitasari 2005). Selain itu, penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa nilai korelasi antar karakteristik mutunya terlalu kecil sehingga selain penggunaan bagan kendali peubah ganda, penggunaan bagan kendali peubah tunggal juga n bagan kendali peubah ganda proses tidak terkendali pada data awal i peubah tunggal bisa digunakan pada penelitian ytersebisa digunakan pada penelitian tersebut. Dalam tulisan ini akan dilihat lebih lanjut mengenai struktur korelasi yang terjadi antar karakteristik mutunya. Hasil penelusuran nilai korelasi antar karakteristik mutu pada kondisi awal, kondisi proses tidak terkendali dan kondisi proses terkendali menunjukkan adanya perubahan jika dibandingkan satu sama lainnya. Namun besarnya perubahan nilai tersebut relatif kecil, dan jika dilihat dari kedekatannya dapat dikatakan bahwa nilai korelasi pada saat kondisi proses terkendali lebih dekat dengan nilai korelasi pada saat kondisi proses tidak terkendali Kata kunci: Korelasi, Tepung baku semen, Karakteristik mut
ANALISIS STRUKTUR SPASIAL KALIUM TANAH SAWAH DI KABUPATEN BLITAR
Analisis semivariogram dan metode kriging digunakan untuk mengetahui ketergantungan spasial kalium, pendugaan dan pemetaannya dengan jumlah sampel pengamatan sebanyak 85 buah. Hasil semivariogram dan kriging menunjukkan bahwa umumnya kadar kalium tanah sawah di Kabupaten Blitar dapat diklasifikasikan ke dalam status sedang (10-20 me K2O/100 g) sekitar 82.92 persen, sebagian berstatus rendah (20 me K2O/100 g) di bagian barat daya. Proporsi area defisiensi kalium adalah 16,14 persen. Kata Kunci : Semivariogram, Ragam Spasial Kalium Tanah, Defisiens
KLASIFIKASI SKOR PROPENSITAS DALAM PENDUGAAN SELANG KEPERCAYAAN BOOTSTRAP UNTUK PERBEDAAN NILAI TENGAH DUA POPULASI
The comparison of mean of two populations assumes that there is no other variables influence (covariate) except the difference of the observed variable. In real data, this condition is often unfulfilled. Propensity score classification (PSC) is a method to overcome the case. In this research, we do simulation data to evaluate the method, and as the illustration we do the real data of first semester NMR of IPB postgraduate students in Statistics major. The simulation data is generated by covariates either with the same means or different ones to both groups, each with different parameter () 0,00, 0,25 and 0,50. The bootstrap confidence interval included a distribution which is built from propensity score estimations without the variance estimation. The result shows that 95% bootstrap confidence interval with PSC method includes the parameter for the same and different covariate distribution respectively as 0,95 and 0,87. This method is suitable only when the sample sizes are larger. The illustration uses real data with covariate age, marital status, graduate (S-1) NMR and occupation as a lecturer or not, the result estimation of 95% bootstrap interval confidence to differentiate NMR of postgraduate Statistics students in IPB between those who came from the universities in Java and outside Java is between -0,13 and 0,72. Keywords : propensity, bootstrap, covariate
PENDEKATAN GENERAL LINEAR MIXED MODEL PADA SMALL AREA ESTIMATION
Small area estimation is commonly used to describe smaller domain or sub-population. Small area estimation is an important measuring instrument to estimate parameter of smaller domain borrowing strength of population parameter estimate through statistical models with random influence. In this paper we showed the contribution of statistical methods in small area estimation using general linear mixed models. Keywords : small area estimation, general linear mixed mode