Rumah Jurnal STIE Amkop Makassar
Not a member yet
3890 research outputs found
Sort by
Evaluasi Disiplin Kerja Karyawan Pada PT. Anugrah Wijaya Maskot
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis disiplin kerja karyawan pada PT. Anugrah Wijaya Maskot sebagai bagian dari penguatan Manajemen Sumber Daya Manusia di industri kreatif skala UMKM. Disiplin kerja menjadi isu penting karena berpengaruh terhadap efektivitas operasional, namun sering kali belum terimplementasi secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi perusahaan dengan melibatkan seluruh karyawan operasional menggunakan teknik sampling jenuh. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan indikator disiplin kerja menurut Mangkunegara, meliputi ketepatan waktu kehadiran, kepatuhan terhadap peraturan dan SOP, penggunaan waktu kerja, tanggung jawab terhadap tugas, serta kepatuhan terhadap standar kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja karyawan berada pada kategori cukup, dengan kelemahan utama pada konsistensi penerapan SOP dan pemanfaatan waktu kerja. Temuan ini memperkuat peran disiplin kerja sebagai instrumen pengendalian perilaku kerja dan memberikan implikasi praktis bagi pembinaan disiplin kerja di industri kreatif.Kata kunci: disiplin kerja, manajemen sumber daya manusia, studi kasus; industri kreatif, UMKM
Efek Locus of Control dan Pelatihan terhadap Kepuasan Kerja dengan Motivasi sebagai Variabel Mediasi
Kepuasan kerja merupakan merupakan faktor psikologis yang mewakili kondisi perasaan seorang karyawan terhadap karyawanannya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh locus of control, dan pelatihan terhadap motivasi kerja melalui motivasi sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah PLS-SEM (Partial Least Squares Structural Equation Modeling), yaitu teknik analisis statistik multivariat berbasis varian yang digunakan untuk menguji hubungan antar variabel. Variabel yang diuji adalah locus of control (X1), pelatihan (X2), motivasi kerja (Z), dan kepuasan kerja (Y). Data diperoleh dari hasil pembagian kuisioner pada 102 responden yang merupakan pegawai Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Solok pada bulan Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa locus of control berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, dan motivasi kerja, serta berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja melalui motivasi kerja. Pelatihan berpengaruh positif , tetapi tidak signifikan terhadap kepuasan kerja. Pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi dan terhadap kepuasan kerja yang dimediasi oleh motivasi. Locus of control merupakan potensi diri pada seseorang, yang apabila memiliki karakter positif dapat meningkatkan kepuasan kerja pada suatu instansi. Temuan pada penelitian ini dapat dimanfaatkan Bapperida kota Solok untuk meningkatkan locus of control pegawai, mempertahankan motivasi kerja dan meningkatkan pelatihan
Pengaruh Kompetensi, Pelatihan Dan Independensi Terhadap Kinerja Pegawai Melalui Profesionalisme APIP Sebagai Variabel Intervening Di Inspektorat Daerah Kabupaten Kerinci
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menguji pengaruh kompetensi, pelatihan dan independensi terhadap kinerja pegawai melalui profesionalisme APIP sebagai variabel intervening di Inspektorat Daerah Kabupaten Kerinci. Metode analisis data yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 66 responden. Metode analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Square (PLS) menggunakan aplikasi SmartPLS 3. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan kompetensi terhadap profesionalisme pada Inspektorat Daerah Kabupaten Kerinci. Terdapat pengaruh positif dan signifikan pelatihan terhadap profesionalisme pada Inspektorat Daerah Kabupaten Kerinci. Terdapat pengaruh positif dan signifikan independensi terhadap profesionalisme pada Inspektorat Daerah Kabupaten Kerinci. Terdapat pengaruh positif dan signifikan kompetensi terhadap kinerja pegawai pada Inspektorat Daerah Kabupaten Kerinci. Terdapat pengaruh negatif dan tidak signifikan pelatihan terhadap kinerja pegawai pada Inspektorat Daerah Kabupaten Kerinci. Terdapat pengaruh positif dan signifikan independensi terhadap kinerja pegawai pada Inspektorat Daerah Kabupaten Kerinci. Terdapat pengaruh positif dan tidak signifikan profesionalisme terhadap kinerja pegawai pada Inspektorat Daerah Kabupaten Kerinci. Profesionalisme tidak mampu memediasi pengaruh kompetensi terhadap kinerja pegawai Inspektorat Daerah Kabupaten Kerinci. Profesionalisme tidak mampu memediasi pengaruh pelatihan terhadap kinerja pegawai Inspektorat Daerah Kabupaten Kerinci. Profesionalisme tidak mampu memediasi pengaruh independensi terhadap kinerja pegawai Inspektorat Daerah Kabupaten Kerinci.Kata Kunci: Kompetensi, Pelatihan, Independensi, Profesionalisme APIP dan Kinerja Pegawai
Pengaruh Disiplin Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pt. Wiratman
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT Wiratman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode sensus, yaitu melibatkan seluruh populasi sebanyak 52 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel Disiplin Kerja tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan, dengan nilai thitung sebesar 0,578 0,05. Sementara itu, Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan, dengan nilai thitung sebesar 9,377 > ttabel 1,670 dan signifikansi 0,001 Ftabel 3,145 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Motivasi Kerja menjadi faktor dominan dalam meningkatkan Kinerja Karyawan pada PT Wiratman, sedangkan Disiplin Kerja secara individu tidak memberikan pengaruh signifikan.(Book Antiqua11, reguler, spasi 1, spacing before 6 pt, after 6 pt)Kata Kunci: Disiplin Kerja, Motivasi Kerja, dan Kinerja Karyawa
Peran Digital Literacy dalam Memoderasi Hubungan antara Employee Engagement dan Employee Performance Melalui Job Satisfaction pada Transportasi Publik TransJogja
Perkembangan sistem transportasi publik berbasis teknologi menuntut peningkatan kinerja sumber daya manusia, khususnya pada sektor layanan seperti BRT TransJogja yang dikelola oleh PT Anindya Mitra Internasional (PT AMI). Fenomena menurunnya kinerja karyawan seperti kepatuhan terhadap SOP, tekanan kerja, ketimpangan kompensasi, serta kesenjangan literasi digital menunjukkan pentingnya penguatan faktor psikologis dan kompetensi karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh employee engagement terhadap employee performance dengan job satisfaction sebagai variabel mediasi dan digital literacy sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan PT Anindya Mitra Internasional Unit TransJogja sebanyak 298 orang, dengan sampel sebanyak 171 responden yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling dengan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa employee engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee performance serta job satisfaction. Job satisfaction juga berpengaruh signifikan terhadap employee performance dan terbukti memediasi hubungan antara employee engagement dan employee performance. Selain itu, digital literacy berperan sebagai variabel moderasi yang memperkuat pengaruh employee engagement dan job satisfaction terhadap employee performance. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan keterlibatan kerja, kepuasan kerja, serta kompetensi digital merupakan faktor strategis dalam meningkatkan kinerja karyawan dan kualitas pelayanan transportasi publik secara berkelanjutan. Kata Kunci: Digital Literacy, Employee Engagement, Employee Performance, Job Satisfaction, Transportasi Publik
Pengaruh Brand Ambassador, Viral marketing, dan Brand Image terhadap Keputusan Pembelian Kopi Kenangan di Kota Batam
Studi ini menyelidiki bagaimana Brand Ambassador, viral Marketing, dan Brand Image memengaruhi keputusan konsumen Batam untuk membeli Kopi Kenangan. Kopi Kenangan saat ini begitu populer di kalangan remaja karena taktik pemasaran inovatifnya, seperti menarik Jerome Polin sebagai Brand Ambassador dan menghasilkan nama-nama menu yang unik dan mudah disorot di media sosial. Konsumen yang pernah membeli Kopi Kenangan di Batam menjadi objek survei untuk penelitian ini. Metode kuantitatif dengan analisis berganda digunakan bertujuan mengetahui apakah ketiga komponen ini benar-benar mempengaruhi keputusan seseorang untuk membeli produk tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Brand Ambassador, viral marketing, dan Brand Image sangat berpengaruh terhadap keputusan pembeli untuk mengonsumsi. Brand Image merupakan pengaruh yang paling berefek dari ketiganya. Artinya, meskipun iklan dan tokoh terkenal menarik perhatian konsumen, kesan konsumen terhadap merek itu sendiri lebih penting saat pembelian produk diputuskan. Diharapkan penelitian ini dapat membantu usaha, khususnya perusahaan F&B, dalam memahami strategi pemasaran yang benar-benar efektif untuk menarik dan mempertahankan pelanggan khususnya di kota besar seperti Batam.Kata Kunci: Brand Ambassador, Viral Marketing, Brand Image, Keputusan Pembelia
Analisis Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar (Kurs), Tingkat Suku Bunga SBI, Indeks Dow Jones Dan Indeks Nikkei 225 Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Pada Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2023
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak variabel ekonomi makro terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia untuk jangka waktu yang berlangsung dari 2019 hingga 2023. Variabel independen yang diteliti meliputi inflasi, nilai tukar rupiah Indonesia relatif terhadap dolar AS, suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI), bersama dengan dua indeks internasional, yaitu Dow Jones Industrial Average dan Nikkei 225. Data sekunder yang digunakan dalam analisis ini bersumber dari entitas resmi termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, dan Bloomberg. Metodologi analitik yang digunakan adalah regresi linier berganda menggunakan teknik Ordinary Least Squares (OLS), yang awalnya didahului dengan pengujian asumsi klasik untuk memastikan validitas model. Temuan menunjukkan bahwa, secara kolektif, semua variabel independen memberikan pengaruh yang signifikan pada IHSG. Dalam analisis terpilah, inflasi, suku bunga SBI, dan indeks Dow Jones menunjukkan dampak positif yang signifikan, sedangkan nilai tukar menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan. Sebaliknya, indeks Nikkei 225 mengungkapkan efek positif yang tidak memiliki signifikansi statistik. Hasil ini menawarkan wawasan teoritis dan praktis tentang hubungan antara indikator ekonomi makro dan dinamika pasar modal, selain berfungsi sebagai kerangka strategis bagi investor dan pembuat kebijakan dalam membuat keputusan yang berakar pada kondisi ekonomi
The Influence of Work Demands on Employee Work Stress at the Office of the Investment and One-Stop Integrated Services (DPMPTSP) South Sulawesi Province
Introduction/Main Objectives: This research aims to examine the effect of job demands on work stress of employees at the Investment and One-Stop Service Office (DPMPTSP) of South Sulawesi Province. Background Problems: Employees in government service offices, such as the Investment and One-Stop Service Office (DPMPTSP) of South Sulawesi Province, often face high job demands that may lead to increased work stress. Understanding how these job demands impact employee stress levels is crucial to improving workplace well-being and organizational performance. Novelty: The study focuses on the relationship between job demands and work stress in the specific context of the DPMPTSP of South Sulawesi Province, which may not have been previously studied. Research Methods: The population of this research is all employees of the Investment and One-Stop Service Office (DPMPTSP) of South Sulawesi Province, totaling 50 people. The type of research used is quantitative. The data sources used are primary data, namely information sourced from observations and questionnaires, while secondary data sources are documentation and literature. The data analysis technique used is simple linear regression analysis using statistical calculations through the Statistical Package for the Social Science (SPSS) version 26 application. Finding/Results: The research results show that Job Demands (X) have a positive and significant effect on Work Stress (Y), supported by the calculated t-value of 9.122 > 2.013 t-table and a significance value of 0.000 < 0.05. Conclusion: Job demands significantly and positively influence employee work stress at the DPMPTSP of South Sulawesi Province.(Book Antiqua 11, reguler, spasi 1, spacing before 6 pt, after 6 pt) Kata Kunci: Job Demands, Work Stress of Employee
Pengaruh Social Media Marketing Dan Visual Merchandising Terhadap Impulsive Buying Serta Implikasinya Terhadap Repurchase Intention Pada E-Commerce Shopee
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh social media marketing dan visual merchandising terhadap impulsive buying serta implikasinya terhadap repurchase intention pada e-commerce shopee. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social media marketing dan visual merchandising secara parsial dan simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying. Penelitian ini juga menunjukan bahwa social media marketing dan visual merchandising secara parsial dan simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap repurchase intention. Terdapat pengaruh yang signifikan antara impulsive buying terhadap Repurchase intention. Artinya bahwa semakin tinggi Impulsive Buying maka semakin tinggi pula Repurchase intention pada pelanggan e-commerce shopee. Hasil penelitian ini juga menunjukkan social media marketing dan visual merchandising dimediasi impulsive buying memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap repurchase intention. Artinya Impulsive Buying merupakan variabel yang memediasi hubungan antara social media marketing dan visual merchandising dengan repurchase intention. Semakin tinggi social media marketing dan semakin baik visual merchandising maka akan meningkatkan Impulsive Buying yang pada akhirnya akan meningkatkan repurchase intention pada e-commerce shopee.Kata Kunci : social media marketing, visual merchandising, impulsive buying, repurchase intention
Analisis Penyalahgunaan Aset Di Tempat Kerja Menggunakan S.C.O.R.E. Model: Peran Moderasi Dari Integritas (Studi Pada Pemerintah Kota Tegal)
Fraud saat ini memang tidak bisa dihindari dalam berbagai kondisi, baik sektor keuangan maupun sektor non keuangan. Fraud sering terjadi pada perusahaan atau instansi pemerintah dan jenis fraud yang sering dijumpai ialah penyalahgunaan aset. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penyalahgunaan aset ditempat kerja menggunakan S.C.O.R.E model. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integritas sebagai variabel moderasi terhadap penyalahgunaan aset antara tekanan, kemampuan, kesempatan, rasionalisasi, dan ego.Penelitian ini dilakukan menggunakan data primer dengan membagikan kuesioner dengan indikator pertanyaan sesuai dengan variabel penelitian. Pengukuran variabel menggunakan skala likert yang terdiri 1 sampai dengan 5. Partisipasi dari penelitian ini adalah 136 Pegawai Negri Sipil di 22 Organisasi Pemerintah Daerah Kota Tegal. Statistik yang digunakan adalah dengan alat analisis SmartPLS v.3.2.8 dan menggunakan pendekatan bootstrapping dalam pengujian statistik.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tekanan dan rasionalisasi berpengaruh positif terhadap penyalahgunaan aset. Sementara itu kemampuan dan kesempatan berpengaruh negatif terhadap penyalahgunaan aset. Adapun ego tidak berpengaruh terhadap penyalahgunaan aset. Hasil lain menunjukkan bahwa integritas memiliki efek moderasi untuk mengurangi hubungan kesempatan dan rasionalisasi terhadap penyalahgunaan aset. Penelitian ini juga menemukan bahwa integritas tidak memiliki efek moderasi pengaruh tekanan, kemampuan, dan ego terhadap penyalahgunaan aset.Kata Kunci: Tekanan, Kemampuan, Kesempatan, Rasionalisasi, Ego, Integritas dan Penyalahgunaan Aset