UMN Knowledge Center (Universitas Multimedia Nusantara)
Not a member yet
33948 research outputs found
Sort by
Tahapan Creative Advertising dalam Social Media Specialist di Mediabrands Content Studio (IPG Mediabrands)
Dalam era digital yang terus berkembang, media sosial memegang peranan penting dalam strategi pemasaran, menjadikannya sebagai kanal utama untuk membangun interaksi dengan audiens, memperkuat citra brand, serta meningkatkan efektivitas komunikasi digital. Laporan magang ini membahas pengalaman penulis selama menjalani praktik kerja sebagai Social Media Specialist di Mediabrands Content Studio, sebuah agensi periklanan di bawah naungan IPG Mediabrands Indonesia. Tujuan dari magang ini adalah untuk memahami dan menerapkan tahapan dalam konsep Creative Advertising karya Mario Pricken yang meliputi eksplorasi insight, pengembangan ide kreatif, penyusunan strategi storytelling, dan penulisan copywriting yang membangun koneksi emosional antara brand dan audiens. Selama magang, penulis menjalankan berbagai tugas seperti melaksanakan riset dan analisis, menyusun editorial plan, membuat copywriting, serta menyusun laporan bulanan berdasarkan performa konten di berbagai platform. Penulis juga aktif bekerja sama dengan tim di dalam Mediabrands Content Studio untuk menyusun strategi konten yang sesuai dengan tren dan kebutuhan brand. Kesimpulan dari kegiatan magang ini menunjukkan bahwa praktik langsung di industri periklanan mampu memperkuat pemahaman teoritis penulis sekaligus mengasah keterampilan teknis maupun non teknis seperti analisis data, komunikasi lintas tim, dan penyusunan strategi digital yang efektif. Melalui laporan ini, pembaca akan memperoleh pemahaman mengenai bagaimana teori Creative Advertising diterapkan di dunia kerja, serta bagaimana adaptasi, kolaborasi tim, dan fleksibilitas strategi menjadi kunci dalam menjaga relevansi dan efektivitas komunikasi digital
Implementasi Algoritma Random Forest pada Model Deteksi Komentar Pelecehan Seksual Verbal Berbahasa Indonesia di Media Sosial X
Meningkatnya penyebaran komentar pelecehan seksual verbal di media sosial X menjadi salah satu bentuk Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) yang mengancam remaja di Indonesia. Penelitian sebelumnya seringkali memiliki cakupan yang terlalu luas, seperti deteksi seksisme secara umum, dan belum secara spesifik mengukur potensi performa terbaik dari algoritma Random Forest pada komentar pelecehan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan algoritma Random Forest dan menemukan performa terbaiknya untuk model deteksi komentar pelecehan seksual verbal berbahasa Indonesia. Metodologi penelitian dimulai dengan pengumpulan 1.000 data komentar dari media sosial X, yang kemudian dilabeli secara manual. Untuk mengatasi masalah kelas tidak seimbang, diterapkan teknik random undersampling yang menghasilkan 757 data. Data tersebut kemudian melalui tahap preprocessing dan feature extraction menggunakan TF-IDF. Eksperimen dilakukan dengan membandingkan model baseline dengan model yang telah melalui proses hyperparameter tuning menggunakan GridSearchCV. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model dengan performa terbaik berhasil mencapai akurasi sebesar 87,50%. Peningkatan paling signifikan terlihat pada metrik Recall untuk kelas Sexual Harassment yang mencapai 92,86%, menunjukkan kemampuan model yang andal dalam mengidentifikasi komentar pelecehan seksual. Temuan ini menunjukkan algoritma Random Forest efektif untuk diimplementasikan pada model deteksi otomatis komentar pelecehan seksual verbal berbahasa Indonesia di media sosial X
Aktivitas Public Relations di PT Indofood Sukses Makmur Tbk
PT Indofood Sukses Makmur adalah salah satu perusahaan makanan terbesar di Indonesia yang membawahi banyak merek terkemuka. Sebagai mahasiswa, penulis ingin mempelajari bagaimana PT Indofood Sukses Makmur dapat mempertahankan citra perusahaannya melalui berbagai kegiatan komunikasi yang dilakukan dengan melibatkan seluruh stakeholdersnya. Laporan ini disusun berdasarkan hasil pembelajaran penulis di PT Indofood Sukses Makmur Tbk melalui praktik kerja magang di Divisi Corporate Communications, Departemen Corporate Public Relations, yang berlangsung selama 640 jam kerja. Selama masa magang, penulis mendalami mengenai proses produksi majalah internal Media Indofood, khususnya dalam penulisan artikel dan penyusunan konten yang mencerminkan kegiatan serta pencapaian perusahaan. Penulis juga terlibat dalam persiapan acara perusahaan dan penyusunan daily news summary. Pengalaman magang ini menunjukkan bahwa peran Public Relations mencakup kerja antar divisi dan membutuhkan koordinasi yang baik. Meskipun menghadapi kendala seperti writer's block dan penentuan prioritas berita, penulis berhasil mengatasi hambatan tersebut dengan dukungan supervisor dan tim terkait. Kesimpulannya, praktik kerja magang ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai realita kegiatan komunikasi dan pengelolaan citra perusahaan
Aktivitas Social Media Intern pada Brand Innovation Social Media Team di PT Social Bella Indonesia
Meningkatnya tren industri kecantikan, serta penggunaan dan peran media sosial dalam aktivitas pemasaran digital, mendorong kebutuhan akan tenaga kerja yang memahami strategi pemasaran digital, khususnya dalam pemasaran media sosial. Tujuan dari magang ini adalah untuk mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari selama masa perkuliahan ke dalam lingkungan kerja nyata. Oleh karena itu, penulis memilih untuk melaksanakan kegiatan magang di PT Social Bella Indonesia, perusahaan teknologi di bidang kecantikan yang menaungi berbagai merek lokal dan internasional, termasuk Carasun, Gemistry dan In The Mood For. Posisi yang dijalani dalam aktivitas magang adalah sebagai Social Media Intern pada Bran Innovation Social Media Team. Tugas utama penulis meliputi proses pencarian ide, perencanaan konten, penyusunan kalender konten, produksi konten, penulisan caption, pengelolaan akun media sosial, interaksi dengan audiens dan evaluasi performa konten. Konsep yang digunakan adalah kerangka SOSTAC (Situation Analysis, Objective, Strategy, Tactic, Action & Control), yang didukung oleh konsep brand personality (Kotler & Keller, 2016), customer engagement (Chaffey & Ellis-Chadwick (2019), dan evaluasi performa konten (Quesenberry, 2019). Kendala utama selama proses kerja magang adalah belum adanya pendekatan strategis pada proses perencanaan konten. Setelah menjalani aktivitas magang selama tiga bulan, penulis menyimpulkan bahwa kolaborasi antara tim media sosial, tim kreatif dan tim brand memegang peran penting dalam menjaga efektivitas strategi komunikasi pemasaran media sosial, serta memberikan pengalaman berharga dalam pengembangan kompetensi profesional penulis
PERAN CONTENT CREATOR DALAM PEMBUATAN KONTEN MEDIA SOSIAL INTERNAL PT. PERINTIS TRINITI PROPERTI, Tbk (TRINITI LAND GROUP)
Pesatnya pertumbuhan industri properti mendorong perusahaan untuk semakin aktif membangun komunikasi internal dan eksternal yang efektif, khususnya melalui pemanfaatan media sosial. Kegiatan kerja magang dilaksanakan di Triniti Land Group, sebuah perusahaan pengembang properti, dengan penempatan pada posisi Content Creator di bawah tim dari Human Capital. Tujuan dari pelaksanaan magang ini adalah untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang komunikasi strategis secara langsung di lingkungan profesional. Dalam masa magang, tugas yang dijalankan mencakup pembuatan konten media sosial untuk akun internal perusahaan @lifeattrinitiland, dokumentasi kegiatan karyawan, serta kolaborasi lintas divisi dalam mendukung strategi employee branding perusahaan. Dalam pelaksanaannya, beberapa konsep komunikasi diterapkan, seperti strategi komunikasi digital, digital branding, social media, art, copywriting, dan visual photography, guna menghasilkan konten yang informatif sekaligus menarik. Meskipun demikian, tantangan tetap ditemukan, terutama dalam hal alur koordinasi dan struktur kerja yang belum sepenuhnya terorganisasi secara optimal. Secara keseluruhan, pengalaman magang ini menekankan pentingnya kemampuan adaptasi, inisiatif, dan pemahaman terhadap kebutuhan komunikasi internal perusahaan dalam menciptakan konten yang relevan dan berdampak
Evaluasi Kapabilitas Tata Kelola Teknologi Informasi Menggunakan COBIT 2019 terhadap Sistem Enterprise Resource Planning PT XYZ
Ketiadaan tata kelola formal dalam sistem Enterprise Resource Planning (ERP) berbasis custom-build di PT XYZ menimbulkan resiko operasional, kurangnya kontrol internal, serta potensi ketergantungan pada pihak eksternal pengembang sistem. ERP menjadi tulang punggung utama dalam pengelolaan modul Inventory, Purchasing, dan Sales di perusahaan, sehingga pengelolaannya membutuhkan struktur tata kelola teknologi informasi yang terencana dan terdokumentasi dengan baik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapabilitas tata kelola sistem ERP di PT XYZ menggunakan framework COBIT 2019. Domain yang digunakan dalam evaluasi meliputi Align, Plan, and Organize (APO) dan Deliver, Service, and Support (DSS), khususnya pada sub-domain APO01, APO07, APO12, DSS01, DSS02, dan DSS03. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar proses pengelolaan ERP masih berada pada level kapabilitas 1 (Performed), dengan beberapa proses telah mencapai level 2 (Managed). Gap analysis dilakukan dengan membandingkan kondisi aktual dengan target kapabilitas yang diharapkan, dan menghasilkan rekomendasi perbaikan yang mencakup peningkatan dokumentasi, pembentukan kebijakan teknologi informasi, serta penguatan pengelolaan resiko dan insiden. Penelitian ini memberikan gambaran nyata tentang kebutuhan peningkatan tata kelola teknologi informasi dalam konteks pengelolaan sistem ERP yang dirancang khusus
Video Dokumenter Lights, Camera, Danger, Reportase Tim SFX dan Stunt dalam Produksi Film Indonesia
Seiring berkembangnya teknologi dan media distribusi digital, dokumenter menjadi format yang semakin diminati karena mampu menyampaikan isu sosial dengan cara yang kuat dan personal. Salah satu isu penting namun jarang diangkat di industri perfilman Indonesia adalah keselamatan kerja serta ketiadaan pendidikan formal bagi kru di departemen Special Effects (SFX) dan Stunt. Meskipun pekerjaan mereka berisiko tinggi dan sangat krusial dalam produksi film, banyak pelaku SFX dan Stunt yang belajar secara otodidak tanpa pelatihan resmi. Survei Indonesia Cinematographers Society (ICS) pada tahun 2023 menunjukkan bahwa sebagian besar kru tidak memiliki pemahaman mendalam tentang keselamatan kerja, dan hanya 19% yang pernah mengikuti pelatihan K3. Di sisi lain, meskipun SKKNI telah menyusun standar kompetensi untuk profesi tersebut, belum tersedia jalur pendidikan formal atau kurikulum khusus di lembaga pendidikan perfilman. Berdasarkan persoalan ini, penulis memproduksi sebuah dokumenter observasional yang merekam keseharian kru SFX dan Stunt, serta mewawancarai narasumber dari kalangan profesional dan akademik. Dokumenter ini bertujuan membangun kesadaran publik dan industri terhadap pentingnya sistem keselamatan dan pengembangan pendidikan formal di bidang teknis perfilman. Proses produksi dilakukan melalui tahapan praproduksi, produksi, dan pascaproduksi, serta akan didistribusikan melalui kerja sama dengan Watchdoc Documentary
Peran Video Editor Redaksi di (Metro TV)
Program magang menjadi jembatan krusial antara teori akademis dan praktik industri. Penulis memilih posisi sebagai video editor karena relevansinya dengan latar belakang studi jurnalistik, dengan tujuan untuk memahami dinamika dunia kerja media secara langsung. Tantangan utama yang dihadapi adalah tekanan tenggat waktu yang ketat dalam produksi video berita. Namun, melalui adaptasi, optimalisasi alur kerja (workflow), dan manajemen waktu yang efektif, kendala tersebut berhasil diatasi. Pengalaman ini juga menggarisbawahi pentingnya komunikasi interpersonal dalam membangun lingkungan kerja yang kolaboratif dan suportif. Selama magang 6 bulan di MetroTV sebagai Video Editor Redaksi, penulis memperoleh wawasan tentang dunia jurnalistik, proses kerja di redaksi, serta dinamika industri media televisi. Pengalaman ini mengasah keterampilan adaptasi, manajemen waktu, serta pemahaman etika penyiaran dan komunikasi efektif dengan tim. Penulis juga mengembangkan kemampuan teknis dalam menyusun visual, mengatur audio, dan memilih gambar yang mendukung narasi. Secara keseluruhan, magang ini meningkatkan keterampilan teknis dan kesadaran profesional, serta mempersiapkan penulis menghadapi tantangan di industri media
Dokumentasi dan Konfigurasi RTU (Remote Terminal Unit) untuk Kontrol dan Monitor Relay Panel Menggunakan Foxboro SCD6000
Program studi Teknik Elektro Universitas Multimedia Nusantara (UMN) berfokus dalam bidang otomasi industri, sehingga program studi mengharapkan mahasiswanya menguasai bidang tersebut saat lulus. Berdasarkan tujuan program studi tersebut, perusahaan yang terpilih sebagai tempat magang adalah PT Schneider Electric Systems Indonesia karena visi dan misi yang sesuai. Proyek magang yang menjadi bahasan laporan adalah dokumentasi dan konfigurasi sebuah Remote Terminal Unit (RTU) untuk kontrol dan monitor sebuah relay panel milik sebuah substation dengan menggunakan Foxboro SCD6000. Selama pengerjaan proyek, terdapat beberapa kendala, baik teknis maupun non-teknis, seperti bug dan error pada pengerjaan konfigurasi, dengan solusi yang menjadi penyelesaian, yaitu pengerjaan ulang
Peran Digital Marketing dalam Meningkatkan Hubungan dengan Pelanggan pada PT Asuransi Tripakarta
Laporan ini membahas pengalaman penulis selama melaksanakan kegiatan magang di PT Asuransi Tri Pakarta sebagai Marketing Communication Intern. Alasan pemilihan perusahaan ini adalah karena PT Asuransi Tri Pakarta merupakan salah satu perusahaan asuransi kerugian terkemuka di Indonesia yang sedang aktif mengembangkan strategi komunikasi pemasaran digital untuk meningkatkan brand awareness dan engagement di era digital. Selama magang, penulis terlibat dalam berbagai aktivitas seperti pembuatan konten media sosial (Instagram dan X), perencanaan kampanye digital, penulisan naskah konten, editing video, hingga desain materi promosi seperti brosur produk. Dalam pelaksanaannya, penulis menghadapi beberapa kendala seperti adaptasi terhadap gaya komunikasi perusahaan, keterbatasan waktu produksi konten, serta tantangan dalam memahami karakteristik audiens digital. Solusi yang dilakukan meliputi diskusi rutin dengan pembimbing, pemanfaatan tools perencanaan konten seperti Trello, serta peningkatan inisiatif riset tren sosial media. Melalui kegiatan ini, penulis memperoleh pemahaman praktis mengenai peran komunikasi digital dalam mendukung pemasaran jasa asuransi. Laporan ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai penerapan strategi marketing communication di industri asuransi serta menjadi referensi bagi mahasiswa yang tertarik menekuni bidang serupa