Repository IAIN Palopo
Not a member yet
9951 research outputs found
Sort by
PENGARUH LABEL HALAL DAN BPOM TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KOSMETIK DENGAN HARGA SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Mahasiswa FEBI IAIN Palopo)
Skripsi ini membahas tentang Pengaruh Label Halal dan BPOM terhadap Keputusan Pembelian dengan Harga sebagai variabel Moderasi Studi Mahasiswa FEBI IAIN Palopo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel label halal dan BPOM terhdap keputusan pembelian kosmetik pada mahasiswa FEBI
IAIN Palopo. Untuk menganalisis variabel label halal dan harga terhadap keputusan pembelian kosmetik mahasiswa FEBI IAIN Palopo. Untuk menganalisis pengaruh BPOM dan harga terhadap keputusan pembelian kosmetik dan untuk menganalisis label halal, BPOM, dan harga terhadap Keputusan pembelian kosmetik mahasiswa FEBI IAIN Palopo. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menentukan keterangan mengenai apa yang ingin diketahui. Sumber data yang digunakan adalah data primer melalui kuesioner. Populasi sebanyak 2.983 orang denga mengunakan rumus slovin jumlah sampel yang digunakan
sebanyak 97 responden. Serta mengunakan purposive sampling. Metode yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah uji asumsi klasik, uji hipotesis, regresi linear berganda, dan moderated Regression Analysis(MRA). Alat analisis pada
penelitian ini menggunakan bantuan SPSS Versi 20. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel label halal berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Variabel BPOM berpengaruh positif dan signifikan
terhadap keputusan pembelian. Sehingga Label halal dan BPOM berpengaruh secara simultan yang langsung mempengaruhi keputusan pembelian sebesar 73,4% sedangkan sisanya 26,6% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model. Hasil penelitian mengunakan variabel moderasi menunjukan bahwa variabel harga tidak dapat memoderasi variabel label halal terhdap keputusan pembelian. Variabel harga juga tidak dapat memoderasi variabel BPOM terhadap keputusan
pembelian. Sehingga label halal, dan BPOM tidak dapat mempengaruhi keputusan pembelian sebesar 75,8% setelah adanya interaksi variabel harga sebagai variabel moderasi.
Kata Kunci: BPOM, Harga, Keputusan Pembelian, dan Label Hala
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO ANIMASI KARAKTER ISLAMI PADA MATERI BERBAGAI PEKERJAAN KELAS IV DI MI DATOK SULAIMAN PUTRA PALOPO
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis kebutuhan, bentuk perencanaan, pengembangan, dan penyebaran media pembelajaran video animasi karakter islami pada materi Berbagai Pekerjaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian Research and Development (R&D).Pengembangan produk menggunakan model 4D yaitu (1) tahap Define, (2) tahap
Design, (3) tahap Development, dan (4) tahap Disseminate. Penelitian ini dilakukan di MI Datok Sulaiman Putra Palopo. Subjek penelitian yaitu guru dan siswa kelas IV serta objek penelitian berupa media pembelajaran video animasi
karakter Islami. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi,wawancara guru, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitianini menggabungkan dua jenis penelitian yaitu penelitian kualitatif dan kuantitaf. Hasil analisis kebutuhan, menunjukkan bahwa perlu adanya bahan ajar untuk
membantu dan memecahakan masalah terkait kesulitan yang dihadapi oleh guru dan siswa. Dengan demikian, peneliti mengembangkan mengembangkan produk berupa video pembelajaran dengan karakter Islami yang pada perancangan
disesuaikan dengan hasil analisis kebutuhan yang telah dilakukan dengan mengacuh pada jawaban guru dan siswa. Video pembelajaran yang dihasilkan dinyatakan valid oleh keempat ahli dengan kategori diantaranya ahli bahasa memperoleh nilai rata-rata 89,28% dengan kategori sangat valid, validasi ahli
materi memperoleh nilai 95,45% dengan kategori valid, untuk hasil validasi ahli desain memperoleh nilai 75% dengan kategori valid. Video pembelajaran praktis dan efektif digunakan oleh guru dan siswa. Hasil uji praktikalitas melalui angket guru memperoleh presentase sebesar 100% dan angket siswa sebesar 94,46% yang
menunjukan pada kategori praktis. Uji efektivitas produk memperoleh kategori efektif dengan nilai 92,85%, sehingga disimpulkan bahwa video pembelajaran sudah praktis dan efektif digunakan guru dan siswa.
Kata Kunci : Video Pembelajaran Karakter Islam
PENGEMBANGAN VIDEO INTERAKTIF POWTOON BERBASIS PENDEKATANCONTEXTUALTEACHINGANDLEARNINGPADA MATAPELAJARANPENDIDIKANAGAMAISLAMDAN BUDI PEKERTI DI SEKOLAH DASAR NEGERI 429 SAGENAE KABUPATEN LUWU
Peserta didik dalam berinteraksi dengan orang tua dan guru sering kali tidak mencerminkan sikap hormat dan patuh yang seharusnya. Hal tersebut dapat berdampak negatif terhadap hubungan antara peserta didik, orang tua, dan guru, serta mempengaruhi pada proses pembelajaran. Oleh sebab itu, perlu dikembangkan video interaktif powtoon sebagai media pembelajaran yang dapat meningkatkan sikap hormat dan patuh peserta didik terhadap orang tua dan guru. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tahap pengembangan, serta mengetahui kevalidan dan kepraktisan video interaktif powtoon
berbasis pendekatan contextual teaching and learning (CTL) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti materi hormat dan patuh kepada orang tua dan guru. Jenis penelitian menggunakan penelitian R&D (Research and Development),
penelitian menggunakan tahapan ADDIE (analyze, design, development, implementation, evaluation). Subjek dalam penelitian adalah 13 peserta didik kelas IV di SDN 429
Sagenae. Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah observasi, wawancara, lembar validasi, dan angket praktikalitas. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuntitatif. Tahap pengembangan meliputi, analisis (analyze) peneliti melakukan beberapa tahap yakni analisis kebutuhan, analisis kurikulum dan analisis karakteristik peserta
didik. Selanjutnya pada tahap desain (design) peneliti melakukan rancangan produk dan penyusunan instrumen, kemudian pada tahap pengembangan (development) peneliti melakukan validasi ahli, setelah itu pada tahap implementasi (implementation) peneliti melakukan uji coba kelayakan produk dan terakhir tahap evaluasi (evaluation) peneliti melakukan evaluasi formatif secara keseluruhan produk.Video interaktif powtoon berbasis pendekatan CTL memperoleh hasil validasi dari ahli media sebesar 88% dengan kategori “sangat valid”, validasi bahasa sebesar 94% dengan kategori “sangat valid”, serta validasi ahli materi sebesar 94% dengan kategori “sangat valid”. Praktikalitas video interaktif powtoon berbasis pendekatan CTL mendapatkan hasil prsentase sebesar 98% dengan kategori “sangat praktis”. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa
pengembangan video interaktif powtoon berbasis pendekatan CTL pada mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti di SDN 429 Sagenae, valid dan praktis
digunakan. Oleh karena itu, peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian untuk uji coba keefektifan dan mengetahui hasil belajar peserta didik
STUDI PEMAHAMAN MASYARAKAT DESA BALIREJO KECAMATAN ANGKONA KABUPATEN LUWU TIMUR TERHADAP KESENIAN KUDA LUMPING PERSPEKTIF AKIDAH ISLAMIAH
Penelitian ini membahas tentang Pengaruh Penggunaan Media Sosial dan Manajemen Waktu Belajar Siswa Terhadap Perstasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VIII SMP Negeri 6 Palopo, dengan tujuan: 1) untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan media sosial terhadap prestasi
belajar siswa. 2) untuk mengetahui bagaimana pengaruh manajemen waktu belajar terhadap prestasi belajar siswa. 3) untuk mengetahui secara simultan pengaruh penggunaan media sosial dan manajemen waktu belajar siswa terhadap prestasi
belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 6 Palopo. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan
jenis penelitian survey dengan jumlah populasi Kelas VIII di SMP Negeri 6 Palopo sebanyak 143 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yakni sample random sampling yakni sebanyak 25% dari jumlah populasi. Maka diperoleh sampel sebanyak 36 sampel siswa. Adapun teknik
pengumpulan data yakni observasi, dokumentasi, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan yakni uji validitas, reliabilitas, normalitas, linieritas, koefisien determinasi, uji t, dan uji f dengan bantuan aplikasi Microsoft Excel 2010 dan SPSS for Windows Ver. 27. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil penelitian: 1) terdapat pengaruh positf dan signifikan antara penggunaan media sosial terhadap prestasi belajar siswa. Hasil analisis data pada taraf 5% menunjukkan bahwa thitung
penggunaan media sosial = 3.811 lebih besar dari ttabel = 1.690. 2) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara manajemen waktu belajar terhadap prestasi belajar siswa. Hasil analisis data thitung manajemen waktu belajar = 4.312 lebih besar dari ttabel = 1.690. 3) ada pengaruh positif dan signifikan secara simultan antara penggunaan media sosial dan manajemen waktu belajar terhadap prestasi belajar siswa yang ditunjukkan oleh Fhitung = 5.523 lebih besar dari Ftabel = 3.28. Hasil R Square dalam perhitungan diperoleh 0.752 atau sama dengan 75.2%,mempunya arti bahwa besar pengaruh penggunaan media sosial dan manajemen waktu belajar terhadap prestasi belajar adalah 75.2% sedangkan sisanya yaitu 24.8 % dipengaruhi oleh penyebab lainnya di luar regresi.
Kata Kunci: Penggunaan Media Sosial, Manajemen Waktu Belajar, Prestasi Belajar Sisw
EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE MUJADALAH BERBASIS MEDIA DIORAMA DALAM PEMBELAJARAN FIKIH UNTUK MENINGKATKAN KOGNITIF PESERTA DIDIK KELAS XI DI MAN KOTA PALOPO
RESISTENSI BUDAYA PATRIARKI SEBAGAI PEMICU KDRT DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji resistensi budaya patriarki sebagai pemicu kekerasan dalam rumah tangga di Indonesia (KDRT) dalam perspektif hukum Islam dan kebijakan yang diterapkan pemerintah dalam menangani KDRT. Metode
penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual yang berfokus pada analisis dokumen hukum, data statistik terkait KDRT serta literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya patriarki menciptakan kondisi perempuan berada
dalam posisi subordinat, meningkatkan kerentanan terhadap berbagai bentuk kekerasan fisik maupun psikologis. Meskipun terdapat peningkatan kesadaran akan isu ini resistensi terhadap perubahan sosial masih dominan. Islam memberikan kedudukan mulia bagi perempuan melalui prinsip mu'asyarah bil ma'ruf yang
menekankan kesetaraan dan penghormatan dalam hubungan suami istri. Solusi strategis diusulkan melalui pengefektifan kursus calon pengantin yang mengintegrasikan perspektif kesetaraan gender, pencegahan KDRT, dan metode pembelajaran interaktif dengan kolaborasi antara lembaga pemerintah dan keagamaan. Sementara kebijakan pemerintah melalui UU Nomor 23 Tahun 2004 telah menggeser paradigma KDRT dari ranah privat ke publik, implementasinya menunjukkan ketidakseimbangan dengan terabaikannya aspek pemulihan korban. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi rumah aman, peningkatan alokasi anggaran pemulihan korban dan pembentukan sistem peradilan khusus kasus KDRT untuk menciptakan penanganan yang komprehensif dan holistik.
Kata Kunci: Patriarki, Kekerasan dalam Rumah Tangga, Islam dan Kebijakan pemerintah
ANALISIS KONFLIK BATIN PARA TOKOH DALAM NOVEL “LAUT BERCERITA” KARYA LEILA S. CHUDORI : KAJIAN TEORI KEPRIBADIAN ABRAHAM MASLOW
Skripsi ini membahas tentang konflik batin para tokoh dalam novel “Laut Bercerita” karya Leila S. Chudori dengan menggunakan dasar teori kepribadian Abraham Maslow. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui bagaimana konflik batin yang dialami oleh para tokoh dalam novel tersebut dengan menganalisis proses pemenuhan tingkatan kebutuhan manusia berdasarkan teori kepribadian Abraham Maslow. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode Hermenutika. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kebutuhan yang paling sering mengalami gangguan dalam proses pemenuhannya bagi para tokoh dalam novel “Laut Bercerita” adalah kebutuhan akan keamanan, hal ini di akibatkan
keterlibatan sejumlah tokoh dalam kegiatan aktivis Mahasiswa, yang di mana kegiatan ini sering kali berhubungan atau kontak fisik langsung dengan aparat keamanan. dan proses pemenuhan kebutuhan dasar manusia mempengaruhi bagaimana kepribadian individu tersebut terbentuk, adanya gangguan dalam proses pemenuhan atau keinginan untuk memenuhi kebutuhan secara berlebihan dan orientasi realitas yang rendah dapat membentuk kepribadian negative, dan begitupun dengan keadaan sebaliknya dimana individu yang tingkatan kebutuhan dasarnya terpenuhi dengan baik akan membentuk kepribadian individu tersebut menjadi postivie.
Kata Kunci : Konflik Batin, Novel “Laut Bercerita”, Teori Kepribadian Maslo
INTERPRETASI MA’NĀ CUM MAGHZĀ TERHADAP RELASI SUAMI ISTRI DALAM QS AL-BAQARAH/2: 187
Penelitian ini membahas tentang Interpretasi Ma’nā Cum Maghzā terhadap Relasi Suami Istri dalam QS al-Baqarah/2: 187. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk relasi suami istri yang baik dalam QS al-Baqarah/2: 187, serta untuk mengetahui implikasi konsep Ma’nā Cum Maghzā terhadap dinamika relasi suami
istri yang baik dalam QS al-Baqarah/2: 187. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Pendekatan yang digunakan adalah hermeneutika ma’nā cum maghzā, yang bertujuan untuk
menggali makna historis ayat serta relevansinya dalam konteks kontemporer. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dari kitab tafsir, jurnal ilmiah, serta penelitian terdahulu yang relevan. Data dianalisis menggunakan metode taḥlīlī, yang meneliti makna kosakata, konteks ayat, serta munasabah antar
ayat dan surah dalam al-Qur’an. Hasil penelitian ini mengidentifikasi dua signifikansi utama (maghzā) dalam penafsiran QS al-Baqarah/2:187. Pertama, ayat ini mengandung makna relasi sosial, khususnya dalam konteks hubungan antara
suami dan istri. Frasa rafaṡu ilā nisāikum tidak hanya merujuk pada interaksi fisik,tetapi juga mencerminkan nilai kesopanan, keharmonisan, serta keseimbangan dalam pernikahan. Islam menekankan bahwa hubungan suami istri harus memperhatikan aspek biologis, spiritual, dan emosional agar tercipta keseimbangan dalam rumah tangga. Kedua, ayat ini juga mengandung makna relasi ibadah, yang mencakup tiga bentuk utama hubungan antara Tuhan dan manusia dalam ibadah
puasa, yaitu relasi ontologis (hubungan Pencipta dan makhluk), relasi komunikatif (interaksi timbal balik), dan relasi etik (keseimbangan dalam perbedaan). QS al Baqarah/2:187 menjadi dasar hukum yang memberikan kelonggaran dalam aturan
puasa, khususnya terkait waktu berbuka dan sahur. Puasa tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban ritual, tetapi juga memiliki dampak luas dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk spiritualitas, psikologi, kesehatan, serta solidaritas sosial.
Kata Kunci: Ma’nā Cum Maghzā, Relasi Suami Istri, QS al- Baqarah/2:18
PENGARUH HARD SKILL, SOFT SKILL DAN MOTIVASI TERHADAP KESIAPAN MAHASISWA PERBANKAN SYARIAH IAIN PALOPO UNTUK BEKERJA DI BANK SYARIAH
Skripsi ini membahas tentang pengaruh Hard skill, Soft Skill dan Motivasi Terhadap Kesiapan Mahasiswa Perbankan Syariah IAIN Palopo Untuk Bekerja di Bank Syariah. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh hard skill, soft skill dan motivasi terhadap kesiapan bekerja mahasiswa di bank syariah.
Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif jenis assosiatif. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa perbankan syariah angkatan 2020. Sampel penelitian ini sebanyak 70 responden diambil dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan angket/kuesioner. Selanjutnya teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis linear berganda dengan menggunakan uji asumsi klasik, uji t, uji f, dan uji koefisien determinasi R2 dengan bantuan program SPSS 20.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji parsial (uji t) yang dilakukan, variabel hard skill berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan mahasiswa perbankan syariah untuk bekerja di bank syariah dimana thitung > ttabel (2,265>1,996) dan nilai signifikan 0,027 ttabel (2,018 >1,996) dan nilai signifikan 0,048 ttabel (2,241 >1,996) dan nilai signifikan 0,028 ftabel (21,525>2,744) dan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Besarnya angka koefisien 49,5% variabel kesipan kerja bisa dijelaskan oleh variabel independen sedangkan sisanya 50,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.
Kata kunci: Hard skill, Kesiapan Kerja, Motivasi dan Soft Skil
POLA KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DALAM MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT DI DESA KALADI DARUSSALAM KECAMATAN SULI BARAT KABUPATEN LUWU
Skripsi ini membahas tentang Pola Kepemimpinan Kepala Desa dalam upaya mengembangkan sumberdaya masyarakat di Desa Kaladi Darussalam. Penelitian ini bertujuan: Untuk mengetahui pola kepemimpinan yang di terapkan Kepala Desa Kaladi Darussalam; Untuk mengetahui perkembangan Desa Kaladi
Darussalam dari sisi sumber daya manusia maupun pembangunan infrastrukturnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Hukum empiris dengan pendekatan sosiologis Dimana penelitian ini mengkaji hukum yang dikonsepkan sebagai perilaku nyata dalam bermasyarakat, sebagai gejala sosial yang sifatnya tidak tertulis yang dialami oleh setiap orang dalam kehidupan bermasyarakat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: pertama, pola kepemimpinan Kepala Desa Kaladi Darussalam adalah pola kepemimpinan demokratis atau pola kepemimpinan yang mengutamakan musyawarah,
mendukung kemajuan bawahannya serta mengupayakan terjaganya hubungan antara masyarakat dan seluruh aparat desa, sementara itu dalam penerapan pola kepemimpinan di Desa Kaladi Darussalam terdapat dua faktor yang mempengaruhi yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Kedua, perkembangan
sumberdaya masyarakat desa kaladi Darussalam mengalami kemajuan dalam berbagai bidang yaitu bidang ekonomi berkembang dengan adanya dukungan gerakan ekonomi cerdas yang mendukung dan memberikan inovasi pada setiap
seumber pendapatan masyarakat, sosial budaya berkembang dengan menjaga dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keragaman budaya, sosial politik berkembang dengan melibatkan masyarakat dalam musyawarah dan kegiatan
politik lainnya, bidang pendidikan berkembang dengan memberikan dukungan penuh pada setiap lini pendidikan, membangun kesadaran pendidikan masyarakat serta melengkapi fasilitas pendidikan yang dibutuhkan, bidang agama berkembang dengan membuat aturan tidak tertulis agar tidak mengelolah
minuman keras didalam area Desa serta membangun basis agama yang baik dalam masyarakat, bidang kesehatan berkembang dengan melengkapi fasilitas kesehatan yang sangat dibutuhkan di desa.
Kata Kunci: Pemimpin, Pola Kepemimpinan, Pemberdayaan