Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
Not a member yet
    458 research outputs found

    PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI HIMPUNAN

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan pendekatan scientific untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi himpunan di kelas VII SMP Negeri 21 Sigi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian yang digunakan mengacu pada desain penelitian Kemmis dan  Mc. Taggart yang terdiri atas empat komponen, yaitu (1) perencanaan (2) pelaksanaan tindakan (3) observasi dan (4) refleksi. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data aktivitas guru dalam mengelolah pembelajaran, dan aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, data hasil tes awal dan data hasil tes akhir tindakan. Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan pada tes akhir siklus I terdapat 6 siswa tuntas dan 19 siswa tidak tuntas. Sedangkan pada siklus II terdapat 21 siswa tuntas dan 4 siswa tidak tuntas. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa melalui penerapan pendekatan scientific hasil belajar siswa meningkat sesuai kriteria keberhasilan tindakan, dengan mengikuti langkah-langkah pendekatan scientific, yaitu (1) mengamati, siswa mengamati masalah dan alternatif penyelesaian. (2) menanya, mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami atau untuk mendapatkan informasi dari apa yang diamati. (3) menalar, siswa berfikir dan membuat kesimpulan dari metode tanya jawab dari langkah sebelumnya (4) mencoba, siswa mengerjakan LKS secara berkelompok dan (5) membentuk jejaring, siswa berdiskusi dan menyampaikan hasil kerja kelompoknya. Kata Kunci: Pendekatan Scientific, Hasil Belajar, Himpunan. Abstract: The purpose of this study to obtain a description of the application of the scientific approach to improve Students learning outcomes on set material at Class VII SMP Negeri 21 Sigi. This type of research is classroom action research. The study design used is based upon research design Kemmis and Mc. Taggart consisting of four components: (1) planning (2) action (3) observation, and (4) reflection. The data collected in this study is data activity of teachers in managing learning, and students' activity in participating in learning activities, the initial test result data and the final test result data action. The study was conducted in two cicles. The result showed at the end of the test cycle action I there are 4 students completed and 17 students do not completed. While on the second cycle, there are 16 students completed and 5 students did not completed. It can be concluded that through the application of scientific approach to student learning ability in solving systems of linear equations of two variables increases according to criteria of success of the action, by following these steps scientific approach, that is (1) Observing, students observe phenomena and discover facts shaped objective data. (2) Questioning, questions about information that is not understood or to get information on what is observed. (3) Associating, the students process the data for the conclusion of a question and answer method from the previous step. (4) Experimenting, students work in groups LKS and (5) networking among students discuss and convey the group's work. Keywords: Scientific Approach, learniang Outcomes, set

    KOLABORASI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIIIA SMP LABSCHOOL UNTAD PALU PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME LIMAS

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang kolaborasi model pembelajaran Discovery Learning dan kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dapat meningkatan hasil belajar siswa kelas VIII A SMP Labschool UNTAD Palu pada materi luas permukaan dan volume limas. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pada siklus I banyaknya siswa yang tuntas yakni 14 siswa dengan persentase ketuntasan 66,67% dan pada siklus II banyak siswa yang tuntas yakni 16 siswa dengan persentase ketuntasan 76,19%. Hasil observasi aktivitas guru pada siklus I berada  pada kategori baik dan mengalami peningkatan pada siklus II berada pada kategori sangat baik. Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I berada pada kategori baik dan mengalami peningkatan pada siklus II berada pada kategori sangat baik. Subjek penelitian ini sebanyak 23 siswa dan dipilih tiga sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan kolaborasi model pembelajaran Discovery Learning dan kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dapat meningkatan hasil belajar siswa kelas VIII A SMP Labschool UNTAD Palu pada materi luas permukaan dan volume limas, dengan enam komponen yaitu: 1) Stimulation dan Think, 2) Problem Statement dan Think, 3) Data Collection dan Pair, 4) Data Processing dan Share, 5) Verification dan Share, 6) Generalization.   Kata kunci: model pembelajaran Discovery Learning dan Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS); Hasil Belajar; Luas Permukaan dan Volume Limas.   Abstract: This study aims to obtain a description of the collaboration of Discovery Learning learning models and cooperative type Think Pair Share (TPS) can improve learning outcomes of class VIII A SMP Labschool UNTAD Palu on material surface area and volume of pyramid. This research is classroom action research (CAR) which refers to the research design of Kemmis and Mc. Taggart namely (1) planning, (2) implementation of actions, (3) observation and (4) reflection. This research was conducted in two cycles. In the first cycle the number of students who completed were 14 students with a percentage of completeness of 66.67% and in the second cycle many students were completed ie 16 students with a percentage of completeness of 76.19%. The results of the observation of teacher activities in the first cycle were in the good category and experienced an increase in the second cycle in the very good category. The results of the observation of student activities in the first cycle were in the good category and experienced an increase in the second cycle in the very good category. The subjects of this study were 23 students and three were chosen as informants. The results showed that learning in collaboration with the Discovery Learning learning model and cooperative type Think Pair Share (TPS) can improve the learning outcomes of class VIII A SMP Labschool UNTAD Palu in the material surface area and volume of pyramid, with six components: 1) Stimulation and Think , 2) Problem Statement and Think, 3) Collection and Pair Data, 4) Data Processing and Share, 5) Verification and Share, 6) Generalization.   Keywords: Discovery Learning learning model and Cooperative Think Pair Share (TPS) type; Learning outcomes; Surface Area and Limitation Volume

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA

    Get PDF
    Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang  penerapan model pembelajaran berbasis masalah(PBM)yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mnyelesaikan soal cerita keliling dan luas daerah persegi panjang di kelas VII C MTsN 1 Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Desain penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart.Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model PBM dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dengan mengikuti langkah-langkah, yaitu (1) orientasi siswa pada masalah menggunakan power point, hasil yang didapatkan pada fase ini adalah hampir semua siswa memperhatikan penyampaian guru dan aktif mencari tahu cara penyelesaian masalah keliling persegi panjang pada siklus I dan luas daerah persegi panjang pada siklus II dengan memberikan tanggapan terhadap masalah yang diberikan oleh guru.(2) mengorganisasikan siswa untuk belajar, hasil yang didapatkan pada fase ini di siklus I adalah masih ada siswa yang menunjukkan ketidaksetujuannya kepada guru tentang anggota kelompoknya yang telah ditentukan. Hasil yang didapatkan pada fase ini di siklus II adalah semua siswa langsung membentuk kelompok sesuai dengan anggota kelompok yang telah ditentukan oleh guru. (3) membantu penyelidikan individual maupun kelompok. Hasil yang didapatkan pada fase ini adalah siswa mampu untuk mengungkapkan  ide-ide mereka dalam menjawab masalah yang ada dalam LKS melalui diskusi kelompok. Selain itu, siswa sudah dapat menggunakan rumus keliling persegi panjang dengan bantuan seperlunya dari guru jika siswa mengalami kesulitan pada siklus II. (4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, Hasil yang didapatkan pada fase ini di siklus I adalah siswa sudah mampu mempresentasikan hasil pekerjaan kelompoknya dengan penguasaan topik dan proses pengerjaan yang cukup baik. (5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, Hasil yang didapatkan pada fase ini adalah siswa sudah mampu menganalisis hasil proses pemecahan masalah keliling persegi panjang  di siklus I dan masalah luas daerah persegi panjang di siklus II. Kata Kunci: Model Pembelajaran Berbasis Masalah(PBM); hasil belajar; soal cerita keliling dan luas daerah persegi panjan

    EFEKTIVITAS METODE PENEMUAN TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keefektivan metode penemuan terbimbing terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII SMP Negeri se-Kecamatan Dampal Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperiment. Adapun desain penelitian yang digunakan yaitu Nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri se-Kecamatan Dampal Utara. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Adapun sampel yang diperoleh adalah kelas VII SMP Negeri 1 Dampal Utara yang berjumlah dua kelas. Hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata kelas      eksperimen 75,28 dan kelas kontrol 69,9. Berdasarkan perhitungan uji hipotesis diperoleh thitung = 1,87 dan ttabel = 1,68 karena thitung > ttabel maka Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan menggunakan metode penemuan terbimbing lebih baik dari metode ekspositori. Artinya metode penemuan terbimbing efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII SMP Negeri se-Kecamatan Dampal Utara pada materi aritmetika sosial. Kata Kunci: Efektivitas; Metode Penemuan Terbimbing; Pemecahan Masalah Matematika. Abstract: The purpose of this study was to describe the effectiveness of guided discovery method on mathematical problem-solving ability of students at class VII SMP Negeri North Dampal District. This research is a quantitative study with the research design of Nonequivalent control group design. The population of this study was all class VII SMP Negeri North Dampal District. Sampling techniques are performed with purposive sampling. The sample obtained is class VII SMP Negeri north Dampal district which amounts to two classes. Data analysis results are obtained the average value of the experimental class 75.28 and the control class 69.9. Based on hypothesis test calculations acquired tcount = 1.87 and        ttable = 1.68 because tcount > ttable then Ha received. So it can be concluded that the students mathematical problem solving ability to be taught using a better guided discovery method of expository methods. It means that discovery guided method is effective againt mathematical problem-solving ability of student at class VII SMP Negeri North Dampal District on social arithmetic material. Keywords: Effectiveness, Guided Discovery Method, Mathematical Problem-Solvin

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED HEADS TOGETHER) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL DI KELAS VIIA SMPN 4 SIGI

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pada materi aritmatika sosial di kelas VIIA SMP N 4 Sigi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri atas empat komponen, yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi dan 4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIA SMPN 4 Sigi yang berjumlah 32 siswa. Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIA SMPN 4 Sigi dengan menerapkan fase-fase yaitu: 1) penyampaian tujuan dan pemberian motivasi, 2) penyajian informasi, 3) penomoran, 4) pengajuan pertanyaan, 5) berpikir bersama, 6) pemberian jawaban atau evaluasi dan 7) pemberian penghargaan pada materi aritmatika sosial.   Kata kunci: numbered heads together, hasil belajar, aritmatika sosial.   Abstract: The objectives of this research is to obtain the description about application of cooperative learning of Numbered Heads Together (NHT) of arithmetic social in grade VIIA of SMPN 4 Sigi. This research is a classroom action research (CAR). The design of this research refered to the Kemmis and Mc.Taggart’s research design, that consist of 4 components, those are 1) planning, 2) acting, 3) observating and 4) reflecting. The subject were students of Grade VIIA of SMPN 4 Sigi totaling 32 student. This research consist of two cycles. The results of the research showed that the application of cooperative learning type NHT can improve student’s learning outcomes in grade VIIA of SMPN 4 Sigi by applyingthe phases, those are: 1) conveying the learning objective and motivating, 2) presenting information, 3) numbering, 4) questioning, 5) heads together, 6) answering or evaluating and 7) giving appreciation of social arithmetic.   Keywords: numbered heads together, learning outcomes, arithmetic social

    PENERAPAN LANGKAH-LANGKAH PEMECAHAN MASALAH POLYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERBANDINGAN BERBALIK NILAI DI KELAS VII A SMP LABSCHOOL UNTAD PALU

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan langkah-langkah pemecahan masalah menurut Polya yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VII A SMP Labschool UNTAD Palu pada materi perbandingan berbalik nilai. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Desain penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan masing-masing siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan langkah-langkah pemecahan masalah menurut Polya dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan berbalik nilai di kelas VII A SMP Labschool UNTAD Palu, dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: (1) memahami masalah, (2) membuat perencanaan, (3) melaksaakan perencanaan, (4) memeriksa kembali. Kata Kunci: langkah-langkah pemecahan masalah menurut Polya,hasil belajar, perbandingan  berbalik nilai Abstract:The purpose of this study was to obtain a description of the application of problem solving steps according to Polya which can improve student learning outcomes in class VII A SMP Labschool UNTAD Palu on the material of reversed comparison.The design of this study refers to the research design of Kemmis and Mc. Taggart is planning, implementing actions, observing, and reflecting. This research was conducted in two cycles and each cycle was carried out in two meetings. The results showed that the application of problem solving steps according to Polya can improve student learning outcomes in the material of reversed comparison in class VII A SMP Labschool UNTAD Palu,by following the foot steps as follows: (1) understand a problem, (2)making plan, (3)implement planning, and (4) check back. Keywords: steps for solving problems according to Polya, learning outcomes, reversed compariso

    PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERBANDINGAN TRIGONOMETRI

    Get PDF
    Abstrak:Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan scientific pada model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievment Division (STAD) dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan trigonometri di kelas X SMAN 1 Sigi. Rancangan penelitian mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart, yang terdiri dari empat komponen, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: 1) apersepsi, memberikan motivasi dan menyampaikan tujuan pembelajaran, 2) menyajikan informasi, siswa mengamati satu contoh permasalahan yang terkait perbandingan trigonometri, mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami, menalar permasalahan yang terkait perbandingan trigonometri untuk memperoleh  kesimpulan. 3) mengorganisir siswa dalam tim-tim belajar, 4) membimbing kelompok bekerja dan belajar, siswa bersama-sama kelompok mengkomunikasikan hasil temuannya di depan kelas 5) Evaluasi, siswa mengeksplorasi dengan mengerjakan LKPD secara berkelompok 6) memberikan penghargaan.  Kata Kunci: Model pembelajaran kooperatif  STAD, Scientific,  Hasil belajar, Perbandingan, Trigonometri. Abstact: The main goal of this research is to describe “Scientific Approach Implementation on Cooperative Learning Model of Student Teams Achievement (STAD) type in an effort to increase the students learning achievement on Trigonometry Ratio Subject at the tenth grade of SMAN 1 Sigi. The research design refers to Kemmis and Mc Taggart Model that comprises (1) Planning, (2) Action Implementation, (3) Observation and Reflection. The obtained data are taken from the teachers’ and students’ activity data in the form of observation sheet, interview, and field note results. This research is conducted by using an scientific approach on cooperative learning model of Student Teams Achievement Division (STAD) type, that is guided by the phases as follows: (1) conveying the goal, and motivating students; (2) conveying information in which students observe phenomena and find out facts in the form of objective data, students raise the questions about unknown information or to get information from the observation results, students think logically to process data to draw conclusion; (3) organizing students in learning groups, (4) advising the teamwork and studying, students form a web of communication by discussing and raising the teamwork results; (5) evaluation, students explore by doing LKPD in groups; (6) giving appreciation. Keyword: Cooperative Learning Model (STAD) type, Scientific, Learning Achievement, Ratio, Trigonometry

    PROFIL PENGETAHUAN PROSEDURAL SISWA MAN 1 PALU DALAM MENYELESAIKAN SOAL RELASI DAN FUNGSI

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil pengetahuan prosedural Siswa MAN 1 Palu dalam menyelesaikan soal pada materi relasi dan fungsi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MAN 1 Palu yang berkemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian ini adalah: Profil pengetahuan prosedural subjek yang berkemampuan tinggi berupa subjek menggunakan pertidaksamaan kuadrat berbentuk  untuk menentukan daerah asal dari rumus fungsi dengan tanda akar, memodifikasi bentuk pertidaksamaan kuadrat yaitu  menjadi , mengkomunikasikan bentuk  kedalam bentuk faktor-faktornya yaitu , menggunakan prosedur titik-titik uji untuk menentukan himpunan daerah penyelesaian (daerah asal fungsi) dari ketaksamaan  dan menggunakan representasi garis yang sejajar dengan sumbu  dalam mengklasifikasikan gambar relasi atau fungsi. Subjek berkemampuan rendah berupa subjek  menggunakan pertidaksamaan kuadrat berbentuk  untuk menentukan daerah asal dari rumus fungsi dengan tanda akar, dan menggunakan representasi garis yang sejajar dengan sumbu  dalam mengklasifikasikan gambar relasi atau fungsi. Subjek berkemampuan rendah berupa subjek mengkomunikasikan bentuk  kedalam bentuk faktor-faktornya yaitu . Kata kunci: Profil pengetahuan prosedural; relasi dan fungsi. Abstract: This research intent to describe prosedural's science profile MAN'S Student 1 Mallet deeping to solve problem on relationship and function material. This observational type is observational kualitatif. Subjek is this research is student braze x MAN 1 adequate Mallet tall mathematics, be, and low. This observational result is: prosedural subjek's gnostic profile that adequate tall as subjek utilizes less than square gets to form   to determine origin region of function formula with sign root, modifying less than's form square which is  as , to communication forms  into its factor forms which is , utilizing dot procedure test to determine working out region gatherings (logistic origin region) from less than  wield representasi equal lining with punk  in clasify relationship or function image. Adequate Subjek low as subjek utilizes less than square gets to form  to determine origin region of function formula with sign root, wield representasi equal lining with punk  in clasify relationship or function image. Adequate Subjek low as subjek to comunication form  into its factor forms which is  . Key word: prosedural's gnostic profile; relationship and function

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING) PADA MATERI FUNGSI INVERS

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan model pembelajaran penemuan (discovery learning) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi fungsi invers di kelas X MIA 1 SMA Negeri 9 Palu. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan dan observasi serta refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri 9 Palu yang terdaftar pada tahun ajaran 2017/2018. Subjek penelitian ini sebanyak 22 siswa dan dipilih tiga siswa sebagai informan. Pada penelitian ini diterapkan model pembelajaran penemuan (discovery learning) dengan mengikuti fase-fase pembelajaran, meliputi: (1) menstimulasi/pemberian rangsangan, (2) pernyataan/mengidentifikasi masalah, (3) pengumpulan data, (4) pengolahan data, (5) verifikasi/pembuktian, dan (6) menarik kesimpulan/generalisasi. Hasil penelitian ini adalah: (1) siswa dapat menemukan konsep fungsi invers dan mengingat definisi dari fungsi invers untuk siklus I; (2) siswa dapat menemukan sifat/aturan pada fungsi invers dan menentukan rumus fungsi invers untuk siklus II; (3) melalui penerapan model pembelajaran penemuan (discovery learning), hasil belajar siswa meningkat dari siklus I sebesar 57,14% ke siklus II sebesar 85%; (4) setiap aspek aktivitas guru dan siswa dalam pelaksanaan fase-fase model pembelajaran penemuan (discovery learning) pada lembar obsevasi berada pada minimal kategori baik; (5) lembar observasi aktivitas guru dan siswa berada pada kategori baik pada siklus I dan berada pada kategori sangat baik pada siklus II dengan mengikuti fase-fase model pembelajaran penemuan (discovery learning). Kata kunci: model pembelajaran penemuan (discovery learning), hasil belajar, fungsi invers. Abstract: This research aimed to describe about the application of discovery learning model that can increase scholastic achievement of students on the topic of inverse functions at grade X MIA 1 SMA Negeri 9 Palu. This research was a classroom action research which referred to Kemmis and Mc. Taggart research design that were planning, acting and observing as well as reflecting. This research was conducted in two cycles. Subject of research was grade X MIA 1 student of SMA Negeri 9 Palu in the academic year 2017/2018. The number of research subject were 22 students and three students were selected as informants. In this research was applied discovery learning model through the phases of learning, they were: (1) stimulation, (2) problem statement, (3) data collection, (4) data processing, (5) verification, and (6) generalization. The results of this research by applied discovery learning model such as: (1) students can find the concept of inverse function and remember the definition of the inverse function in the first cycle; (2) students can find the properties or rules that exist in the inverse function and determine the inverse function formula in the second cycle; (3) through the application of discovery learning model, the scholastic achievement of students increased by 57.14% of the first cycle to the second cycle amounted to 85%; (4) each aspect of the teacher’s and the student’s activities through the application of discovery learning model phases minimal were in good category at observation sheet; (5) the observation sheet activities of teachers and students are in the good category in cycle 1 and are in the category of very both in cycle 2 according to phase of Discovery Learning model

    PROFIL PENYELESAIAN SOAL PEMBAGIAN PECAHAN SISWA KELAS VII SMPN MODEL TERPADU MADANI PALU

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian  ini bertujuan untuk mendiskripsikan penyelesaian soal pembagian pecahan siswa kelas VII SMPN Model Terpadu Madani Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 3 siswa yang diambil 27 siswa di kelas VII Kerajalembah SMPN Model Terpadu Madani Palu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian siswa yang berkemampuan  tinggi: (1) mengubah  bilangan kebentuk pecahan, mengalikan pecahan pertama dengan  kebalikan dari pecahan kedua,  mengalikan  pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan  penyebut, dan menyederhanakan pecahan dengan cara membagi pembilang dan penyebut dengan FPB; (2) mengalikan pecahan pertama dengan  kebalikan dari pecahan kedua, mengalikan pembilang dengan pembilang dan  penyebut dengan  penyebut, dan menyederhanakan pecahan dengan cara membagi pembilang dan penyebut dengan FPB. Penyelesaian siswa yang berkemampuan  sedang: (1) mengubah  bilangan  kebentuk pecahan, mengalikan  pecahan pertama dengan  kebalikan dari pecahan  kedua, mengalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan  penyebut, dan  menyederhanakan pecahan dengan cara membagi pembilang dan penyebut dengan  FPB; (2) mengubah  bilangan  kebentuk pecahan, mengalikan pecahan pertama dengan kebalikan dari pecahan kedua, mengalikan  pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut. (3) mengalikan  pecahan  pertama dengan  kebalikan dari pecahan kedua, mengalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut, dan menyederhanakan pecahan dengan cara membagi pembilang dan penyebut dengan FPB. Penyelesaian siswa berkemampuan rendah: (1) mengubah  bilangan  kebentuk  pecahan, mengalikan pecahan pertama dengan kebalikan dari pecahan  kedua dan  mengalikan  pembilang dengan pembilang dan  penyebut dengan  penyebut, (2) mengalikan  pecahan  pertama dengan  pecahan kedua, mengubah tanda kali menjadi  tanda bagi, mengalikan  pembilang dengan  pembilang dan  penyebut dengan penyebut; (3) pembagian  pecahan biasa dengan  pecahan biasa:  membagi pecahan pertama dengan  pecahan kedua. Kemudian membagi pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut. Kata kunci : Profil penyelesaian, penyelesaian soal, pembagian pecahan. Abstrac: The purpose of this study is to describe the solution of the division of fractions of class VII SMPN Model Integrated Madani Palu. This type of research is qualitative research. The subjects of this study are 3 students taken 27 students in class VII Kerajalembah SMPN Model Integrated Madani Palu.The results showed that the completion of the students to the problem of division of fractions as follows: (1) change the number of fractional forms, multiply the first fractions by inverse of the second fraction, multiply the numerator with the numerator and denominator with the denominator, and simplify the fraction by dividing the numerator and denominators with FPB; (2) multiplying the first fraction by the inverse of the second fraction, multiplying the numerator with the numerator and denominator with the denominator, and simplifying the fraction by dividing the numerator and denominator with the FPB. Moderate student completion: (1) alter the fractional number of forms, multiply the first fraction by the inverse of the second fraction, multiply the numerator with the numerator and denominator with the denominator, and simplify the fraction by dividing the numerator and denominator by FPB; (2) alter the fractional number of forms, multiply the first fraction by the inverse of the second fraction, multiply the numerator by the numerator and the denominator with the denominator. (3) multiplying the first fraction by the inverse of the second fraction, multiplying the numerator with the numerator and denominator with the denominator, and simplifying the split by dividing the numerator and denominator with the FPB. Completion of low-ability students: (1) alter the fractional number of forms, multiply the first fraction by the inverse of the second fraction, change the signaland the time signature, and multiply the numerator with the numerator and denominator with the denominator; (2) multiply the first fraction by a second fraction, multiply the numerator by the numerator and denominator with denominator; (3) the division of a common denomination with the usual fraction: dividing the first fraction with a second split, and dividing the numerator by the numerator and denominator with the denominator. Keywords: Profile of settlement, problem solving,  fractional division

    454

    full texts

    458

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇