Indonesian Journal of Fundamental Sciences
Not a member yet
    90 research outputs found

    ANALISIS HOMOGENITAS DATA CURAH HUJAN TAHUNAN KOTA MAKASSAR

    Get PDF
    Abstract. Homogeneity Analysis Of Annual Rainfall Data Of Makassar City. Testing the homogeneity of rainfall series is often required in climate and hydrology studies to ensure that rainfall data can be used reliability. The objective of this study is to identify homogeneity of annual rainfall data for three rainfall stations in Makassar for the period from 1985 to 2014. These stations are Paotere station, station of Biring Romang, and station of  BBMKG region IV. Four tests for homogeneity were applied for each station. These tests include the Standard Normal Homogeneity (SNH) test, Buishand Range (BR) test, Pettitt test and the von Neumann Ratio test. The SNH, BR, and Pettitt tests indicate that there was no break point for all station, except at Paotere station, Pettitt test shows that there was a break point in 1994. However, based on four homogeneity tests, the results reveal that rainfall series of Makassar city is homogeneous. The study results are usefull information for rainfall modeling of Makassar city.Abstrak. Analisis Homogenitas Data Curah Hujan Tahunan Kota Makassar. Pengujian homogenitas data runtun curah hujan sering diperlukan dalam kajian iklim dan hidrologi untuk menjamin kehandalan data yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeteksi kehomogenan data jumlah curah hujan tahunan di tiga stasiun hujan di kota Makassar dalam kurun waktu 1985 hingga 2014. Ketiga stasiun hujan tersebut adalah stasiun Paotere, stasiun Biring Romang, dan stasiun BBMKG wilayah IV. Ada empat uji homogenitas yang digunakan pada setiap stasiun, yaitu uji Standard Normal Homogeneity (SNH), uji Rentang Buishand (BR), uji Pettitt, dan uji Rasio von Neumann. Uji SNH, BR, dan Pettitt menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan jumlah curah hujan tahunan pada semua stasiun kajian, kecuali di stasiun Paotere, uji Pettitt menunjukan bahwa telah terjadi perubahan pada tahun 1994. Namun demikian, berdasarkan empat uji homogenitas tersebut menunjukkan bahwa data runtun curah hujan kota Makassar memenuhi sifat homogen. Hasil kajian ini merupakan informasi yang bermanfaat untuk melakukan pemodelan curah hujan kota Makassar.Kata Kunci: Break point, homogeneity test, runtun curah huja

    LOW-TEMPERATURE GRAPHENE GROWTH ON COPPER FOIL CATALYST BY CHEMICAL VAPOUR DEPOSITION (CVD) METHOD

    No full text
    Graphene growth at low temperatures (below 500 oC) on copper catalyst by CVD method was studied. The goal of this study is to determine a minimum growth temperature for growing graphene with high quality. In this study, the catalyst used for growing graphene was copper foil (Sigma-Aldrich, code: 1001328641, 25 µm in thickness, 99.98% trace metals basis, cut into 2x1 cm2 in size)  annealed at 900 oC , while the precursor used was poly(methyl methacrylate) (PMMA) heated at 140 oC. In graphene growth, two different growth temperatures of 350 oC and 450 oC were varied. The graphene films grown on copper foil catalyst were characterised using SEM and Raman spectroscopy. While, the films transferred onto quartz/glass/grid substrates were characterised by using SEM, Raman spectroscopy, UV-vis spectroscopy, four point probe and TEM. Results of this study showed that the 450 oC-grown samples produce a better quality graphene film compared to the 350 oC-grown samples. In other words, the minimum temperature of graphene growth is at least 450 oC for a Cu foil, since this temperature has to be sufficiently high to activate carbon diffusion and rearrangement on the catalyst surface.

    ELASTISITAS TINGKAT PENJUALAN IKAN PAGGANDENG TERHADAP PERUBAHAN MUSIM DI KELURAHAN TAMALANREA INDAH MAKASSAR

    Get PDF
    Abstract. Elasticity Sales Rate Season Changes Against Fish Paggandeng In Tamalanrea Indah Makassar. This study discusses the Regression Modeling Log-Doubles on Sales Rate Elasticity Paggandeng Sea fish Season Against Changes in Sub Tamalanrea Indah Makassar. The purpose of this study was a) to determine the Paggandeng Fish Merchants participation in the decision to sell the fish to the changing seasons; b) to determine whether or not the effect (elasticity) of sales of fish from fish penjuak group Paggandeng to the changing seasons; c) to see the influence (elasticity) of sales of fish from fish Sales Group Paggandeng to changing seasons in Tamalanrea, District municipality Tamalanrea Makassar using Multiple Regression Log (log-linear). The method used in this study is a double-log regression methodAbstrak. Elastisitas Tingkat Penjualan Ikan Paggandeng Terhadap Perubahan Musim di Kelurahan Tamalanrea Indah Makassar Penelitian ini membahas tentang Pemodelan Regresi Log-Ganda Pada Elastisitas Tingkat Penjualan Ikan Laut Paggandeng Terhadap Perubahan Musim di Kelurahan Tamalanrea Indah Makassar. Tujuan penelitian ini adalah a) untuk mengetahui partisipasi Pedagang Ikan Paggandeng dalam pengambilan keputusan menjual ikan dengan perubahan musim; b) untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh (elastisitas) penjualan ikan dari kelompok penjuak ikan Paggandeng terhadap perubahan musim; c) untuk melihat besar pengaruh (elastisitas) penjualan ikan dari Kelompok Penjual ikan Paggandeng terhadap perubahan musim di Kelurahan Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea Kotamadya Makassar dengan menggunakan Regresi Log-Ganda (Log-linear). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi log-ganda.Kata Kunci: Ikan Paggandeng, Regresi Log ganda,  Elastisita

    KONDISI PELAYANAN DAN KEPERCAYAAN KONSUMEN PADA SERVICE ENCOUNTER DAN SERVICE RELATIONSHIPS

    Get PDF
    Abstract. The Terms of Service and the Consumer Confidence in Service Encounter and Service Relationships. Trust consumers are influenced by the behavior of employees in the services. The purpose of this study to examine the relationship type (service encounters and service relationships) in the conditions of service (service successful and unsuccessful service) to consumer confidence. The study was conducted on food consumers as many as 89 people. The experimental method used to two groups: service encounter groups (N = 47) and group service relationship (N = 42). The results based on four scenarios of the experiment showed that there are differences in the level of consumer confidence in the conditions of service. Services were successful (successful service) indicates the level of consumer confidence is greater than the service failed (unsuccessful service). Nevertheless, the results of this study also gives a different result that there is no difference in consumer confidence in the consumer service relationships and consumer service encounter, even in conditions of service that succeed or fail. This study contributes to the socio-psychology and consumer behavior in understanding consumer confidence in service encounters and service relationships.Abstrak. Kondisi Pelayanan dan Kepercayaan Konsumen pada Service Encounter dan Service Relationships. Kepercayaan konsumen dipengaruhi oleh perilaku karyawan dalam melakukan pelayanan. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji tipe hubungan (service encounter dan service relationships) dalam kondisi pelayanan (successful service dan unsuccessful service) terhadap kepercayaan konsumen. Penelitian dilakukan pada konsumen rumah makan sebanyak 89 orang. Metode eksperimen digunakan terhadap dua kelompok yakni kelompok service encounter (N=47) dan kelompok service relationship (N=42). Hasil penelitian berdasarkan empat skenario eksperimen menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kepercayaan konsumen terhadap kondisi pelayanan. Pelayanan yang berhasil (successful service) menunjukkan tingkat kepercayaan konsumen yang lebih besar dibandingkan pelayanan yang gagal (unsuccessful service). Namun demikian, hasil penelitian ini juga memberikan hasil yang berbeda bahwa tidak terdapat perbedaan kepercayaan konsumen pada konsumen service relationships maupun konsumen service encounter, meskipun dalam kondisi pelayanan yang berhasil ataupun gagal. Penelitian ini memberikan konstribusi terhadap ilmu psikologi sosial dan perilaku konsumen dalam memahami kepercayaan konsumen pada service encounter dan service relationships.Kata Kunci: kepercayaan konsumen, service encounter, service relationship

    DESAIN DAN PEMBUATAN MESIN PENGERING LADA DENGAN MENGGUNAKAN PEMANAS UAP BERBAHAN BAKAR KAYU LIMBAH

    Get PDF
    Abstract. Design and Machine Dryer Lada Using Steam Heating Fuel Wood Waste. Pepper or pepper has the Latin name Piper nigrum and the family Piperaceae. Part pepper plant that is used is the fruit strung like wine. The drying process is carried pepper farmers today still take advantage of sunlight in a sense is still very dependent of weather and time. Pepper drying machine working system using hot steam from the kettle obtained from the fire / heat in the burning of waste wood, use was using the principle of heat transfer. Hot steam oven entered through the input pipe and then go into a hot radiator and circulates in the oven to dry pepper and lower water content. The research is a design research and experimentation in the form of theoretical study, the design of machines and dryers making machine pepper. Manufacture of machinery and laboratory trials conducted in the Laboratory of Mechanical Engineering Education FT UNM and field trials conducted in the village of the District Salassae Bulukumpa Enrekang. Drying is carried out for six hours to produce a water content of pepper eleven point nine, mustard seeds intact without shrunken shape with more or less uniform color. With the pepper drying machine is expected to benefit the preservation process yields so that people no longer rely on the weather for drying, speeding the drying process and improve the quality of dried pepper.Abstrak. Desain dan Pembuatan Mesin Pengering Lada dengan Menggunakan Pemanas Uap Berbahan Bakar Kayu Limbah Merica atau Lada memiliki nama latin Piper nigrum dan merupakan famili Piperaceae.. Bagian tanaman lada yang dimanfaatkan  adalah buahnya yang terangkai seperti anggur. Proses pengeringan yang dilakukan petani lada sekarang ini masih memanfaatkan sinar matahari dalam arti masih sangat bergantung cuaca dan waktu. Sistem kerja mesin pengering lada menggunakan panas uap dari ketel yang diperoleh dari api / panas pada pembakaran kayu limbah,pemanfaatanya menggunakan prinsip perpindahan panas. Uap panas masuk ke oven melalui pipa inputkemudian masuk ke radiator dan panas bersirkulasi didalam oven untuk mengeringkan lada dan menurunkan kadar air. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian desain dan eksperimen berupa kajian teoritis, mendesain mesin, dan membuat mesin pengering lada. Pembuatan mesin  dan uji coba laboratorium dilakukan di Laboratorium Pendidikan Teknik Mesin FT UNM dan uji coba lapangan dilaksanakan di Desa Salassae Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Enrekang. Pengeringan yang dilaksanakan selama enam jam menghasilkan lada yang berkadar air sebelas koma sembilan, biji lada bentuknya utuh tanpa kisut dengan warna yang kurang lebih seragam.Dengan adanyamesin pengering lada diharapkan memberi manfaat pada proses pengawetan hasil panen sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada cuaca untuk melakukan pengeringan, mempercepat proses pengeringan dan meningkatkan kualitas lada kering.Kata Kunci: Mesin Pengering, Lada, Pemanas ua

    PERAN BALAI PEMASYARAKATAN KLAS I MAKASSAR

    No full text
    Penelitian ini merupakan bidang penelitian yang menggunakan teknik wawancara dan pengolahan data. Penelitian terletak di Central Correctio BAPAS Kelas I Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tugas BAPAS untuk melakukan penelitian yang akan digunakan dalam proses peradilan serta untuk pencalonan PB, CB, CMB dan Asimilasi. Setelah itu, Bapas diberikan maka tugas akan terus perwalian masyarakat. Tujuan dari pembinaan untuk membentuk tahanan untuk menjadi manusia sepenuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi kejahatan. BAPAS melaksanakan program pembinaan untuk memaksimalkan reintegrasi klien pemasyarakatan. Berdasarkan data tahun 2013 dan 2014, program bimbingan dalam proses reintegrasi Klien Pemasyarakatan sangat efektif mengingat tingkat kegagalan menurun dan tingkat keberhasilan naik signifikan

    DESAIN TONGKAT ELEKTRONIK BAGI TUNANETRA BERBASIS SENSOR ULTRASONIK DAN MIKROKONTROLLER ATMEGA8535

    Get PDF
    Abstract. Stick Design Electronics For Blind And Microcontroller-Based Sensor Ultrasonic Atmega8535. The purpose of this research is to create hardware and software detection of objects with the ultrasonic sensor using a microcontroller ATMEL ATMega 8535, do the testing tool that can detect objects in the blind about people with disabilities in order to function properly. This study uses its engineering product design or direct observations, ie observations on how the microcontroller as the application process with multiple input and output devices. Performance of this electronic stick, which the system uses a microcontroller ATMega8535 this tool as a main controller and ultrasonic sensors SRF04 as measuring the distance to the obstacle or object. As a Buzzer output is used as an indicator of the voice of the beeb and DC motor as vibrator stick. Source of data derived from the results of stress measurement and observation. From the test results it can be concluded that the design of the stick electronics designed from some parts of the circuit microcontroller, a series of minimum system, module ultrasonic sensors SRF04, Buzzer, DC motors, LCD modules, series regulator and battery lipo 3 cell to detect obstacles or objects that can reached by the ultrasonic sensor, which is an electronic wand indicators such as voice sounds beeb and shakes that will be active when the ultrasonic sensors detect obstacles or objects in a certain range. From the test results it can be concluded that the electronic blind cane is quite satisfactory, since the results of comparative testing the response of electronic wand to wand blind judged from the aspect of effectiveness, convenience, safety, and excellence.Abstrak. Desain Tongkat Elektronik Bagi Tunanetra Berbasis Sensor Ultrasonik dan Mikrokontroller Atmega8535. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat perangkat keras dan lunak pendeteksi benda dengan sensor ultrasonic menggunakan mikrokontroler ATMEL ATMega 8535, melakukan pengetesan alat yang dapat mendeteksi benda-benda di sekitar penderita cacat tunanetra agar dapat berfungsi dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode rekayasa yang sifatnya rancang produk atau pengamatan secara langsung, yaitu pengamatan terhadap cara kerja mikrokontroler sebagai perangkat proses dengan aplikasi beberapa perangkat input dan output. Kinerja tongkat elektronik ini, dimana sistem alat ini menggunakan mikrokontroler ATMega8535 sebagai pengendali utamanya dan sensor ultrasonik SRF04 sebagai pengukur jarak terhadap penghalang atau objek. Sebagai output digunakan sebuah Buzzer sebagai indikator bunyi suara beeb dan Motor DC sebagai penggetar tongkat. Sumber data berasal dari hasil pengukuran tegangan dan hasil pengamatan. Dari hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa Desain tongkat elektronik dirancang dari beberapa bagian yaitu rangkaian mikrokontroller, rangkaian sistem minimum, modul sensor ultrasonik SRF04, buzzer, motor DC, modul LCD, rangkaian regulator dan baterai lipo 3 cell ini untuk mendeteksi penghalang atau objek yang dapat dijangkau oleh sensor ultrasonik, dimana indikator tongkat elektronik ini berupa suara bunyi beeb dan getar yang akan aktif ketika sensor ultrasonic mendeteksi penghalang atau objek pada jangkauan tertentu. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa tongkat elektronik tunanetra ini cukup memuaskan, karena hasil respon pengujian perbandingan tongkat elektronik dengan tongkat tunanetra yang dinilai dari aspek keefektifan, kemudahan, keamanan, dan keunggulan.Kata Kunci: Tongkat Elektronik , Sensor Ultrasonik, Mirokontroller ATMega853

    PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE BERBASIS MASYARAKAT DI KECAMATAN SUPPA KABUPATEN PINRANG

    Get PDF
    Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini (1) mengetahui persepsi terhadap pengelolaan hutan mangrove (2) mengetahui partisipasi  masyarakat terhadap pengelolaan hutan mangrove. Hasil yang diperoleh bahwa pengelolaan sumberdaya hutan mangrove selama ini belum banyak melibatkan masyarakat pesisir khususnya pada tahap perencanaan maupun sampai tahap pemeliharaan dan  masyarakat menginginkan agar dibentuk kelompok-kelompok tani/nelayan. Pendampingan dalam pengelolaan sumberdaya hutan mangrove dan penentuan zona-zona pengelolaan apakah sebagai kawasan konservasi, rehabilitasi, budidaya sehingga kawasan hutan mangrove dan sumberdayanya  dapat terjaga dan lestari. Kerusakan hutan mangrove dipesisir pantai Kabupaten Pinrang adalah umumnya disebebkan oleh konversi hutan mangrove menjadi lahan pertambakan dan diterjang oleh ombak yang besar.  Masyarakat di sepanjang pesisir pantai Kacematan Suppa secara aktif akan berpartisipasi dalam pengelolaan kawasan hutan mangrove mulai dari tahap perencanaan  pengawasan, sampai pada tahap pemeliharaan/pelestarian sumberdaya hutan mangrove

    ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PUBLIK BERBASIS IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA) PADA KECAMATAN KOTA MAKASSAR

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang: 1) gambaran kualitas pelayanan pemerintah Kecamatan Kota Makassar, 2) Strategi yang digunakan dalam meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah Kecamatan Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan survai. Lokasi penelitian yaitu: 1) Kecamatan Tamalate, 2) Kecamatan Panakukang, dan 3) Kecamatan Biringkanaya. Analisis yang digunakan adalah Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) gambaran kualitas pelayanan yang memberikan konstribusi yang paling banyak dari aspek keberhasilan organisasi dalam memberikan kepuasan kepada masyarakat adalah kecamatan Panakkukang. selanjutnya Kecamatan Tamalate, sedangkan yang paling rendah/sedikit adalah Kecamatan Biringkanaya, dan 2) melaksanakan indikator kualitas layanan yang didukung oleh empat aspek pendukung, seperti: a) kepemimpinan, b) komunikasi, c) Budaya Organisasi, dan d) Teknologi

    STRUKTURASI KERUANGAN DALAM TARI TRADISIONAL SULAWESI SELATAN (STUDI KASUS TARI PAKARENA)

    No full text
    Daerah Sulawesi Selatan dari Indonesia telah menjadi rumah dari empat kelompok etnis besar yaitu Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja. Hal ini disebabkan latar belakang politik di mana ada sejumlah kerajaan di masa lalu. Data empiris menunjukkan bahwa salah satu produk budaya dari budaya Makassar yang keberadaannya tidak terlepas dari posisi geografis dan kondisi sosial masyarakat dengan latar belakang maritim dan mountaineous adalah Pakarena. Citra dan penciptaan identitas banyak dipengaruhi oleh fakta bahwa itu lahir di daerah melting pot yang merupakan campuran dari maritim, mountaineous dan budaya luar. Pakarena Sere Jaga Ngandang, interpretasi simbolis estetika dan keberadaan sebagai salah satu dari identitas budaya dan wanita Makassar. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui pengamatan langsung, serangkaian wawancara dan studi pustaka untuk mendukung literatur. Pengamatan juga dilakukan oleh partisipasi peneliti dalam kinerja Pakarena sebagai salah satu penari. Ini berarti bahwa pendekatan etnologis menekankan pada analisis tekstual. Data diolah kemudian dianalisis. Disiplin pendukung lainnya seperti antropologi, sosiologi, humaniora dan sejarah digunakan untuk mendukung analisis tekstual

    84

    full texts

    90

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Indonesian Journal of Fundamental Sciences
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇