Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan
Not a member yet
125 research outputs found
Sort by
Strategi Komunikasi Lingkungan Berbasis Partisipasi Masyarakat dalam Rehabilitasi Mangrove di Pesisir Kabupaten Pinrang (Studi Kasus Dusun Tanroe)
Environmental issues on the coast are of concern because of their important existence, but environmental conditions on the coast, especially mangrove forests, are increasingly critical Based on Clark Labs data, the extent of mangrove conversion to ponds from 1999 to 2018. The on going community participation in the mangrove rehabilitation program has its dynamics because it involves many parties. The parties involved include local governments (Forestry Service, UPT Sawitto, and Fisheries Service), farmers, village governments, and communities. During the implementation of the program activities, the main issues encouraging community participation in mangrove rehabilitation such as analysis, strategy, mobilization, action, evaluation, and sustainability are very interesting to be studied further. This research uses qualitative research with a case study approach. The unit of analysis is the mangrove rehabilitation program. Key data were collected through in-depth interviews with key informants. For the data triangulation process, observation of mangrove rehabilitation sites was carried out to complete the research data. Furthermore, the data is analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion. The result of this study is an evaluation of community participation in the mangrove rehabilitation program in Tanroe Hamlet, Bababinanga Village, while some issues have not been satisfactory such as participation in evaluation and participation in decision-making. Furthermore, developing a communication strategy run by the Pinrang Regency Government is very good for the short term. In the long term, it has not yielded significant results in some areas of the rehabilitation program. This is influenced by several things, including land rehabilitation and empowerment by communicators, extension programs and public campaigns, community participation in planning and decision-making, diverse communication media, formation of working groups and training, monitoring, and feedback. In principle, the practice carried out is good but still at the exploration stage.Isu lingkungan di pesisir yang menjadi perhatian karena eksistensinya yang penting, namun kondisi lingkungan di pesisir khususnya hutan mangrove semakin kritis Berdasarkan data Clark Labs, luasan konversi mangrove ke tambak dari tahun 1999 hingga tahun 2018. Berlangsungnya partisipasi masyarakat dalam program rehabilitasi mangrove memiliki dinamika tersendiri karena melibatkan banyak pihak. Pihak-pihak yang terlibat meliputi Pemerintah Daerah (Dinas Kehutanan UPT Sawitto dan Dinas Perikanan), Petambak, Pemerintah Desa, dan masyarakat. Selama pelaksanaan kegiatan program tersebut, isu-isu utama mendorong partisipasi masyarakat dalam rehabilitasi mangrove seperti analisis, strategi, mobilisasi, aksi, evaluasi, dan kesinambungan sangat menarik dikaji lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun unit analisisnya adalah program rehabilitasi mangrove. Data utama dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci. Untuk proses trisangulasi data, observasi lokasi rehabilitasi mangrove dilakukan untuk melengkapi data penelitian. Untuk selanjutnya data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah evaluasi partisipasi masyarakat terhadap program rehabilitasi mangrove di Dusun Tanroe Desa Bababinanga adapun beberapa isu belum memuaskan seperti partisipasi dalam evaluasi dan partisipasi dalam pengambilan keputusan. selanjutnya menyusun strategi komunikasi yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Pinrang sangat baik untuk jangka pendek. Untuk jangka panjang belum memberikan hasil yang signifikan di beberapa hal dalam program rehabilitasi. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya rehabilitasi lahan dan pemberdayaan oleh pihak komunikator, program penyuluhan dan kampanye public, partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan, media komunikasi yang beragam, pembentukan kelompok kerja dan pelatihan, pemantauan serta umpan balik. Pada prinsipnya praktek yang dilakukan sudah baik tetapi masih pada tahap eksplorasi
Analisis Kualitas Air Sumur Dangkal di RK 4 Kelurahan Doom Barat Distrik Sorong Kepulauan
Doom Island is a small island in Southwest Papua Province, Indonesia. Located right across from Sorong City, clean water services from PDAM do not yet reach all of Dum Island, so some people on Doom Island still use dug wells or shallow wells. The aim of this research is to determine the influence of sea water, the status of quality standards on the quality of shallow well water in RK 4, West Doom village, and the solution to its influence is to build an absorption well. The sampling technique uses purposive sampling intentionally, determining water quality status using the storet method. The results of the research at sample points 1 - 14, at sample points 1 - 3 there is the influence of sea water on shallow well water with a distance from the shoreline of around 13 - 22 meters with a shallow well depth of around 5 - 6 meters below the ground surface, with a value salinity 1180 – 2130 mg/L. The high salinity test value resulted in the influence of sea water in shallow wells at several well points in RK 4 West Doom Village. On average, most of the shallow wells in RK 4 West Dum District have class B water quality status, namely lightly polluted.Pulau Doom adalah sebuah pulau kecil di Provinsi Papua Barat Daya, Indonesia. Terletak tepat di seberang Kota Sorong, layanan air bersih dari PDAM belum menjangkau seluruh Pulau Dum, sehingga sebagian masyarakat di Pulau Doom masih menggunakan sumur gali atau sumur dangkal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh air laut, status baku mutu terhadap kualitas air sumur dangkal di RK 4 desa Doom Barat, dan solusi pengaruhnya yaitu dengan membuat sumur resapan. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan Purposive Sampling secara sengaja, penentuan status mutu air dengan menggunakan metode storet. Hasil penelitian pada titik sampel 1 – 14, pada titik sampel 1 – 3 terdapat pengaruh air laut terhadap air sumur dangkal dengan jarak dari bibir pantai sekitar 13 – 22 meter dengan kedalaman sumur dangkal sekitar 5 – 6 meter berada di bawah permukaan tanah, dengan nilai salinitas 1180 – 2130 mg/L. dengan tingginya nilai pengujian salinitas mengakibatkan adanya pengaruh air laut pada sumur dangkal di beberapa titik sumur di RK 4 West Doom Village. Rata-rata sebagian besar sumur dangkal di RK 4 Kecamatan Doom barat berstatus mutu air kelas B yaitu tercemar ringan
Strategi Penerapan Produksi Bersih (Clean Production) Di Pabrik Kelapa Sawit PT. SPA
The palm oil industry is projected to reach 240 million tons of production demand in 2050, which requires efficient processing plants with waste handling according to standards. Palm Oil Factory PT. SPA, focuses on processing palm oil and producing palm oil (CPO) and palm kernel. Solid, liquid and gas waste are by-products of processing. The concept of clean production is proposed as a holistic solution with positive ecological, economic, social and technical impacts. waste and losses at various production stations, emphasizing the need to reduce quantity and improve quality. Scattered palm fruit waste and oil leaks create a high risk and uncomfortable environment for workers. This research aims to analyze the clean production strategy at the PT Factory. Palm Oil SPA, evaluating implementation, identifying dominant factors, and setting strategic priorities. Field surveys, observations and interviews were used with the Analytical Hierarchy Process (AHP) method for quantitative descriptive analysis. The results show an effective housekeeping program as the main strategy, with employee understanding, awareness and participation as the main factors. Improvements need to be implemented, underscoring the importance of clean production in palm oil mills.Industri kelapa sawit diproyeksikan akan mencapai 240 juta ton permintaan produksi pada tahun 2050, yang membutuhkan pabrik pengolahan efisien dengan penanganan limbah sesuai standar. Pabrik Kelapa Sawit PT. SPA, berfokus pada pengolahan kelapa sawit dan memproduksi minyak sawit (CPO) dan inti sawit. Limbah padat, cair, dan gas merupakan hasil samping dari pengolahan. Konsep produksi bersih diajukan sebagai solusi holistik dengan dampak ekologis, ekonomis, sosial, dan teknis positif. pemborosan dan kerugian di berbagai stasiun produksi, menekankan perlunya pengurangan kuantitas dan peningkatan kualitas. Limbah buah kelapa sawit berserakan dan kebocoran minyak menciptakan lingkungan risiko tinggi dan kurang nyaman bagi pekerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi produksi bersih di Pabrik PT. Kelapa Sawit SPA, mengevaluasi implementasi, mengidentifikasi faktor dominan, dan menetapkan prioritas strategis. Survei lapangan, observasi, dan wawancara digunakan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk analisis deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan program housekeeping efektif sebagai strategi utama, dengan pemahaman, kesadaran, dan partisipasi karyawan sebagai faktor utama. Perbaikan perlu diterapkan, menggarisbawahi pentingnya produksi bersih dalam pabrik kelapa sawit
Ecoprint di Indonesia: Perpaduan Karya Seni dan Upaya Pelestarian Lingkungan
Ecoprint adalah teknik mencetak pada kain dengan menggunakan pewarna alami, seperti daun, bunga, atau bagian tubuh tumbuhan. Metode ini menghasilkan motif yang unik dan otentik, sambil menghindari penggunaan zat kimia berbahaya. Dalam era ketidakstabilan lingkungan, kesadaran akan pentingnya melestarikan alam semakin meningkat. Tulisan ini mengeksplorasi peran ecoprint dalam melestarikan lingkungan dan bagaimana teknik ini dapat menjadi solusi masa depan yang berkelanjutan
Pengaruh Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai BPR Di Kabupaten Bandung Barat yang dimediasi oleh Motivasi Lingkungan kerja
Persaingan yang semakin ketat dalam industri perbankan menuntut Bank Perkreditan Rakyat (BPR) untuk meningkatkan kinerja pegawainya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai di BPR di Kabupaten Bandung Barat, dengan motivasi lingkungan kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan verifikatif, melibatkan 286 pegawai dari lima BPR yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert 5 poin yang mengukur kepemimpinan, budaya organisasi, motivasi lingkungan kerja, dan kinerja pegawai. Analisis jalur (path analysis) digunakan untuk mengukur pengaruh langsung dan tidak langsung antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi lingkungan kerja (β = 0,778; p < 0,001) dan kinerja pegawai (β = 0,315; p < 0,001). Kepemimpinan tidak menunjukkan pengaruh langsung signifikan terhadap kinerja pegawai (β = 0,008; p > 0,05), namun memiliki pengaruh tidak langsung melalui motivasi lingkungan kerja (pengaruh total = 0,041). Motivasi lingkungan kerja juga terbukti berperan sebagai variabel mediasi yang signifikan dalam hubungan antara budaya organisasi dan kinerja pegawai (β = 0,650; p < 0,001). Koefisien determinasi (R²) sebesar 86,5% menunjukkan bahwa variabel-variabel ini bersama-sama menjelaskan sebagian besar variasi dalam kinerja pegawai. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi manajer BPR untuk mengoptimalkan budaya organisasi dan meningkatkan motivasi lingkungan kerja guna memaksimalkan kinerja pegawai
Quantitative Strategic Planning Matrix Dalam Penentuan Strategi Tata Kelola Air Sebagai Implementasi Green Campus Di Kampus UKSW
Conservation, recycling, and saving of water are kinds of green campus implementation that necessary in daily basis on campus life. This is because of water consumption in the campus environment is quite large and has the potential to cause degradation of water resources. This research aims to analyze internal and external factors that can support or hinder the implementation of a green campus at UKSW based at the water management criteria in the UI GreenMetric. Resullts of external and internal factor identification then used for arranged water management strategies using the Quantitative Strategic Planning Matric (QSPM) approach. The result show that the current position of UKSW water management is still in the "grow" and "build" phase at Internal-External (I-E) matrix, with IFE score of 2.549 and the EFE score of 3.368. Therefore, the most suitable strategy to implement is an intensive and integrative strategy referring to IFE and EFE. There are 15 strategies that have been successfully developed. That are consist of 5 S-O strategies; 5 W-O strategies, 3 S-T strategies, and 2 W-T strategies. The strategy with the highest Total Atractiveness Score (TAS) is allocating funds to empower UKSW human resources in the context of developing water and rainwater recycling technology as a form of implementing a green campus while also supporting participation in the UI GreenMetric ranking (TAS = 2.797)Konservasi, daur ulang, serta penghematan air merupakan implementasi green campus yang penting dalam aktivitas keseharian di kampus. Hal ini mengingat kebutuhan air di lingkungan kampus cukup besar dan berpotensi menimbulkan degradasi sumber daya air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang dapat mendukung maupun menghambat implementasi green campus di UKSW berdasarkan kriteria tata kelola air dalam UI GreenMetric. Hasil Identifikasi faktor ekstenal dan internal digunakan sebagai dasar penyusunan strategi tata kelola air dengan pedekatan metode Quantitative Strategic Planning Matric (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi tata kelola air UKSW saat ini berada pada fase “grow” dan“build” pada matriks Internal-External (I-E), dengan skor IFE = 2,549 & skor EFE =3,368. Oleh karena itu, strategi yang paling cocok untuk diterapkan dalam rangka implementasi green campus pada aspek tata kelola air adalah strategi intensif dan integratif. Mengacu pada IFE dan EFE, terdapat 15 strategi yang berhasil disusun. Strategi tersebut mencakup 5 strategi S-O; 5 strategi W-O, 3 strategi S-T, dan 2 strategi W-T. Strategi dengan Total Atractiveness Score (TAS) tertinggi adalah mengalokasikan dana untuk pemberdayaan SDM-UKSW dalam rangka pengembangan teknologi daur ulang air dan air hujan sebagai bentuk implementasi green campus sekaligus menunjang keikutsertaan dalam pemeringkatan UI GreenMetric (TAS =2,797
Implementasi Konsep Ekonomi Sirkular Untuk Mewujudkan Industri Karet Remah Berkelanjutan
Ekonomi sirkular adalah suatu model ekonomi yang mengeliminasi limbah dengan memperpanjang fungsi dan manfaat sumber daya secara efektif dan efisien. Konsep ekonomi sirkular memiliki prinsip zero waste yang berpengaruh pada faktor sosial, ekonomi dan penyediaan sumber daya maupun energi yang berkelanjutan. Model ekonomi sirkular dapat diimplementasikan pada berbagai sektor industri, termasuk industri karet remah. Penelitian ini bertujuan menyusun model ekonomi sirkular pada industri karet remah melalui konsep 9R/refuse, rethink, reduce, reuse, repair, refurbish, remanufacture, repurpose, recycle, dan recover). Pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, interview dengan masyarakat sekitar dan stakeholder serta studi literatur. Data dianalisis menggunakan mix method yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif, kemudian data dideskripsikan secara explanatory sequential design yang juga dibandingkan dengan literatur. Hasil penelitian ini berupa desain model ekonomi sirkular yang dapat dipergunakan sebagai acuan oleh industri karet dalam mewujudkan industri karet remah berkelanjutan dan mendukung Sustainable Development Goals agenda nomor 12 Sustainable Consumption and Production
Pendekatan Pembelajaran Berbasis STEAM Untuk Meningkatkan Pengetahuan Pengelolaan Sampah Pada Siswa SMP Nurul Iman Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Perlu adanya kesadaran dari berbagai pihak untuk dapat mengatasi permasalahan terkait sampah ini untuk dapat mengolah sampahnya sendiri, paling tidak untuk bisa memilah dan mengurangi keberadaan sampah pada tempat-tempat yang tidak seharusnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran terkait pengetahuan pengelolaan sampah pada siswa SMP. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif eksperimen yang menggunakan desain penelitian Pre Experimental Designs One-Shot Case Study. Pada desain penelitian ini, terdapat suatu kelompok eksperimen atau kelompok yang diberikan perlakuan/treatment, yang selanjutnya dilakukan observasi hasilnya. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel Quota Sampling sebanyak 40 responden siswa SMP. Hasil dari penelitian ini adalah adanya peningkatan rerata skor pengetahuan sebelum (pre-test) diberikan pembelajaran STEAM pengelolaan sampah yaitu sebesar 61.12, yang mengalami peningkatan rerata skor pengetahuan setelah (post-test) diberikan pembelajaran STEAM pengelolaan sampah yaitu sebesar 67.84
Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Pada Era Digital Untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja UMKM
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen sumber daya manusia (SDM) di era digital dan upaya peningkatan produktivitas usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Pelatihan ini mencakup analisis kompetensi yang dibutuhkan oleh para profesional sumber daya manusia dan peran mereka dalam merancang strategi dan kebijakan yang efektif untuk pengelolaan SDM dalam organisasi. Selain itu, pelatihan ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh UMKM, terutama dalam hal rendahnya tingkat produktivitas, nilai tambah dan kualitas produk
Energi Terbarukan dalam Perspektif G20: Peluang dan Tantangan
The climate crisis, which also disrupts global stability, forces countries to make an energy transition towards renewable energy. A multilateral forum consisting of 19 countries and the European Union, the G20 has a strategic role to play in promoting the issue of the energy transition. Moreover, all of its member countries are among the largest non-renewable energy consumers in the world. However, of course, not all of the G20 member countries consist of developed countries. Therefore, they have their own challenges and opportunities. This paper will explain the opportunities and challenges of the energy transition by G20 member countries, especially developing countries. The country samples taken were Indonesia, Brazil, India, Saudi Arabia, and China. The method used is a qualitative research method by conducting an interview with an informant and studying documents. The results of the research show that the member states of G20, especially developing countries, still face challenges in the energy transition. Krisis iklim yang turut mengganggu stabilitas global memaksa negara-negara untuk melakukan transisi energi menuju energi terbarukan. Sebuah forum multilateral yang terdiri dari 19 negara dan Uni Eropa, G20 memiliki peran yang strategis untuk turut mempromosikan isu transisi energi, terlebih kesemua negara anggotanya termasuk konsumen energi tidak terbarukan terbesar di dunia. Namun, tentu setiap negara anggota G20 tidak semuanya terdiri dari negara maju, sehingga mendapati tantangan dan peluangnya tersendiri. Dalam tulisan ini akan dijelaskan bagaimana peluang dan tantangan transisi energi oleh negara anggota G20, terutama negara berkembang. Sampel negara yang diambil yaitu Indonesia, Brasil, India, Arab Saudi, dan Tiongkok. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara dengan seorang informan serta studi dokumen. Hasil dari penelitian menunjukkan negara-negara anggota G20, terutama negara berkembang, masih mengalami tantangan dalam implementasi transisi energi.