Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Not a member yet
    109 research outputs found

    MESIN SENTRIK (SENTRIFUGAL DAN TEKNOLOGI VAKUM) PADA PENIRISAN MINYAK PRODUK KERIPIK GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS DAN MUTU PRODUKSI UKM VIRGO BAROKAH FOOD

    No full text
    Minyak merupakan masalah utama pada industri makanan sejenis keripik. Minyak yang berlebih pada saat pengemasan menyebabkan produk tidak tahan lama, kurang renyah dan tidak baik bagi kesehatan. Salah satu UKM yang bergerak pada industri keripik ini adalah UKM Virgo Barokah Food yang memproduksi rempeyek beralamatkan di Desa Kureksari Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo. Penirisan minyak di UKM dilakukan secara manual dan kurang efisien. Proses penirisan minyak pada rempeyek tersebut dibutuhkan waktu 3 hingga 4 jam diatas kertas koran sebagai media untuk penyerapan minyaknya. Seringkali waktu yang lama dan penirisan menggunakan kertas koran menyebabkan rempeyek menjadi kurang renyah dan kurang higenis. Melalui program kreativitas mahasiswa ini, telah dirancang mesin bernama SENTRIK (Sentrifugal dan Teknologi Vakum) dengan Sistem Otomatis Arduino. Mesin ini merupakan penyempurnaan dari mesin spinner peniris minyak yang sudah ada dengan kelemahan kurang dapat digunakan untuk meniriskan minyak pada olahan keripik karena mudah pecah. Mesin spinner pada umumnya memiliki putaran yang tinggi dan tidak dapat dikontrol. Pada mesin ini, dilengkapi dengan pengatur kecepatan, design tabung putar empat skat, pengatur waktu otomatis, dan menggunakan teknologi sistem vakum. Dengan adanya alat ini, mampu meniriskan minyak yang terkandung pada rempeyek dengan presentase pecah kecil, lebih higenis dan waktu yang cepat. Sehingga dapat menambah efisiensi penirisan minyak, meningkatkan mutu dan produktifitas produk UKM Virgo Barokah Food

    TEMPAT DUDUK UNTUK LANJUT USIA DI RUANG TUNGGU STASIUN KERETA

    Get PDF
    Beberapa stasiun kurang memberikan fasilitas tempat duduk untuk menunggu kereta bagi penumpang lanjut usia. Orang lanjut usia terbagi dalam tiga kategori umur, dimana masing-masing memiliki keadaan kesehatan fisik yang berbeda dan tingkat kekuatan fisiknya lebih rendah dari usia produktif. Perlu ada kajian dan desain untuk membuat tempat duduk itu, agar penumpang lanjut usia merasa nyaman apabila keretanya belum tiba dalam waktu lebih dari 10 menit dan merasa aman pada barang bawaannya. Tempat duduk bagi lanjut usia ini tidak didesain menjadi single chair, karena lanjut usia tidak bepergian sendirian tetapi selalu bersama dengan keluarganya. Pendekatan desain berfokus pada ergonomik penumpang yang diambil dari tingkah laku penumpang tersebut, dengan mengutamakan kenyamanan dan keamanan penumpang dan barang bawaan. Kajian desain dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif (metode campuran). Penggalian data melalui pengamatan langsung ke beberapa stasiun dan telaah pustaka tentang lanjut usia dan ergonominya. Digunakan analisis SWOT dan analisis kompetitif, dimana dari hasil analisis didapatkan sintesa yang akan dibuat menjadi desain awal. Konsep desain pada produk ini adalah Comfortable Design. Tempat duduk didesain sesuai kebutuhan lanjut usia, baik ukuran, fungsi, bentuk, dan warna. Penempatan produk di ruang tunggu stasiun kereta, maka pewarnaan produk berdasarkan pada identitas dari PT.KAI (Kereta Api Indonesia). Warna pada identitas PT.KAI akan dipilih berdasarkan analisis kenyamanan penumpang tersebut

    Desain Perbaikan Fasilitas Aktivitas Penggorengan Keripik Tempe Berdasarkan Analisis Postur Kerja (Studi Kasus di UKM Melati Jaya, Malang)

    Get PDF
    oai:ocs.conference.itats.ac.id:paper/6UKM Melati Jaya merupakan salah satu UMKM di kota Malang yang bergerak di bidang pengolahan keripik tempe, dengan semua proses dilaksanakan manual. Hal ini dapat mengakibatkan adanya angguan musculoskeletal pada pekerja akibat dari postur kerja yang tidak baik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendesain perbaikan fasilitas aktivitas penggorengan keripik tempe berdasarkan analisis postur kerja menggunakan REBA dan analisis antropometri. Penelitian ini diawali dengan pengisian kuesioner Nordic Body Map oleh tiga orang pekerja bagian penggorengan. Hasil kuesioner Nordic Body Map menunjukkan pekerja bagian penggorengan mengeluhkan keadaan sakit dan sangat sakit yang dialami dari pekerjaannya yaitu sebesar 100% (bahu kiri dan kanan), 66,67% (lengan atas kiri dan kanan), 100% (punggung), 66,67% (lengan bawah kanan dan kiri), 100% (pergelangan tangan kanan dan kiri), dan 100% (tangan kanan dan kiri). Hasil analisis postur kerja proses penggorengan menggunakan metode REBA menunjukkan tingkat risiko 2 (rendah) untuk kegiatan mencampur tempe dengan adonan, tingkat risiko 7 (sedang) untuk kegiatan penggorengan, dan tingkat risiko 3 (rendah) untuk kegiatan penirisan. Desain perbaikan fasilitas dilakukan pada meja penggorengan, dengan melakukan perubahan ukuran meja untuk menyesuaikan antropometri pekerja. Tinggi meja yang sebelumnya 45 cm ditambah menjadi 81 cm, untuk mengatasi postur kerja membungkuk ketika pekerja menggoreng keripik tempe. Panjang meja dirubah dari 120 cm menjadi 156 cm, untuk mengakomodasi panjang rentang lengan pekerja agar dapat bekerja lebih nyaman. Analisis postur kerja apabila desain perbaika diterapkan menunjukkan potensi penurunan risiko kegiatan penggorengan menjadi tingkat risiko 2 (rendah)

    ANALISIS SIMULATED ANNEALING (SA) DAN RANCANG BANGUN SISTEM PENJADWALAN AKTIVITAS DISTRIBUSI DENGAN MENGGUNAKAN DISTRIBUTION REQUIREMENT PLANNING (DRP)

    Get PDF
    Di Era Globalisasi sekarang ini PT. CCBI (Coca Cola Botling Indonesia) adalah perusahaan yang memproduksi beberapa varian minuman untuk konsumen pasar lokal. Produk-produk minuman di distribusikan kepada dua kelompok konsumen yaitu konsumen minuman reguler dan non reguler. Perbedaan kedua kelompok konsumen tersebut adalah pada pola pemesanannya. Kelompok konsumen reguler adalah kelompok dimana PT. CCBI memasok produk-produk minumannya secara reguler tanpa harus menunggu order. Kelompok ini kebanyakan terdiri dari outlet-outlet yang tersebar di berbagai lokasi. Kelompok konsumen non reguler adalah kelompok konsumen dimana PT. CCBI baru akan memasok jika ada order. Kelompok ini terdiri dari  berbagai perusahaan kecil, ataupun perorangan. Penelitian ini akan menentukan penjadwalan distribusi berbagai varian produk minuman PT. CCBI kepada berbagai konsumennya dengan menggunakan metode Distribution Requirement Planning sehingga dapat memaksimalkan pemenuhan permintaan konsumen dengan waktu yang relatif cepat. Di dalam pendekatan DRP, permintaan produk juga akan di ramalkan berdasarkan jenis dan kelompok konsumennya. Hasil analisis Distribution Requirement Planning juga akan digunakan untuk sistem inventori akhir produk minuman PT. CCBI. Tingkat persediaan minuman yang aman (safety stock) juga akan ditentukan, jumlah order yang optimal juga akan ditentukan. Aplikasi sistem penjadwalan dengan DRP akan memiliki jadwal distribusi yang berbasis pada tingkat permintaan riil konsumen. Sehingga semua permintaan konsumennya akan dapat dipenuhi secara lebih optimal. Analisis terhadap sistem persediaan produk akhir minuman juga akan memastikan semua permintaan akan dapat dipenuhi. Hasil dari penelitian ini adalah adanya model simulasi penentuan poros (annealing simulation) dengan rute terpendek dengan kombinasi jumlah barang dengan prinsip vehicle router dengan memperhatikan pemilihan armada yang digunakan

    Analisis Sistem Pengendalian PID Bertingkat pada Heat Exchanger Berdasarkan Matlab/Simulink

    No full text
    Shell and tube heat exchanger merupakan alat pemindah panas yang bekerja dengan cara memindahkan energi antara dua fluida atau lebih di mana kedua fluida tidak bercampur. Pada praktik pengendali tunggal (feedback), sistem pengendalian temperatur heat exchanger tidak memperhitungkan gangguan di manipulated variable dan memungkinkan terjadinya ketidakstabilan output temperatur. Penelitian ini dilakukan dengan menyimulasikan pengendali bertingkat dan tunggal menggunakan Matlab/Simulink untuk menjaga kestabilan temperatur meskipun terdapat gangguan. Permodelan heat exchanger didapatkan dari persamaan kesetimbangan energi dari properti sistem asli. Parameter PID ditentukan menggunakan metode tuning Ziegler-Nichols. Tuning PID dilakukan pada kendali aliran (sekunder) terlebih dahulu yang menghasilkan parameter Kp=1,834, Ti=1,2, dan Td=0,3. Kemudian pengendali temperatur (primer) dengan hasil Kp=4,427, Ti=53, dan Td=13,26. Pengujian step respons (tanpa diberi gangguan) menunjukkan bahwa kedua pengendali mempunyai karakter yang sama pada error steady state 0,088 % dan overshoot 81%. Tetapi pengendali bertingkat lebih baik pada rise time, settling time dan Integral Absolute Error. Selanjutnya pada pengujian kedua dengan gangguan fluktuasi aliran sebesar ±2 dm3/menit, error steady state pengendali bertingkat hanya 2% sedangkan pengendali tunggal 8%. Hasil ini menunjukkan bahwa pengendali bertingkat mampu merespons gangguan dengan cepat dan lebih stabil dari pengendali tunggal

    Perancangan Model Sistem Kontrol Parameter Kualitas Air Tambak Udang dengan menggunakan ZELIO SR3B101BD dan Arduino Uno

    Get PDF
    Kualitas Air tambak udang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan udang. Kualitas air tambak udang ditentukan oleh parameter-parameter kualitas air diantaranya suhu dan pH. Perancangan sistem Kontrol dilakukan pada tambak udang berupa miniplant 50 cm x 30 cm, dimana gangguan terhadap plant dibuat mendekati gangguan sebenarnya baik dari segi kuantitas maupun kualitas, sehingga berpengaruh terhadap perubahan nilai suhu dan pH air secara signifikan. Zelio SR3B101BD adalah salah satu Smart Relay yang bisa diprogram hybrid dengan Arduino Uno mampu mengontrol suhu dan pH air secara baik.. Nilai suhu rata-rata yang terdeteksi 25,2 0 C dan rata-rata pH 7,07 merupakan nilai-nilai yang sesuai dengan standar yang diperkenankan

    Pengaruh Penggunaan Abu Batu Terhadap Kuat Tekan Beton Mutu K-350

    Get PDF
    Abu batu saat ini merupakan bahan hasil gerusan pemecahan batu yang jumlahnya tidak sedikit sehingga abu batu pada stone crusher menjadi bahan limbah yang harus diupayakan penanganan pemanfaatannya sebagai pengganti pasir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar optimum pemakaian abu batu untuk mencapai kuat tekan beton k-350. Variasi persentase abu batu pada komposisi campuran beton sebesar 0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%. Disain komposisi campuran beton menggunakan tata cara pembuatan rencana campuran beton normal, SNI 03-2834-1993. Benda uji silinder yang digunakan dengan ukuran diameter 15 cm, dan tinggi 30 cm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa campuran menggunakan abu batu dapat mempengaruhi kuat tekan beton. Semakin banyak abu batu yang digunakan, kuat tekan semakin menurun, meskipun batas kuat tekan 350 kg/cm2 masih bisa dipenuhi. Kuat tekan rata-rata tertinggi didapat pada campuran 40% abu batu, yaitu sebesar 587,77 kg/cm2

    RANCANG BANGUN RENEWABLE ENERGY MANAGEMENT SYSTEM MENGGUNAKAN RASPBERRY PI

    Get PDF
    Renewable Energy Management System (REMS) merupakan perangkat yang mampu untuk memonitor besaran-besaran fisis (Tegangan, Arus, dan daya) jaringan listrik pada sebuah microgrid. Sistem ini bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan daya dari renewable energy sehingga dapat mengurangi kebutuhan daya yang disediakan oleh PLN. Untuk mencapai tujuannya perangkat ini mengkondisikan daya kebutuhan beban disuplai secara penuh oleh oleh renewable energy jika daya yang dihasilkan oleh renewable energy lebih besar atau sama dengan kebutuhan beban. Sementara itu kelebihan daya produksi dari renewable energy juga disimpan pada baterai sehingga dapat digunakan disaat yang dibutuhkan. Pada kondisi daya hasil renewable energy tidak mampu mencukupi kebutuhan beban maka kekurangan daya akan disuplai dari PLN. Perangkat ini menggunakan modul ACS712 sebagai sensor arus, modul ZMPT101b sebagai sensor tegangan AC, dan Pembagi tegangan sebagai sensor tegangan DC, serta modul relay untuk mengkondisikan aliran daya sesuai kondisi yang telah ditentukan. Perangkat ini menggunakan mikro komputer Raspberry Pi sebagai pengumpul parameter hasil pembacaan sensor dan pengendali relay

    PERANCANGAN PENGUKURAN EFISIENSI KINERJA PROGRAM PENDAMPINGAN DESA DI KABUPATEN SIDOARJO DENGAN METODE DEA

    Get PDF
    Desa menjadi ujung tombak keberhasilan suatu pemerintahan. Tolak ukur keberhasilan tersebut ditandai ketika masyarakat suatu desa secara mandiri dapat meningkatkan kesejahtraannya. Karena itu, Menteri desa pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi Republik Indonesia menerbitkan peraturan nomor 3 tahun 2015 Tentang Pendampingan Desa. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian perancangan pengukuran efisiensi kinerja program pendampingan desa adalah membuat perancangan pengukuran efisiensi kinerja program pendampingan desa serta melakukan implementasi pada program pendampingan desa di kabupaten Sidoarjo. Tahapan penelitian yang akan dilakukan adalah melakukan pengumpulan data, pengolahan data, kemudian menarik kesimpulan dari hasil pengolahan data. Data yang akan digunakan pada tahap pengumpulan data adalah data sekunder. Data sekunder diperoleh berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada beberapa pihak terkait. Pada tahap pengolahan data metode yang digunakan oleh penulis adalah metode DEA. Metode DEA digunakan untuk menentukan program yang efisien dan inefisien. Harapannya setelah diketahui program apa saja yang belum efisien dapat dilakukan perbaikan pada pelaksanaan programnya. Pada penelitian ini menggunakan 11 kriteria dilakukan pengukuran. Kriteria tersebut berdasarkan tugas dan fungsi pendamping desa. Berdasarkan hasil pengukuran, didapat satu desa dengan hasil pengukuran efisiensi yang sangat bagus

    SIMULASI PENGENALAN POLA RUANGAN MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PADA APLIKASI SISTEM LOKALISASI ROBOT RESCUE

    Get PDF
    Robot rescue atau robot penyelamat merupakan sebuah robot yang digunakan untuk proses penyelamatan atau evakuasi korban bencana. Salah satunya adalah bencana kebakaran gedung. Dalam kondisi ruangan yang gelap karena penuh asap dan api maka akan menyebabkan kepanikan sehingga diperlukan sebuah robot yang mampu menuntun korban ke titik evakuasi. Agar robot mampu melaksanaan tugas tersebut maka robot harus mengetahui posisi aktualnya terutama pada lokasi persimpangan. Sistem tersebut juga sering disebut sistem lokalisasi robot. Sistem lokalisasi yang dibuat menggunakan masukan data dari sensor jarak (ultrasonic) dan sensor kompas digital. Setelah semua sensor terbaca maka dilakukan sebuah proses pengenalan pola. Pengenalan pola tersebut menggunakan algoritma jaringan syaraf tiruan backpropagation. Data yang diproses adalah hasil pembacaan jarak keempat sensor dengan dinding, dan arah hadap robot. Setelah melalui proses pembelajaran, jaringan syaraf tiruan akan menghasilkan nilai dominan pada salah satu outputnya. Nilai tersebut yang akan menyatakan posisi aktual robot. Proses pembelajaran dilakukan secara offline menggunakan 112 data pembelajaran. Dari 700 data ujicoba yang dilakukan, sistem lokalisasi mampu mendeteksi posisi secara benar dengan akurasi 57.14%.Kata kunci: Robot rescue, pengenalan pola, jaringan syaraf tiruan, sistem lokalisasi robot

    92

    full texts

    109

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇