Repositori Universitas Alma Ata Yogyakarta
Not a member yet
3932 research outputs found
Sort by
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, HARGA TIKET DAN FASILITAS UMUM TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PENGUNJUNG DI MUSEUM BENTENG VREDEBURG. DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Indonesia, sebagai negara berkembang, dalam konteks era
globalisasi dan digitalisasi pariwisata saat ini. Dimana preferensi wisata
cenderung mengutamakan kecepatanan layanan, integrasi teknologi
informasi, dan kenyamanan fasilitas, museum perlu melakukan transformasi
manajemen pelayanan yang inovatif. Era global menuntut destinasi wisata
heritage seperti Museum Benteng Vredeburg untuk mampu bersaing dengan
destinasi lain melalui optimalisasi teknologi digital, seperti E-ticketing,
virtual tour, dan promosi berbasis media sosial, tanpa mengabaikan aspek
harga tiket yang terjangkau serta fasilitas umum yang bersih, lengkap dan
mendukung aktivitas edukasi maupun rekreasi. Peningkatan ketiga variabel
ini secara sinergi akan memperkuat citra museum sebagai pusat edukasi
sejarah yang modern dn adaptif, meningkatkan kepuasan pengunjung, serta
mendukung pemajuan kebudayaan nasional menuju daya saing global.
Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan Teknik pengambilan
sampel purposive sampling kepada 150 responden pengunjung. Data
analisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan
bahwa: 1) kualitas pelayanan pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap
kepuasan pengunjung, 2) harga tiket pengaruh positif dan signifikan
terhadap kepuasan pengunjung, 3) fasilitas umum pengaruh positif dan
signifikan terhadap kepuasan pengunjung, 4) kualitas pelayanan, harga tiket,
fasilitas umum pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan
pengunjung.
Kata kunci: kualitas pelayanan, harga tiket, fasilitas umum, kepuasan
pengunjun
ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 1 KARANGPUCUNG CILACAP
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan media
pembelajaran digital dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap mata
pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP N 1 Karangpucung Cilacap, serta
untuk mengidentifikasi jenis media pembelajaran digital dan bagaimana cara
penggunaannya dalam pembelajaran serta, faktor pendukung dan penghambat
dalam penggunaan media pembelajaran digital. Metode yang digunakan adalah
kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang meliputi observasi, wawancara,
dan dokumentasi untuk mengumpulkan data.
Hasil penelitian menunjukan bahwa media pembelajaran digital seperti
Canva, Ai, E-book dimanfaatkan oleh guru dan siswa untuk mengedit gambar,
membuat Power Point, membuat poster Islami dan untuk membantu tugas
sekolah terkait materi Pendidikan Agama Islam. Faktor pendukung utama
jaringan internet yang stabil, fleksibitas waktu, serta keterlibatan aktif siswa.
Sementara itu, terdapat kendala seperti jaringan lambat, sarana prasaran yang
sudah mulai rusak, kurangya literasi digitalisasi, serta keterbatasan waktu dalam
mengajar. Secara keseluruhan peggunaan media pembelajaran digital dalam
meningkatkan pemahaman siswa di SMP N 1 Karangpucung Cilacap dapat
membantu meningatkankan pemahaman siswa, terutama pada hal minat siswa
dan juga memperluas akses sumber pembelajaran.
Diskusi dalam penelitian ini mengacu pada penelitian terdahulu yang
menunjukan bahwa penggunaan media pembelajaran digital, seperti Canva,
YouTube, dan aplikasi pembelajaran dapat, meningkatkan pemahaman siswa
terhadap mata pelajaran PAI. Penelitian sebelumnya juga mengidentifikasi
kendala seperti keterbatasan media, jarngan internet yang lemah, serta
keterbatasan waktu. Hasil penelitian ini diharpakan dapat memberikan
kontribusi terkait penggunaan media pembelajaran digital dalam
meningkatakan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran PAI.
Kata kunci: Media Pembelajaran Digital, Pendidikan Agama Islam,
Meningkatkan Pemahaman Siswa, SMP N 1 Karangpucung Cilacap
PENGARUH EDUKASI MINDFETALNESS TERHADAP KELEKATAN JANIN IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEDAYU 2
Latar Belakang : Kehamilan merupakan pengalaman dimana proses menjadi ibu
mengintegrasikan merawat bayi dimulai dengan perasaan bingung, dan cemas.
Kelekatan ibu dengan janin berpengaruh terhadap optimalisasi perkembangan
bayi serta membantu kesiapan menjadi seorang ibu. Ibu hamil diakhir kehamilan
umumnya merespon positif tentang praktik dan kepatuuhan mindfetalness, praktek
mindfetalness selama kehamilan meningkatkan kepekaan ibu terhadap gerakan
janinnya, dan penurunan gerakan janin sehimgga meminimalisir adanya resiko
kematian janin.
Tujuan: Untuk mengetahui “Pengaruh Edukasi Mindfetalness Terhadap
Kelekatan Janin Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Sedayu 2
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain
penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan pendekatan non equivalent
control grup. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ibu hamil
dengan usia kehamilan 28-35 minggu sebanyak 33 responden pada kelompok
intervensi dan kelompok kontrol pengambilan data menggunakan teknik
purposive sampling dengan perhitungan menggunakan soffware G*power dengan
hasil effect size 0,8914995. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner
Indonesian Version Of Prenatal Attachment Inventory (PAI), video edukasi
mindfetalness, dan diary booklet. Dilakukan uji normalitas menggunakan uji
Shapiro Wilk. analisa data menggunakan uji statistik analisis bivariat paired Ttest
dan independent sample t-test apabila data berdistribusi normal namun apabila
data tidak berdistribusi normal maka menggunakan uji wilcoxon atau Man
Whitney U-Test
Hasil: Penelitian ini menggunakan uji paired t-test pada pretest dan post test
kelompok control didapatkan nilai mean 45,52 dengan P-value <,001. Kemudian
pada kelompok intervensi didapatkan nilai mean 72,21. Selanjutnya, berdasarkan
p-value ≤ α 0.05, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terhadap tingkat
kelekatan ibu dengan janin di kedua kelompok tersebut
Kata Kunci: Kehamilan, kelekatan, ibu hamil, edukasi mindfetalness
HUBUNGAN ASUPAN ASAM FOLAT DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 1 PUNDONG KABUPATEN BANTUL
Latar Belakang : Anemia merupakan salah satu masalah gizi utama pada remaja
putri, terutama di Indonesia. Salah satu faktor penyebab anemia adalah kurangnya
asupan asam folat. Berdasarkan skrining anemia oleh Dinas Kesehatan Kabupaten
Bantul (2023), 74% remaja putri di wilayah Puskesmas Pundong menderita anemia.
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan asupan asam folat dengan kejadian
anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Pundong Kabupaten Bantul.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross
sectional. Sampel sebanyak 136 remaja putri siswi kelas X SMA Negeri 1 Pundong
yang dipilih menggunakan teknik Purposive sampling. Pengumpulan data meliputi
pengukuran kadar hemoglobin dan pengambilan data asupan asam folat
menggunakan SQFFQ. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square.
Hasil : Hasil rerata asupan asam folat remaja putri adalah 160,55 mcg ±SD dan
anemia pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Pundong sebesar 13,7g/dL, didapatkan
hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara asupan asam
folat dan kejadian anemia pada remaja putri (p = 0,031; OR = 0,239; CI 95% = 0,070
– 0,822).
Kesimpulan : Ada hubungan antara asupan asam folat dengan kejadian anemia pada
remaja putri di SMA Negeri 1 Pundong.
Kata Kunci : Anemia, Remaja putri, Asupan asam folat
PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI MELALUI AUDIO VISUAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN KADER TENTANG PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG BALITA DALAM BUKU KIA DI POSYANDU WILAYAH PUSKESMAS PLERET
Latar Belakang : Pertumbuhan dan perkembangan awal menentukan
perkembangan selanjutnya. Pemantauan yang tidak optimal pada 1000 HPK
dampaknya seperti saat ini dimana ancaman permasalahan gizi di dunia anak
dibawah 5 tahun dalam kondisi stunting. World Health Organization (WHO)
melaporkan bahwa data prevalensi balita yang mengalami gangguan pertumbuhan
dan perkembangan adalah 28,7% dan di Indonesia termasuk kedalam negara
dengan prevalensi tertinggi di regional di Asia Tenggara. Menurut United Nations
Emergency Childrens Fund (UNICEF) didapatkan data masih tingginya angka
kejadian gangguan motorik yaitu 27,5% atau 3 juta anak. Hasil survei Riset
Kesehatan Dasar tahun 2018 hampir 11,7% anak usia 36-59 bulan mengalami
gangguan perkembangan.
Tujuan : Untuk mengetahui tingkat pengetahuan kader sebelum dan sesudah
diberikan edukasi melalui audio visual DI Wilayah Puskesmas Pleret Posyandu
Desa Pleret.
Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif eksperimental dengan
design rancangan penelitian Quasy-experiment (penelitian eksperimen semu).
Populasi yang digunakan yaitu kader di Wilayah Puskesmas Pleret berjumlah 76
kader posyandu dari Desa Pleret dan Desa Wonolelo. Instrumen penelitian ini
menggunakan media adio visual. Analisis bivariat menggunakan uji wilcoxon dan
uji man-whitney.
Hasil penelitian : hasil uji mann whitney menunjukan terdapat perbedaan
signifikan terhadap pengetahuan kader sebelum dan sesudah diberikan edukasi
menggunakan audio visual (p=0.000<0,05). Selain itu hasil uji wilcoxon juga
menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan
kelompok kontrol. Pada kelompok intervensi pengetahuankader lebih meningkat
sehingga edukasi menggunakan audio visual lebih berpengaruh dalam
meningkatkan pengetahuan kader.
Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian edukasi terhadap peningkatan
pengetahuan kader tentang pemantauan tumbuh kebang balita dalam buku KIA
2024.
Kata Kunci : tumbuh kembang balita, kader, buku KIA
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. W G3P1A1AH1 UK 33+6 MINGGU IBU HAMIL BERISIKO TINGGI USIA > 35 TAHUN DENGAN HIPERTENSI, RIWAYAT ABORTUS, DAN OBESITAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IMOGIRI I
Latar Belakang: Kehamilan risiko tinggi adalah kehamilan dengan keadaan
penyimpangan dari normal yang secara langsung dapat menyebabkan morbiditas
dan mortalitas. Angka kematian ibu ( AKI ) di Daerah Istimewa Yogyakarta pada
tahun 2022 sebanyak 43 dan pada tahun 2023 menurun menjadi 22 kasus.
Kehamilan berisiko tinggi salah satunya kehamilan dengan usia >35 tahun.
Dampak dari kehamilan usia >35 tahun ibu lebih beresiko mengalami komplikasi
seperti Ketuban Pecah Dini (KPD), hipertensi, partus lama, partus macet dan
perdarahan post partum. Upaya pencegahan AKI dan AKB di Indonesia yaitu
memberikan pelayanan continuity of care (COC) dari masa kehamilan sampai
dengan keluarga berencana (KB).(1)
Tujuan: Memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil beresiko
tinggi usia >35 tahun dengan hipertensi, riwayat abortus dan obesitas mulai dari
masa kehamilan, nifas, bayi baru lahir( BBL), dan keluarga berencana (KB).
Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan yaitu observasional
deskriptif dan menggunakan studi pendekatan motode kasus. Subyek penelitian
yaitu Ny.W usia 36 tahun G3P1A1AH1 UK 33
Minggu dengan hipertensi,
obesitas dan riwayat abortus. Penelitian dilakukan di Puskesmas Imogiri I dan
RSUD Panembahan Senopati. Asuhan dilakukan sejak usia kehamilan
33
+6
+6
Minggu sampai keluarga berencana (KB). Peneliti memberikan asuhan
dengan menggunakan intrumen buku KIA, lembar observasi, booklet.
Hasil : Asuhan dilakukan pada ibu hamil mulai UK 33
Minggu, kunjungan
dilakukan sebanyak 7x. Kunjungan kehamilan 3x, persalinan 1x, nifas 3x, BBL
2x dan keluarga berencana1x. Pemeriksaan kehamilan pada UK 33
+6
Minggu
protein urine positif dan bakteri positif. Proses persalinan dilakukan induksi, pada
kala II terjadi distosia bahu, kala III terjadi perdarahan dan retensio plasenta.
Kesimpulan: Setelah dilakukan asuhan pada Ny.W pada masa kehamilan ibu
mengalami preeklamsia dan ISK, persalinan dengan perdarahan, retensio
plasenta, distosia bahu dan dilakukan induksi, postpartum normal, BBL normal
dan ibu memutuskan menggunakan KB IUD.
Kata Kunci: Asuhan Kebidanan, Continuity Of Care, Risiko Tinggi usia >35
tahun
HUBUNGAN AKSES MEDIA INFORMASI IBU DENGAN KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGUNTAPAN II DAN PUSKESMAS SEWON I
Latar Belakang : ASI Eksklusif merupakan makanan yang diberikan pada awal
kehidupan untuk anak atau bayi yang diberikan ketika berusia 0-6 bulan.
Pemberian ASI Eksklusif diberikan kepada bayi tanpa menambahkan makanan atau
minuman termasuk seperti air putih, obat-obatan, ataupun vitamin dan
mineral.Cakupan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Banguntapan II
mencapai 83,1% yang artinya telah memenuhi target indikator kinerja program
yaitu 80%. Sedangkan pada wilayah kerja Puskesmas Sewon I, cakupan ASI
Eksklusif hanya 72,1%. Ketidakberhasilan dalam pemberian ASI Eksklusif dapat
dipengaruhi oleh beberapa faktor yang salah satunya adalah akses media informasi
ASI Eksklusif.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan akses media
informasi ibu dengan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja
Puskesmas Banguntapan II dan di wilayah kerja Puskesmas Sewon I.
Metode : Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Dengan
pendekatan cross sectional comparative study dengan sampel 74 pada Banguntapan
II dan 124 pada Sewon I. Teknik pengambilan sampel dengan teknik nonprobability
sampling menggunakan quota sampling. Data dianalisis secara
univariat untuk melihat gambaran deskriptif dan secara bivariat menggunakan uji
chi-square.
Hasil : Mayoritas responden memberikan ASI Eksklusif sebanyak 69,7% dan
mengakses media informasi sebanyak 78,3%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
tidak ada hubungan akses media informasi dengan keberhasilan pemberian ASI
Eksklusif dengan nilai p = 0,991.
Kesimpulan : Tidak ada hubungan akses media informasi ibu dengan keberhasilan
pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Banguntapan II dan Sewon I
Kata Kunci : Akses Media, Media Sosial, Media Cetak, ASI Eksklusi
EFEKTIFITAS PEMBERIAN KOMPRES TEPID WATER SPONGE TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH ANAK DENGAN HIPERTERMIA DI BANGSAL MENOREH KIDUL RSUD WATES
Latar Belakang: Demam merupakan salah satu keluhan paling umum pada anak-anak dan dapat menyebabkan komplikasi serius bila tidak ditangani dengan tepat. Meskipun terapi farmakologis seperti antipiretik banyak digunakan, metode nonfarmakologis seperti kompres tepid water sponge dianggap lebih aman dan mudah diterapkan. Tujuan: Karya tulis ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian kompres tepid water sponge dalam menurunkan suhu tubuh anak dengan hipertermia di Bangsal Menoreh Kidul RSUD Wates. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif terhadap dua anak dengan suhu tubuh ≥38°C. Intervensi berupa pemberian kompres tepid water sponge dilakukan selama 2x24 jam, dua kali sehari, dengan durasi 10–15 menit setiap sesi. Data dikumpulkan melalui observasi suhu tubuh menggunakan termometer digital dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil: Setelah dua hari intervensi, kedua pasien mengalami penurunan suhu tubuh secara bertahap hingga mencapai suhu normal (<37,5°C). Gejala penyerta seperti lemas, sulit tidur, dan gelisah juga menunjukkan perbaikan klinis. Kesimpulan: Kompres tepid water sponge terbukti efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan suhu tubuh anak dengan hipertermia. Metode ini mudah dilakukan, minim efek samping, dan dapat diterapkan baik di fasilitas kesehatan maupun di rumah dengan edukasi yang tepat.
Kata Kunci: Demam anak, hipertermia, kompres air hangat, tepid water sponge, intervensi keperawatan nonfarmakologis
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI ABSENSI SISWA BERBASIS WEB DI SMK PEMBANGUNAN NASIONAL PURWODADI
SMK Pembangunan Nasional Purwodadi adalah salah satu sekolah di Kabupaten Purwodadi yang masih menggunakan proses absensi secara manual. Pada proses kegiatan belajar mengajar siswa diperlukan proses absensi harian untuk mengolah data kehadiran siswa yang akan dibuat sebagai laporan absensi dan menjadi salah satu komponen penilaian proses belajar mengajar. Dalam Penerapan sistem absensi manual yang dilakukan oleh siswa masih terdapat kekurangan terkait efisiensi waktu dalam proses pencatatan absensi serta penyusunan laporan absensi tiap kelas. Dalam perancangan ini sistem absensi menggunakan metode Prototype dengan uji Blackbox dan Whitebox. Penelitian ini bertujuan membangun sistem absensi berbasis Website sebagai media input data absensi siswa.
Kata Kunci : sistem informasi, absensi siswa, website
PENGARUH EDUKASI SEKS BEBAS MELALUI METODE CERAMAH DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG KEHAMILAN TIDAK DIINGIKAN PADA SISWA-SISWI KELAS VIII SMP N 3 GAMPING
Latar belakang: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi, termasuk kehamilan tidak diinginkan (KTD). Tingginya angka seks pranikah dan KTD dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan, pengaruh media, serta lemahnya pengawasan dari orang tua. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang tepat guna meningkatkan pemahaman remaja tentang risiko seks bebas dan KTD.
Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi seks bebas melalui metode ceramah dalam meningkatkan pengetahuan tentang KTD pada siswa kelas VIII SMPN 3 Gamping.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pre-test dan post-test. Intervensi diberikan dalam bentuk penyuluhan mengenai seks bebas menggunakan metode ceramah. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 137 siswa, yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon Signed-Rank.
Hasil: Mayoritas responden berusia 15 tahun dan berjenis kelamin perempuan. Sebanyak 115 responden mengalami peningkatan skor, 14 mengalami penurunan, dan 8 tidak mengalami perubahan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai z = -8.697 dan signifikansi 0.000 (p < 0.05), yang menunjukkan perbedaan yang signifikan.
Kesimpulan: Edukasi metode ceramah terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa kelas VIII tentang kehamilan tidak diinginkan.
Kata kunci : Edukasi seks melalui ceramah, peningkatan pengetahuan, kehamilan tidak diinginkan