Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
Not a member yet
458 research outputs found
Sort by
PROFIL PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMP ISLAM TERPADU QUROTA A’YUN PALU DITINJAU DARI GAYA BELAJAR AUDITORY
Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui deskripsi tentang profil pemecahan masalah matematika siswa SMP Islam Terpadu Qurota’ayun Palu ditinjau dari gaya belajar auditory. Proses pemecahan masalah matematika menggunakan tahapan Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil pemecahan masalah siswa bergaya belajar auditory dalam memahami masalah membaca dengan suara keras, sehingga mampu mengemukakan hal yang diketahui dan yang ditanya namun tidak menuliskannya dengan lengkap. Merencanakan pemecahan masalah dengan menggunakan metode gabungan dan menjelaskan perencanaan pemecahan masalah dengan fasih. Melaksanakan apa yang telah direncanakan dan sesekali bergumam pada diri sendiri. Memeriksa jawaban menggunakan cara yang berbeda.
Kata kunci: profil pemecahan masalah, gaya belajar, auditory
Abstract: The purpose of this study to determine the description of the profile of student's mathematical problem solving SMP Integrated Islamic Qurota'ayun Palu terms of learning styles. The process of mathematical problem solving using Polya stages.The research results show that profile problem solving students: subject auditory in understand a problem reading aloud, order to be able to make thing is known and which were asked but not wrote them with complete. Plan problem solving by using the methoda mixture to do planed and explain planing a problem with fluent. Check the answers using a technique that different.
Keywords: profile problem solving, learning styles, auditor
PENERAPANMODELPEMBELAJARANKOOPERATIFTIPE NUMBERED HEADSTOGETHER (NHT) UNTUKMENINGKATKAN HASILBELAJAR SISWAPADAMATERI GARIS SINGGUNG PERSEKUTUAN DUA LINGKARAN DI KELAS VIII MTs MUHAMMADIYAH NUNU
Abstrak:Tujuan penelitian ini ialah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi garis singgung persekutuan dua lingkaran di kelas VIII MTs Muhammadiyah Nunu. Penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah kelas VIII MTs Muhammadiyah Nunu yang berjumlah 18 orang dan dipilih 3 orang sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi garis singgung persekutuan dua lingkaran di kelas VIII MTs Muhammadiyah Nunu yaitu dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut:1) fase penyampaian tujuan dan pemotivasian siswa,2) fase penyajian informasi, 3) fase pengorganisasian kelompok belajar dan penomoran, 4) fase pengajuan pertanyaan atau permasalahan, 5) fase berpikir bersama, 6) fase pemberian jawaban, 7) fase pemberian penghargaan.
Katakunci:Numbered Heads Together; hasil belajar; garis singgung persekutuan dua lingkaran.
Abstract:The purpose of this research was to obtain a description that applying Cooperative Learning Type Numbered Heads Together (NHT) that can improve student’s learning outcomes on Length Tangent Line to Two Circles material in Class VII MTs Muhammadiyah Nunu. This research is classroom action research which refers to Kemmis and Mc. Taggart.This research was conducted in two cycles. The subjects of this research were 18 students on class of VIII MTs Muhammadiyah Nunu. Three of them were chosen as informants. The results of the research showed that the application of Cooperative Learning Type NHT can improve student’s learning outcomes onLength Tangent Line to Two Circles material in Class VII MTs Muhammadiyah Nunu, it follow the phases: 1) conveying the learning objective and motivating, 2) presenting information, 3) organizing study group and numbering, 4) questioning or probleming, 5) heads together, 6) answering, 7) reward
Keywords:Numbered Heads Together; learning out comes; length tangent line to two circle
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X IPA F SMA NEGERI 1 PARIGI PADA MATERI BARISAN DAN DERET
Abstrak: Penelitian,ini,bertujuan,untuk,mendeskripsikan,penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi barisan dan deret di kelas X IPA F SMA Negeri 1 Parigi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Tanggart yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian,adalah siswa kelas X IPA F SMA Negeri 1 Parigi yang berjumlah 40 orang siswa. Pada penelitian ini juga dipilih 3 orang informan untuk keperluan wawancara dengan kualifikasi kemampuan tinggi, sedangdan rendah. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui lembar observasi, wawancara, catatan lapangan, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi materi barisan dan deret di kelas X IPA F SMA Negeri 1 Parigi yaitu dengan fase-fase: 1) menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, 2) menyajikan/menyampaikan informasi, 3) mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar, 4) membimbing kelompok bekerja dan belajar, 5) evaluasi, dan 6) memberikan penghargaan.
Kata Kunci: kooperatif tipe STAD, hasil belajar, barisan dan deret.
Abstract: The purpose of the research is to describe the application of cooperative learning of STAD to improve student learning outcomes in the sequence and series of material in class X IPA F SMA Negeri 1 Parigi. Kind of this research is classroom action research. The design of research refered to the Kemmis and Mc. Taggarts is planning, implementation of the acting, observating and reflecting. The subject were students of class X IPA F SMA Negeri 1 Parigi totaling 40 students. In this study also have 3 people informant for the purpose of qualifying an interview with the ability of high, medium and low. This research was conducted in two cycles. Data of this research was collected through observation sheet, interview, note fields and tes. The result of the research showed that the application of cooperative learning type STAD can improve student’s learning outcomes on sequence and series material in class X IPA F SMA Negeri 1 Parigi that is with the phases: 1) Phase outlines the objectives and motivate, 2) phases present or impart information, 3) phases of organizing students into learning groups, 4) phase guide the group work and learning, 5) an evaluation phase and, 6) the award phase groups.
Keyword: cooperative STAD, student echievment, sequence and series
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR DI KELAS VII A SMP KRISTEN BALA KESELAMATAN PALU
Abstrak:Tujuan utama penelitan ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada materi operasi hitung bentuk aljabar di kelas VII A SMP Kristen Bala Keselamatan Palu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada rancangan penelitian oleh Kemmis dan Mc. Teggart yang terdiri atas: 1) perencanaan tindakan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) pengamatan tindakan, dan 4) refleksi tindakan. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII A sebanyak 28 orang, dan dipilih 3 orang siswa sebagai informan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi operasi hitung bentuk aljabar di kelas VII A SMP Kristen Bala Keselamatan Palu, dengan mengikuti tahap-tahap sebagai berikut: (1) menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa, (2) menyajikan materi operasi hitung bentuk aljabar, (3) mengorganisasikan siswa kedalam kelompok belajar, (4) membimbing siswa dalam menyelesaikan LKS, (5) memberikan tes, dan (6) memberikan penghargaan.
Kata Kunci: Kooperatif STAD, hasil belajar, operasi hitung bentuk aljabar.
Abstract:The main purpose of this research is to describe the application model of cooperative learning type STAD in order to increase the result of students learning on system material of algebraic counting operation operations at the VII A Grade of SMP Christian Salvation Army Palu.This research was Classroom Action Research (CAR) that referred to Kemmis dan Mc. Teggart research design, that was 1) planning, 2) acting, 3) oserving, and 4) reflecting. The research subject of this research was the students in grade VII A a total 28 people, and choose 3 students as the informant. The research refer that the application of STAD Model can improve the students’ achievement of algebraic counting operation operations on grade VII A of SMP Christian Salvation Army Palu, It follow the phases: 1) delivering the learning objective and motivates students, 2) presenting algebraic counting operation material, 3) organizing students in learning group, 4) supervising students in finishing students in learning sheet, 5) giving task, and 6) giving award.
Keyword :STAD Cooperative, Learning Achievement, Algebraic Counting Operations
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI BENTUK PANGKAT DI KELAS XB SMA NEGERI 1 SIGI
Abstrak:Tujuan penelitian ini yaitu memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bentuk pangkat di Kelas XB SMA Negeri 1 Sigi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian oleh Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XB yang berjumlah 30 siswa terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Dari subjek penelitian tersebut dipilih 3 orang informan dengan kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang setiap siklusnya terdiri dari empat komponen yaitu: 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan tindakan, 3) Observasi, dan 4) Refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bentuk pangkat di kelas XB SMA Negeri 1 Sigi, dengan tahapannya yaitu: 1) Penyampaian kelas, 2) Belajar dalam kelompok, 3) Permainan, 4) Pertandingan, dan 5) Penghargaan kelompok.
Kata Kunci: Hasil Belajar, Bentuk pangkat, Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT.
Abstract:Research aim is obtain description the implementation of the learning model tipe teams games tournament (TGT) to improve learning outcomes student’s on the materials exponential in class XB SMA Negeri 1 Sigi. The research is research class action referring to design research by Kemmis and Mc. Taggart. The subject of this study is a student’s XB amounting to 30 student’s consisting of 14 student’s man and 16 female student’s. This research was conducted in two cycles and each cycles consists of four components namely: 1) planning, 2) the action, 3) observation, and 4) reflection. The technique of data collecting through observation, written test, interview, and notes field. The result showed that the implementatian of learning model cooperative type TGT can improve learning outcomes student’s on the materials exponential in class XB SMA Negeri 1 Sigi, with levels are: 1) presentation of class, 2) learn in the group, 3) game, 4) games, and 5) awards group
Keywords: Learning outcomes, Exponential Form, Cooperative Learning TGT
PROFIL PEMECAHAN MASALAH ARITMATIKA SOSIAL SISWA KELAS VIII SMP LABSCHOOL UNTAD PALU DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemecahan masalah siswa kelas VIII SMP Labschool Untad Palu dalam menyelesaikan masalah aritmatika sosial ditinjau dari kemampuan matematika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang didasarkan pada langkah pemecahan masalah yang dikemukakan oleh Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek yang memiliki kemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah dalam memecahkan masalah aritmatika sosial adalah sebagai berikut: 1) tahap memahami masalah siswa yang memiliki kemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah melakukan pembacaan masalah secara berulang, serta menggunakan pengetahuannya tentang kalimat “pernyataan” dan kalimat “pertanyaan” dalam memahami masalah, (2) tahap membuat rencana pemecahan masalah subjek yang memiliki kemampuan matematika tinggi memiliki rencana pemecahan masalah dengan menggunakan rumus “kerugian = harga beli–harga jual”, subjek yang memiliki kemampuan sedang memiliki rencana pemecahan masalah dengan menggunakan rumus “harga beli = harga jual + kerugian”, sedangkan subjek berkemampuan matematika rendah hanya langsung “mengalikan kerugian dengan harga jual”3) tahap melaksanakan rencana pemecahan masalah subjek yang memiliki kemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah melaksanakan sesuai rencana dan mengerjakan menggunakan kemampuannya dalam menghubungkan konsep yang berupa simbol-simbol dan mengoperasikan simbol-simbol untuk menemukan solusi dari masalah yang diberikan, 4) tahap memeriksa kembali hasil pekerjaan subjek yang memiliki kemampuan matematika tinggi melakukan pemeriksaan kembali hasil pekerjaannya sebelum dan sesudah penyelesaian akhir, sedangkan subjek yang memiliki kemampuan matematika sedang dan rendah tidak melakukan pemeriksaan kembali terhadap hasil pengerjaannya.
Kata kunci: Profil pemecahan masalah aritmatika sosial; Kemampuan matematika
Abstract: The objective of this research is to describe the solving problem of students class VIII SMP Labschool Untad Palu in finishing social arithmetic problem in terms of mathematical ability. This research used qualitative method based on problem solving step who proposed by Polya. The results showed that subjects who have high, medium, and low math ability in solving the social arithmetic story were as follows: 1) the step of understanding the problems of students who have high, medium, and low mathematics ability read the problem repeatedly and used their knowledge about "statement" sentence and "question" sentence in understanding the problem, (2) the step of solving problem plan of subjects who have high mathematics ability has solving problem plan by using the formula "loss = purchase price-selling price", subjects who have medium ability has a solving problem plan of completion by using the formula "purchase price = selling price + loss", while the subjects who have low math ability was only "multiply the loss with the price selling "3) the step of undertaking a solving problem plan of subjects with high, medium, and low mathematical abilities performing as planned and working out their ability to connect concepts in the form of symbols and operate the symbols to find the solutions of the problems given, 4) the step of re-examining the results of the subjects’ work who have high mathematical ability did the re-examine the results of their work before and after the final settlement, while the subjects who have medium and low mathematical ability did not do the re-examination of the results of their works.
Keywords: Profile of Solving Problem of Social Arithmetic, Math Abilit
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI HUBUNGAN SUDUT PUSAT, PANJANG BUSUR, DAN LUAS JURING LINGKARAN DI KELAS VIIIB SMP ISLAM TERPADU QURROTA A’YUN PALU
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pada materi hubungan sudut pusat, panjang busur, dan luas juring lingkaran di kelas VIIIB SMP Islam Terpadu Qurrota A’yun Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Desain penelitian yang dilakukan mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yang terdiri dari empat komponen, yaitu 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIIB SMP Islam Terpadu Qurrota A’yun Palu, dan dipilih 4 orang siswa sebagai informan yang terdiri dari 2 orang berkemampuan rendah, 1 orang berkemampuan sedang, dan 1 orang berkemampuan tinggi. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Teknik pengumpulan data, yaitu observasi, tes, wawancara, dan catatan lapangan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dengan mengikuti fase-fase model pembelajaran kooperatif tipe NHT, yakni: 1) pengelompokkan dan penomoran, 2) pengajuan pertanyaan, 3) berpikir bersama, 4) menjawab. Hasil penelitian: 1) ketuntasan belajar klasikal siswa pada tes akhir tindakan siklus I mencapai 53,84%, dan pada siklus II mengalami peningkatan, yaitu diperoleh 77,77%, 2) hasil observasi aktivitas guru pada siklus I mencapai 78% dengan kriteria baik, dan pada siklus II mencapai 86% dengan kriteria sangat baik, 3) hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I mencapai 72% dengan kriteria baik, dan pada siklus II mencapai 84% dengan kriteria sangat baik.
Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT), Hasil Belajar, Hubungan Sudut Pusat, Panjang Busur, dan Luas Juring Lingkaran.
Abstract: The purpose of this research was to get description of the implementation of Numbered Heads Together (NHT) type of cooperative learning model, at the relationship of central angle, arc length, and sector area of circle material, in grade VIIIB SMP Islam Terpadu Qurrota A’yun Palu. Type of this research is classroom action research (CAR). Design of the research refers to Kemmis and Mc. Taggart research design which comprised by four components: 1) planning, 2) action, 3) observation, and 4) reflection. Subject of this research were students of class VIIIB SMP Islam Terpadu Qurrota A’yun Palu, then 4 students were chosen to become informants which consisted of 2 persons have low ability, 1 person has medium ability, and 1 person has high ability. The data of this research was qualitative and quantitative datas, Datas collecting techniques were observation, test, interview, and field notes. This research conducted in two cycles. The results showed that the aplication of NHT type of cooperative learning model can improve students learning outcomes by following NHT phases, consisting of: 1) grouping and numbering, 2) questioning, thingking together, and 4) answering. The result of this research: 1) percentage of students test outcomes on 1st cycle reached 53,84%, and on 2nd cycle reached 77,77%, 2) percentage of teacher observation activities on 1st cycle reached 78% by the criteria of good, and on the 2nd cycle reached 86% by the criteria of very good, 3) percentage of students observation activities on 1st cycle reached 72% by the criteria of good, and on the 2nd cycle reached 84% by the criteria of very good.
Keywords: Numbered heads together (NHT) type of cooperative learning model, learning outcomes, relationship of central angle, arc length, and sector area of circle
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CARA PERSEORANGAN DAN KELOMPOK KECIL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 1 SOJOL UTARA PADA MATERI MELUKIS SUDUT
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan model pembelajaran cara Perseorangan dan Kelompok Kecil (model PPKK) untuk meningkatkan keterampilan siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Sojol Utara pada materi melukis sudut. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini melalui lembar observasi, catatan lapangan, dan data hasil pekerjaan siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Sojol Utara yang terdaftar pada tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 26 siswa dan dipilih satu siswa dalam setiap kelompok sebagai informan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengamatan aktivitas guru pada siklus I yaitu memperoleh krtiteria taraf keberhasilan baik, dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Hasil pengamatan aktivitas siswa pada siklus I memperoleh kriteria taraf keberhasilan baik, dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Hasil pengamatan keterampilan siswa siklus I yakni 2 siswa yang kurang terampil dan 24 siswa yang tidak terampil dan mengalami peningkatan pada siklus II, dengan hasil pengamatan keterampilan siswa adalah 2 siswa yang terampil dan 24 siswa yang kurang terampil. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran cara perseorangan dan kelompok kecil (model PPKK) dapat meningkatkan keterampilan siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Sojol Utara pada materi melukis sudut melalui tahap-tahap sebagai berikut: 1) pembukaan/pengantar, 2) informasi, demonstrasi dan aktivitas perseorangan, 3) informasi dan aktivitas kelompok, 4) kuis evaluasi, dan 5) penutup.
Kata Kunci :model PPKK, keterampilan, melukis sudut.
Abstract: This research aimed to describe the application of learning of Individual way and small group (Model PPKK) to improved skills of students in class VII A SMP Negeri 1 Sojol Utara on painting corner. This research was a classroom action research which refers to the design of Kemmis’ and Mc.Taggart, namely planning, action, observation, and reflection. The technique of data collection was obtained through observation sheets, field notes, and the data of student work. This research was conducted in two cycles. The subjects were students in class VII A SMP Negeri 1 Sojol Utara in the academic year 2016/2017. The subjects consist of 26 students and one student of every group was chosen as the informant. The results of this research indicating that the observation result of teacher’s activity in cycle I obtain success level criteria that is good, and increased in cycle II that is obtain a very good level criteria. While in the observation result of student’s activity in cycle I obtain success level criteria that is good, and increased in cycle II that is obtain a very good level criteria. The observation of the student's skills cycle I of the 2 students who are less skilled and 24 students unskilled and increased in the cycle II, with observations of student skills is a 2 students who are skilled and 24 students who are less skilled. Based on research results obtained ,so that can be concluded that learning of Individual way and small group (Model PPKK) can improve skills of students in class VII A SMP Negeri 1 Sojol Utara on painting corner through the following phases: 1) opening / introduction, 2) information, demonstrations and activities of individuals, 3) information and group activities, 4) evaluation quiz, and 5) Closing.
Keywords: ppkk model , skills , paint angles
PROFIL PEMECAHAN MASALAH LINGKARAN DITINJAU DARI TINGKAT KECERDASAN VISUAL-SPASIAL SISWA KELAS IX SMP
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi deskriptif tentang profil pemecahan masalah lingkaran ditinjau dari tingkat kecerdasan visual-spasial siswa kelas IX SMP. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Model Terpadu Madani Palu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang mengacu pada langkah Polya. Subjek dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan angket kecerdasan visual-spasial untuk menentukan tingkat kecerdasan visual-spasial tinggi dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki: (1) tingkat kecerdasan visual-spasial tinggi: a) memahami masalah, siswa membuat pola gambar kemudian siswa dapat menyebutkan semua informasi dari soal. b) membuat rencana pemecahan, menggunakan gamabar dan menggunakan konsep geometri untuk memilih strategi pemecahan. c) melaksanakan rencana pemecahan, menggunakan gambar, konsep geomtetri dan pengetahuan yang telah dimilikinya. d) memeriksa kembali, mengecek tahap demi tahap dan melakukan perhitungan kembali. (2) tingkat kecerdasan visual-spasial rendah: a) memahami masalah, siswa mampu menyebutkan informasi yang ada tapi tidak lengkap. b) membuat rencana pemecahan, menggunakan semua informasi dari soal dan konsep geometri untuk membuat strategi pemecahan. c) melaksanakan rencana pemecahan, menggunakan konsep geometri, pengetahuan dan pengalaman belajarnya. d) memeriksa kembali, melakukan perhitungan ulang terhadap hasil pengerjaannya.
Kata kunci : Profil pemecahan masalah; Lingkaran, Kecerdasan visual-spasial.
Abstract: The research aims to obtaining descriptive information about problem solving profile on circle seen from by level of visual-spatial intelenge of IX class student at SMP. The research implemented in SMP Negeri Model Terpadu Madani Palu. The research use qualitative method with descriptive phenomenological wich point to Polya step. Subject in the research result with use visual-spatial intellegence inquiry to determine visual-spatial intelligence level high and low. The results showed that students who have: (1) visual-spatial intelligence level high: a) understand the problem, students create an image pattern and then the students can name all the information on the matter. b) make plans, using images and uses the concept of geometry to select-solving strategies. c) carry out our plan, use images, concepts geomtetri and knowledge he had. d) check again, check step by step and do a recalculation. (2) visual-spatial intelligence level low: a) understand the problem, Students are able to provide information about existing but incomplete. b) make plans, to use all the information from the questions and the concept of geometry to make solving strategies. d) check again,to recalculate the results of the process.
Keywords: Profile problem solving; Circle, Visual-spatial intelligence
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LOGARITMA DI KELAS X IPA MODEL 1 SMAN 1 SIGI
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi logaritma di kelas X IPA Model 1 SMAN 1 Sigi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Desain penelitian yang dilakukan mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat komponen, yaitu (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas X IPA Model 1 SMAN 1 Sigi. Dari subjek penelitian tersebut dipilih 3 orang informan dengan kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, tes, wawancara dan catatan lapangan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan mengikuti tahap-tahap model pembelajaran kooperatif tipe STAD, yakni: (1) penyajian kelas, (2) mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar, (3) membimbing siswa belajar dan bekerja, (4) tes individual, dan (5) pemberian penghargaan.
Kata Kunci: Pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD); Hasil Belajar; Logaritma.
Abstract: The purpose of this research was to obtain a description of the application STAD type of cooperative learning model to improve students’ mathematics learning outcomes on the logarithm material in grade X IPA Model 1 SMAN 1 Sigi. This type of research is classroom action research (CAR). The research design refers to the design of research conducted Kemmis and Mc. Taggart is comprised by of four components: (1) planning, (2) actions, (3) observation, and (4) reflection. The subject of this research is student of class X IPA Model 1 SMAN 1 Sigi. The research subjects chosen from 3 informants with high ability, medium and low. The data of this rescares was qualitative and quantitative data. Fechnigues of data collection were observation, tests, interviews, and notes. This research was conducted in two cycles. The results showed that the application of STAD type of cooperative learning model can improve student learning outcomes by following the phases of the learning model Cooperative STAD, namely: (1) Presentation Classes, (2) organize the students into groups learning, (3) guiding students to learn and work, (4) the test individual, and (5) giving the award.
Keyword: The Application of STAD Cooperative Learning; Learning Outcomes; Logarith