Repositori Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Not a member yet
14299 research outputs found
Sort by
Kuantitas Produk Beton Precast Pada Pabrik Ilcon Industrial Jepang (Studi Kasus Perusahaan Ilcon Industrial Co., Ltd)
Internship adalah suatu program yang memberikan kesempatan kepada yang
masih berstatus sebagai mahasiswa di suatu lembaga pendidikan tinggi untuk
mengenyam pengalaman bekerja di suatu perusahaan sesuai dengan bidang atau
karir yang diinginkannya. Beton Precast adalah suatu produk beton mutakhir
dalam bidang konstruksi struktur beton dengan berbagai komponen sebagai
penyusunnya terdiri dari material pasir, semen dan besi. Untuk itu perlu
pemahaman sistem metode pelaksanaan beton precast yang memenuhi syarat.
Data-data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari fabrikasi Ilcon
Industrial, dengan observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Penyusun
tulisan dilakukan dengan mengumpulkan berbagai data dan informasi sistem
metode pelaksanaan beton precast berupa data gambar konstruksi, sistem
pelaksanaan, foto pelaksanaan, foto precast, foto pemasangan dan referensi
tentang perkembangan teknologi beton precast di Jepang. Dari pembahasan yang
telah dipaparkan, dapat diambil kesimpulan bahwa sistem struktur pracetak
merupakan salah satu alternatif teknologi dalam perkembangan konstruksi di
Jepang yang bisa dilakukan dengan lebih terkontrol, lebih ekonomis, serta
mendukung efisiensi waktu, efisiensi energi, dan mendukung pelestarian
lingkungan. Sistem tersebut cocok digunakan pada fasilitas jalan atau pun
bangunan lain sesuai dengan apa yang di inginkan pelanggan Ilcon Industrial.
Perkembangan teknologi tersebut masih sangat terbuka dengan membuat berbagai
variasi sistem struktur dan penyempurnaan dari sistem struktur yang telah ad
Tinjauan Kriminologi Terhadap Pelaku Tindak Pidana Terorisme (Studi Kasus Di Kepolisian Daerah Sumatra Utara)
Terorisme merupakan kejahatan luar biasa (extra ordinary crime).
Terorisme bukan lah wacana melainkan gerakan. Bukan sekedar ketakutan, tetapi
juga meluluhlantakan. Terorisme itu action bukan hanya faham. Setiap action
memiliki modus dan motivasi. Seiring berkembangnya zaman terorisme
mengalami banyak perubahan baik itu modus, bentuk ancaman, jaringan maupun
sasaran aksi, dan terjadi pergeseran paradigma dari sasaran ke arah fisik kepada
pola pikir masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji tentang kejahatan
pelaku tindak pidana terorisme diantaranya, mengkaji tentang modus-modus baru
terhadap kejahatan tindak pidana terorisme, faktor-faktor penyebab pelaku mau
melakukan tindak pidana terorisme melalui pendekatan kriminologi, serta
meninjau bagaimana tindakan pencegahan serta penanggulangan yang dilakukan
oleh pihak kepolisian daerah Sumatra Utara.
Penelitian ini adalah penelitian yuridis empiris dengan sumber data yaitu
data hukum islam, data primer dan data sekunder. Alat pengumpul data yang
digunakan adalah wawancara dengan Bapak AIPTU Bambang Sartika selaku
Banit 1 Subdit IV Dit.Intelkam Polda Sumut, Bapak Toni Togar selaku mantan
narapidana terorisme dan studi dokumentasi
Berdasarkan hasil penelitian dipahami bahwa terdapat modus-modus baru
yang dilakukan oleh para pelaku tindak pidana terorisme mulai dari penembakan,
perampokan, penganiayaan tokoh, penyerangan anggota & Mako Polri,
pengancaman menggunakan senpi, sampai dengan pengeboman dan rata-rata
menggunakan media internet untuk mempelancar aksi kejahatannya,. Faktorfaktor
yang menimbulkan seseorang menjadi pelaku teroris pun bermacammacam
mulai dari faktor ekonomi, faktor sosial, faktor politik, faktor ajaran
agama yang salah, faktor pendidikan, motif balas dendam, dll. Upaya pencegahan
dan penanggulangan terorisme juga lakukan oleh pihak aparat Kepolisian Daerah
Sumatra Utara dengan menindak berdasarkan peraturan perundang-undangan serta
melakukan kordinasi dengan BNPT dalam melakukan upaya pencegahan berupa
kesiapsiagaan nasional, kontra ideologi, serta deradikalisas
Strategi Pengembangan Produk Sayur Segar Hidroponik PT. Hidrotani Sejahtera Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang)
Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif untuk
mengetahui strategi alternative pengembangan produk sayur segar hidroponik
dengan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) untuk
melihat lingkungan internal yaitu kekuatan dan kelemahan serta lingkun gan
eksternal yaitu peluang dan ancaman. Kemudian dirumuskan formulasi strategi
pengembangan produk sayur segar hidroponik serta dilakukan analisis QSPM
(Quantitative Strategic Planning Matrix) untuk menentukan strategi prioritas yang
menjadi masukan bagi PT. Hidrotani Sejahtera untuk diterapkan. Hasil penelitian
menunjukan stategi alternative PT. Hidrotani Sejahtera S-O menambah variasi
jenis dan bentuk sayur segar siap saji bebas pestisida. Strategi W-O memperbaiki
akses dan membentuk pasar baru di media online, Strategi S-T meningkatkan
pruduktifitas dan kualitas produk yang dihasilkan, Strategi W-T melakukan
pemasaran secara langsung kekonsumen. Startegi yang menjadi prioritas untuk
diterapkan adalah strategi S-O menambah variasi jenis dan bentuk sayur segar
siap saji bebas pestisida
Pengaruh Sisi Hexagonal Honeycomb Surface Berbahan Alumunium Terhadap Kinerja Acwh
Struktur sarang lebah merupakan struktur (material) alami atau buatan manusia
yang memiliki geometri sarang lebah yang berbentuk segi enam,Energi panas
yang terbuang dari system kinerja Ac dimanfaatkan sebagai pemanas air dengan
menambahkan alat penukar kalor,Alat penukar kalor yang digunakan adalah
berbentuk struktur sarang lebah berbahan alumunium struktur sarang lebah
berfungsi sebagai alat penukar kalor pada system acwh,Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk membandingkan temperatur air sisi Hexagonal honeycomb
berukuran 6 mm dengan sisi hexagonal 10 mm.untuk menganalisa kemampuan
alat penukar kalor pada sisi hexagonal honeycomb berbahan alumunium.
Pengujian alat penukar kalor berbahan alumunium yang berbentuk struktur sarang
lebah dengan variasi ukuran sisi hexagonal yang berbeda,Pada pengujian ini untuk
melihat mana yang lebih cepat mengantarkan panas diantara dua specimen dengan
ukuran sisi hexagonal yang berbeda.Pengujian specimen struktur sarang lebah
menggunakan alat uji acwh.Hasil akhir pada pengujian alat penukar kalor
berbahan alumunium akan ditampilkan menggunakan grafik perbandingan panas
yang diserap air dari struktur sarang lebah dengan sisi hexagonal yang
berbeda.Maka dari itu bahwa hasil perhitungan dan pengolahan data perpindahan
panas dengan nilai tertinggi yang dihantarkan oleh alat penukar kalor struktur
sarang lebah berbahan alumunium ke air terjadi pada alat penukar kalor struktur
sarang lebah sisi hexagonal 6 m
Kewenangan Antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Dengan Pemerintah Kabupaten Dalam Pengembangan Pariwisata Danau Toba
Berdasarkan letak pariwisata Danau Toba yang menyinggung 7 Daerah
Kabupaten dan 1 Pemerintah Provinsi, dalam proses pengembangannya kerap
menimbulkan konflik kepentingan. Pembangunan pariwisata misalnya, dalam
kasus tertentu Pemerintah Kabupaten menyatakan pembangunan pariwisata
tersebut adalah kewenangan Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Provinsi juga
menyatakan bahwa pembangunan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah
Daerah.
Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui pengaturan
hukum tentang kewenangan Pemerintah Provinsi dalam pembangunan di daerah
kabupaten, untuk mengetahui kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara
dalam pembangunan pariwisata Danau Toba, dan untuk mengetahui kendala dan
upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten dalam menjalankan
kewenangan pembangunan pariwisata Danau Toba. Penelitian ini merupakan
penelitian hukum normatif dengan pendekatan yuridis empiris. Sumber data
penelitian ini berasal dari data primer dan sekunder. Alat pengumpul data
dilakukan dengan studi empiris dan studi kepustakaan (library research).
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dihasilkan beberapa
kesimpulan yaitu, Pengaturan hukum tentang kewenangan Pemerintah Provinsi
dalam pembangunan di daerah kabupaten antara lain sudah diatur dalam Pasal 11,
12 dan Pasal 13 ayat (3) dan (4) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah. Kemudian diatur juga dalam Pasal 6, Pasal 7 ayat (2), (3)
dan (4) Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007. Kewenangan Pemerintah
Provinsi Sumatera Utara dalam pembangunan pariwisata Danau Toba yaitu
melakukan pembangunan 1) pembangunan petunjuk jalan dan rambu jalan, 2)
pembangunan res area, 3) pembangunan kios cinderamata, 4) pembangunan jalan
setapak/jogging trek, 5) pembangunan gapura pintu masuk, 6) pembangunan
sarana ibadah/mushola, 7) pembangunan pos pengamanan, 8) pembangunan touris
informasi centre (TIC), 9) pembangunan toilet bersih, 10) pembangunan
infrastruktur pendukung, 11) pembangunan taman dan panggung, dan 12)
pembangunan sarana permainan anak. Kendala dan upaya Pemerintah Provinsi
Sumatera Utara dan Kabupaten dalam menjalankan kewenangan pembangunan
pariwisata Danau Toba antara lain terkendala dalam bidang lingkungan yang
saling berkaitan dengan 8 Kabupaten/Kota sehingga mempersulit koordinasi
dalam pembangunan Pariwisata Danau Toba. Kemudian hambatan lain yang
menghambat pembangunan Pariwisata Danau Toba yaitu kurangnya sosialisasi
kepada masyarakat sekitar Pariwisata Danau Toba, serta hambatan lainny
Penerapan Layanan Konseling Individual Teknik Belajar Pembiasaan dalam Mereduksi Perilaku Terlambat Siswa Kelas VII SMP Budi Agung Tahun Ajaran 2019/2020
Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan Layanan
Konseling Individual Teknik Belajar Pembiasaan dalam mereduksi perilaku
terlambat siswa kelas VII SMP Budi Agung tahun ajaran 2019/2020
Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui
penerapan Layanan konseling individual teknik belajar pembiasaan dalam
mereduksi perilaku terlambat siswa SMP Budi Agung Medan Tahun
Pembelajaran 2019/2020.
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Budi Agung Medan yang beralamat di
Jl. Platina Raya No.7, Rengas Pulau, Kec. Medan Marelan, Kota Medan,
Sumatera Utara 20255.
Dengan diterapkannya layanan konseling individual teknik belajar
pembiasaan dalam mereduksi perilaku terlambat siswa, maka siswa menjadi lebih
leluasa dalam merespon dan aktif dalam berlangsungnya proses belajar mengajar
di sekolah. Jadi dapat disimpulkan bahwa Penerapan Layanan konseling
individual teknik belajar pembiasaan dapat mengurangi perilaku terlambat siswa
hadir ke sekolah kelas VII SMP Budi Agung Tahun Ajaran 2019/202
Pengaruh Terapi Bekam Basah terhadap Kadar Asam Urat pada Pasien di Klinik Sehat dr. Abdurrahman Medan Tahun 2020
Terapi bekam merupakan salah satu pengobatan alternatif yang saat ini banyak digunakan di masyarakat luas. Terapi Bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah yang terkontaminasi toksin atau oksidan dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Bekam dipercaya memiliki manfaat untuk mengobati berbagai penyakit serta dapat menurunkan kadar asam urat. Namun, ada juga beberapa penelitian yang menyatakan terapi bekam tidak memiliki pengaruh yang bermakna terhadap kadar asam urat. Hal ini harus diiringi dengan dilakukan penelitian untuk menyimpulkan fakta-fakta ilmiah tentang bekam. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui pengaruh terapi bekam terhadap kadar asam urat yang dilakukan di Klinik Sehat dr. Abdurrahman Medan pada Tahun 2020. Metode penelitian: Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional dengan cara membandingkan nilai pre-test dan post-test pada satu kelompok tanpa pembanding. Sampel berjumlah 44 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang ditentukan secara purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji T-berpasangan. Hasil: Hasil analisis uji T berpasangan secara signifikan menunjukkan terdapat pengaruh penurunan terapi bekam terhadap kadar asam urat dengan nilai p = 0.000 (<0.05). Kesimpulan: Terapi bekam dapat menurunkan kadar asam urat pada pasien di Klinik Sehat dr. Abdurrahman Medan Tahun 202
Optimalisasi Fungsi Partai Politik Dalam Penyerapan Aspirasi Masyarakat Sebagai Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah Sumatera Utara
Akses partai politik terhadap masyarakat akan menjadi terbuka manakala
demokrasi berada di ruang keterbukaan dan kebebasan. Penyerapan terhadap
aspirasi masyarakat, dengan demikian hanya mungkin jika keterbukaan dan
kebebasan tumbuh dengan baik. Partai politik tidak mungkin menyerap aspirasi
masyarakat jika iklim keterbukaan dan kebebasan dikunci krannya oleh orang
yang memegang kekuasaan partai politik. Kran keterbukaan dan kebebasan
mestilah terbuka agar partai politik bisa eksis. sehingga penyerapan aspirasi
masyarakat dapat dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
kemanfaatan aspirasi masyarakat dalam proses penyusunan peraturan daerah
Sumatera Utara, kemudian untuk mengetahui kendala yang dihadapi untuk
mengadopsi aspirasi masyarakat pada proses penyusunan rancangan peraturan
daerah Sumatera Utara.
Penelitian yang dilakukan adalah penelitian hukum yang bersifat deskriptif
analisis dan menggunakan jenis penelitian yuridis empiris yaitu penggabungan
atau pendekatan yuridis normatif dengan unsur-unsur empiris yang diambil data
primer dengan melakukan wawancara dan data sekunder dengan mengolah data
dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier, dan
juga penelitian ini mengelola data yang ada dengan menggunakan analisis
kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dipahami bahwa Kemanfaatan aspirasi
masyarakat dalam proses penyusunan peraturan daerah Sumatera Utara adalah
Penyusunan peraturan daerah memiliki manfaat ke masyarakat sendiri karena
keluhan keluhan dari masyarakat harus dilaksanakan pemerintah provinsi untuk
memperbaiki sistem yang ada bisa berbentuk perda maupun dalam hal
pembangunan. Kendala yang dihadapi untuk mengadopsi aspirasi masyarakat
pada proses penyusunan rancangan peraturan daerah Sumatera Utara adalah tidak
semua bisa di penuhi karena aspirasi masyarakat harus di rapat kan kembali ke
komisi untuk mewujudkan sebuah peraturan selain itu partai politik memiliki
persaingan antara partai politik dengan cara loby partai politik agar menjadikan
sebuah peraturan daerah yang nanti akan kembali ke masyarakat itu sendiri.
Upaya partai politik dalam menyerap aspirasi masyarakat pada proses penyusunan
Rancangan Peraturan Daerah Sumatera Utara: Perlu Adanya Peraturan Teknis
Yang Rinci Terkait Partisipasi Masyarakat, mengoptimalkan peran pemerintah
daerah dalam menampung aspirasi masyarakat, meningkatkan Sosialisasi Raperda
Kepada Masyarakat, meningkatkan animo masyarakat untuk berpartisipasi
Analisis Novel Mengejar Cinta Halal Karya Prima Mutiara: Kajian Wacana Kritis Van Dijk
Analisis wacana kritis adalah sebuah upaya penguraian untuk memberikan
penejelasan dari sebuah teks yang sedang dikaji oleh seseoarang yang mempunyai
tujuan tertentu. Analisis Wacana Kritis Model van Dijk dalam novel Mengejar
Cinta Halal karya Prima Mutiara ini bertujuan untuk mengamati suatu teks
dengan menekankan pada pemaknaan teks yang terdapat dalam novel Mengejar
Cinta Halal karya Prima Mutiara dilihat dari dimensi teks, kognisi sosial, dan
konteks sosial. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan
analisis data kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu membaca,
mengamati, mereduksi data (membuat catatan – catatan kasar), menganalisis data
yang ada, kemudian menyimpulkan dari kajian wacana kritis novel Mengejar
Cinta Halal karya Prima Mutiara. Hasil penelitian ini menyatakan adanya teks,
kognisi, sosial, dan konteks sosial yang disajikan pada novel Mengejar Cinta
Halal karya Prima Mutiara dengan kajian wacana kritis van Dijk. Struktur teks
pada novel ini menyajikan tentang tema perjodohan, motivasi, hijrah, dan
terkandung pesan akhlak
Tinjauan Kriminologi Terhadap Tindak Pidana Korupsi Penggelembungan Anggaran Yang Dilakukan Oleh Aparatur Sipil Negara (Studi Di Kepolisian Daerah Sumatra Utara)
Telah banyak peraturan perundang – undangan yang dibuat pemerintah
untuk mencegah tindak pidana korupsi. Namun dalam perkembangannya, korupsi
semakin banyak terjadi dengan berbagai modus. Korupsi yang dilakukan oleh
Aparatur Sipil Negara banyak terjadi dilakukan dengan cara penggelembungan
anggaran. Hal tersebut bukan hanya disebabkan oleh faktor internal melainkan
faktor eksternal, yaitu adanya celah bagi Aparatur Sipil Negara untuk melakukan
korupsi dengan cara penggelembungan anggaran. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengkaji faktor penyebab Aparatur Sipil Negara melakukan korupsi dengan cara
penggelembungan anggaran dan bagaimana modus yang dilakukan oleh Aparatur
Sipil Negara dalam melakukan korupsi dengan cara penggelembungan anggaran
serta upaya yang dilakukan oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara dalam
mencegah dan menanggulangi korupsi penggelembungan anggaran yang
dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara.
Penelitian yang dilakukan adalah penelitian yiridis empiris dengan sumber
data yaitu data primer dan data sekunder. Alat pengumpulan data yang digunakan
adalah wawancara dengan Bapak AKBP Agustinus Tarigan selaku Penyidik
Madya Ditreskrimsus Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan studi dokumen yang
diperoleh di Kepolisian Daerah Sumatera Utara.
Berdasarkan hasil penelitian, dipahami bahwa Aparatur Sipil Negara yang
melakukan korupsi dengan cara penggelembungan anggaran disebabkan oleh
beberapa faktor, yaitu faktor terdapatnya kesempatan, faktor kebutuhan hidup
yang mendesak dan faktor hukuman yang dianggap ringan. Modus yang
dilakukan banyak terjadi dalam proses pengadaan barang dan jasa, ASN yang
memiliki wewenang sebagai PPK sejak awal telah merencanakan
penggelembungan anggaran dengan rekanan pengusahanya yang ikut dalam
tender tersebut dan ASN yang memiliki wewenang sebagai PPK tersebut,
membuat Harga perkiraan Sendiri yang tanpa dilakukan survei harga terlebih
dahulu, sehingga terjadi penggelembungan anggaran. Pencegahan dan
penanggulangan korupsi penggelembungan anggaran yang dilakukan ASN oleh
Kepolisian Daerah Sumatera Utara, adalah dengan upaya preventif yaitu
dilakukan dengan sosialisasi ke instansi yang diduga sering terjadi
penggelembungan anggaran dan dengan upaya represif yaitu penindakan tegas
dengan segera melakukan penyelidikan, penangkapan dan penyidikan yang
dilanjutkan dengan membuat berkas perkara dengan dasar pasal 3 UndangUndang
Nomor 31
Tahun 1999
Jo.
Undang-Undang
Nomor 20
Tahun
200