Indonesian Journal of Fundamental Sciences
Not a member yet
90 research outputs found
Sort by
Hubungan Parameter Biofisik Perairan dengan Hasil Tangkapan Ikan Pelagis Kecil di Perairan Pulau Ternate
This research was experimental fishing methods and regression analysis to examine the effect and relationship between biophysical parameters namely sea surface temperature and chlorophyll-a and the results of small pelagic fish conversations in Ternate Island, the results of the study showed that the biosphysical parameters including sea surface temperature (SPL) and chlorophyll-a have a significant influence on the distribution of small pelagic fish, with the correlation coefficient values of each sea surface temperature parameter and chlorophyll-a with the results of the pelagic fish tagging are 0.6121 and 0.704
Pengaruh Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) pada Pembibitan Awal
This study aims to determine the effectiveness of N2-fixing microbes contained in organic organic fertilizers at four levels of nitrogen fertilizer application in increasing the performance of oil palm seedlings. The experiment was carried out in the form of an experiment using a Randomized Block Design with 2 factors: organic organic fertilizer and nitrogen fertilizer. The first factor with three levels of treatment, namely without organic biological fertilizer, Organic fertilizer from cow dung (Agro Flower) 1 g / kg of Soil and Organic organic fertilizer (Biost) 1 g / kg of Soil. While the second factor consists of four levels, namely without N fertilizer, N fertilizer 50% of the standard dose, N fertilizer 100% of the standard dose, and N fertilizer of 150% of the standard dose. Each treatment was tested on 4 oil palm seedlings and repeated 3 times, so that 144 experimental plants were obtained. The observations made were the variable plant performance includes plant height, number of leaves, and stem diameter. Variants of plant nutrient levels included total N nutrient levels, P nutrient levels, and K nutrient levels. The results showed that N-inhibiting microbes contained in organic organic fertilizer increased plant height and stem diameter significantly in oil palm nurseries. The use of a 100% dose of N fertilizer together with organic biofertilizers shows the best crop performance results
Sifat Mekanik Beton Serat Ijuk yang Terendam Air Laut
This research aims to determine the value of mechanical properties in fiber fibers which are submerged in seawater and to find out the optimum length of fiber fibers to the mechanical properties of fiber fibers which are submerged in sea water. The method used is an experimental method carried out in the laboratory by varying the length of the fibers, which is 25 mm; 50 mm; 75 mm; and 100 mm with 4% fiber addition. Tests of mechanical properties carried out in the form of compressive strength, split tensile strength, and flexural strength. The results of the research challenge the palm fiber-concrete that the longer the fibers used in the concrete, the mechanical properties decrease. Fiber concrete submerged in seawater has higher mechanical properties than normal concrete. Optimum fiber length length in fiber concrete from the results of this study is 25 mm
PENGGUNAAN AKTIVATOR H3PO4 DAN KOMBINASI H3PO4- NaHCO3 PADA AKTIVASI LOW-RANK COAL KALIMANTAN TIMUR
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh waktu aktivasi low-rank coal Kalimantan Timur menggunakan aktivator H3PO4 dan kombinasi H3PO4- NaHCO3 terhadap kualitas karbon aktif yang dihasilkan. Low-rank coal dengan ukuran -65 +100 mesh dikarbonisasi pada temperature 6000C selama 3 jam, kemudian setelah dingin diaktivasi menggunakan aktivator H3PO4 dan kombinasi H3PO4- NaHCO3 konsentrasi 2,5 M selama 2, 4 dan 6 jam. Selanjutnya dilakukan analisa pengujian karbon aktif sesuai dengan syarat mutu Standar Nasional Indonesia SNI 06-3730-1995 mencakup kadar air, kadar abu, volatile matter, fixed carbon dan daya jerap iodine. Aktivasi low-rank coal menggunakan kombinasi H3PO4- NaHCO3 memberikan hasil terbaik pada waktu aktivasi 6 jam menghasilkan karbon aktif dengan kadar air 3,50 %, kadar abu 14,91 %, volatile matter 9,81 %, fixed carbon 71,78 % dan daya jerap iodine sebesar 505,01 mg/gr. Meskipun daya jerap iodine yang dihasilkan belum memenuhi standar SNI 06-3730-1995 namun aktivasi low-rank coal Kalimantan Timur menggunakan kombinasi H3PO4- NaHCO3 telah mampu meningkatkan daya jerap iodine low-rank coal dari 215,751 mg/gr menjadi 505,01 mg/gr
PERILAKU PETANI TEGALAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LINGKUNGAN DI KABUPATEN SOPPENG
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) perilaku petani dalam meningkatkan kualitas lingkungan, pengetahuan lingkungan, sikap terhadap lingkungan, motivasi memelihara lingkungan pada daerah pertanian tegalan di Kabupaten Soppeng; (2) pengaruh pengetahuan lingkungan, sikap terhadap lingkungan, motivasi memelihara lingkungan baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama terhadap perilaku petani meningkatkan kualitas lingkungan pada daerah pertanian tegalan di Kabupaten Soppeng. Penelitian ini termasuk penelitian korelasional yang berlokasi di daerah pertanian tegalan, dimana wilayah sampel dipilih secara sengaja dan responden sebanyak 50 kepala keluarga dipilih dengan metode systematic random sampling. Variabel yang diperhatikan adalah: (a) perilaku petani dalam meningkatkan kualitas lingkungan (variabel terikat); (b) pengetahuan lingkungan, sikap terhadap lingkungan, motivasi memelihara lingkungan (variabel bebas). Analisis yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dan regresi ganda. Ditemukan bahwa perilaku petani meningkatkan kualitas lingkungan, pengetahuan lingkungan, motivasi memelihara lingkungan tergolong rendah, dan sikap terhadap lingkungan negatif. pengetahuan lingkungan, motivasi memelihara lingkungan, dan sikap terhadap lingkungan berpengaruh terhadap perilaku petani meningkatkan kualitas lingkungan pada daerah pertanian tegalan di Kabupaten Soppeng, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama
ANALISIS KARAKTERISTIK KEDALAMAN PERAIRAN, ARUS DAN GELOMBANG DI PULAU DUTUNGAN KABUPATEN BARRU
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik kedalaman perairan, arus dan gelombang di pulau Dutungan Kabupaten Barru. Proses analisis rencananya akan dilakukan dengan mengumpulkan data oseanografi fisika yang ada di perairan pulau Dutungan Kabupaten Barru. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatif dengan menggambarkan dan menjelaskan hubungan/gejala yang ada. Populasi pada penelitian ini adalah keseluruhan obyek penelitian, dalam hal ini adalah wilayah perairan pulau Dutungan yang meliputi aspek oseanografi fisika menurut variabel kedalaman perairan, kondisi arus, dan gelombang di Pulau Dutungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data kedalaman Perairan Pulau Dutungan berada pada kisaran kedalaman 1,2 m hingga 43 meter sehingga sinar matahari masih dapat mencapai dasar laut pada tempat yang sempat diukur kedalamannya. Dari data kedalaman yang didapatkan menunjukkan terdapat palung yang mengelilingi Pulau Dutungan. Kecepatan arus di semua titik pengamatan rata-rata berkisar antara 0,017 m/s hingga 0,053 m/s. Pengukuran arus juga dilakukan di perairan dalam, Pulau Dutungan diperoleh hasil bahwa kecepatan terkecil pada titik A1 dengan kecepatan arusnya 0,04 m/s dengan arah 81o, dan terbesar terdapat pada titik D1 dengan kecepatan arusnya 0,45 m/s dengan arah 185o. Berdasarkan hasil pengukuran yang telah dilakukan, rata-rata tinggi gelombang disekitar Dermaga Pulau Dutungan pada pagi, siang dan sore hari adalah sebesar 5,13 cm, 10 cm, dan 16,02 m. Tinggi gelombang signifikan dan tinggi gelombang pecah yang paling tinggi rata-rata terjadi pada sore hari. Hal ini disebabkan oleh faktor angin yang berhembus dengan kecepatan yang lebih besar yang menjadi pembangkit gelombang, serta adanya pasang surut air laut. Gelombang menjadi lebih tinggi ketika permukaan laut menuju pasang naik pada malam hari. Selain itu, bentuk topografi dasar perairan juga sangat menentukan tinggi gelombang air laut yang terbentuk
RANCANG BANGUN SISTEM PENGENDALIAN LAJU PRODUKSI BROWN’S GAS BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMEGA8535
This system was developed by controlling the production flowrate of brown gas by regulating the voltage that will enter the electrolysis process, so that the flowrate of HHO gas produced in accordance with the gas rotation on the motorcycle. This research uses ATmega8535 microcontroller as a controller and potentiometer 10K which has been connected with motor rotation / speed of motorcycle that serves to move the set point that has been programmed with microcontroller. The result of this research got control response through several set point. Set point 0.2 liter / min; 0.35 liters / min; 0.45 liters / min; 0.55 liters / min; 0.7 liters / min obtained each settling time of 100s, 280s, 300s, 260s, 300s and steady state errors each set point of 5%, 2.8%, 3.3%, 2.3% 4.8
PENERAPAN ANALISIS DISKRIMINAN DALAM PENGELOMPOKAN DESA MISKIN DI KABUPATEN WAJO
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplorasi yang bertujuan untuk mengelompokkan objek dengan menggunakan metode pengelompokan Two Step Cluster (TSC) sebagai pengelompokan awal terhadap objek penelitian (desa/kelurahan) berdasarkan variabel pencirinya. Selanjutnya dilakukan analisis Diskriminan untuk memperjelas hasil pengelompokan dan interpretasi hasil TSC. Data sekunder y ang digunakan dalam penelitian ini berupa dokumentasi tertulis dan identifikasi peubah yang digunakan tentang desa/kelurahan di kabupaten Wajo provinsi Sulawesi Selatan adalah data Potensi Desa (PODES) tahun 2014 yaitu: X1 (jumlah penduduk), X2 (keluarga tani), X3 (keluarga buruh tani), X4 (keluarga pengguna listrik), X5 (fasilitas pendidikan), X6 (tenaga kesehatan), X7 (kematian penduduk). Objek dalam terapan penelitian ini adalah seluruh desa/kelurahan di kabupaten Wajo. Tahapan analisis data yang dilakukan yaitu (1) melakukan pengelompokan awal dengan metode TSC terhadap data-data yang diperoleh berdasarkan variabel yang ditentukan, (2) melakukan analisis Diskriminan terhadap hasil pengelompokan TSC untuk memperjelas hasil pengelompokan TSC. Hasil penelitian diperoleh bahwa desa/kelurahan yang tergolong desa miskin dengan kriteria: rendahnya persentase rumah tangga yang menggunakan listrik, rendahnya keikutsertaan penduduk usia sekolah, rendahnya kepadatan penduduk, tingkat kematian yang tinggi, banyaknya anggota rumah tangga tani, tingginya persentase rumah tangga buruh pertanian
UJI APLIKASI BERBAGAI TINGKAT DOSIS PUPUK ZA TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN MUTU JAGUNG
This study aims to see the effect of optimal dosage of ZA fertilizer on maize productivity and quality. The results showed that the treatment without urea, in the treatment of NPK 300 / kg + ZA 100 kg / ha fertilizer dosage will decrease the yield from 10.8 tons / ha to 9.1 tons / ha, and BC Ratio 2.34 to 2, 08. Further treatment without urea (NPK + Urea) has the highest production of NPK fertilizer 300 kg / ha + ZA 200 kg / ha with profit rate Rp. 20.435.000, - and B-C Ratio 2.21. Furthermore the addition of ZA fertilizer doses will actually reduce the production and B-C Rati