Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan
Not a member yet
125 research outputs found
Sort by
DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP MANAJEMEN PELESTARIAN LINGKUNGAN KAWASAN EKOWISATA MANGROVE TAMAN HUTAN RAYA NGURAH RAI, BALI
Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui seberapa besar dukungan sosial masyarakat terhadap keberadaan kawasan mangrove Tahura Ngurah Rai dilihat berdasarkan perbedaan gender dan tingkat pendidikan, serta mengetahui variabel dukungan sosial yang paling berpengaruh dari pengunjung dan petugas pengelola kawasan terhadap Tahura Ngurah Rai. Penelitian dilakukan dengan cara deskriptif kuantitatif menggunakan metode survei. Hasil yang didapat adalah bahwa responden yang paling paham mengenai berbagai jenis dukungan sosial yang bertujuan untuk pelestarian kawasan mangrove adalah responden dengan pendidikan terakhir sarjana, dan perbedaan gender tidak memberikan pengaruh terhadap kepekaan responden berkaitan dengan dukungan sosial. Variabel dukungan sosial yang paling berpengaruh terhadap pelestarian kawasan mangrove Tahura Ngurah Rai adalah jenis dukungan emosional
PENGARUH KEPEMIMPINAN LINGKUNGAN TERHADAP PERILAKU ZERO WASTE DI DESA PANGLIPURAN KECAMATAN BANGLI
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang pengaruh kepemimpinan lingkungan terhadap perilaku zero waste di Desa Panglipuran Kecamatan Bangli, Provinsi Bali. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji persyaratan analisis, analisis regresi linier Sederhana dengan sampel sebanyak 50 orang. Hasilnya menunjukkan bahwa kepemimpinan lingkungan memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku zero waste. Hal ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya komitmen kesadaran dan kepedulian seluruh shareholders desa akan pentingnya perilaku pengelolaan lingkungan hidup.
Kata kunci : Kepemimpinan Lingkungan, Perilaku Zero Waste, Desa Panglipura
PELESTARIAN EKOSISTEM MANGROVE DI TAMAN HUTAN RAYA (TAHURA) NGURAH RAI, DESA SUWUNG, DENPASAR, BALI
Pelestarian ekosistem mangrove adalah merupakan suatu usaha yang sangat kompleks untuk dilaksanakan, karena kegiatan tersebut sangat membutuhkan suatu sifat akomodatif terhadap segenap elemen yang berada di sekitar kawasan maupun di luar kawasan. Tahura mangrove Ngurah Rai, Denpasar, Bali merupakan kesatuan ekosistem yang memiliki potensi sumberdaya alam pesisir dan laut yang produktif, seperti ekosistem mangrove beserta biota yang hidup di dalamnya yang merupakan sumber bahan makanan, kawasan rekreasi, pariwisata, konservasi dan jenis pemanfaatan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam pelestarian ekosistem mangrove di Tahura Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat berupaya untuk menjaga kelestarian ekosistem mangrove dengan cara menjaga kebersihan di kawasan ekosistem mangrove, ikut aktif dalam kegiatan penanaman mangrove dan pembibitan mangrove serta memberikan dukungan dan penghargaan kepada LSM maupun kelompok masyarkat yang bergerak dalam bidang pelestarian ekosistem mangrove. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat telah menyadari pentingnya keberadaan ekosistem mangrove bagi kawasan pesisir pantai.
Kata Kunci: ekosistem mangrove, partisipasi masyarakat, pelestaria
TERPAAN BERITA LINGKUNGAN DAN RASA INGIN TAHU TENTANG ISU LINGKUNGAN SERTA PERILAKU PENOLAKAN PRODUK TIDAK RAMAH LINGKUNGAN
This research is the research of korelasional consisting of two free variables and bound variables are one. Free variables in this study was exposure to Environmental News and curiosity over environmental issues, while the bound variable is the behavior for the rejection of products are not eco-friendly. The purpose of this research was to know is there a relationship between exposure to Environmental News with Rejection Behavior products are not eco-friendly, well know is the relationship between Curiosity over environmental issues with no Product Rejection Behavior Eco-friendly as well as the relationship of the second variable is free i.e. exposure to Environmental News and curiosity over environmental issues with Rejection Behavior products are not eco-friendly. Research carried out on Nationwide News Agency employee Among TV news coverage of Division in December 2018 until January 2019. Using the sample as many as 60 people were taken using a simple random sampling method, using the technique of data collection questionnaire and field observations. The research found that there is a positive relationship between exposure to Environmental News with Rejection Behavior products are not eco-friendly, in addition also found a positive relationship between Curiosity over environmental issues with Rejection Behavior Products are not eco-friendly. The second variable is free it also has a positive relationship with the behaviour of the rejection of products are not eco-friendly. When exposure to Environmental News and curiosity over environmental issues is improved then the behavior of the rejection of products are not eco-friendly
EVALUASI IMPLEMENTASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT DALAM RANGKA GREEN HOSPITAL DI WILAYAH BALI
The increasing number of hospitals has an effect on the environmental damage of apabil not well managed. Environmental damage is a shared responsibility of both the government, the private sector and the public. In Indonesia today there is not even a hospital that already includes a green hospital, but the government prepares by 2020 every hospital is expected to participate in managing well by always considering the health, economic, ecological and social aspects so that the principle of fulfillment of the concept of sustainable development in the field health will be met, and hospitals can play an active role in minimizing the impacts of climate change. This research uses descriptive analysis techniques. From the results of this study states that of the 10 categories of world green hopsital hospitals in Bali still have much to prepare
MANAJEMEN KOLABORASI DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN UNTUK MEWUJUDKAN PABRIK SEMEN RAMAH LINGKUNGAN: Studi kasus pada pabrik semen di PT Semen Jawa Sukabumi
The results of this study focus on policy issues, guidelines, implementation, and expectations for Implementation of managemen environmental in order to realize environmentally friendly factory. This paper seeks to analyze the environmental impact, both in terms of benefits, as well as from environmental managemen, waste management, and evaluation & monitoring environmental report through policy analysis. Evaluation of the program used by the researchers is a Grindle evaluation model that includes the evaluation component policy and program formulation, Program Implementation, Resources alocation and Outcomes. Context Evaluation related to Environment license and AMDAL as stated in Law no. 27 of 2012. Evaluation of Policy and program formulation related to the policy AMDAL and AMDAL as guidance for environment management. Evaluation program implementation related to environment management, waste management and environmental monitoring. Resources alocation evaluation is related to facilities and infrastructure and budgeting. Outcomes evaluation is related to society complain handling, economy and social impact, This analysis tries to approach a strategy to consider: environmental management that benefits all parties, both government and society. The results of the analysis show the need for collaborative management among stakeholders (government, lokal government and lokal communities) in sustainable management of the site
ANALISIS PENGARUH NILAI IPM DAN JUMLAH PENDUDUK TERHADAP TIMBUNAN SAMPAH DI TPA SE-PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG: SEBUAH STUDI PENDAHULUAN
Kajian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana nilai IPM mempengaruhi jumlah sampah timbunan di Tempat Pembuangan Sampah (TPA) yang terdapat di tiap-tiap kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang didapat dari Biro Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Data dari Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Metode penelitian bersifat kuantitatif deskritif dengan menggunakan regresi sederhana dan metode rasio. Dari hasil pengujian didapat bahwa semakin tinggi nilai IPM suatu daerah semakin tinggi pula timbunan sampah di TPA daerah tersebut, artinya nilai IPM yang tinggi tidak memberikan korelasi positif terhadap penurunan timbunan sampah yang ada di TPA. Selain itu didapat pula bahwa besarnya jumlah penduduk di satu daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung belum tentu menyebabkan timbunan sampah di TPA daerah tersebut tinggi. Kajian ini merekomendasikan pentingnya untuk memasukkan indikator kebersihan ke dalam IPM
PENILAIAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN PADA AKOMODASI PERHOTELAN UNTUK MEWUJUDKAN GREEN HOTEL: bahasa indonesia
Pengelolaan lingkungan hidup dapat mengendalikan pemanfaatan sumber daya secara bijak dan mewujudkan manusia sebagai pembina lingkungan yang melaksanakan pembangunan berwawasan linkungan. Akomodasi pariwisata yaitu perhotelan merupakan salah satu jenis usaha yang harus memperdulikan tentang pengelolaan lingkungan. Keberhasilan suatu hotel mewujudkan green hotel tidak lepas dari berbagai aspek dan stakeholder. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penilaian masyarakat dalam pengelolaan lingkungan pada akomodasi perhotelan untuk mewujudkan green hotel. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian dari responden dengan pendapatan dengan pendapatan kelas atas mengunjungi hotel yang melakukan penghematan air sejumlah 70%, penghematan energi 55%, pengelolaan kawasan dilarang merokok 55%, penghijauan 45%, pengelolaan kebersihan 60%,komitmen pengelolaan 65% dan dukungan stakeholder 55%
IMPLEMENTASI PROGRAM SEKOLAH ADIWIYATA DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SDN TANAH TINGGI 3 KOTA TANGERANG
This research was taken place in SDN Tanah Tinggi 3 Kota Tangerang with purpose to understanding the implementation of Adiwiyata school programs in enhancing education quality that is related to the policy of Adiwiyata school programs, the implementation of Adiwiyata school programs, supporting factors and obstacle factors of implementation of Adiwiyata school programs in SDN Tanah Tinggi 3 Kota Tangerang. The methodology that used is qualitative method with descriptive approach. Data collection procedure was conducted through observation, in-depth interview, and documentation. Source of data is headmaster, team head of Adiwiyata, member of Adiwiyata team, and teachers. Analysis conducted using data reduction, data presentation, and data verification. This research shows that the school successfully achieved an award as Adiwiyata Mandiri school by launching 12 adiwiyata programs including everyday without plastics, a simple IPAL management at school, healthy canteen, waste bank management, JUMSIH program (a clean Friday), compost management program, composter and 3R (reuse, reduce, and recycle), etc. The program was implemented according to a number of components such as environmentally based policy; implementation of environmentally based curriculum; environmental activities in participative basis and management of environmentally friendly supporting activitie
HUBUNGAN KOMITMEN DAN TANGGUNG JAWAB LINGKUNGAN TERHADAP KINERJA PENGELOLAAN HUTAN PADA PROGRAM REBOISASI
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komitmen dan tanggung jawab lingkungan terhadap kinerja pengelolaan hutan pada program reboisasi. Lokasi penelitian dilaksanakan di Resot Pemangku Hutan (RPH) Solokuro – Lamongan, dengan obyek penelitian adalah masyarakat desa Solokuro peserta program reboisasi. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada 75 responden sampel. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan statistik parametrik yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji korelasional. Uji analisis dalam penelitian ini meliputi: (1) uji multiple (2) uji koefisien korelasi, dan (3) uji koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan, (1) komitmen yang tinggi berhubungan kinerja pengelolaan hutan yang tinggi, (2) tanggung jawab lingkungan yang tinggi berhubungan dengan kinerja pengelolaan hutan yang tinggi, (3) komitmen dan tanggung jawab lingkungan yang tinggi membuat kinerja pengelolaan hutan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut bahwa komitmen dan tanggung jawab lingkungan baik sendiri-sendiri maupun bersamaan memiliki hubungan positif terhadap peningkatan kinerja pengelolaan hutan, sehingga model ini dapat dilanjutkan dan juga bisa diterapkan program reboisasi di lokasi yang berbeda