Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
Not a member yet
458 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 PALU
Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional untuk melihat hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 2 Palu. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Palu yang terdiri dari 12 kelas. Penentuan sampel menggunakan teknik cluster random sampling (randomisasi kelompok). Diperoleh tiga kelas sampel penelitian yaitu kelas VII C, VII F, dan VII H. Jumlah siswa yang menjadi sampel adalah sebanyak 73 orang. Pengumpulan data menggunakan dua intrumen yaitu, data kecerdasan emosional dengan kuisioner kecerdasan emosional dan data hasil belajar diperoleh dari nilai raport. Hasil analisis data diperoleh nilai korelasi . Nilai untuk dengan taraf signifikansi 5% diperoleh . Nilai maka diputuskan menerima hipotesis awal (H0) dan menolak hipotesis alternativ (H1). Artinya, tidak terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 2 Palu.
Kata kunci: Kecerdasan Emosional, Hasil Belajar
Abstract: This was a correlational quantitative research to see the relation between emotional inteligence with mathematics achievement of student Class VII SMP Negeri 2 Palu. The population of these research was all students of Class VII SMP Negeri 2 Palu which was consisted of 12 class. Sample was determined by using cluster random sampling technique then obtained three sample classes which were Class VII C, VII F and VII H. The total number of students that were became sample was 73. Data was collected by using two instruments that are emotional inteligence questionnaire for emotional inteligence data and students’ report card for mathematics achievement data. The result of data analysis showed the correlation number r = −0,05. The for N=73 with significant number of 5% obtained rtabel = 0,235. Value of rhitung (-0,05) rtabel (0,235). Thus, it was concluded to receive hypothesis (H0) and reject the alternative hypothesis (H1). This means that there’s no relation between emotional inteligence with mathematics achievement of student Class VII SMP Negeri 2 Palu.
Keywords: Emotional Inteligence, achievement
PENERAPAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN DI KELAS VII SMP NEGERI SATU ATAP LIK LAYANA INDAH
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan contextual teaching and learning (CTL) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita penjumlahan dan pengurangan pecahan di Kelas VII SMP Negeri Satu Atap LIK Layana Indah. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis and Mc Taggart. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Keberhasilan tindakan dapat diketahui dari aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran di kelas dan aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran dengan menerapkan CTL. Aktivitas guru dan siswa dinyatakan berhasil apabila kualitas proses pembelajaran untuk setiap aspek yang dinilai menggunakan lembar observasi berada dalam kategori baik atau sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang memuat komponen-komponen, yaitu: 1) konstruktivis, 2) bertanya, 3) penemuan, 4) masyarakat belajar, 5) pemodelan, 6) refleksi, dan 7) penilaian.
Kata Kunci: Contextual Teaching and Learning, hasil belajar, soal cerita penjumlahan dan pengurangan pecahan.
Abstract:This research aim to obtain a description about implementation of CTL that can improve student learning outcomes in class VII SMP Negeri satu atap LIK Layana Indah in solving addition and subtraction of word problem fractions. This type of research is a classroom action research. This research design refers to the design of the study Kemmis and Mc. Taggart’s design. This research was conducted in two cycles. The success of the action can be seen from the activities of teachers manage classroom learning and student activity during the learning by applying CTL. Activities of teacher and student is considered successfull if the quality of the learning process for each aspect assessed on the observation sheet are in good or excellent category. The result show that through the application of CTL that can improve student learning outcomes following the CTL components, namely: 1) constructivist, 2) ask, 3) finding, 4) learning community, 5) modelling, 6) reflection, and 7) authentic assesment.
Keywords: Contextual Teaching and Learning, learning outcomes, word problem addition and subtraction fractio
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 19 PALU DALAM MEMAHAMI VOLUME BALOK
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Palu dalam memahami volume balok. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian dipilih berdasarkan nilai rapor matematika semester ganjil. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak tiga siswa yang dipilih dari 21 siswa yaitu masing-masing satu siswa berkemampuan tinggi, satu siswa berkemampuan sedang dan satu siswa berkemampuan rendah. Hasil penelitian ini adalah (1) subjek berkemampuan tinggi dalam memahami volume balok mencapai tiga indikator kemampuan komunikasi matematis yaitu menyatakan permasalahan matematika yang berkaitan dengan volume balok dalam bentuk gambar, menyatakan permasalahan yang diberikan kedalam bentuk model matematika yang berbentuk persamaan serta menyelesaikannya dan menyatakan suatu gambar menjadi ide atau masalah matematika yang berkaitan dengan volume balok dan dapat diselesaikan permasalahan tersebut, (2) subjek berkemampuan sedang dalam memahami volume balok mencapai dua indikator kemampuan komunikasi matematis yaitu menyatakan permasalahan matematika yang berkaitan dengan volume balok dalam bentuk gambar dan menyatakan suatu gambar menjadi ide atau masalah matematika yang berkaitan dengan volume balok dan dapat diselesaikan permasalahan tersebut dan (3) subjek berkemampuan rendah dalam memahami volume balok mencapai satu indikator kemampuan komunikasi matematis yaitu menyatakan permasalahan matematika yang berkaitan dengan volume balok dalam bentuk gambar.
Kata Kunci: Analisis, kemampuan komunikasi matematis, volume balok
Abstract: The objective of this research is to describe the mathematical communication skills of VIII grade student at SMP Negeri 19 Palu in understanding the beam volume. This research is a qualitative research. Subjects selected based on the score of math in first semester. Subject of this research is three students selected from 21 students that each of them are a high ability student, an intermediate ability student and a low-ability student. The results of this research were (1) the subject with high-ability in understanding the volume of the beam has reached three indicators of the ability of mathematical communication that is stated mathematical problems related to the volume of beams in picture form, stating the problems given in the form of mathematical models in the form of equations and solve them and expresses a picture be an idea or mathematical problems related to the volume of beams and can be solved the problem, (2) the subject with intermediate ability in understanding the volume of the beam has reached two indicators of the ability of mathematical communication that is stated mathematical problems related to the volume of the beam in the form of pictures and states of a picture ideas or mathematical problems related to the volume of beams and can be solved these problems, and (3) the subject with low ability in the understanding of the volume of the beam has reached an indicator of the ability of mathematical communications that expressed mathematical problems related to the volume of the beam in the form of picture.
Keywords: Analysis, mathematical communication skills, the beams volum
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI FAKTORISASI ALJABAR DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 MARAWOLA
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif numbered head together (NHT) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi faktorisasi aljabar di kelas VIII SMP Negeri 1 Marawola. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Subjek penelitian yaitu seluruh siswa kelas VIIIB SMP Negeri 1 Marawola tahun ajaran 2015/2016 yang terdiri dari 13 siswa perempuan dan 7 siswa laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif NHT hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Marawola pada materi faktorisasi aljabar meningkat sesuai kriteria keberhasilan tindakan mengikuti fase-fase NHT, yaitu: 1) persiapan siswa dan penyampaian tujuan pembelajaran, 2) penyajian informasi, 3) penomoran, 4) pengajuan pertanyaan (questioning), 5) berpikir bersama (heading together), 6) pemberian jawaban (answering), dan 7) pemberiaan penghargaan.
Kata kunci: kooperatif tipe NHT, hasil belajar, faktorisasi aljabar.
Abstract: This research was aimed at gaining the description of the implementation of cooperative learning model numbered head together (NHT) that can improve the students’ achievement in algebra factoring in grade VIII SMP Negeri 1 Marawola. This research was the class action research (CAR). The research design referred to the research design proposed by Kemmis and Mc. Taggart in which (1) planning, (2) action, (3) observation, and (4) reflection. The subject of this research was the students of grade VIIIB SMP Negeri 1 Marawola 2015/2016 learning year consisting of 13 girl students and 7 boy students. The results of the study showed that through the implementation of cooperative learing model NHT students learning of grade VIII SMP Negeri 1 Marawola achievement of the material algebra factoring ini accordance success criteria action, referring to the following phases, (1) preparing the students and delivering instructional objective, (2) telling information, (3) numbering, (4) questioning, (5) heading together (6) answering, and (7) rewarding.
Keywords: cooperative learning of NHT, achievement, algebra factoring
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DI KELAS VIII MTS. AL-KHAIRAAT KALUKUBULA
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran Quantum teaching yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) di Kelas VIIIB MTs. Alkhairaat Kalukubula. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIIB MTs. Alkhairaat Kalukubula tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 28 siswa dan dipilih 4 orang siswa sebagai informan. Sehingga disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran quantum teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan mengikuti fase-fase model pembelajaran quantum teaching TANDUR yakni: (1) Tumbuhkan, guru menumbuhkan motivasi dan semangat belajar siswa (2) Alami, guru mengarahkan siswa untuk membentuk kelompok (3) Namai, siswa berdiskusi mengerjakan LKPD yang telah diberikan (4) Demostrasikan, tiap-tiap kelompok memilih perwakilan untuk menunjukan hasil diskusi kelompoknya (5) Ulangi, siswa membuat kesimpulan dari hasil pembelajaran dengan bimbingan guru (6) Rayakan, guru memberikan penghargaan berupa pujian dan tepuk tangan atas hasil kerjanya selama belajar kelompok.
Kata kunci: Quantum teching, hasil belajar, sistem persamaan linear dua variabel
Abstract: This study aimed to obtain a description of the application of the model Quantum teachingestab-learning that can improve student learning outcomes in the material system of linear equations in two variables (SPLDV) in Class VIIIB MTs. Alkhairaat Kalukubula. This type of research is the Classroom Action Research (PTK) refers to the study design Kemmis and Mc. Taggart, namely planning, action and observation, and reflection. The subjects were students of class VIIIB MTs. Alkhairaat Kalukubula academic year 2015/2016 totaling 28 students and selected four students as informants. So it can be concluded that through the application of learning models Quantum teachingcan improve student learning outcomes by following the phases of the learning model Quantum teaching TANDUR namely: (1) Growing, teacher motivation and enthusiasm of student learning (2) Natural, teachers lead students to forming groups (3) Name, students discuss working LKPD which has been awarded 4) Demonstrate, each group chooses a representative to show the results of group discussion (5) Repeat, students make conclusions from the study with the guidance of a teacher (6) Celebrate the teacher gives award in the form of praise and applause for his work during the study group.
Keywords: Quantum teaching, learning outcomes, two variable linear equation syste
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERSAMAAN LINGKARAN DI KELAS XI TEKNIK SEPEDA MOTOR (TSM) A SMK NEGERI 3 PALU
Abstrak: Tujuan penelitian ini ialah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi persamaan lingkaran di kelas XI TSM A SMK Negeri 3 Palu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaa, tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi persamaan lingkaran di kelas XI TSM A SMK Negeri 3 Palu yaitu dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: (1) fase penyampaian tujuan dan pemotivasian siswa, guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara lisan dan memotivasi siswa untuk bersemangat dan terlibat aktif dalam pembelajaran, (2) fase penyajian informasi, guru mendeskripsikan secara singkat tentang fase-fase model pembelajaran kooperatif tipe NHT, (3) fase pengorganisasian kelompok belajar dan penomoran, siswa dikelompokkan dalam 5 kelompok belajar dan setiap anggota kelompok diberi nomor yaitu 1, 2, 3, 4 dan 5, (4) fase pengajuan pertanyaan atau permasalahan, guru membagikan materi pembelajaran dan LKPD pada masing-masing kelompok, (5) fase berpikir bersama, siswa diminta untuk mengerjakan LKPD dan berdiskusi bersama untuk memperoleh jawaban yang tepat, (6) fase pemberian jawaban, siswa yang nomornya diperoleh dari hasil undian mengacungkan tangan dan maju mempresentasikan hasil kerja kelompoknya.
Kata kunci: Numbered Heads Together; Hasil Belajar; Persamaan Lingkaran.
Abstract: The purpose of this research was to obtain a description that applying Cooperative Learning Type Numbered Heads Together (NHT) that can improve student’s learning out comes on circle equation material in Class XI Teknik Sepeda Motor (TSM) A SMK Negeri 3 Palu. This research is classroom action research which refers to Kemmis and Mc. Taggart research design that including are planning, doing, observation and reflection. The results of the research showed that the application of Cooperative Learning Type NHT can improve student’s learning outcomes on circle equation material in Class XI TSM A SMK Negeri 3 Palu, it follow the phases: (1) conveying the learning objective and motivating, teachers verbally conveying learning objectives and motivate students to get excited and be actively involved in learning, (2) presenting information, teachers describe briefly about the phases of cooperative learning type, (3) organizing study group and numbering, students were grouped into 5 study groups and each member of the group was given a number is 1, 2, 3, 4 and 5, (4) questioning or probleming, teachers distribute teaching materials and LKPD in each group, (5) heads together, students are asked to do LKPD and discuss together to get the right answer, (6) answering, students whose number obtained from the lottery raised his hand and presented the group's work forward.
Keywords: Numbered Heads Together; Learning Out Comes; Circle Equation
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN PENDEKATAN SOMATIS AUDITORI VISUAL INTELEKTUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 BALINGGI PADA MATERI MENENTUKAN JARAK DALAM RUANG
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif dengan pendekatan Somatis Auditori Visual Intelektual (SAVI) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Balinggi pada materi menentukan jarak dalam ruang. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Balinggi yang jumlah 28 siswa dan dipilih tiga siswa sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif dengan pendekatan SAVI dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi menentukan jarak dalam ruang dengan mengikuti fase-fase: 1) menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa, 2) menyajikan informasi, 3) mengorganisir siswa ke dalam kelompok belajar, 4) membantu kelompok bekerja dan belajar, 5) mengevaluasi dan 6) memberikan pengakuan atau penghargaan.
Kata kunci: model pembelajaran kooperatif, pendekatan SAVI, hasil belajar, jarak dalam ruang.
Abstract: This research aim to description about applying cooperative learning models with Somatis Auditori Visual Intelektual (SAVI) approach able to Improve Students Learning Outcomes in grade on X SMA Negeri 1 Balinggi in material of determine the distance in space. This research is a classroom action research which refers to Kemmis and Mc.Taggart research design that including is planning, doing and observation, and reflection. This research was conducted in two cycles. Subject of research is students of grade X SMA Negeri 1 Balinggi the number of 28 students and three students selected as informants. The results showed that through the implementation of cooperative learning model with approach can improve student learning outcomes in the material determines the distance in space by following phases: 1) outlines the objectives and prepare learners, 2) presenting information, 3) organize students into study groups, 4) helping groups work and learn, 5) evaluate and 6) give recognition or appreciation.
Keyword: cooperative learning model, SAVI approach, learning outcomes, distance in space
ANALISIS PEMECAHAN MASALAH SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL KELAS X SMA NEGERI 1 BANAWA BERDASARKAN LANGKAH-LANGKAH POLYA
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemecahan masalah siswa kelas X dalam menyelesaikan masalah SPLDV berdasarkan langkah-langkah Polya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian diambil tiga siswa dari 97 siswa yang terdiri dari satu siswa berkemampuan tinggi, satu siswa berkemampuan sedang dan satu siswa berkemampuan rendah. Hasil penelitian ini yaitu (1) dalam memahami masalah siswa berkemampuan tinggi dan sedang mengidentifikasi informasi-informasi pada masalah dengan melibatkan pengetahuannya tentang kalimat “pernyataan” dan kalimat “pertanyaan”, sedangkan siswa berkemampuan rendah tidak dapat memahami masalah; (2) pada tahap merencanakan pemecahan masalah siswa berkemampuan tinggi lebih kaya akan rencana penyelesaian dibanding subjek lainnya dengan kecenderungan menggunakan metode gabungan; (3) pada tahap melaksanakan rencana penyelesaian siswa berkemampuan tinggi dan sedang melaksanakan rencana dengan melibatkan pengetahuannya tentang persamaan, suku-suku sejenis, operasi pada bentuk aljabar dan operasi bilangan bulat; (4) pada tahap memeriksa kembali hasil pekerjaan siswa berkemampuan tinggi melakukan pemeriksaan kembali ditahap ketiga pemecahan masalah, kemudian melakukan perhitungan ulang untuk meyakini jawabannya dengan cara mensubstitusi hasil yang diperoleh ke hal yang diketahui, cara tersebut sama halnya dilakukan oleh siswa berkemampuan sedang.
Kata kunci: Analisis pemecahan masalah, sistem persamaan linier dua variabel, langkah-langkah Polya
Abstract:. This study aimed to describe the problem-solving class X students in solving problems SPLDV based measures Polya. This research is a qualitative research. The research subject was taken three students out of 97 students consisting of a high ability students, one student and one capable of being low-ability students. The results of this study were (1) to understand the problem and the high ability students are identifying information on the issue by involving knowledge of the phrase "statement" and the phrase "question", while the low-ability students can not understand the problem; (2) in stage the devising a plan of high ability students are richer than the settlement plan other subjects with a tendency to use a combined method; (3) at the stage of carrying out the plan of high-ability students and is implementing a plan by involving knowledge of equations, similar tribes, operating on the algebra and integer operations; (4) on stage to looking back the work of high-ability students do a re-examination of the third ditahap solving the problem, then do a recalculation to believe the answer by way of substituting the results obtained for the unknown, the same way as is done by the students capable of being.
Keywords: Analysis of problem solving, systems of linear equations of two variables, steps Poly
PENERAPAN LANGKAH-LANGKAH TEORI VAN HIELE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI HUBUNGAN GARIS DAN SUDUT DI KELAS VII SMP NEGERI SATU ATAP LIK LAYANA INDAH
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan langkah-langkah teori Van Hiele yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi hubungan garis dan sudut di kelas VII SMP Negeri Satu Atap LIK Layana Indah. Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan langkah-langkah teori Van Hiele dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi garis dan sudut melalui kegiatan (1) informasi, guru menyajikan fakta tentang dua buah garis sejajar yang dipotong oleh garis lain dan siswa memperhatian penjelasan guru, (2) orientasi berarah, siswa bersama teman kelompoknya berdiskusi mengenai materi garis dan sudut, (3) penegasan, siswa bersama-sama kelompok mengomunikasikan hasil temuannya di depan kelas, (4) orientasi bebas, siswa bekerja individu untuk mengetahui kemampuan individu siswa, sejauh mana pemahaman tentang materi garis dan sudut dan (5) integrasi, siswa membuat kesimpulan tentang hubungan garis dan sudut.
Kata kunci : teori pembelajaran van hiele, hasil belajar, hubugan garis dan sudut
Abstract: The purpose of this study was to describe the application of measures Van Hiele theory that can improve student learning outcomes in the material relationship lines and angles in class VII SMP One Roof LIK Layana Indah. The design of this study refers to the research design Kemmis and Mc. Taggart: (1) planning, (2) action, (3) observation, and (4) reflection. This research was conducted in two cycles. The results showed that the application of measures Van Hiele theory can improve student learning outcomes in the material lines and angles through activities (1) information, the teacher drew two parallel lines cut by another line, and the students pay attention to the teacher's explanation. (2) The directional orientation, students and friends group discussions about the material lines and angles. (3) confirmation, a group of students together to communicate its findings to the class. (4) orintasi free, students work individually to determine the ability of the individual student, the extent to which an understanding of the material lines and angles and (5) integration, students make inferences about the relationship of lines and angles.
Keywords: van hiele model of learning, learning outcomes, relationship between the angle
ANALISIS KESALAHAN SISWA KELAS IX DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA KELILING DAN LUAS LINGKARAN DI SMP AL-AZHAR PALU
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas IX dalam menyelesaikan soal cerita keliling dan luas lingkaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian diambil tiga siswa dari 55 siswa kelas IX yang mengikuti tes. Siswa dikelompokkan dalam tiga kategori yakni siswa berkemampuan tinggi, siswa berkemampuan sedang dan siswa berkemampuan rendah. Setiap kategori diwakili oleh satu siswa. Hasil penelitian ini adalah (1) Jenis kesalahan yang dilakukan oleh subjek berkemampuan tinggi dalam menyelesaikan soal cerita keliling dan luas lingkaran adalah kesalahan fakta, kesalahan konsep dan kesalahan prinsip. (2) Jenis kesalahan siswa berkemampuan sedang adalah kesalahan fakta, kesalahan konsep dan kesalahan prosedural. (3) Jenis kesalahan siswa berkemampuan rendah adalah kesalahan fakta, kesalahan konsep, kesalahan prosedural dan kesalahan prinsip.
Kata kunci: Analisis kesalahan, Soal cerita keliling dan Luas lingkaran, Fakta, Konsep, prinsip, Prosedural
Abstract: This qualitative descriptive research aimed to describe the types errors made by students of grade IX in completing circumference and circle area. Subjects were taken 3 students of grade IX, they were 55 students who took the test. The criteria are high ability student, medium ability student and low ability student. Each category is repreented by one student. Based on the result of research, students error in completing word problems of circumference and circle area were: (1) the type of errors made by a subject high ability student are fact error, misconceptions, and principle error. (2) the type or errors made by a subject medium ability student are fact error, misconceptions, and procedurall error. (3) the type errors made by a subject low ability student are fact error, misconceptions, procedural error, and principle error.
Keyword: Error analysis, Word problems of circumference and circle area, fact, conseptions, principle, procedura