DIDAKTIKA BIOLOGI: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi
Not a member yet
100 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) BERBASIS LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF MAHASISWA
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial serta hasil belajar kognitif mahasiswa melalui penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS). Jenis penelitian ini adalah PTKLS (PTK berbasis Lesson Study). Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah Pengembangan Kurikulum. Jumlah mahasiswa sebanyak 18 orang yang terdiri dari 2 mahasiswa laki-laki dan 16 mahasiswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran TPS dapat meningkatkan keterampilan sosial dan hasil belajar kognitif mahasiswa peserta mata kuliah Pengembangan Kurikulum. Keterampilan sosial mahasiswa menunjukkan peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I rata-rata keterampilan sosial mahasiswa adalah 72,00 sedangkan pada siklus II adalah 76,55. Model pembelajaran ini juga dapat meningkatkan hasil belajar kognitif mahasiswa. Hasil belajar kognitif mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Hasil belajar kognitif mahasiswa pada siklus I adalah 79,13, sedangkan pada siklus II adalah 79,29. This research aimed to improve the social skill and the cognitive achievement of students through the implementation of Think Pair Share model. This type of research was PTKLS (Classroom Action Research based on Lesson Study). This study was conducted at two cycles. The subject of this research was the students who were studying Curriculum Design material as many as 18 persons. They were consisted of 2 male students and 16 female students. The results showed that Think Pair Share Learning Model could improve students' social skill and cognitive achievement on Curriculum Design material. Students' social skill showed the increase in scores from the first cycle to the second cycle. The average score of social skill at the first cycle was 72.00, while at the second cycle was 76.55. This learning model could also improve the cognitive achievement, from the first cycle (79.13) to the second cycle (79.29)
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS REACT PADA MATERI JAMUR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X SMA
Tujuan penelitian adalah menyusun karakteristik, menguji validitas dan menguji efektivitas modul berbasis Relating, Experiencing, Applying, Cooperating dan Transferring (REACT) pada materi Jamur untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA. Pengembangan modul berbasis REACT mengacu pada 9 langkah model research and development (R&D) dari Borg and Gall meliputi: penelitian dan pengumpulan data, perencanaan, pengembangan produk, uji coba produk awal, revisi produk I, uji coba lapangan, revisi produk II, uji coba lapangan operasional, dan revisi produk akhir. Analisis hasil penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: karakteristik modul dikembangkan berdasarkan sintaks model pembelajaran REACT yang bermuatan indikator-indikator kemampuan berpikir kritis; validitas modul siswa dinilai oleh penilaian ahli materi dengan 88,75%, ahli penyajian modul 93,44%, ahli keterbacaan 93,75%, dan ahli perangkat pembelajaran 92,40%; untuk modul guru dinilai oleh ahli materi dengan 94,40%, ahli penyajian modul 97,66%, ahli keterbacaan 93,75%, dan ahli perangkat pembelajaran 86,46%; rata-rata penilaian praktisi pendidikan 98,69%; serta rata-rata penilaian siswa 81,88%; modul berbasis REACT pada materi jamur efektif dalam memberdayakan kemampuan berpikir kritis siswa karena adanya perbedaan hasil posttest antara kelas modul dan kelas kontrol (Sig.=0,020 < a=0,05). This research aimed to publish the characteristics and to test the validity and the effectiveness of module based on REACT to improve students’ critical thinking skills on fungal material at grade X. The development of module based on REACT referred to nine modified steps of Research and Development (R&D) model from Borg & Gall that included: research and information collection, planning, development of initial design of product, initial field test, first product revision, limited field test, second product revision, operational field test, and final product revision. The data analysis used qualitative and quantitative descriptive method. The research results showed that the characteristics of module based on REACT were developed according to syntax of REACT model that was included by indicators of critical thinking; the validity of student module was assessed by material expert at 88.75%, by module presentation expert at 93.44%, by readability expert at 93.75%, and by learning device expert at 92.40% and for the validity of teacher module was assessed by material expert at 94.40%, by module presentation expert at 97.66%, by readability expert at 93.75%, and by learning device expert at 86.46%; scoring average at 98.69% by practitioner and at 81.88% by students; and module based on REACT on fungal material was effective to improve students’ critical thinking skills because there was difference of posttest results between module class and control class (Sig.=0.020 < a=0.05)
PROFIL KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI SEBAGAI UPAYA MEMPERSIAPKAN GENERASI ABAD 21
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis keterampilan berpikir kritis mahasiswa calon guru biologi dalam rangka mempersiapkan generasi abad 21. Penelitian dilakukan pada mata kuliah Fisiologi Hewan di salah satu Universitas Swasta di Kota Palembang, semester genap. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling. Instrumen penilaian berpikir kritis diperoleh dengan tes essay mengacu pada 6 keterampilan berpikir kritis menurut Facione (2013) dengan masing-masing sub keterampilan serta panduan pertanyaan-pertanyaan yang memacu kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis mahasiswa calon guru biologi memiliki skor nilai dan kriteria yang berbeda-beda pada tiap keterampilannya. Keterampilan interpretasi, menyimpulkan dan mengevaluasi memiliki skor 78,18; 84,17 dan 84,29 dengan kriteria baik. Keterampilan menganalisis (analisis) dan menjelaskan (penjelasan) memiliki skor 66,06 dan 57,78 dengan kriteria cukup, sedangkan keterampilan pengaturan diri memiliki skor nilai 42,78 dengan kriteria sangat kurang. Kemampuan berpikir kritis sangat penting dimiliki oleh mahasiswa calon guru biologi sebagai bekal dalam upaya mempersiapkan generasi abad 21 yang mampu berdaya saing dan menyelesaikan berbagai tantangan di masa depan. This research aimed to analyze the critical thinking skill of student of biological teacher candidate in order to prepare the 21st century generation. The research was done on animal physiology material at one of Private Universities in Palembang City, even semester. The research method used was descriptive with quantitative approach. The sampling technique used was random sampling. The instrument of critical thinking assesment was obtained by the essay test refered to 6 critical thinking skills according to Facione (2013) with its each sub skill and the question guide that refered to critical thinking ability. The result showed that the critical thinking skills of student of biological teacher candidate had the different scores and criteria on each skill. The skill of interpreting, concluding and evaluating had scores 78.18, 84.17 and 84.29 respectively with good criteria. The analyzing and explaining skills had 66.06 and 57.78 respectively with enough criteria, whereas the self-regulating skill had 42.78 with very less. The critical thinking skill is very important to be possessed by student of biological teacher candidate as the provision of efforts to prepare the 21st century generation that are capable of competitiveness and can solve the various challenges in future
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN Nobibasisku PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI 6 OKU (Modifikasi Model Pembelajaran Kooperatif Berbasis Inkuiri)
Penelitian ini mengembangkan model pembelajaran kooperatif dengan memodifikasi beberapa tipe (jigsaw, NHT dan talking chips) dan model pembelajaran berbasis inkuiri. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan produk berupa model pembelajaran baru Nobibasisku (Nomori, bicara, dan bagi berbasis inkuiri) yang mencoba untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran, kerjasama dalam kelompok, mengembangkan sikap sosial dan sikap ilmiah peserta didik. Model penelitian pengembangan yang dipakai adalah model ADDIE (Analysis, Design, Development or Production, Implementation or Delivery and Evaluations). Hasil validasi untuk semua instrumen dengan kategori sangat layak dengan rincian: a) rancangan model sebesar 84,17%, b) rancangan silabus 77%, c) rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) 79,76%, dan d) instrumen penilaian kognitif berupa posttest berbentuk pilihan ganda 78,03%. Uji efektivitas model pembelajaran dilakukan dengan uji coba terbatas dan luas pada peserta didik masing-masing dengan 2 tahap. Nilai rata-rata posttest pada uji coba terbatas tahap 1 sebesar 72,53 dan tahap 2 sebesar 74,85. Untuk uji coba luas pada tahap 1 sebesar 63,80 dan tahap 2 sebesar 75,70. Dengan demikian, model pembelajaran Nobibasisku yang telah dirancang sangat layak dan efektif untuk diterapkan pada pembelajaran biologi. This research developed a model of cooperative learning by modifying some types (jigsaw, NHT and talking chips) and inquiry based learning model. The purpose of this study to produce a product in the form of new learning model. It was Nobibasisku learning model that tried to increase the activity of students in learning and cooperation within the group, and to develop the social attitudes and the scientific attitude of students. The research and development model used in Nobibasisku was ADDIE (Analysis, Design, Development or Production, Implementation or Delivery and Evaluations) model. The validation results for all instruments were categorized as very feasible as follows: a) the design of a model at 84.17%), b) the syllabus draft at 77%, c) the lesson plan at 79.76%, and d) the cognitive assessment instrument in the form of multiple choice posttest at 78.03%. The effectiveness of the learning model were done by limited and extensive tests that each of tests was done in 2 stages for students. The average values of posttest on limited test for stage 1 and stage 2 were at 72.53 at 74.85. On extensive test, the average values of posttest for stage 1 and stage 2 were at 63.80 and at 75.70. Thus, Nobibasisku learning model that was designed was very feasible and effective to be applied for biology learning
PENGARUH PENDEKATAN SOMATIK, AUDITORI, VISUAL, DAN INTELEKTUAL (SAVI) BERBANTUAN MEDIA ANIMASI TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan somatik, auditori, visual, dan intelektual (SAVI) berbantuan media animasi terhadap hasil belajar pada materi sistem respirasi kelas XI SMA Negeri 6 Palembang. Penelitian ini menggunakan metode Kuasi Eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design di SMA Negeri 6 Palembang (Sumatera Selatan, Indonesia) tahun akademik 2015/2016. Variabel bebas dari penelitian ini adalah media animasi dan variabel terikatnya yaitu hasil belajar peserta didik. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 6 Palembang dengan sampel 2 kelas XI IPA. Data yang dihasilkan adalah hasil belajar peserta didik dengan instrumen berupa tes tertulis (pretes dan postes). Metode pengumpulan data dilakukan dengan tes untuk hasil belajar dan lembar observasi kegiatan peserta didik dan guru. Data nilai hasil belajar dan observasi kegiatan peserta didik dan guru adalah data pendukung dalam penelitian ini. Data dianalisis dengan menggunakan uji Levene, uji Shapiro-Wilk, uji Mann-Whitney dan uji t bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap nilai ngain hasil belajar peserta didik (signifikansi 0,001 < a 0,05) dan termasuk kategori ngain sedang. Hal tersebut berarti pendekatan SAVI berbantuan media animasi berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI SMA Negeri 6 Palembang pada materi sistem respirasi. This objective study was to determine the effect of somatic, auditory, visual, and intellectual (SAVI) approach with the support of animation media on learners’ outcomes at the respiratory system materials of class XI SMA Negeri 6 Palembang. The study used Nonequivalent Control Group Design of Quasi Experiment method at SMA Negeri 6 Palembang (South Sumatra, Indonesia) academic year 2015/2016. The independent variable of this study was animation media, while the dependent variable was learners’ outcomes. The population of this study were students of class XI of science at SMA Negeri 6 Palembang with two class samples. The generated data were learners’ outcomes by the written tests (pretest and posttest). The data collection methods were conducted by the test of learners’ outcomes and the observation sheet activities of the leaners and the teachers. The collected data were supporting data in this study. The data were analyzed by Levene test, Shapiro-Wilk test, Mann-Whitney test, and independent t-test. The results showed that there were significant differences on the value ngain of learners’ outcomes (sig. 0,001 < a 0,05) and included in ngain medium category. Those meant the SAVI approach with the support of animation media had the effect on learners’ outcomes at the respiratory system materials of class XI SMA Negeri 6 Palembang
KETERAMPILAN METAKOGNITIF MAHASISWA CALON GURU DAN HUBUNGANNYA DENGAN POLA PEMBELAJARAN DOSEN
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterampilan metakognitif mahasiswa calon guru pada mata kuliah Ekologi Tumbuhan dan menganalisis hubungannya dengan pola pembelajaran dosen. Metode penelitian yang digunakan adalah gabungan antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif (metode campuran). Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur keterampilan metakognitif adalah tes essay keterampilan metakognitif yang terintegrasi dengan hasil belajar kognitif dan lembar wawancara dosen. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata keterampilan metakognitif mahasiswa yang mengikuti matakuliah Ekologi Tumbuhan hanya 37,97. Kemudian, hasil penelitian juga mengungkap bahwa terdapat hubungan antara keterampilan metakognitif mahasiswa dan pola pembelajaran dosen. Pola pembelajaran yang diterapkan dosen pada matakuliah Ekologi Tumbuhan belum berbasis pada model pembelajaran tertentu dan belum memperhatikan perbedaan kemampuan akademik mahasiswa. Oleh karena itu, pola pembelajaran yang diterapkan tidak mendukung upaya permberdayaan keterampilan metakognitif. This study aimed to identify the metacognitive skill of stuedents of teacher candidate in plant ecology subject at University of Muhammadiyah Palembang and to analyze its relationship with lecture’s learning system. The research method used was mixed quantitative-qualitative approach (mixed methods). The technique sampling used was simple random sampling. The instrument used for measurement of metacognitive skill was the essay test integrated by cognitive learning outcomes and lecturer’s interview sheet. The result showed that the average score of students’ metacognitive skill who attended the plant ecology subject was 37,97. Then, the result also showed that there was a relationship between student metacognitive skill and lecture’s learning system. The learning system applied by the lecturer in plant ecology subject was not based on the certain learning model yet, and was not paid attention to the differences in students' academic ability yet. Therefore, it did not support the empowerment of student metacognitive skills
PEMBERDAYAAN HASIL BELAJAR AFEKTIF MAHASISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE, AND SHARE (SSCS) BERBANTUAN MEDIA VIDEO
Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Sikap peserta didik dikenal dengan kemampuan afektif. Selain sikap, kemampuan afektif berhubungan dengan minat dan nilai-nilai. Berdasarkan observasi di IKIP Budi Utomo Malang pada matakuliah Biokimia menunjukkan bahwa kemampuan afektif siswa belum diberdayakan. Pembelajaran yang dilakukan hanya menilai kemampuan kognitif peserta didik. Hasil belajar afektif peserta didik dapat diketahui dengan penerapan model pembelajaran Search, Solve, Create and Share (SSCS). Model pembelajaran SSCS dapat dilengkapi dengan media video. Tujuan penelitian adalah menjelaskan pemberdayaan hasil belajar afektif mahasiswa melalui model pembelajaran SSCS dengan media video. Rancangan penelitian yang digunakan ialah eksperimen semu (quasi) dengan Pretest-Postest Nonequivalent Control Group Design. Variabel bebas adalah model pembelajaran SSCS. Variabel terikat adalah hasil belajar afektif. Hasil belajar afektif diukur dengan tes dan angket yang berisi pernyataan negatif dan positif. Data diperoleh berdasarkan hasil pretest dan postest. Uji hipotesis menggunakan anakova dengan taraf signifikansi 0,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar afektif dapat diberdayakan menggunakan model pembelajaran SSCS dengan media video. Saran berdasarkan hasil penelitian adalah model pembelajaran SSCS dengan media video sebaiknya diaplikasikan dalam pembelajaran.Learning was an aid provided by educators in order to occur the acquiring knowledge and science, the mastery of skills, and the formation of students' attitude and confidence. The attitude of students was known as affective ability. In addition to attitude, the affective ability was related to interests and values. Based on the observation in IKIP Budi Utomo Malang on Biochemistry material showed that students' affective ability has not been empowered. The learning done only assessed students' cognitive ability. Students' affective learning outcome could be known by the application of Search, Solve, Create and Share (SSCS) learning model. SSCS learning model could be equipped with video media. The purpose of this research was to explain the empowerment of students' affective learning outcome through SSCS learning model with video media. The research design used was quasi experiment with Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. The independent variable was SSCS learning model. The dependent variable was students' affective learning outcome that measured by the affective learning outcome test and a questionnaire contained negative and positive statements. The data were obtained based on results of pretest and posttest. The hypothesis test used anakova with significance at 5%. The result showed that the affective learning outcome could be empowered using the SSCS learning model with video media. The suggestion based on research result was SSCS learning model with video media should be applied in learning
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS BOUNDED INQUIRY LAB UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS DIMENSI KONTEN PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN KELAS XI
Penelitian bertujuan untuk: 1) mengetahui karakteristik; 2) menguji kelayakan dan; 3) menguji keefektifan penggunaan, pada modul berbasis bounded inquiry lab untuk meningkatkan literasi sains dimensi konten pada materi sistem pencernaan kelas XI. Penelitian dan pengembangan modul menggunakan prosedur Borg & Gall (1983) yang telah dimodifikasi. Data kemampuan literasi sains dimensi konten dianalisis dengan N-Gain ternormalisasi untuk mengetahui keefektifan modul berbasis bounded inquiry lab. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan: 1) modul berbasis bounded inquiry lab untuk meningkatkan literasi sains dimensi konten pada materi sistem pencernaan dikembangkan sesuai dengan tahapan bounded inquiry lab; 2) kelayakan modul berbasis bounded inquiry lab dikategorikan sangat baik; 3) keefektifan modul yang dikembangkan dibuktikan dengan uji Wilcoxon menunjukkan ada perbedaan dalam literasi sains dimensi konten sebelum dan sesudah perlakuan dengan memiliki probabilitas (p) sebesar 0,000 (p<0,05), Ho ditolak. This research aimed: 1) to find out the characteristics; 2) to test the feasibility and; 3) to investigate the effectiveness of module based on bounded inquiry lab to improve students’ scientific literacy of content dimension on digestive system material of grade XI. This research used procedure of research and development (R&D) by Borg & Gall (1983) that was modified. Data of students’ scientific literacy of content dimension were analyzed by using normalized N- Gain to investigate the effectiveness of module-based on bounded inquiry lab. The research results showed: 1) the module-based on bounded inquiry lab to improve students’ scientific literacy of content dimension on digestive system material was developed in accordance with the syntax of bounded inquiry lab; 2) the feasibility of module-based on bounded inquiry lab was at very good category; 3) the effectiveness of the developed module-based on bounded inquiry lab was proved by Wilcoxon test that showed the differences in students’s scientific literacy of content dimension between before and after learning by using module-based on bounded inquiry lab with probability (p) of 0.000 (p <0.05), Ho was rejected