Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Pengaruh Budaya Organisasi, Lingkungan Kerja dan Kompetensi Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pertanian Dan Perkebunan Kabupaten Bima
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ada tidaknya pengaruh budaya organisasi, lingkungan kerja, dan kompetensi secara parsial dan simultan terhadap kinerja pegawai. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan teknik angket. Data dikumpulkan antara bulan Juni sampai September tahun 2019 dengan menyebarkan kuisioner kepada 119 pegawai negeri sipil yang bekerja di Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis statistik regresi linear berganda. Selanjutnya data diolah menggunakan perangkat olah data SPSSver.22 for windows. Hasil analisis data kemudian diinterprestasikan dan dinarasikan. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa budaya organisasi (X1), lingkungan kerja (X2), dan kompetensi (X3) secara parsial dan simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima, yaitu ditunjukan dengan nilai hasil uji t untuk masing-masing variable yaitu Xl : 4,779 > t table 1,98; X2: 3,327 > t table 1,98; dan X3: 6,207 > tabel 1 ,98, serta berdasarkan uji F : sig. 0,000 < a 5%
Karakter Kemandirian Belajar Dalam Pembelajaran Tematik Berbasis Pendekatan Saintifik di Sekolah Dasar
Pendidikan sebagai usaha sadar untuk membentuk karakter siswa menjadi warga negara yang baik (good citizen) sehingga dapat tumbuh menjadi warga Indonesia yang mampu menjalankan peranya dengan tepat. Kemandirian belajar terwujud bila siswa aktif mengontrol segala aktivitas belajarnya, mengevaluasi dan selanjutnya merencanakan sesuatu dalam pembelajaran, serta aktif dalam proses pembelajaran sehingga percaya diri dalam bertindak, disiplin menyelesaikan tugas, mau mempertimbangkan pendapat orang lain dan bertanggung jawab atas semua tindakan dalam belajamya. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi pengembangan karakter kemandirian belajar serta mendiskripsikan karakter kemandirian belajar dalam pembelajaran tematik berbasis pendekatan saintifik di kelas V SDN 1 Karangrejo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik penggumpulan datanya dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedang metode analisis datanya menggunakan analisis model Miles & Huberman melalui langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa stategi guru dalam mengembangkan karakter kemandirian belajar siswa kelas V adalah melalui lima strategi yaitu strategi inkulkasi nilai, strategi pembinaan, strategi keteladanan, strategi pengembangan keterampilan akademik dan sosial, serta strategi fasilitasi. Hasil penelitian menunjukkan karakter kemandirian siswa kelas V sebesar 74,07% yang artinya kemandirian belajar siswa berada dalam katergori mulai berkembang. Hal tersebut terlihat hasil rata-rata pada setiap indikatomya adalah percaya diri sebesar 73,01%, yang didukung oleh aspek menanya 86,36% dan aspek mengkomunikasikan 83,33 % dari hasil diskusi selama proses pembelajaran. Disiplin sebesar 77,27% hal tersebut didukung oleh aspek menanya 86,36% dan aspek mencoba 84,85 %. Toleransi sebesar 79,82% yang didukung oleh aspek menanya 86,36% , aspek menalar 72,27% serta aspek mengkomunikasikan 83,33% dan indikator bertanggung jawab diperoleh rata-rata 70,45% didukung oleh aspek mengamati 86,36% dan aspek mencoba 84,85% hasil diskusi selama proses pembelajaran
Pengaruh Kepemimpinan Diri, Lingkungan Kerja Terhadap Pengembangan Karir Profesi Penerbang di Indonesia dengan Motivasi Sebagai Variabel Intervening
Kepemimpinan penerbang merupakan faktor penting yang mempengaruhi keselamatan penerbangan. Pengembangan karir penerbang dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinannya. Kepemimpinan yang kuat perlu dimulai dari diri sendiri dan dukungan dari lingkungan kerja. Peneliitian ini bertujuan menganalisis hubungan parsial maupun simultan antara variabel kepemimpinan diri, lingkungan kerja, terhadap pengembangan karir penerbang di Indonesia dengan motivasi sebagai variabel intervening. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey menggunakan instrumen berupa kuisioner dengan skala kategori. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling pada 250 Kapten Penerbang yang bekerja di 10 maskapai penerbangan indonesia. Data yang diperoleh diolah menggunakan metode Structural Eqlfalin Model (SEM) dengan bantuan program SmartPLS 3.2.9. Pengujian parsial dilakukan menggunakan nilai signifikansi dengan hasil <0.05 pada keseluruhan penguji yang menunjukkan terdapat pengaruh positif dan signifikan. Pengujian sitnultan dilakukan menggunakan rumus uji F.
Hasil pada keseluruhan pengujian menunjukkan F.hitung>table yang berarti terdapat pengaruh positif dansignifikan. Fakfor mediasi dianalisis menggunakan uji t, Sabel test, dan uji VAF. Hasil penelitian menunjtikkan bahwa . 1) terdapat hubungan korelasi positif antara kepemimpinan diri dan lingkungan kerja (2) kepemimpinan diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan karir (3) lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan karir (4) kepemimpinan diri dan lingkungan secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan karir ( 5) kepemimpinan diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi (6) lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi (7) kepemimpinan diri dan lingkungan kerja secara bersarna-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan karir (8) motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan karir. Secara menyeluruh, hasil pengujian menunjukkan indikator kelayakan model SEM PLS dapat diterima dan pengolahan data secara keseluruhan sudah sesuai
Empowering Lifelong Learning through Open Universities in Taiwan and Indonesia
Purpose β This research attempts to reveal ways of addressing challenges in open universities related to empowering lifelong learning; establishing policies and strategies in dropouts, student portfolio, and support services for students with special needs; and implementing online instructional design and strategies. Two institutions were investigated, namely National Open University (NOU) Taiwan and Universitas Terbuka (UT) Indonesia, both founded in the 1980s to serve lifelong learners with diverse backgrounds and needs. This study was aimed at understanding good practices and challenges for improvement for the two open universities in those areas being investigated.
Design/methodology/approach β This research was qualitative using document analysis along with focus group discussions and interviews with administrators, academic staff, students, and alumni to collect data for analysis.
Findings β Lifelong learning is the necessity of individual in societies for continuing professional development through enabling access to quality university education. Open universities have been tasked to cater for lifelong learners using non-traditional approaches, new technology, and adapting to online learning and teaching in digital age. This research was exploratory, and the findings were expected to improve understanding of lifelong learning in open universities, particularly in NOU and UT.
Practical implications β Findings of this research are relevant to open universities to enhance its missions and define its possible new roles to serve lifelong learners.
Originality/value β This research reveals the roles of open universities in lifelong learning and enhances understanding of open universities that have a wide range of responsibilities in offering programs and courses to accommodate lifelong learner
Implementasi Kebijakan Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap di Kantor Pertahanan Kabupaten Melawi
Kabupaten Melawi luas wilayah 1.064..080 Ha, bidang tanah yang terdaftar sejumlah Β± 98.563 Ila dan masih terdapat 218.505 Ha bidang tanah yang belum terdaftar. Tujuan penelirian mendeskripsikan implementasi kebijakan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kantor Pertanahan Kabupaten Melawi. Metode penelitian: deskriptif Kualitatif teknik pengumpulan data: data Primer yang diperoleh langsung melalui wawancara observasi dan dokumentasi. Data sekunder yang diperoleh dari studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan hahwa: (1) Implementasi kebijakan Program PTSL di Kantor Pertanahan Kabupatcn Melawi belum optimal ditinjau dari aspek komunikasi dan aspek sumber daya yang kurang memadai. Ditinjau dari aspek disposisi dan struktur birokrasi sudah berjalan sesuai dcngan pcraturan dan ketetapan yang berlaku. (2) Hambatan dalam implementasi disebahkan factor kejelasan dan konsistensi yang belum terpenuhi saat menyampaikan informasi kepada masyarakat sehingga animo masyarakat terh.adap pendaftaran tanah masih rendah. Selain komunikasi, aspek sumber daya yang meliputi sumber daya manusia, anggaran, fasilitas yang belum memadai dalam menunjang implementasi kebijakan ini. Kesimpulan penetitian: (I) lmplementnsi kebijakan Program PTSL di Kantor Pertanahan Kabupaten Melawi belum optimal. (2). Hambatan dalam implementasi kebijakan ini adalah factor komunikasi dan sumber daya yang belum memadai, namun walaupun ada kendala, dari factor disposisi dan struktur birokrasi sudah terpenuhi sehingga dapat terealisasi 100%
Strategi dan Inovasi Agribisnis Perikanan
Indonesia mempunyai 62% (dua per tiga) wilayah perairan, dengan luas laut yang dapat dikelola adalah 5,8 juta km2. Indonesia mempunyai proporsi produksi perikanan budidaya (67%) lebih besar daripada perikanan tangkap (33%). Besarnya potensi perikanan Indonesia juga harus dibarengi dengan penguasaan teknologi penangkapan, teknologi pascapanen, dan teknologi pemasaran. Tujuan penulisan artikel ini adalah menganalisis: 1) permasalahan pemasaran dan pengelolaan perikanan; 2) Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0; 3) pengelolaan perikanan pada Era Society 5.0. Dari hasil studi literatur dan pengamatan di lapangan didapatkan bahwa permasalahan pemasaran dan pengelolaan perikanan meliputi dua asepek besar yaitu jerat kemiskinan nelayan dan ketersediaan data. Solusi dan inovasi untuk mengatasai permasalahan yang disampaikan adalah pemanfaatan teknologi dalam bidang perikanan, baik pada aspek produksi maupun pemasaran. Dengan demikian nelayan dapat menghasilkan produk yang berstandar global dan mempunyai teknologi pemasaran yang yang memada
Pengembangan Multimedia Interaktif untuk Pembelajaran Operasi Hltung Pecahan di Kelas V Sekolah Dasar
Berdasarkan analisis kebutuhan melalui observasi dan wawancara di SDN 1 Bandung Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung, ditemukan bahwa pembelajaran Matematika belum memanfaatkan fasilitas teknologi yang tersedia. Sekolah memiliki fasilitas teknologi yang bagus seperti laptop, LCD, dan wifi. Sumber belajar yang digunakan guru adalah buku guru dan buku siswa yang dibagi oleh pemerintah, sehingga belum ada media penunjang lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan produk multimedia interaktif, mengetahui tingkat validitas produk multimedia interaktif, serta mengetahui keefektifan produk multimedia interaktif terhadap hasil belajar. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model penelitian dan pengembangan yang dikemukakan oleh Lee & Owens. Penelitian dilakukan dengan populasi semua kelas V pada SDN 1 Bandung, dan sampel yang digunakan yaitu kelas VA dan VB. Instrurmen pengumpulan data pada penelitian ini berupa lembar validasi, angket respon guru, angket respon siswa, observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Produk multimedia interaktif untuk pembelajaran ini telah selesai dikembangkan dalam bentuk CD program pembelajaran sesuai dengan prosedur pengembangan multimedia menggunakan model pengembangan
Lee & Owens (2004) yang menggunakan 5 tahap pengembangan yakni, analisis yang terdiri atas dua bagian yaitu analisis kebutuhan dan analisis awal sampai akhir, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi; (2) Produk multimedia interaktif yang dihasilkan divalidasi ahli media, materi, dan bahasa, dari hasil validasi multimedia interaktif yang telah dilakukan, diperoleh hasil kevalidan dengan persentase 87,76% yang menunjukkan bahwa multimedia interaktif untuk pembelajaran operasi hitung pecahan valid digunakan dalam pembelajaran di Sekolah Dasar (3) Pembelajaran menggunakan multimedia interaktif lebih efektif dibandingkan pembelajaran yang konvensional untuk pembelajaran Operasi Hitung Pecahan di Kelas V Sekolah Dasar Negeri 1 Bandung Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung yang dibuktikan dari analisis hasil tes siswa melalui uji t diperoleh hasil t hitung lebih besar dari t tebal yaitu, 6,706 > 2,026 pada uji lapangan
Pengaruh Struktur Modal Terhadap Nilai Perusahaan Pada Kondisi Kedaruratan Pandemi Covid-19 (The Effect Of Capital Structure On Firm Value On Covid-19 Pandemic Emergency Conditions)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari struktur modal terhadap nilai pada kondisi kedaruratan pandemi covid-19 pada perusahaan sektor basic materials, consumer cyclicals, consumer non-cyclicals, healthcare dan industrial yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2020. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder berupa laporan tahunan perusahaan. Fixed Effect Model (FEM) dengan regresi data panel digunakan pada penelitian ini menggunakan STATA versi 16. struktur modal berpengaruh tidak signifikan terhadap nilai perusahaan, pandemi covid-19 tidak mampu memoderasi struktur modal terhadap nilai perusahaan, sedangkan variabel kontrol yaitu ukuran perusahaan berpengaruh signifikan negatif terhadap nilai perusahaan dan profitabilitas berpengaruh signifikan positif terhadap nilai perusahaan
Pengembangan Bahan Ajar Matematika Berbasis Karakter Materi Pecahan Pada Siswa Kelas 4 Sekolah Dasar
Pendidikan karakter memegang peranan penting dalam pembelajaran. Permasalahan yang tetjadi pada proses pembelajaran matematika selama ini adalah kebutuhan akan bahan ajar untuk siswa yang mengintegrasikan penanaman karakter pada setiap langkah pembelajaran. Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan ditemukan beberapa permasalahan mengenai penggunaan bahan ajar. Ketersediaan buku ajar matematika dari penerbit sudah tercukupi, materi buku ajar sesuai dengan kurikulum, namun belum ada yang mengintegrasikan karakter dalam setiap kegiatan yang tertuang pada bahan ajar. Selain itu tampilan bahan ajar yang tersedia kurang menarik bagi siswa. Oleh karena itu diperlukan bahan ajar yang mengintegrasikan karakter ke dalam setiap kegiatan dan dikemas dalam tampilan yang menarik. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan (Research and Development) 4-D yang meliputi define, design, develop, dan disseminate. Subjek coba dalam penelitian ini adalah ahli materi, ahli bahasa, ahli desain bahan ajar, guru, dan siswa kelas IV SDN I Wajakkidul Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Jenis data yang diperoleh pada penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari saran dan masukan ahli materi, ahli bahasa, ahli desain, guru, dan siswa kelas IV. SDN I Wajakkidul Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Data kuantitatif diperoleh dari angket validasi ahli pengembangan bahan ajar dan ahli materi, hasil observasi aktivitas, serta tes hasil belajar siswa. Data yang diperoleh dari para ahli baik berupa data kualitatif_maupun data kuantitatif digunakan untuk mengetahui kevalidan ajar. Sedangkan data yang diperoleh dari guru, siswa digunakan untuk mengetahui keterterapan dan keefektifan bahan ajar. lnstrumen yang digunakan adalah lembar angket validasi bahan ajar, hasil belajar dan lembar observasi, dan angket respon guru dan siswa. Teknik analisis yang digunakan adalah Teknik analisis kualitatif dan kuantitatif Hasil uji validasi bahan ajar oleh ahli materi sebesar 79,17%, ahli bahasa sebesar 77,08%, dan ahli desain sebanyak 78,57%. Uji keefektifan bahan ajar berdasarkan pada evaluasi hasil belajar siswa
sebanyak 77,78% dan observasi pembelajaran sebesar 88,4%. Sedangkan hasil uji keterterapan bahan ajar berdasarkan pada respon guru sebanyak 87,50% dan respon siswa sebanyak 85,74%. Dengan demikian, bahan ajar yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kevalidan, keterterapan, dan keefektivan bahan sehingga dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika materi pecahan siswa kelas 4 sekolah dasar