Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan
Not a member yet
125 research outputs found
Sort by
Kesiapan dan Strategi Kota Metro Untuk Mendukung Program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal
Penyediaan layanan sanitasi yang layak dan aman merupakan faktor krusial dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kota Metro, sebagai salah satu daerah yang berkomitmen terhadap target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024, telah membangun Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Karangrejo dengan kapasitas 45 m³ per hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan Kota Metro dalam mengimplementasikan program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) melalui pendekatan analisis gap dan SWOT. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan observasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kota Metro memiliki potensi kuat dalam aspek regulasi, kesiapan masyarakat, serta infrastruktur pengolahan lumpur tinja. Namun, terdapat kendala dalam standar operasional prosedur (SOP) dan peraturan pendukung LLTT. Berdasarkan hasil analisis SWOT, terdapat lima strategi utama untuk mendukung implementasi LLTT, yaitu mempercepat pengesahan Peraturan Daerah (Perda) tentang LLTT, menyusun ilustrasi sistem dan penghitungan biaya operasional, menentukan skala operasi serta pola dan periode penyedotan, serta menambah armada sedot tinja milik Pemerintah Kota Metro. Diperlukan perbaikan kebijakan dan optimalisasi sistem operasional agar program ini dapat berjalan efektif di Kota Metro
Menelaah Tata Kelola Pengangkutan Sampah Dan Analisis Dampak Lingkungan Di Kota Cilegon: Kajian Literatur
Penelitian ini mengkaji tantangan dan solusi dalam pengelolaan dan pengangkutan sampah di Kota Cilegon, Indonesia, yang menghadapi peningkatan volume sampah akibat pola konsumsi masyarakat yang tinggi. Meskipun terdapat regulasi yang mengatur pengelolaan sampah, seperti UU No. 18 Tahun 2008, implementasinya masih terhambat oleh keterbatasan infrastruktur, rendahnya kesadaran masyarakat, dan lemahnya pengawasan. Metodologi yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) untuk mengevaluasi dan menganalisis studi-studi terdahulu terkait pengelolaan sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengangkutan sampah di Cilegon masih belum efektif, dengan cakupan pelayanan yang rendah dan inefisiensi operasional yang tinggi. Dampak lingkungan yang serius, termasuk pencemaran air dan udara, serta risiko kesehatan masyarakat, menjadi perhatian utama. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan holistik yang melibatkan optimalisasi infrastruktur, penguatan regulasi, pemberdayaan masyarakat, dan adopsi teknologi digital untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi strategis bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas hidup dan lingkungan di Kota Cilego
Media Sosial sebagai Instrumen Tata Kelola Informasi Cuaca Ekstrem: Studi Kasus Pesisir DIY
Penelitian ini menganalisis efektivitas tata kelola informasi cuaca ekstrem badai siklon tropis berbasis media sosial di wilayah pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta. Tiga fokus utama penelitian ini adalah: (1) pemahaman masyarakat terhadap informasi cuaca ekstrem melalui media sosial; (2) kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman badai siklon tropis berdasarkan informasi tersebut; dan (3) efektivitas tata kelola informasi cuaca ekstrem berbasis media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan 200 responden dari tujuh kecamatan pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat berada pada kategori “sedang”, sedangkan kesiapsiagaan berada pada tingkat “sangat siaga”. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pemahaman belum optimal, masyarakat tetap tanggap terhadap informasi. Tingkat efektivitas tata kelola informasi dinilai “sangat efektif”, mengindikasikan bahwa media sosial berhasil menjadi sarana komunikasi yang luas dan membangun kesadaran risiko yang tinggi. Rekomendasi mencakup penguatan literasi kebencanaan digital, peningkatan komunikasi dari instansi resmi, dan strategi komunikasi inklusif lintas usia dan pendidikan
Pengaruh Penerapan Strategi Manajemen Hijau Dan Kinerja Lingkungan Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Sektor Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2021-2023
Penelitian ini membahas fluktuasi profitabilitas pada perusahaan sektor barang konsumsi di Indonesia serta rendahnya kepedulian terhadap lingkungan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh strategi manajemen hijau yang diukur dengan ISO 14001 dan kinerja lingkungan yang diukur dengan PROPER terhadap profitabilitas perusahaan yang diproksikan menggunakan Return On Assets (ROA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kausatif. Sampel terdiri dari 37 perusahaan sektor barang konsumsi yang mengikuti PROPER selama 2021–2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dianalisis dengan uji regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh strategi manajemen hijau dan kinerja lingkungan terhadap profitabilitas perusahaan di BEI. Strategi manajemen hijau berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas. Sementara itu, kinerja lingkungan tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Namun, secara simultan, strategi manajemen hijau dan kinerja lingkungan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, menunjukkan pentingnya sinergi antara keberlanjutan lingkungan dan strategi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi dan laba. Perusahaan perlu menjadikan ISO 14001 sebagai strategi bisnis utama, bukan sekadar formalitas, guna meningkatkan efisiensi dan daya saing jangka panjang. Selain itu, peningkatan kinerja lingkungan hingga peringkat PROPER hijau atau emas sangat dianjurkan untuk membangun reputasi. Integrasi prinsip keberlanjutan dalam seluruh strategi bisnis akan memperkuat profitabilitas sekaligus legitimasi sosial perusahaan
Pengaruh Aktivitas Keramba Jaring Apung Terhadap Daya Tampung Beban Pencemar Total Fosfor
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung daya tampung beban pencemaran total fosfor dari aktivitas keramba jaring apung kemudian menggambarkan persebaran total fosfor dan pengelolaan yang tepat untuk aktivitas budidaya menggunakan keramba jaring apung di Danau Toba Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun. Metode perhitungan daya tampung beban pencemar danau berdasarkan PermenLH No. 28 Tahun 2009 dan metode pengambilan sampel berdasarkan SNI 6989 57 2008. Selanjutnya digambarkan persebaran total fosfor menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan rekomendasi pengelolaan keramba jaring apung dirumuskan dengan analisa SWOT. Nilai daya tampung beban pencemaran total fosfor sebesar – 1.279.719 gr P/tahun. Persebaran total fosfor paling tinggi berada di titik yang paling dekat dengan aktivitas manusia seperti aktivitas domestik, aktivitas pertanian / perkebunan maupun aktivitas yang berasal dari keramba jaring apung sendiri. Pencemaran total fosfor di Danau Toba Kecamatan Girsang Sipangan Bolon termasuk kedalam polusi antropogenik. Maka harus dirumuskan rekomendasi pengelolaan yang tepat bagi aktivitas keramba jaring apung. Rekomendasi pengelolaan keramba jaring apung antara lain menggantikan keramba yang ada dengan menggunakan kolam buatan
Peran Kelompok Tani Dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Tani di Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur
Penelitan ini bertujuan untuk (1)menganalisis peran kelompok tani dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat tani di Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur. (2) mengidentifikasi aktivitas produktif yang dilakukan masyarakat tani dengan adanya kelompok tani di Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah kelompok tani di Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Penentuan daerah sampel dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling, yaitu di Desa Sembalun Bumbung, Desa Bilok Petung dan Desa Sajang dilakukan dengan cara menggunakan Penelusuran. Penentuan responden dalam penelitian ini adalah 4 orang responden di Desa Sembalun Bumbung; 8 orang responden di Desa Bilok Petung; dan 20 orang responden di Desa Sajang, sehingga total responden dalam penelitian ini sebanyak 32 orang petani responden. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Menggunakan teknik survei dengan wawancara langsung ke lokasi menggunakan kuesioner yang sudah disiapkan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Peran kelompok tani dalam mendukung sektor pertanian di Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur berada pada kategori “Sedang” secara keseluruhan dengan rata-rata total skor 15,93 (kategori “Sedang”). Aspek Distribusi memiliki skor tertinggi (4,36: kategori “Sangat Berperan”), Aspek kelembagaan skor (2,78: kategori “Sedang”); Aspek sumber daya pertanian skor (3,16: kategori “Berperan”); Aspek usaha tani (on farm) skor (2,16: kategori “Sedang”); dan Aspek Pasca Panen skor (3,47: kategori “Sedang”). (2) Aktifitas Produktifitas yang dilakukan oleh masyarakat tani dengan adanya kelompok tani berperan karena sebagian besar petani merasakan dampak positif dari aktivitas produktif yang dilakukan kelompok tani, namun, ada peluang untuk meningkatkan kualitas peran kelompok tani agar dapat mencapai tingkat peran yang lebih tinggi dan memberikan kebermanfaatan lebih luas kepada para petani yang ada di Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur
Partisipasi Masyarakat Kampung Iklim Dalam Upaya Mitigasi dan Pengendalian Banjir di Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Tingginya partisipasi masyarakat kampung iklim dalam mitigasi dan pengendalian banjir dapat meningkatkan kapasitas kampung iklim dalam menghadapi ancaman banjir. Penelitian ini bertujuan mengukur partisipasi masyarakat kampung iklim di Kelurahan Rawajati dalam mitigasi dan pengendalian banjir, mengidentifikasi upaya yang dilakukan, dan menilai efektivitasnya. Metode yang digunakan adalah metode campuran dengan model concurrent triangulation. Hasil penelitian: tingkat partisipasi masyarakat Kampung Iklim RW 03, RW 06 dan RW 07 Rawajati dalam mitigasi dan pengendalian banjir tergolong Rendah dan Sangat Rendah dari aspek perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Namun, dari aspek menikmati hasil tergolong Sedang dan Rendah. Upaya mitigasi dan pengendalian banjir yang dilakukan meliputi: edukasi pembuangan sampah pada tempatnya, pemanfaatan bank sampah, perluasan zona penghijauan, serta pembersihan pinggiran sungai. Berdasarkan penghitungan frekuensi banjir, Kampung Iklim RW 03 Rawajati mengalami penurunan 71,15%, Kampung Iklim RW 06 Rawajati 6,37%, dan Kampung Iklim RW 07 Rawajati 40,02%. Terkait intensitas banjir, Kampung Iklim RW 03 Rawajati mengalami peningkatan 146,9% dan Kampung Iklim RW 06 Rawajati 124,11%. Namun, Kampung Iklim RW 07 Rawajati mengalami penurunan 5,95%
Efektifitas Pemanfaatan Limbah Cair Menggunakan Metode Aplikasi Lahan
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dampak penggunaan limbah cair kelapa sawit pada hasil produksi Tandan Buah Segar (TBS), menganalisis dampak penggunaan limbah cair kelapa sawit terhadap pengurangan pemakaian pupuk anorganik dan menganalisis pengaruh penggunaan limbah cair kelapa sawit terhadap faktor-faktor lingkungan. Analisis yang digunakan yaitu analisis vegetasi dengan menggunakan metode purposive sampling dan analisis mesofauna tanah dnegan menggunakan metode plot. Berat TBS dari masing-masing blok LA memiliki nilai rata-rata TBS sebesar 25,47 kg. Kelompok LA tidak menggunakan pupuk kimia sama sekali selama lima tahun berturut-turut (0 kg/tahun). Penerapan Land Aplikasi memberikan pengaruh pada faktor lingkungan seperti vegetasi, mesofauna dan klorofil dimana menunjukkan nilai perbandingan yang signifikan
Pemanfaatan Artificial Neural Network dalam Pemetaan Kerentanan Sosial-Ekonomi Terhadap Bahaya Longsor di Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulonprogo, DIY
Bencana tanah longsor di Kapanewon Kokap, Kulonprogo, DIY, makin sering terjadi akibat faktor geologis, hidrologis, iklim, dan aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan memetakan dan menganalisis kerentanan sosial-ekonomi masyarakat terhadap longsor dengan teknologi Artificial Neural Network berbasis Self Organizing Map (SOM) dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, sementara data sekunder berasal dari BPS dan BPBD. SOM digunakan untuk mengelompokkan wilayah berdasarkan kesamaan sosial-ekonomi, sedangkan SIG menghasilkan peta kerentanan spasial yang dioverlay dengan data curah hujan dan zona gerakan tanah. Hasil menunjukkan perubahan faktor dominan penyebab kerentanan selama 2021–2023: dari ketergantungan pada toko/warung (2021), sektor informal dan rasio gender (2022), hingga usia produktif dan lansia (2023). Hargorejo dan Hargomulyo masuk klaster kerentanan tinggi, sementara Kalirejo dan Hargowilis lebih rendah dengan potensi ekonomi formal lebih kuat. Tren spasial menunjukkan wilayah utara dan barat tetap rentan akibat topografi curam dan curah hujan tinggi. Penelitian merekomendasikan mitigasi berbasis data, seperti pembangunan pasar tahan bencana, pelatihan evakuasi inklusif, serta penguatan ekonomi formal melalui koperasi dan regulasi wisata yang responsif terhadap risiko longsor
Model Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh Hilir, Sub DAS Krueng Jreue Berbasis Nature Based Solution (NBS)
Daerah Aliran Sungai Krueng Aceh dengan sungai utamanya adalah Krueng Aceh, memiliki luas 174.785 Ha, bagian hulu Krueng Aceh terdapat di kawasan Janthoe. Bagian tengah Krueng Aceh terdapat di Kuta Cot Glie dan kawasan hilirnya terdapat di Sub DAS Krueng Jreue yang bermuara di Kota Banda Aceh. Metode ini sudah di laksanakan pada DAS Hulu dengan Menerapkan system Agroforestry tanpa Metode NbS. Tujuan penelitian ini untuk melihat kondisi Sub DAS Krueng Jreue, tutupan lahan, dan kondisi biofisik DAS Krueng Jreue. Hasil Penelitian yaitu tutupan lahan pada Sub DAS Krueng Jreue saat ini di hulu Kecamatan Indrapuri masih 30% ada hutan, dengan kelas 0-8% yang sudah di berubah tutupan lahan. Untuk Kecamatan Aceh Besar sebahagian wilayah masih ada hutan, sekitar 15%, selebihnya sudah berubah menjadi perumahan dan perkotaan. Kecamatan Aceh besar beberapa kecamatan sudah memasuki zona kuning 25-40% dan zona merah >40% daerah perubahan tutupan lahan, atau daerah kritis. Hampir 60% wilayah sub DAS Krueng Jreue saat ini di dominasi oleh wilayah Hutan Lahan Kering Sekunder, 30% perumahan dan 10% hutan lindung, hutan primer, pertanian lahan basah, pertanian lahan kering, savana