Rumah Jurnal STIE Amkop Makassar
Not a member yet
3890 research outputs found
Sort by
Analisis Sistem Dan Prosedur Akuntansi Dalam Pengelolahan Dana Desa Di Desa Sikab Kec. Barus Jahe Kabupaten Karo
Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana sistem dan prosedur akuntansi diterapkan dalam pengelolaan Dana Desa di Desa Sikab, Kecamatan Barus Jahe, Kabupaten Karo, terutama dengan penggunaan aplikasi Siskeudes (Sistem Keuangan Desa). Dana Desa merupakan salah satu sumber pendanaan penting untuk pembangunan desa, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara transparan dan akuntabel. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan cara mengumpulkan data melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumen pendukung. Hasilnya menunjukkan bahwa Desa Sikab sudah mulai menerapkan sistem akuntansi yang sesuai dengan aturan yang berlaku, dan penggunaan aplikasi Siskeudes sangat membantu dalam pengelolaan keuangan desa—mulai dari perencanaan anggaran, pencatatan transaksi, hingga pelaporan. Namun, masih ada beberapa tantangan seperti kurangnya pemahaman dari perangkat desa dalam mengoperasikan aplikasi secara optimal dan gangguan teknis seperti koneksi internet yang tidak stabil. Untuk itu, dibutuhkan pelatihan rutin dan dukungan teknis agar pengelolaan Dana Desa bisa berjalan lebih baik ke depannya.
Kata Kunci: Dana Desa, Akuntansi Desa, Siskeudes, Transparansi, Pengelolaan Keuanga
Peran Kualitas Produk, Brand Image Dan Brand Trust Dalam Membentuk Keputusan Pembelian Mie Sedaap (Masyarakat Kota Probolinggo)
Studi ini akan membahas secara menyeluruh peran kualitas produk sebagai variabel X1 kemudian peneliti menambahkan variabel citra merek sebagai variabel X2, dan kepercayaan merek sebagai X3 dalam memberikan dampak langsung bagi konsumen ketika akan menentukan keputusan pembelian mie sedaap (studi kasus pada masyarakat Kota Probolinggo).
Pendekatan penelitian difokuskan pada kausalitas agar peneliti dapat mengidentifikasi faktor yang secara langsung memengaruhi variabel Y berdasarkan data yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Sedangkan untuk pengumpulan sampel digunakan purposive sampling, dengan total responden 100 dimana jumlah ini merupakan konsumen identic pernah membeli mie instan sedaap.
Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS untuk menguji validitas, reliabilitas, classic asumtion, regresi linear berganda, serta uji hipotesis. Dari uji spss didapatkan variabel kualitas produk, citra merek, dan kepercayaan merek berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian mi instan merek Mie Sedaap
Peran Trust dalam Memoderasi Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, dan Risk terhadap Intention to Use QRIS
Penelitian ini menganalisis niat adopsi QRIS pada Generasi Z di Kota Denpasar dengan menggunakan model TAM sebagai landasan teori yang mencakup Perceived Usefulness (PU), Perceived Ease of Use (PEOU), Perceived Risk (PR), serta peran moderasi Trust. Menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dari 120 responden dan diolah dengan SEM-PLS (SmartPLS). Hasil menunjukkan bahwa PEOU berkolerasi positif signifikan terhadap Behavioral Intention to Use (β=0,290; p=0,000), sementara PR berpengaruh negatif signifikan (β=–0,147; p=0,045). Sebaliknya, PU tidak berkolerasi signifikan terhadap niat penggunaan (β=0,089; p=0,131). Uji moderasi mengindikasikan Trust memperlemah pengaruh PU terhadap niat (β interaksi=–0,191; p=0,004) dan menekan efek negatif PR (β interaksi=–0,181; p=0,010), tetapi tidak memoderasi hubungan PEOU dengan niat (β interaksi=–0,111; p=0,107). Model menjelaskan 37,3% variansi niat penggunaan. Temuan menegaskan bahwa persepsi kemudahan merupakan pendorong utama adopsi, sementara risiko yang dirasakan menurunkan minat, dan Trust berfungsi sebagai bantalan psikologis yang mengurangi dampak risiko sekaligus menggeser ketergantungan pada manfaat fungsional. Implikasi praktis menekankan pentingnya penyederhanaan antarmuka dan proses transaksi, penguatan fitur keamanan serta komunikasi keandalan sistem untuk meningkatkan niat penggunaan QRIS di kalangan pengguna muda
Transformasi Digital Perbankan Melalui Open Banking dan API: Kajian Literatur dan Studi Kasus pada Aplikasi Livin’ by Mandiri
Transformasi digital telah menjadi pendorong utama perubahan dalam industri perbankan Indonesia, salah satunya melalui penerapan open banking dan Application Programming Interface (API). Artikel ini menganalisis perkembangan konsep open banking serta implementasinya melalui studi kasus aplikasi Livin’ by Mandiri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur dan analisis data sekunder terkait fitur, regulasi, serta performa layanan digital Bank Mandiri. Hasil kajian menunjukkan bahwa open banking memungkinkan kolaborasi yang lebih luas antara bank dan pihak ketiga, sehingga meningkatkan inovasi produk, efisiensi operasional, dan pengalaman pengguna. Studi kasus pada Livin’ by Mandiri memperlihatkan bahwa integrasi API mampu mendukung layanan pembayaran, top-up, direct debit, serta konektivitas dengan berbagai platform digital. Meski demikian, implementasi open banking masih menghadapi tantangan, terutama terkait keamanan data, kesiapan infrastruktur, serta literasi digital nasabah. Penelitian ini menegaskan bahwa API dan open banking berperan penting sebagai fondasi transformasi digital perbankan di Indonesia.
Kata kunci: open banking, API, transformasi digital perbankan, inovasi layanan keuangan, Livin’ by Mandir
Evaluasi Sistem Pengendalian Internal Atas Pengelolaan Aset Tetap Daerah Pada BPKAD Kabupaten Kupang
This study aims to evaluate the internal control system over the management of regional fixed assets at the Regional Financial and Asset Management Agency (BPKAD) of Kupang Regency. The management of regional fixed assets plays a crucial role in achieving effective, efficient, transparent, and accountable governance. However, several issues remain, such as irregular asset administration, uncertified assets, and weak supervision and reporting. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews and document studies. Data analysis was conducted using the five components of the Government Internal Control System (SPIP) as regulated in Government Regulation No. 60 of 2008, namely the control environment, risk assessment, control activities, information and communication, and monitoring. The results indicate that the implementation of the internal control system at BPKAD Kupang Regency has been fairly good but not yet optimal, especially in the aspects of risk assessment and monitoring. The study also found the need to improve human resource capacity, update asset information systems, and consistently enforce supervision procedures. Therefore, this evaluation is expected to serve as a basis for BPKAD Kupang Regency to strengthen its internal control system and enhance accountability in managing regional fixed assets.
Keywords: Internal Control System, Fixed Asset Management, SPIP, BPKAD Kupang Regenc
Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Pada Usaha Kedai Kopi: Studi Kasus Corak Coffee
The growth of coffee shop businesses in Indonesia, including in Makassar, has increased rapidly and has contributed to the local economy. However, business actors, especially those at the MSME level, still face various obstacles in managing finances in an organized and systematic manner. This study aims to analyze the implementation of an accounting information system (AIS) at the Corak Coffee coffee shop and to redesign the transaction recording flow to improve operational efficiency and the quality of financial reports. The method used is a case study with a qualitative approach, through direct interviews with business owners. The results of the study show that although Corak Coffee has not used special accounting software, business owners routinely use Microsoft Excel as a medium for recording financial transactions. The income and expense cycles are recorded manually but remain organized, and the resulting financial information has been used as a basis for making business decisions. These findings prove that the application of basic AIS principles, although still simple, can have a positive impact on business management. This study also recommends that MSME actors start considering the use of a more integrated recording system to improve operational accuracy and efficiency.
Kata kunci : Accounting Information System, Coffee Shops, Financial Records, Operational Efficiency, UMK
Peran Mediasi Burnout pada Pengaruh Beban Kerja terhadap Turnover Intention (Studi pada Karyawan CV. Nusantara Dompu Madaprama)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja terhadap turnover intention karyawan, dengan burnout sebagai variabel mediasi pada perusahaan air mineral CV. Nusantara Dompu Madaprama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis jalur (path analysis) melalui bantuan perangkat lunak SmartPLS. Data dikumpulkan dari karyawan bagian produksi dan distribusi menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap burnout dan turnover intention. Selain itu, burnout juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention, serta memediasi hubungan antara beban kerja dan turnover intention. Temuan ini mengindikasikan bahwa beban kerja yang tinggi tidak hanya mendorong niat karyawan untuk keluar secara langsung, tetapi juga melalui peningkatan burnout. Implikasi manajerial dari penelitian ini menunjukkan pentingnya pengelolaan beban kerja dan pencegahan burnout sebagai strategi mempertahankan karyawan serta menekan tingkat turnover pada perusahaan.
Kata Kunci: Beban Kerja, Burnout, Turnover Intention, Karyawan, Industri Air Mineral
ESG, Kinerja dan Risiko Perusahaan: Dimoderasi oleh Board Gender Diversity
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengungkapan ESG (Environtmental, Social, and Governance) dan efek moderasi Board Gender Diversity terhadap kinerja dan risiko perusahaan. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear berganda. Sampel pada penelitian ini adalah perusahaan non-keuangan yang telah terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2016 – 2021. Variabel dependen pada penelitian ini ada dua yaitu kinerja dan risiko perusahaan. Kinerja perusahaan menggunakan dua pengukuran yaitu pada rasio ROA dan ROE. Risiko perusahaan juga menggunakan dua pengukuran yaitu risiko sisteamtis (Beta) dan risiko total (standard deviation). Variabel independen penelitian ini adalah pengungkapan ESG (Environtmental, Social, and Governane). Variabel moderasi penelitian ini adalah Board Gender Diversity . Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan ESG berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja perusahaan, sedangkan pada risiko tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Board Gender Diversity mempunyai peran memperkuat pengaruh positif pengungkapan ESG terhadap kinerja perusahaan
Analisis Digital Leadership dan Adaptabilitas Individu dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai di Sektor Publik Pasca-Digitalisasi
Transformasi digital di sektor publik mendorong perlunya kepemimpinan dan sumber daya manusia yang adaptif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Digital Leadership dan adaptabilitas individu terhadap kinerja pegawai sektor publik pasca-digitalisasi di Provinsi Lampung. Pendekatan kuantitatif dengan metode survei digunakan untuk mengumpulkan data melalui kuesioner Likert dari 169 pegawai pemerintah daerah yang telah bekerja dengan sistem digital minimal dua tahun. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptabilitas individu berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai, sedangkan Digital Leadership berpengaruh positif namun tidak signifikan secara langsung. Secara simultan, kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 94,8% variasi kinerja pegawai (R² = 0,948) dan berpengaruh signifikan secara bersama-sama. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja pasca-digitalisasi sangat ditunjang oleh tingginya kemampuan adaptasi pegawai, dengan dukungan kepemimpinan digital sebagai faktor pengarah strategis dalam transformasi digital sektor publik. Implikasi praktisnya, instansi pemerintah perlu memperkuat kompetensi kepemimpinan digital dan kemampuan adaptasi pegawai untuk mencapai kinerja optimal di era digital
Pengaruh Kepribadian Konsumen dan Motivasi Konsumen Terhadap Preferensi Merek pada konsumen Produk Herborist di Kota Gorontalo
Industri kosmetik global dan lokal, khususnya di Indonesia, telah menunjukkan pertumbuhan pesat yang didorong oleh inovasi, diversifikasi produk, serta perubahan perilaku dan preferensi konsumen. Tren peningkatan kesadaran akan kesehatan dan lingkungan telah mendorong permintaan tinggi terhadap produk kosmetik alami dan organik, seperti yang diimplementasikan oleh merek lokal Herborist. Fenomena ini menciptakan dinamika pasar yang kompleks, di mana preferensi merek tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan fungsional tetapi juga oleh motivasi dan kepribadian konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi konsumen dan kepribadian konsumen terhadap preferensi merek, khususnya pada produk Herborist. Metode yang digunakan yaitu menggunakan data hasil olahan SPSS, studi ini secara implisit mengadopsi pendekatan kuantitatif untuk mengungkap hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi konsumen memiliki pengaruh signifikan dan menjadi prediktor kuat terhadap preferensi merek hasil penelitian menunjukan bahwa nilai koefisien unstandardized (B) motivasi konsumen sebesar ,123 dengan nilai Sig. (,009) lebih kecil dari ,05. Dan nilai koefisien unstandardized (B) kepribadian konsumen sebesar .056 dan nilai signifikansi (Sig.) ,248, variabel kepribadian konsumen diidentifikasi tidak berpengaruh signifikan terhadap preferensi merek. Meskipun kepribadian konsumen tidak menunjukkan pengaruh tunggal yang dominan, interaksi antara kepribadian dan motivasi secara kolektif membentuk keputusan preferensi merek. Hasil uji simultan menunjukan nilai f sebesar 5,500 dan nilai sig .006 lebih kecil dari .05, dapat disimpulkan bahwa kepribadian konsumen dan motivasi konsumen bersama-sama memberikan kontribusi yang signifikan. Kesimpulan ini menyarankan bahwa dalam membentuk strategi pemasaran, pemahaman mendalam tentang motivasi konsumen adalah krusial, sekalipun kepribadian konsumen juga berkontribusi pada persepsi dan pilihan merek. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pemasar dalam industri kosmetik untuk merancang strategi yang lebih personal dan relevan dengan profil konsumen saat ini