Indonesian Journal of Fundamental Sciences
Not a member yet
90 research outputs found
Sort by
Karakterisasi Ekstraksi Pelarut dari Keratin Limbah Rambut sebagai Bahan Dasar Pembuatan Plastik Biodegradable
Plastic waste is still a serious issue to environment and therefore several solutions are required to overcome it and one of them be subtituting plastic raw materials with environmet-friendly bioplastics. This research aims at finding replacement of plastic's basic constructing components (elements) with non-pollutant biodegradable plastics. One of basic composition materials from which plastics are produced is keratine and is mostly contained by humans hair. The method applied is socletative extraction which is the repetitive use of a solution. The solutions used are aseton, asetat acid, ethanol and n-hexane. Based on the research it is found that the highest rendement is the solution of ethanol with 98,84% of yield. The result of FTIR analysis indicates a chain of function of -OH, -NH, -CH2, and -CH3 with length of wave of 3568,31 ; 1653 ; 1028,06 ; 372,26 cm-1 indicating a keratine- contained extraction
Cemaran Bakteri pada Bakso yang Beredar di Kota Makassar
Daging dan produk olahannya merupakan sumber kebutuhan protein asal hewan yang dibutuhkan dan banyak diminati oleh masyarakat, khususnya di Kota Makassar. Mikroba patogen seringkali mencemari daging dan produk olahannya seperti bakso. Hal ini sangat berbahaya karena dapat menimbulkan penyakit pada manusia. Oleh karena itu peningkatan keamanan pangan terhadap makanan asal hewan dan olahannya mutlak dilakukan untuk mencegah dan menurunkan prevalensi food borne pathogens. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan total bakteri pada sampel daging bakso yang dijual di Kota Makassar. Sampel penelitian berupa daging bakso yang diambil dari delapan lokasi yang berbeda di kota Makassar. Metode pengujian yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 2897:2008 dengan menggunakan metode pengujian total plate count (TPC). Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan membandingkan data tersebut dengan standar tingkat cemaran bakteri berdasarkan peraturan BPOM No HK.00.06.1.52.4011 dan SNI 7388:2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan total bakteri pada 8 sampel bakso yang beredar di Kota Makassar berkisar antara 3,25 x 103 cfu.g-1 sampai 3,09 x 105 cfu.g-1. Kandungan total bakteri tertinggi ditemukan pada sampel BKS-A yaitu 3,09 x 105 cfu.g-1 dan kandungan total bakteri terendah ditemukan pada sampel BKS-D yaitu 3,25 x 103 cfu.g-1. Ada 2 sampel bakso yang yang mengandung jumlah total bakteri diatas batas maksimum cemaran bakteri pada produk olahan daging (1 x 105 cfu.g-1) berdasarkan peraturan BPOM No HK.00.06.1.52.4011 dan SNI 7388:2009 yaitu sampel BKS-A dan sampel BKS-G sedangkan kandungan total bakteri pada sampel BKS-B, BKS-C, BKS-D, BKS-E, dan BKS-F dan masih memenuhi standar tersebut. Hasil ini menunjukkan bahwa keenam sampel tersebut masih layak untuk dikonsumsi
Fundamental Study of Marine Resource Conservation Wisdom for Traditional Fishermen
Marine resources in Indonesia are experiencing degradation. Conservation based on local wisdom is a very valuable asset in conserving marine resources in Indonesia. This research aims to identify: (1) what are the characteristics of traditional fishermen in Bajoe Village, and (2) what are the forms of local wisdom in marine resource conservation. This type of research is qualitative. The research location is in Bajoe Village, Tanete Riattang Timur District, Bone Regency, South Sulawesi Province. Sources of data are informants (Ponggawa Fishermen, Ponggawa Nelayan Bugis and Sawi-sawi Fishermen, Community Leaders, and Village Heads). Data was collected by observation, interviews, literature review and documentation. Data analysis techniques are data collection, data reduction, data presentation, and data conclusion drawing. The results of the research show that: (1) the fishing communities in Bajoe Village generally live on the beach in an elongated and grouped pattern and depend on marine products for their livelihood. (2) forms of local wisdom, namely: a) values, b) norms, c) knowledge, and f) technology. Therefore, a revitalization program, refunctionalization of local wisdom, and socialization to the public are needed. Local wisdom is a very valuable asset so that it can be used as reference material in making policies related to marine resource conservation efforts in Indonesia, especially in South Sulawesi
Karakteristik Morfometri Sub Das Saddang dan Mata Allo Provinsi Sulawesi Selatan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik morfometri sub DAS Saddang dan Mata allo provinsi Sulawesi selatan. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Hal ini dikatakan demikian karena dengan metode kuantitif diharapkan memperoleh nilai dari masing – masing parameter morfometri daerah aliran sungai lokasi penelitian melalui kalkulasi dan formulasi data – data yang nantinya digunakan dalam penelitian. Hasil penelitian yang diperoleh adalah DAS Saddang terdiri dari 8 orde sungai dengan jumlah orde sebanyak 14357, Panjang Aliran (Lu) mengalami penurunan tiap orde yang artinya memiliki tahap geomorfik muda., Rerata Panjang Aliran (Lsm) yang ideal , Rasio Panjang Aliran (RL) mengindikasikan adanya tahap geomorfik lanjut, Frekuensi Aliran (Fs) 2.88, Densitas Drainase (Dd) 2.31, Tekstur Drainase (Rt) 34.66, Rasio Pembulatan (Rb) berkisar dari 2 – 6.50 bervariasi pada setiap orde ,Faktor Bentuk (Rf) yaitu 0.22, Rasio Pemanjangan (Re) 0.53, Rasio Pembulatan (Rc) 0.36, Rasio Relief (Rh) 0.02, Sinuositas (C) 1.48. Sedangkan DAS Mata Allo terdiri dari 7 orde sungai dengan jumlah orde sebanyak 3036, Jumlah Panjang Aliran (Lu) mengalami penurunan tiap orde yang artinya memiliki tahap geomorfik muda, Rerata Panjang Aliran (Lsm) yang ideal, Rasio Panjang Aliran (RL) mengindikasikan adanya tahap geomorfik lanjut Frekuensi Aliran (Fs) 2.98, Densitas Drainase (Dd) 2.33, Tekstur Drainase (Rt) 16.38, Rasio Pembulatan (Rb) berkisar dari 2 – 5,50 bervariasi pada setiap orde,Faktor Bentuk (Rf) yaitu 0.21, Rasio Pemanjangan (Re) 0.51, Rasio Pembulatan (Rc) 0.37, Rasio Relief (Rh) 0.07, Sinuositas (C) 1.26.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Mitragyna Speciosa Korth
Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat spesies oksigen reaktif dan juga radikal bebas sehingga antioksidan dapat mencegah penyakit yang berhubungan dengan radikal bebas. Daun kratom (Mitragyna speciosa Korth.) telah diteliti memiliki kandungan diantaranya antiradang, antioksidan, dan antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun kratom. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan uji DPPH selanjutnya, dilakukan pengukuran aktivitas antioksidan dilakukan dengan spektrofotometer. Hasil penelitian diperoleh ekstrak daun kratom memiliki aktivitas antioksidan sebesar 47,68% menggunakan pelarut etanol 70%
Efektivitas Katalis Fe2O3 Terimpregnasi dalam Keramik Berpori Gelcasting Pada Proses Fotodegradasi Fenol
Abstrak. Penelitian eksperimen ini merupakan penelitian lanjutan yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas katalis Fe2O3 yang terimpregnasi ke dalam keramik berpori gelcasting pada proses fotodegradasi fenol. Keramik berpori disintesis dengan metode gelcasting menggunakan clay alam sebagai bahan dasar dan binder pati sagu sebesar 8% dengan karboksimetil selulosa (CMC) sebagai dispersan. Keramik berpori gelcasting selanjutnya diembankan katalis Fe2O3 metode adsorpsi yang kemudian disebut Fe2O3-keramik berpori. Material yang dihasilkan selanjutnya digunakan dalam proses degradasi fenol 10 ppm (pH 8) selama 60 menit. Pengukuran konsentrasi hasil degradasi fenol menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 270 nm. Efektivitas katalis Fe2O3 dalam mendegradasi fenol meningkat ketika diemban ke dalam keramik berpori. Fotodegradasi tertinggi terjadi pada penambahan Fe2O3-keramik berpori dan diiridiasi UV sebesar 58,01%
Diagnosa Penyakit Kulit Menggunakan Case Based-Reasoning dan Self Organizing Maps
This study aims to compare the results of the accuracy and speed of the system in diagnosing skin diseases using the case based reasoning (CBR) method with the indexing method and without using indexing. Self-organizing maps (SOM) are used as an indexing method and the process of finding similarity values uses the nearest neighbor method. Testing is done with two scenarios. The first scenario uses CBR without indexing self-organizing maps, the second scenario uses CBR with indexing self-organizing maps. The accuracy of the diagnosis of skin diseases at a threshold ≥80 for CBR without indexing self-organizing maps is 93.46% with an average retrieve time of 0.469 seconds while CBR testing using SOM indexing is 92.52% with an average retrieve time of 0.155 seconds. The results of comparison of CBR methods without using show higher results than using SOM indexing, but the process of retrieving CBR using SOM is faster than not using indexin
Penaksiran Generalized Method of Moments dengan Penggunaan Metode Marquardt-Levenberg
Generalized Method of Moments is a method for estimating parameters using sample moments. GMM is used by the researcher particularly in economics to determine econometrical models which their distribution function is hardly known. Not only for economics, but GMM also is useful for agriculture, transportation, health care, etc. Research methodology for this article is review of literature. This article describes the combination of GMM and Marquardt-Levenberg algorithm along with the example of its us
Analisis Pengendalian Kualitas Menggunakan Bagan Kendali Bivariat dengan Copula pada Industri Manufactur di Indonesia
Product quality control is an important factor for the industrial world because good quality control and carried out continuously will be able to detect abnormal production results quickly, so that anticipatory action can be taken immediately. Quality is a major factor in consumer decision making before buying goods / services. The problem that occurs at this time in manufacturing companies in Indonesia is how the statistical quality control process can be applied properly. The purpose of this statistical analysis is to find out the statistical quality control process that is applied to manufacturing companies in Indonesia using bivariate control charts with copula. Copula is a function that combines a multivariate distribution function with a uniform one-dimensional marginal distribution function, in this condition the Copula used is the Archimedean Copula group. The method used in this data collection is a simple random sampling with the sample used are three manufacturing companies in Indonesia which covers the areas of Jakarta, Bandung and Makassar. The implementation of Copula in this control chart results in Frank Copula being the best Copula, this supports that the use of Copula in the quality control process has a good rol
UJI EFEKTIFITAS POLY4 SIRIUS SEBAGAI SUMBER KMgS TERHADAP pH TANAH DAN PRODUKTIVITAS JAGUNG (Zea Mays L.) DI PROBOLINGGO JAWA TIMUR
Penelitian Uji Efektifitas Poly4 Sirius sebagai sumber KMgS terhadap pH tanah dan produktivitas jagung dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Kacang dan Umbi, KP. Muneng, Kab. Probolinggo, Jawa Timur. Waktu penelitian Juli-November 2018. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok diulang empat kali, terdiri dari 12 kombinasi takaran pemberian pupuk urea, Poly4, SP 36, Kieserite dan NPK, menggunakan jarak tanam 70 cm x 20 cm dengan menggunakan varietas Bisi 18, dimana setiap unit perlakuan ditanam 8 baris tanam dengan panjang baris 6 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk majemuk Poly4 sebagai salah satu sumber K memiliki kualitas yang sama dengan pupuk KCl, di mana penggunaan pupuk Poly4 dengan takaran 257 kg/ha (setara 36 kg K2O/ha) yang dikombinasikan dengan pupuk NP (urea takaran 413 kg/ha dan pupuk SP36 250 kg/ha) memberikan hasil 13,3 t/ha yang tidak berbeda nyata dengan pemupukan NP yang dikombinasikan dengan pupuk KCl 100 kg/ha dengan hasil 12,6 t/ha. Pupuk Poly4 selain mengandung hara K yang berdampak positif terhadap pertumbuhan diameter juga mengandung hara Mg berdampak positif terhadap peningkatan kandungan klorofil daun jagun