DIDAKTIKA BIOLOGI: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi
Not a member yet
100 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN SOAL BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) SERTA IMPLEMENTASINYA DI SMA NEGERI 8 PALEMBANG
Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan soal berbasis HOTS lengkap dengan panduan penyusunan soalnya. Metode penelitian ini terdiri dari (1) defining the test universe, audience and puprose; (2) developing a test plan; (3) composing the test items; (4) writting the administration instruction; (5) conduct the piloting test; (6) conduct the item analysis; (7) revise the test; (8) validation of test; (9) developing the norms; (10) completting the test manual. Hasil penelitian yang diperoleh 1) keseluruhan item fit dengan nilai reliabilitas pada kategori sangat bagus (0,93), akan tetapi item 1 dan item 20 terjangkit DIF yang lebih berpihak terhadap kelompok IPS sehingga keputusan final item tersebut perlu dihapuskan. 2) Secara keseluruhan instrumen riset pada penelitian ini menunjukkan bahwa ia mengukur apa yang seharusnya diukur karena telah memenuhi persyaratan unidimensionalitas sebesar 20%. 3) Manual test yang disusun berada pada kriteria sangat layak (A). 4) Pada tingkat responden terlihat bahwa 133 siswa memiliki HOTS tinggi sedangkan 64 siswa memiliki HOTS rendah dan 24 responden berada pada kriteria misfit yang didalamnya terdapat responden dengan HOTS tinggi. Hal ini mengindikasikan masih banyak siswa yang memiliki kemampuan HOT rendah. Estimasi ini didukung dengan hasil reliabilitas person yang menunjukkan kemampuan HOT person berada pada kriteria cukup (0,72). The study aimed to generate the HOTS-based problem with its guidance on preparing the test. Research methods consisted of (1) defining the test universe, audience and puprose; (2) developing a test plan; (3) composing the test items; (4) writting the administration instruction; (5) conduct the piloting test; (6) conduct the item analysis; (7) revise the test; (8) validation of test; (9) developing the norms; (10) completting the test manual. The results obtained 1) the overall fit item with the reliability value were in very good category (0.93), but item 1 and item 20 infected by DIF were more favorable to the IPS group so the final decision of the item needs to be abolished. 2) Overall the research instrument in this study showed that it measures what should be measured because it has met the unidimensionality requirement of 20%. 3) Manual test that arranged was in very feasible (A). 4) At the level of respondents showed that 133 students have high HOTS while 64 students have low HOTS and 24 respondents are on misfit criteria in which there are respondents with high HOTS. This indicated that there are still many students who have low HOT ability. This estimation was supported by the results of the person reliability that shows the HOT person ability was in enough criteria (0.72)
PENERAPAN BAHAN AJAR EKOSISTEM MANGROVE BERBASIS POTENSI LOKAL UNTUK MENINGKATKAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap peduli lingkungan menggunakan bahan ajar berbasis potensi lokal berupa ekosistem. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan 1 kelompok pretest dan posttest. Sampel penelitian adalah sebanyak 100 siswa kelas X SMA dengan menggunakan teknik purposive sampling, terdiri atas 36 siswa SMAN 1 Sambas, 32 siswa SMAN 3 Bengkayang dan 32 siswa SMA Bawari Kota Pontianak. Data yang diperoleh berupa data kualitatif (wawancara dan observasi) dan data kuantitatif (angket sikap peduli lingkungan dengan menggunakan skala Likert). Peningkatan sikap peduli lingkungan siswa dilihat dari nilai N-Gain yang diperoleh melalui nilai skala sikap sebelum dan sesudah menggunakan bahan ajar ekosistem. Hasil perhitungan N-Gain (0,32) termasuk kategori sedang. Kesimpulan hasil penelitian bahwa penerapan bahan ajar ekosistem mangrove berbasis potensi lokal dapat meningkatkan sikap peduli lingkungan siswa. The aim of this research was to improve the environmental awareness attitude using teaching materials based on the local potential of ecosystem. This research was conducted by using the experimental quasi method with one group pretest-posttest experimental design. Sample of this research was 100 students of class X senior high school (SMA) using purposive sampling technique, and consisted of 36 students of SMAN 1 Sambas, 32 students of SMAN 3 Bengkayang and 32 students of Bawari Pontianak. The obtained data were qualitative data (interview and observation) and quantitative data (questionnaire about environmental awareness attitude by using Likert scale). The improvement of students' environmental awareness attitude was known from the N-Gain values obtained through the attitude scale values before and after using the ecosystem teaching materials. The result of N-Gain calculation (0.32) was medium category. The conclusion of this research was the teaching materials based on local potency can improve students’ environmental awareness attitude
PERKEMBANGAN TINGKAT KOGNITIF PESERTA DIDIK DI KOTA METRO
Metode pembelajaran seharusnya sesuai dengan perkembangan kognitif peserta didik dan sesuai dengan kurikulum yang sedang diterapkan. Menurut data kumpulan skripsi Pendidikan Biologi tahun 2014-2017 di Fakultas Kejuruan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Metro, permasalahan-permasalahan yang terjadi pada beberapa latar belakang masalah disebabkan oleh metode pembelajaran yang digunakan guru kurang tepat, sehingga mengakibatkan hasil belajar yang kurang sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minumum (KKM). Salah satu penyebabnya adalah karena metode yang digunakan kurang mengoptimalkan daya berpikir peserta didik yang sesuai dengan usianya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan data perkembangan peserta didik ranah kognitif yang ada di sekolah TK, SD, SMP, dan SMA yang akan disesuaikan dengan tahap perkembangan peserta didik yang ideal sesuai dengan jenjangnya berdasarkan teori perkembangan peserta didik ranah kognitif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik jenjang TK sampai SMA yang ada Kota Metro. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan wawancara. Penelitian ini menghasilkan rata-rata total perkembangan kognitif peserta didik di semua jenjang sudah mencapai kriteria sangat kuat (81%-100%), yang berarti perkembangan kognitif peserta didik yang ada di wilayah Kota Metro dari jenjang TK, SD, SMP, SMA sudah sesuai dengan perkembangan kognitif ideal yang dikemukakan oleh teori Piaget.Learning methods should be in accordance with the cognitive development of students and applied curriculum. According to data collection of Biology Education from year 2014-2017 at Faculty of Teacher Training and Education in University of Muhammadiyah Metro, the problems that occur in some background studies were caused by thr teachers used less precise learning methods and the used methods less optimized the students’ thinking power according to their age. It resulted in less learning outcomes in accordance with the Minimum Mastery Criteria. The purpose of this study was to obtain data on students’ cognitive development in kindergarten, elementary school, junior high school, and senior high school which will be adjusted to their ideal level cognitive development based on the theory of students’ cognitive development. This study used the qualitative method. The subjects were students from kindergarten to high school in Metro City. The techniques of data collection used observation sheets and interview. This research resulted in a total average of students’ cognitive development at all levels have reached a very strong criteria (81%-100%), which meant students’ level cognitive development in Metro City was in accordance with the ideal cognitive development proposed by Piaget theory
MASALAH DALAM PEMBELAJARAN MENURUT PERSPEKTIF GURU BIOLOGI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) DI SALATIGA DAN KABUPATEN SEMARANG
Guru sebagai salah satu unsur dalam pembelajaran diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Evaluasi, refleksi dan perbaikan proses pembelajaran perlu dilakukan sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Perbaikan pembelajaran dilakukan berdasarkan masalah-masalah yang ditemui guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masalah-masalah dalam pembelajaran menurut perspektif guru biologi di Salatiga dan Kabupaten Semarang. Responden adalah 23 guru biologi yang tersebar di SMA Salatiga dan Kabupaten Semarang. Teknik pengumpulan data adalah melalui kuesioner dan wawancara. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dan dideskripsikan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan masalah pembelajaran menurut guru biologi dapat dikelompokkan sebagai berikut: 1) masalah berkaitan dari faktor siswa, 2) sarana dan prasarana, 3) materi pembelajaran, 4) faktor guru, 5) faktor kondisi keluarga siswa. Teachers as one of the elements in learning are expected to continue to improve the quality of learning. Evaluation, reflection, and improvement of the learning process need to be carried out so that learning objectives are achieved. Improvement of learning is done based on the problems encountered by the teacher. This study aimed to analyze problems in learning according to the perspective of biology teachers in Salatiga and Semarang Regency. Respondents were 23 biology teachers spread in Salatiga High School and Semarang Regency. Data collection techniques were through questionnaires and interviews. The data obtained were analyzed and described qualitatively. The results showed that learning problems according to biology teachers can be grouped as follows: 1) problems related to student factors, 2) facilities and infrastructure, 3) learning material, 4) teacher factors, 5) factors in the family condition of students
PENERAPAN JURNAL BELAJAR DALAM STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BIOLOGI SEL
Hasil belajar mahasiswa pada matakuliah Biologi Sel masih relatif rendah karena proses pelaksanaan pembelajaran berpusat pada pendidik dan mahasiswa merasa sulit untuk memahami materi yang disampaikan oleh dosen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan jurnal belajar sebagai alat dalam upaya meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa pada matakuliah Biologi Sel. Penelitian dilakukan pada mahasiswa semester II Prodi Pendidikan Biologi IKIP PGRI Madiun sebanyak 53 mahasiswa (26 mahasiswa untuk kelas 2A) dan (27 mahasiswa untuk kelas 2B). Pelaksanaan penelitian dilakukan selama tiga kali tatap muka dari matakuliah Biologi sel KD 1-3. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data keterlaksanaan STAD, data jurnal belajar dan data pemahaman konsep. Data pemahaman konsep didapatkan dengan pemberian pertanyaan kuis di akhir pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan jurnal belajar mengalami peningkatan dari pertemuan I sebesar 13,32 meningkat menjadi 13,42 pada pertemuan II dan III, dan terdapat peningkatan nilai kuis dari tiap KD pada kategori sedang dan rendah. Students’ learning outcomes were still relatively low at Celluler Biology Subject because the implementation process of learning was centered on lecturer and stundents found it difficult to understand the subject material. This study aimed to determine the application of learning journal as a tool in the effort to increase students understanding of Celluler Biology concept. The study was conducted at 53 second semester stundents (26 students for class 2A and 27 students for class 2B) of Biology Education Program Study of PGRI Teachers' Training College, Madiun. The study was conducted during three meetings for KD 1-3 (Kompetensi Dasar=Basic Competence) of Celluler Biology Subject. The collected data were the implemented STAD data, the learning journal data and the concept understanding data. The concept understanding data were obtained by giving the quiz questions at the end of learning. The study result showed that the learning with implementation of learning journal increased from first meeting at 13.32 became 13.42 at meeting II and III, and there was the increase of quiz value from each KD on both medium and low categories
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN UNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA
Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kelayakan instrumen penilaian untuk mengukur keterampilan proses sains siswa SMA ditinjau dari karakteristik standar tes dan (2) seberapa besar tingkat penguasaan instrumen penilaian untuk mengukur keterampilan proses sains siswa SMA. Prosedur pengembangan dalam penelitian ini dengan model 4-D yang dikemukakan oleh Thiagarajan yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebarluasan). Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa angket, wawancara, dan soal pilihan ganda beralasan. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dengan menggunakan statistik Aiken's V dan analisis kuantitatif dengan menggunakan program QUEST. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Instrumen penilaian untuk mengukur keterampilan proses sains siswa SMA dikatakan layak ditinjau dari karakteristik standar tes yaitu kecocokkan butir soal dengan INFIT MNSQ 0,86 sampai 1,29, Reliabilitas sebesar 0,80, dan tingkat kesukaran dengan jangkauan -1,47 sampai 1,59 terdiri dari 3 katergori: 11 butir soal mudah, 7 butir soal sedang, dan 5 butir soal Sukar. (2) Persentase tingkat penguasaan keterampilan proses sains siswa pada sekolah dengan kategori tinggi 76,64%, kategori sedang 73,71% dan rendah 70,12%. This development research aimed to determine: (1) the feasibility of assessment instrument to measure the science process skills of high school students in terms of test standard characteristics and (2) how the level of assessment instrument mastery to measure the science process skills of high school students. The development procedure used in this study was by using 4-D model that was found by Thiagarajan; define, design, develop, and disseminate. The instruments used in collecting the data were questionnaires, interview, and multiple choice questions reasoned. The technique for analyzing the data used in this study was qualitative analysis by using Aiken's V statistics and quantitative analysis by using QUEST program. The results of this study were (1) assessment instrument to measure the process skills of high school students where could be categorized as effective from test standard characteristic namely the matching of question items with INFIT MNSQ was 0.86 until 1.29. The reliability was 0.80 and the difficulty level was -1.47 until 1.59 consisted of 3 categories: 11 items of easy question, 7 items of medium questions, and 5 questions of difficult question. (2) The percentage of assessment instrument mastery level science process skills of high school students in high level was 76.64%, medium category was 73.71%, and poor level was 70.12%
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PSIKOMOTOR PADA OUTDOOR PRACTICUM BIOLOGI SMA
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen penilaian psikomotor pada outdoor practicum biologi. Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian adalah ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Instrumen penilaian dikembangkan untuk praktikum pada materi Ekosistem. Pelaksanaan penelitian pengembangan instrumen diawali dengan studi pendahuluan, dan dilanjutkan dengan pengembangan awal yang divalidasi oleh ahli yang relevan dan diujicobakan di kelas X di SMA Negeri 2 Metro untuk melihat tingkat kelayakan penggunaan penilaian psikomotor. Tahap selanjutnya adalah penggandaan instrumen untuk dilakukan uji coba skala besar. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, hasil akhir dari penelitian ini memenuhi kriteria untuk didiseminasikan. Hasil penelitian diharapkan dapat berguna bagi guru dalam penilaian psikomotor pada outdoor practicum.This study aimed to develop the instrument of psychomotor assessment in biological outdoor practicum. The development method in this research was ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The instrument of psychomotor assessment was for practicum on ecosystem material. The execution of research and development of this instrument was begun with a preliminary study, and continued with initial development that was validated by relevant experts and tested on class X in SMA Negeri 2 Metro to find out the feasibility of using psychomotor assessment. The next stage was the multiplication of instrument for large-scale test. Based on the research conducted, the final result of this study fulfilled the criteria for dissemination. The result of study (the instrument) was expected to be useful for teachers in psychomotor assessment biological outdoor practicum
KOMPARASI ANTARA MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALLY DILENGKAPI MICROSOFT OFFICE POWER POINT DENGAN MEDIA COMIC TERHADAP HASIL BELAJAR
Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil belajar antara model TAI dengan Power Point dan model TAI dengan komik di SMP Negeri 3 Kartasura 2011/2012. Metode penelitian menggunakan The Static Group Pretest-Posttest Design dengan tambahan kelas kontrol. Teknik sampling menggunakan Cluster Random Sampling yang meliputi VIIIG kelas eksperimen I (TAI dengan Power Point), VIIIA kelas eksperimen II (TAI dengan media komik), dan VIIIE kelas kontrol. Teknik analisis data menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji normalitas, homogenitas, dan ANAVA. Hasil pengujian hipotesis menggunakan a 5% menunjukkan Fhitung 7,191 sedangkan Ftabel sebesar 3,082. Karena Fhitung 7,191>3,082 Ftabel maka H0 ditolak. Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara ketiga kelompok pembelajaran. Berdasarkan hasil uji beda disimpulkan hasil belajar biologi menggunakan model TAI dengan Power Point (87) lebih baik daripada hasil belajar biologi menggunakan model TAI dengan Komik (81) dan kelas kontrol (80). Hasil afektif dilihat dari perolehan skor angket setiap siswa. Hasil afektif menunjukkan sebanyak 91,10% siswa mendapat nilai A, dan 8,10% siswa mendapat nilai B untuk kelas Power Point. This study aimed to compare the learning outcomes between TAI model with Power Point and TAI model with comic at SMP Negeri 3 Kartasura 2011/2012. The method used in this study was the Static group pretest-posttest design with additional control class. Sampling technique used cluster random sampling includes VIIIG experiment class I (TAI with Power Point), VIIIA experimental class II (TAI with media comics), and VIIIE control class. Data analysis technique used the validity, reliability, normality test, homogeneity, and ANOVA. The results of hypothesis examination by using alpha (5%) showed Fcalculation =7.191 while Ftable=3,082. If Fcalculation 7.191> 3.082 Ftable then H0 was rejected. This meant there were significant differences among three study groups. Based on results of post hoc it could be concluded that biology learning outcomes using TAI model with Power Point (87) was better than TAI model with comic (81) and control class (80). Affective results were based on questionnaire score of each student. Affective outcomes showed as much as 91.10% of students got A, and 8.10% of students got B for the class of Power Point