UMN Knowledge Center (Universitas Multimedia Nusantara)
Not a member yet
33948 research outputs found
Sort by
Sistem Deteksi Dini Monkeypox, Chickenpox, dan Measles Menggunakan CNN VGG19 Berbasis Web
Penelitian ini mengembangkan dan mengevaluasi model Convolutional Neural Network (CNN) berbasis arsitektur VGG19 dengan pendekatan transfer learning untuk klasifikasi empat kategori gambar kulit: cacar monyet, cacar air, campak, dan kulit normal. Kebutuhan terhadap sistem klasifikasi ini sangat penting mengingat kemiripan visual ruam pada penyakit-penyakit tersebut yang berpotensi menyebabkan salah diagnosis. Dataset yang digunakan adalah Monkeypox Skin Images Dataset (MSID) dari Mendeley, yang terdiri dari 767 gambar asli (277 monkeypox, 106 chickenpox, 91 measles, dan 293 normal). Dataset ini kemudian dibagi menjadi 80% data latih dan 20% data uji. Untuk mengatasi ketidakseimbangan kelas dan meningkatkan kemampuan generalisasi model, data latih diperluas melalui augmentasi hingga mencapai 1000 gambar per kelas. Model dikembangkan melalui dua tahap pelatihan, yaitu feature extraction dan fine- tuning, dengan optimasi hyperparameter menggunakan Keras-Tuner dan metode Hyperband. Hasil validasi silang 5-fold menunjukkan rata-rata akurasi sebesar 94.68% dengan standar deviasi 0.0090. Pada data uji akhir (test set), model mencapai akurasi sebesar 92.36% dan nilai loss sebesar 0.3867. Performa terbaik ditunjukkan pada kelas Normal (precision 95%, recall 97%, F1-score 96%) dan Monkeypox (precision 95%, recall 96%, F1-score 96%). Model ini menunjukkan performa yang kompetitif dibandingkan MonkeyNet yang berbasis DenseNet-201, yang sebelumnya mencapai akurasi 93.19% pada dataset yang sama. Selain itu, penelitian ini juga memvalidasi efektivitas arsitektur VGG19 dalam konteks klasifikasi penyakit kulit, yang belum dieksplorasi dalam studi terdahulu. Model akhir diintegrasikan ke dalam sistem berbasis web bernama NeuroDerma, yang dapat mendeteksi dini penyakit kulit secara daring melalui antarmuka yang mudah digunakan. Sistem NeuroDerma yang dibangun berbasis web menunjukkan performa yang stabil dan responsif dalam pengujian black-box, serta memperoleh tingkat kepuasan pengguna yang sangat tinggi dengan rata-rata skor EUCS sebesar 93.8%
Strategi Komunikasi Media Sosial Brand Skindoze melalui Klaim Produk Lokal dalam Meningkatkan Engagement
Tren dari penggunaan produk lokal telah menyebabkan begitu banyaknya bermunculan produk kecantikan lokal di Indonesia. Meningkatnya industri kecantikan telah menyebabkan jumlah kenaikan sebesar 21,9% yang telah menyentuh 1.010 perusahaan kosmetik saat ini di Indonesia. Dengan begitu besarnya potensi pasar tersebut menyebabkan sebuah merek atau perusahaan, memerlukan pemasaran yang unik dan kreatif untuk taurus dapat bersaing di tengah persaingan pasar yang begitu ketat. Salah satu merek produk kecantikan yang menggunakan klaim "produk lokal" adalah Skindoze. Penelitian ini bertujuan untuk dapat menganalisis komunikasi media sosial yang digunakan oleh Skindoze melalui klaim produk lokal dalam meningkatkan engagement. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Paradigma yang digunakan adalah konstruktivisme dengan menggunakan metode studi kasus. Informan yang terpilih sebagai individu-individu yang dianggap memiliki kapabilitas dalam memberikan informasi terkait strategi komunikasi dan manajemen media sosial brand. Hasil penelitian menujukkan jika staregi media sosial yang dilakukan Skindoze secara umum telah mencerminkan tahapan Social Media Marketing Plan menurut Tuten & Solomon (2018). Nilai dari Skindoze sebagai merek local sudah kaut, namun klaim "produk local" kurang ditonjolkan sebagai nilai dari merek meskipun komunikasi dalam pemahaman produk local sudah terlaksanakan
Faktor Faktor yang Mempengaruhi Graduate Employabilty Mahasiswa Tingkat Akhir di Wilayah Tangerang
Penelitian ini mengevaluasi kesiapan mahasiswa Tangerang menghadapi tuntutan dunia kerja digital dengan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi daya saing lulusan. Menggunakan pendekatan Conclusive Research dan Descriptive Research dengan Cross-sectional Design, studi ini mengungkap hubungan kausal antara variabel independen dan Graduate Employability. Hasil analisis menunjukkan Academic Performance, Personality, Communication Skill, Technical Skill, Leadership&motivational skill, dan Teamwork & problem solving skill berpengaruh signifikan terhadap Graduate Employability (p < 0.05), tanpa gejala multikolinearitas. Pemberi kerja menekankan pentingnya kepribadian dan soft skills, sementara kemampuan teknis dan kepemimpinan menjadi faktor kunci di era digital. Temuan ini menyoroti pentingnya pengembangan kompetensi non- akademik, termasuk komunikasi efektif, kepemimpinan, pemecahan masalah, jaringan profesional, manajemen waktu, dan literasi digital untuk meningkatkan daya saing lulusan dalam pasar kerja modern
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Intention to Use ShopeeFood pada Generasi Z di Jabodetabek
ShopeeFood merupakan sebuah platform food delivery application yang termasuk dari perusahaan Shopee, yang dimana Shopee merupakan platform e-commerce terbesar di Indonesia, selain itu ShopeeFood juga telah melakukan promosi berupa diskon, subsidi ongkir, dan insentif lainnya, tetapi ShopeeFood masih kesulitan untuk menyaingi kompetitornya di bidang food delivery application. Maka dari itu penelitian ini ingin meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi niat penggunaan ShopeeFood. Peneliti menggunakan Uses and Gratification Theory untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pengguna untuk menggunakan food delivery application dan juga apa yang membentuk preferensi pengguna dalam memilih food delivery application. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan pengumpulan data yang dilakukan dengan cara menyebar kuesioner secara online melalui media google form. Target responden dari penelitian ini adalah antara lain pengguna aktif food delivery application yang termasuk dalam generasi z (17-28) yang berdomisili di wilayah Jabodetabek, dan tidak memilih ShopeeFood sebagai opsi food delivery application utamanya. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif untuk menilai indikator dari masing- masing variabel. Dari penelitian ini, didapatkan bahwa terdapat pengaruh positif antara Intention to Use dengan Customer Experience, dan Quality Control. Sedangkan untuk variabel Societal Pressure, Delivery Experience, Ease of Use, Convenience, Listing, dan Search of Restaurant tidak berpengaruh positif terhadap Intention to Use
Strategi Social Media Marketing dalam Membangun Brand Engagement pada Akun Instagram @MENANTRAVEL
Dengan meningkatnya jumlah jamaah Haji dan Umrah setiap tahunnya, persaingan di industri travel semakin ketat. Penelitian ini mengkaji strategi social media marketing yang diterapkan pada akun Instagram Menan Travel untuk membangun dan meningkatkan brand engagement di tengah persaingan tersebut. Media sosial, khususnya Instagram, memiliki peran penting dalam strategi pemasaran digital, karena mampu menjangkau audiens yang lebih luas dan menciptakan interaksi langsung dengan calon pelanggan. Oleh karena itu, penelitian ini menganalisis bagaimana konten yang dipublikasikan di Instagram dapat memengaruhi kesadaran merek serta memperkuat posisi Menan Travel di pasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus serta mengacu pada berbagai konsep social media marketing, seperti brand engagement, social media marketing plan, dan Instagram. Tujuan utama penelitian ini adalah mengeksplorasi strategi social media marketing di Instagram yang diterapkan oleh Menan Travel untuk menarik perhatian, membangun kepercayaan, serta meningkatkan loyalitas pelanggan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam tentang strategi social media marketing plan di Instagram terutama dalam industri travel Haji dan Umrah di Indonesia
Perancangan Buku Aktivitas untuk Memperkenalkan 5 Sifat Kejujuran dalam Islam pada Anak
Kejujuran merupakan fondasi dan pilar utama keimanan seorang individu. Dalam Islam, berdasarkan hadis yang dikemukakan oleh Imam Al-Ghazali, sifat jujur terbagi menjadi 5 sifat yaitu jujur dalam niat, jujur dalam perkataan, jujur dalam perbuatan, jujur dalam menepati janji, dan jujur dalam berpenampilan sesuai kenyataan. Pada usia 6-8 tahun, perkembangan kognitif dan emosional anak mulai berkembang pesat. Anak-anak menunjukkan ketidakjujuran melalui berbagai cara, seperti memutarbalikkan fakta, melebih-lebihkan cerita serta mengarang kejadian yang tidak pernah mereka alami. Sebagai lingkup pertama anak, orang tua berperan penting membimbing anak dalam menanamkan moral Agama. Namun, terbatasnya waktu orang tua dan kurangnya pemahaman dalam menyampaikan nilai Agama menghambat penanaman moral pada anak. Jika nilai kejujuran ini tidak secara konsisten ditanamkan sejak dini, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang terbiasa melakukan manipulasi sebagai strategi berkelanjutan. Oleh karena itu, penulis berupaya menyajikan sebuah media berupa buku aktivitas sebagai solusi yang mampu melibatkan anak secara aktif untuk memahami 5 sifat kejujuran dalam Islam. Pada Tugas Akhir ini, penulis menggunakan teori design thinking dari Tim Brown dalam menerapkan metode perancangan desain mencakup Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Dengan adanya buku aktivitas yang mengandung cerita, penulis berharap anak mampu lebih tertarik untuk memahami contoh kasus, relevansinya dengan Agama Islam dan mengamalkan 5 sifat kejujuran dalam Islam pada kehidupan sehari-hari
Analisis Resepsi Konsumen Gen Z terkait Konten De-influencing Fashion @faarsyazz di TikTok
Strategi pemasaran fashion menggunakan influencer berlebih akibat dorongan isu fast fashion menimbulkan dampak overconsumption. Kini, influencer mulai menyuarakan perlawanan untuk mendorong pembelian yang lebih bertanggung jawab dengan membuat konten de-influencing, salah satunya @faarsyazz. Tren konten de-influencing ramai ditonton oleh kalangan Generasi Z perempuan sebagai target utama dari kebanyakan merek fashion Indonesia. Tujuan Penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana pemaknaan konsumen Generasi Z perempuan yang beragam terhadap konten de-influencing fashion milik @faarsyazz di TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif yang dianalisis dengan teori resepsi milik Stuart Hall (2018) menggunakan teknik wawancara. Keenam informan mengemukakan bahwa pemaknaan mereka terbagi dalam posisi dominant-hegemonic, negotiated dan oppositional. Informan dengan posisi dominant-hegemonic menerima keseluruhan pesan karena kesesuaian nilai dan pengalaman pribadi. Mereka yang berada pada posisi negotiated menyetujui sebagian pesan, tetapi menyesuaikannya dengan preferensi gaya, nilai keagamaan, lingkungan ekonomi, dan pandangan mengenai konstruksi sosial. Sementara itu, posisi oppositional muncul karena informan menolak implementasi pesan pada kehidupan pribadi akibat faktor gaya hidup, kebutuhan personal, serta ketertarikan terhadap tren dan fashion items tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten de-influencing fashion mampu membangun kesadaran sebagian besar informan terkait isu keberlanjutan dan mendorong perubahan perilaku konsumsi yang lebih selektif
Perancangan Buku Informasi Mengenai Konsep Desain Biophilic
Urbanisasi di wilayah perkotaan yang tidak terkontrol mengakibatkan banyak munculnya permasalahan bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Lahan vegetasi semakin berkurang karena digantikan oleh area pemukiman ataupun gedung- gedung. Dari berbagai penelitian, ditemukan bahwa kehidupan perkotaan seringkali berpengaruh buruk bagi kesejahteraan manusia. Manusia yang pada dasarnya adalah makhluk yang membutuhkan eksistensi alam, dapat merasa lebih bahagia apabila berada dekat dengan alam. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut, konsep desain biophilic dapat diterapkan sebagai alternatif untuk menghadirkan alam ke area perkotaan. Berdasarkan data yang diperoleh dari proses survey, wawancara, dan observasi, sebagian besar masyarakat masih belum mengetahui atau memahami konsep biophilic ini. Oleh karena itu, diperlukan media informasi yang dapat mengenalkan konsep biophilic ini kepada masyarakat. Hasil dari penelitian ini adalah media informasi berupa buku sebagai sumber informasi biophilic yang mudah diakses dan dipahami oleh publik. Buku ini menggunakan lima tahapan perancangan oleh Robin Landa sebagai metode perancangannya. Buku ini diperlukan agar target market bisa memahami fungsi, peran, dan contoh penggunaan biophilic dalam kehidupan sehari-hari, serta penerapannya pada suatu tempat atau ruang
Konstruksi Realitas Sosial Gen Z Terkait Kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga Cut Intan oleh Akun Instagram @perempuanberkisah
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan isu sosial yang semakin banyak disuarakan di ruang digital, khususnya oleh generasi muda. Salah satu kasus yang ramai dibicarakan di media sosial adalah kekerasan yang dialami oleh Cut Intan yang menjadi perhatian luas di kalangan Gen Z. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi realitas sosial Gen Z terhadap kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dialami oleh Cut Intan oleh akun Instagram @perempuanberkisah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan teori konstruksi realitas sosial dari Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap lima partisipan Generasi Z yang aktif di media sosial dan memiliki keterlibatan dan mengetahui isu KDRT Cut Intan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial menjadi ruang utama eksternalisasi, di mana partisipan memperoleh pemahaman awal tentang KDRT melalui paparan konten digital, pengalaman pribadi, serta cerita dari lingkungan sekitar. Proses obyektivasi terlihat ketika narasi Cut Intan di akun @perempuanberkisah dianggap sebagai representasi nyata dari ketidakadilan sosial terhadap perempuan, yang kemudian dibicarakan dan disebarkan di ruang publik digital. Sementara itu, internalisasi terjadi ketika partisipan mulai mengadopsi nilai-nilai baru seperti pentingnya relasi setara, empati terhadap korban, serta peningkatan kesadaran dalam memilih pasangan dan membagikan informasi edukatif. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa media sosial memiliki pengaruh signifikan dalam membentuk realitas sosial baru Gen Z terhadap isu KDRT, tidak hanya sebagai media informasi, tetapi juga ruang partisipasi, edukasi, dan perubahan sikap
Representasi Dinamika Hubungan Ayah dan Anak dalam Film Beautiful Boy
Beragamnya klasifikasi bentuk keluarga turut mendorong penyesuaian bentuk pemeliharaan relasi dalam hubungan interpersonal di dalam keluarga. Hubungan ayah dan anak merupakan bentuk hubungan interpersonal yang integral dalam pengembangan karakter dan emosi anak. Namun sayangnya, fenomena kurangnya keterlibatan ayah di dalam kehidupan anak masih menjadi isu yang marak di keluarga Indonesia. Budaya Indonesia yang masih ketimuran turut menjadi salah satu faktor yang menonjolkan bahwa peran ayah yang hadir secara penuh di dalam keluarga masih kurang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketegangan relasional dalam hubungan ayah dan anak, menganalisis makna simbolik melalui kode sinematik, serta menelaah nilai-nilai sosial budaya yang terkandung dalam representasi hubungan interpersonal dalam keluarga di film Beautiful Boy melalui pendekatan semiotika John Fiske dan teori dialektika relasional oleh Baxter dan Montgomery. Penelitian bersifat kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivis. Hasil penelitian terhadap film Beautiful Boy menunjukkan bahwa bentuk ketegangan relasional yang paling banyak ditemukan adalah autonomy vs, connection dan film ini juga menampilkan nilai-nilai maskulinitas positif dalam peran ayah berupa kehadiran emosional yang konsisten dan bentuk komunikasi terbuka