Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
Not a member yet
    458 research outputs found

    ANALISIS KESALAHAN SISWA PADA SOAL CERITA VOLUME PRISMA BERDASARKAN TEORI NEWMAN DI KELAS VIII SMPN 20 PALU

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi  jenis-jenis kesalahan dan faktor-faktor penyebab kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas VIII SMPN 20 Palu dalam mengerjakan soal cerita volume prisma berdasarkan teori Newman. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh dari penelitian adalah hasil pekerjaan siswa dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) subjek NI dan RV tidak melakukan kesalahan membaca. (2) Subjek NI dan RV melakukan kesalahan memahami dikarenakan siswa memiliki kebiasaan menyelesaikan soal cerita  tanpa menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan. (3) kesalahan transformasi dilakukan  oleh dilakukan  oleh subjek NI terjadi akibat dari kurangnya latihan dalam mengerjakan soal-soal bentuk cerita dengan variasi yang berbeda yang membuat siswa merasa kebingungan ketika mendapatkan soal cerita yang belum dikerjakan sebelumnya (4) kesalahan kemampuan proses dilakukan oleh subjek NI dan RV disebabkan kurangnya pemahaman siswa terhadap materi prasyarat baik  sifat, rumus dan prosedur pengerjaan merupakan penyebab terjadinya kesalahan kemampuan proses. Adapun kesalahan terakhir adalah (5) Kesalahan penulisan jawaban  akhir, kesalahan ini dilakukan oleh subjek RV kesalahan ini terjadi dikarenakan siswa melakukan kesalahan pada tahap sebelumnya sehingga siswa tidak dapat menlanjutkan jawaban pada tahap selanjutnya

    MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LINGKARAN MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT DI KELAS VIII A MTsN 3 DONGGALA

    Full text link
    Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A MTsN 3 Donggala pada materi lingkaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A yang berjumlah 16 orang siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang setiap siklusnya terdiri dari empat komponen yaitu: 1) Planning, 2) Acting, 3) Observing, dan 4) Reflecting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sudut pusat dan sudut keliling serta panjang busur dan luas juring lingkaran di kelas VIII A MTsN 3 Donggala, dengan fasenya yaitu: 1) Penyajian kelas, 2) Belajar dalam kelompok, 3) Permainan, 4) Pertandingan, dan 5) Penghargaan kelompok. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes akhir tindakan siklus I menunjukkan bahwa ketuntasan belajar klasikal mencapai 56,25% dan hasil tes akhir tindakan siklus II menunjukkan bahwa ketuntasan belajar klasikal mencapai 81,25%. Skor total aktivitas guru pada siklus I sebesar 55 meningkat pada siklus II menjadi 62. Skor total aktivitas siswa pada siklus I sebesar 49 meningkat pada siklus II menjadi 60

    PROFIL KEMAMPUAN PENYELESAIAN MASALAH SISWA PADA MATERI BELAH KETUPAT DI KELAS VII SMPN 6 BANAWA DI TINJAU DARI PERBEDAAN JENIS KELAMIN

    Full text link
    The purpose of this study was to obtain a description of students' problem-solving abilities on rhombus material in class VII SMPN 6 Banawa in terms of gender differences. This study uses a qualitative method with a qualitative descriptive approach based on the problem solving steps proposed by Polya. The results of this study indicate that male and female subjects in solving mathematical problems on rhombus material are as follows. (1) in understanding the problem, male and female subjects read the problem repeatedly, to determine what is known and asked in the question. (2) in planning problem solving, male and female subjects have the same solution, namely by assuming and using the formula for the area of ​​a rhombus. (3) in carrying out the problem-solving plan, male and female subjects solved the problem according to the plan that had been made previously, namely by using the formula for the area of ​​a rhombus but the male subject could not find the final answer. (4) in re-examining the answers of male and female subjects, write down how to check answers, using the substitution method, namely substituting the value obtained into the rhombus formula if there is a similarity in the results between the left and right sides then the answer is considered correct but the subject is male. unable to re-check the answers obtained, this is because male subjects cannot solve the problems given

    PROFIL BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X SMK NEGERI 5 PALU DALAM MENYELESAIKAN MASALAH TRIGONOMETRI POKOK BAHASAN ATURAN SINUS DAN COSINUS

    Full text link
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan masalah trigonometri pokok bahasan aturan sinus dan Cosinus berdasarkan langkah pemecahan masalah Polya, ditinjau dari tingkat kemampuan matematika. Jenis penelitian yaitu penelitian kualitatif. Subjek penelitian dipilih berdasarkan hasil ulangan harian matematika semester ganjil. Subjek penelitian sebanyak tiga siswa yaitu satu siswa berkemampuan matematika tinggi (ST), satu siswa berkemampuan matematika sedang (SS), dan satu siswa berkemampuan matematika rendah (SR). Hasil penelitian ini adalah (ST) menjawab semua kriteria berpikir kritis Ennis, pada dua tahap penyelesaian masalah, sedangkan (SS) dan (SR) tidak menjawab lengkap kriteria berpikir kritis Ennis di setiap langkah penyelesaian masalah

    PROFIL PEMECAHAN MASALAH SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 PALU

    Full text link
    Makalah ini mendeskripsikan pemecahan masalah sistem persamaan linear dua variabel siswa kelas VIII SMP 4 Palu mengacu pada langkah pemecahan masalah menurut Polya. Subjek penelitian ini adalah Dua orang siswa kelas VIII Rambutan SMP Negeri 4 Palu pada semester ganjil tahun ajaran 2021/2022. Dua orang siswa yang dipilih sebagai subjek penelitian terdiri dari siswa berkemampuan tinggi dan berkemampuan rendah. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil pemecahan masalah sistem persamaan linear dua variabel siswa berkemampuan tinggi mencapai : 1) Tahap Memahami, (2) Tahap Membuat Rencana, (3) Tahap Melaksanakan Rencana, (4) Tahap Memeriksa Kembali. Sedangkan profil pemecahan masalah sistem persamaan linear dua variable siswa berkemampuan rendah mencapai (1) Tahap Memahami, (2) Tahap Membuat Rencana           &nbsp

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI FUNGSI INVERS DI KELAS X MIA 1 SMA LABSCHOOL UNTAD PALU

    Full text link
    : Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang Penerapan model pembelajaran tipe Two Stay Two Stray (TSTS) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Fungsi Invers di kelas X MIA 1 SMA Labschool UNTAD Palu. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 1 SMA Labschool UNTAD Palu yang berjumlah 20 orang siswa. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang mengikuti desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan dan observasi (3) refleksi. Penelitian ini awalnya dirancang untuk dilaksanakan secara offline namun pada pelaksanaannya, penelitian ini dilakukan secara online melalui ZOOM karena pendemi Covid-19. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Fungsi Invers di kelas X MIA 1 SMA Labschool UNTAD Palu mengikuti fase yaitu: 1) Persiapan, guru menyampaikan tujuan pembelajaran, memberikan apersepsi dan memotivasi siswa, 2) Presentasi guru, guru menyajikan materi secara singkat, 3) Kegiatan kelompok, 2 orang siswa dari tiap kelompok bertamu ke kelompok lain dan 2 siswa lainnya berperan sebagai tuan rumah, tamu dan tuan rumah saling menjelaskan hasil kelompok mareka, 4) Formalisasi, siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan kelompok lain  menanggapi, 5) Evaluasi kelompok dan penghargaan, siswa menyimpulkan materi serta guru memberikan penghargaan kepada kelompok

    ANALISIS PEMECAHAN MASALAH SISWA SMP NEGERI 7 PALU DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA MATERI SPLDV DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT

    Full text link
    The purpose of this research is to describe of  problem solving of Students Class VIII SMP Negeri 7 Palu in Solving the Narrative Test of Linear Equations in Two Variables in terms of Adversity Quotient (AQ). This type of research was qualitative. The subject in this research was three student class VIII SMP    Negeri 7 Palu in even semester of the academic year of 2021/2022 which consisted of student each of the climber type, the camper type, and the quitter type. Data about students’ problem solving were collected by written tests and interviews, while data about students’ adversity quotient were obtained by giving ARP questionnaires. The results of this research show that (1) problem solving climber type students are able to carry out the stage of understanding the problem, devising a plan, carrying out the plan of solving and looking back, (2) problem solving camper type students are able to carry out the stage of understanding the problem, devising a plan, and carrying out the plan of solving, (3) problem solving quitter type students are able to carry out the stage of understanding the problem and devising a plan

    PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X IPA 1 SMA NEGERI 8 PALU PADA MATERI BARISAN ARITMATIKA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatkan hasil belajar siswa kelas X IPA 1 SMA Negeri 8 Palu pada materi barisan aritmatika dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Hasil yang diperoleh pada siklus I siswa yang tuntas sebanyak 9 siswa dengan presentase ketuntasan 42,86 % dan pada siklus II banyak siswa yang tuntas 11 siswa dengan persentase ketuntasan 78,5 %. Hal ini menunjukan bahwa penelitian ini berhasil meningkatkan hasil belajar siswa, dengan mengikuti fase fase sebagai berikut: 1) menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, pada fase ini guru menyampaikan tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar agar semangat dan serius dalam belajar. 2) menyampaikan informasi, fase ini guru bertugas menjelaskan segala mekanisme saat pembelajaran berlangsung serta menggali pengetahuan awal siswa dengan memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa. 3) mengorganisasi siswa kedalam kelompok kelompok belajar, guru mengorganisasi siswa kedalam kelompok kelompok belajar yang terdiri dari siswa yang berkemampuan tinggi sedang dan rendah. 4) membimbing kelompok bekerja, pembimbingan dilakukan oleh guru dengan secukupnya kemudian guru membentuk kelompok belajar baru sebanyak tiga kelompok yaitu kelompok ahli. Setelah diskusi dilakukan di kelompok ahli guru kembali mengarahkan untuk kembali ke kelompok asal masing masing. 5) evaluasi, pada tahap evaluasi dilakukan apabila siswa telah kembali pada kelompok asal kemudian guru memberikan tugas latihan kepada siswa dengan tujuan untuk mengecek kemampuan siswa. 6) pemberian penghargaan, selanjutnya pada tahap pemberian penghargaan siswa guru meminta seluruh siswa untuk tepuk tangan karena telah melaksanakan pembelajaran dengan baik.   Kata Kunci: Pembelajaran kooperatif, Jigsaw, Hasil belajar,  barisan  aritmatika.    Abstract: This study aims to describe improvement in learning outcomes of class X IPA 1 students at SMA Negeri 8 Palu in arithmetic sequence material by applying the Jigsaw cooperative learning model. The results obtained in the first cycle of students were completed as many as 9 students with a completeness percentage of 42.86% and in the second cycle many students completed 11 students with a percentage of completeness of 78.5%. This shows that this study succeeded in improving student learning outcomes, following the phase phases as follows: 1) Delivering goals and motivating students, in this phase the teacher conveyed the objectives of the lessons to be achieved in the lesson and motivated students to learn to be enthusiastic and serious in learning. 2) conveying information, this phase the teacher is tasked with explaining all the mechanisms when learning takes place and exploring students' initial knowledge by giving questions to students. 3) Organizing students into study group groups, teachers organize students into groups of study groups consisting of students who are capable of moderate and low. 4) Guiding groups to work, guidance is carried out by the teacher with sufficient amount and then the teacher forms a new learning group of three groups, namely the expert group. After the discussion has been carried out in the group of teachers the teacher directs them to return to their respective groups. 5) Evaluation, at the evaluation stage is carried out if students have returned to the original group then the teacher gives training assignments to students with the aim of checking students' abilities. 6) awarding, then at the awarding stage the teacher asks all students to applaud because they have carried out the lesson well.   Keywords: Cooperative learning, Jigsaw, Learning Results, arithmetic sequenc

    PROSES BERPIKIR SISWA SMA NEGERI 6 PALU DALAM MEMECAHKAN MASALAH LINGKARAN DITINJAU DARI GAYA BELAJAR

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir siswa SMA Negeri 6 Palu dalam memecahkan masalah lingkaran berdasarkan langkah-langkah Polya ditinjau dari gaya belajar. Hasil penelitian ini adalah 1) Proses berpikir subjek visual dalam a) memahami masalah, subjek membaca soal tanpa bersuara lalu menggaris bawahi keterangan penting untuk mengidentifikasi hal-hal yang diketaui dan ditanyakan, b) membuat rencana pemecahan, subjek menjelaskan rencananya dengan menggambarkan situasi yang dimaksud dalam soal, c) melaksanakan rencana pemecahan, subjek menandai jawabannya dengan coretan persegi panjang, sesekali diam memandang ke satu arah menandakan ia sedang berkonsentrasi, d) memeriksa kembali, subjek memeriksa operasi hitung dan mengulang berhitung. 2) Proses berpikir subjek auditorial dalam a) memahami masalah, subjek membaca soal berulang kali dalam hati ditandai dengan gerakkan bibirnya untuk mengidentifikasi hal-hal yang diketahui dan ditanyakan, suara-suara ribut akan membuat subjek sulit berkonsentrasi, b) membuat rencana, subjek mengungkapkan rencana pemecahan masalah yang telah disusun dengan lancar, c) melaksanakan rencana pemecahan, subjek menggerakan bibirnya seperti sedang berbicara pada dirinya sendiri, subjek juga lambat dalam menuliskan jawabannya, d) memeriksa kembali jawaban, subjek memeriksa kembali langkah-langkah pengerjaannya untuk memastikan tidak ada kesalahan. 3) Proses berpikir subjek kinestetik dalam a) memahami masalah, subjek membaca berulang di dalam hati dengan menggunakan pulpen sebagai penunjuk, subjek juga menggoyangkan kaki, b) membuat rencana, subjek mengungkapkan rencana dengan menunjuk ke kertas soal, subjek tidak menggunakan semua informasi penting untuk membuat rencana, c) melaksanakan rencana pemecahan, subjek mengetuk-ngetukan pulpen di kepala menandakan subjek fokus memikirkan apa yang sedang dikerjakan, d) memeriksa kembali jawaban, subjek tidak memeriksa kembali jawabannya

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR CHECK UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI FUNGSI KUADRAT DI KELAS X IPA 4 SMA NEGERI 7 PALU

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan deskripsi aktivitas pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe pair check dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi fungsi kuadrat di kelas X  IPA 4 SMA Negeri 7 Palu. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc.Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Subjek penelitian ini seluruh siswa kelas X IPA 4 SMA Negeri 7 Palu. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian (1) persentase ketuntasan belajar klasikal pada siklus I mencapai 61,76% dan mengalami peningakatan pada  siklus II mencapai 79,41%, (2) hasil observasi aktivitas pendidik pada siklus I dan siklusi II berada pada ketegori baik, (3) hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I berada pada ketegori baik dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu berada pada ketegori sangat baik. Dari hasil penelitian yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe pair check dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi fungsi kuadrat di kelas X  IPA 4 SMA Negeri 7 Palu melalui fase-fase yaitu: (1) bekerja berpasangan, (2) pelatih mengecek, (3) pelatih memberi pujian, (4) pelatih dan penyaji saling bertukar peran, (5) pelatih mengecek, (6) pelatih memberi pujian, (7) pasangan mengecek, (8) perayaan kelompok. Abstract: The objective of this research is to describe the implementation of cooperative learning model of pair check type that can improve student achievement on the material of quadratic functions in  X IPA 4 Classes SMA Negeri 7 Palu. This research is a classroom action research that refers to Kemmis and Mc. Taggart research design are (1) planning, (2) implementation of action, (3) observation and (4) reflection. The subjects of this study are all students of class X IPA 4 SMAN 7 Palu. This research was conducted in two cycles. The result of the research (1) the percentage of classical learning completeness in the first cycle was reached 61,76% and experienced an increase in the second cycle was reached 79,41%, (2) the result of observations of teacher activities in the cycle I  and cycle II in the good category, (3) the result of observations of students activities in the first cycle in the good category and to have an increase in the second cycle which in the very good category. From the result of the research obtained can be concluded that the implementation of cooperative learning model of pair check type that can improve student achievement by following phases, namely: 1) pair work, 2) coach checks, 3) coach praise, 4) coach and presenters exchange roles, 5) coach checks, 6) coach praise, 7) pair check, 8) team celebrations.Keyword: Cooperative Learning Model, Pair Check, Learning Achievement, Quadratic Function

    454

    full texts

    458

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇