Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Pengaruh Motivasi, Disiplin dan Komitmen Terhadap Kinerja Sumber Daya Manusia pada Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan di Kabupaten Tana Tidung
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi, disiplin, dan komitmen terhadap kinerja sumber daya manusia yang ada pada Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Tana Tidung serta sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan dalam peningkatan kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan analisis data yang digunakan adalah menggunakan alat analisis SPSS. Untuk menganalisa permasalahan tersebut, maka digunakan metode analisis regresi tinier. Penelitian ini dilakukan pada 75 responden atau semua pegawai Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan baik Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga kontrak. Hasil uji regresi didapatkan variabel Disiplin (X2) memiliki nilai beta yang paling besar yaitu 0,665 dengan signifikasi 0,000 kemudian diikuti oleh variable komitmen (X3) dengan nilai beta 0,349 dengan signifikasi 0,000 sedangkan variable motivasi (XI) memiliki nilai beta -0,058 dengan signifikasi 0,403. Hal ini memberikan kesimpulan bahwa motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja somber daya manusia (HI) ditolak, sedangkan disiplin berpengaruh positif terhadap kinerja swnber daya manusia (H2) clan komitmen berpengaruh positif terhadap kinerja sumber daya manusia (H3) diterima
Pengelolaan Ekowisata Mangrove di Desa Berakit Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau
Peranan masyarakat terhadap keberhasilan pelestarian ekosistem mangrove sangat penting. Kegiatan pelestarian mangrove akan berjalan dengan sukses jika ada keterlibatan dan motivasi tinggi masyarakat. Program ekowisata mangrove dibarapkan dapat meningkatkan peran serta masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam pelestarian ekosistem. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis potensi ekologis di dalam ekosistem mangrove, menganalisis kesesuaian wisata ekosistem mangrove, menganalisis persepsi masyarakat dan pengunjung terhadap pengembangan ekowisata mangrove untuk menyusun strategi pengelolaan ekowisata mangrove. Pengambilan data potensi mangrove dilakukan melalui inventarisasi mangrove pada 10 jalur transek. Sedangkan pengambilan data mengenai persepsi dan sosiaI ekonomi dilakukan melalui wawancara dengan memberi kuesioner kepada 60 responden masyarakat dan 30, responden pengunjung dengan teknik
simple random sampling. Data hasil Inventarisasi dan kuesioner responden kemudian dilakukan Analisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman untuk menyusun strategi pengelolaan. Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) ekosistem mangrove di Desa Bera.kit termasuk pada kategori sangat sesuai (SI). Daya Dukung Kawasan (DKK) wisata untuk wisata jelajah mangrove track dengan jembatan kayu adalah 214 orang/hari, sedangkan untuk wisata Jelajah Mangrove dengan berperahu adalah 231 orang/hari. Secara keseluruhan penilaian responden tentang persepsi masyarakat dan pengunjung tentang ekowisata dan kondisi ekosistem mangrove adalah baik serta
berpotensi untuk dikembangkan untuk kegiatan ekowisata tanpa meninggalkan prinsip dari ekowisata. Berdasarkan basil analisis finansial usaha ekowisata mangrove di Desa Berakit menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Arahan strategi pengelolaan ekowisata adalah melakukan promosi dan publikasi mengenai ekoswisata mangrove di Desa Berakit, mengembangkan paket ekowisata yang menarik, menyediakan tempat pembuangan sampah pada titik keramaian dan melakukan pembersihan pantai yang terdampak pencemaran akibat tumpahan minyak (Sludge Oil)
Pengaruh Budaya Organisasi, Gaya Kepemimpinan dan Kedisiplinan Terhadap Kinerja Personil dengan Employee Engagement Sebagai Mediator di Sekolah Polisi Wanita Jakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Budaya Organisasi, Kedisiplinan dan Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja variabel Employee Engagement sebagai Intervening di Sekolah Polisi Wanita Jakarta. Populasi dan sampai dalam penelitian ini personil Polri di Sepolwan berjumlah 165 orang.Teknik pengumpulan data digunakan kuesioner dan teknik analisis data digunakan analisis jalur (path analysis) menggunakan PLS. Hasil analisis diketahui bahwa: (I) Budaya Organisasi berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Employee engagement, (2) Budaya Organisasi berpengaruh positif dan sign ifikan terhadap Kinerja Personil, (3) Gaya Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Employee Engagement, (4) Gaya Kepemimpinan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Kinerja Personil, (5) Kedisiplinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Employee engagement, (6) Kedisiplinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Personil, (7) Employee engagement berpengaruh positif dan signifikanterhadap Kinerja Personil, (8) Pengaruhtidak langsung budaya organisasi, gaya kepemimpinan dan kedisiplinan terhadap kinerja personil melalui variabel intervening Employee engagementdi Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) Jakarta diketahui positif namun tidak signifikan. Variabel mediasi Employee engagement memiliki kontribusi terhadap kinerja personil, meskipun kontribusinya sangat kecil
Model Perambatan Gelombang Tsunami dan Antisipasi Bencana Letusan Gunung Anak Krakatau
Perambatan gelombang tsunami dapat disimulasikan dengan menggunakan persamaan matematika sebagai upaya memperoleh prediksi waktu kedatangan dari sumber gelombang tersebut ke pantai. Gelombang tsunami di sekitar Banten dan Lampung tidak hanya disebabkan oleh gempa akibat letusan Gunung Anak Krakatau melainkan juga oleh longsoran erupsinya yang jatuh ke laut. Berdasarkan persamaan gelombang panjang non linear dua dimensi dengan metode beda hingga dari sumber gelombang di lokasi Gunung Anak Krakatau (posisi awal koordinat 6o06’00” LS dan 105o24’00” BT), maka perambatan gelombang menyebar dan terdispersi dengan waktu antara 58-84 menit untuk mencapai pesisir pantai. Model perambatan gelombang tsunami karena longsoran erupsi Gunung Anak Krakatau berdasarkan alat pengukur pasang surut memberikan hasil bahwa jeda waktu kedatangan dari pusat timbulnya gelombang ke masing-masing stasiun pengukur pasang surut sekitar 29-142 menit dengan tinggi gelombang maksimum berkisar antara 0,36-0,91 meter. Dengan diperolehnya prediksi waktu tempuh gelombang tsunami sampai ke pantai, sebagai antisipasi bencana yang sangat penting dilakukan adalah pemasangan dan pemeliharaan alat pendeteksi tsunami dan rambu-rambu arah evakuasi bencana
Implementasi Kebijakan Projaga Cantik (Program Jangkau Warga Cepat dan Simpatik) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pangkalpinang
Penelitian ini mendeskripsi lmplementasi Kebijakan Program Jangkau Warga Cepat dan Simpatik (Projaga Cantik) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pangkalpinang, yang dilaksankan sebagai inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan Indeks Kepuasan Masyarakat. Ada 9 kegiatan pelayanan administrasi yang tertuang dalam Projaga Cantik yang merupakan wujud implementasi program unggulan pemerintah di bidang pelayanan administrasi publik khususnya administrasi Kependudukan, yang seharusnya (das sol/en) dapat meningkatakan mutu pelayanan administrasi publik. Namun senyatanya (das sein) dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala, sehingga hanya 4 kegiatan yang terlaksana. Hal ini lab yang kemudian membuat penulis tertarik untuk mengkaji dan meneliti lebih lanjut implementasi Projaga Cantik. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode peskriptif, peneliti menggambarkan realitas objek yang diteliti secara baik, utuh, jelas dan sesuai dengau fakta. Adapun informan penelitian yang ditentukan secara purposive sampling ini adalah Tim Kreasi dan Inovasi Dinas Dukcapil Kota Pangkalpinang, Petugas layanan, Ketua Rukun Tetangga, Ketua Rukun Warga, dan masyarakat yang sudah mendapat layanan dalam mengurus dokumen kependudukannya di Dinas Dukcapil Kota Pangkalpinang. Untuk intrumen penelitian melalui wawancara, observasi, dan mempelajari dokumen yang diperoleh peneliti. Kemudian data yang sudah ada, dianalisa dengan teori George C. Edwards III. Adaptm kesimpulan penelitian yaitu sosialisasi terkait implementasi kebijakan Projaga Cantik ternyata terdistorsi mengakibatkan masyarakat kurang tahu tentang program tersebut. Ada beberapa kendala, dalam implementasi kebijakan Projaga Cantik seperti : jaringan internet yang sering bermasalah, Listrik yang sering mati, server yang banyak rusak, alat perekarnan data yang banyak rusak, jwnlah pegawai yang masih kurang di bagian loket pelayanan, petugas layanan bidang operator, petugas layanan yang turun ke lapangan untuk pelayanan Door To Door, sarana dan prasana. Selain itu, Standar Operasional Prosedur (SOP) terlalu panjang, sehingga memerlukan banyak waktu dan pekerjaan pun dilaksanakan tidak sesuai SOP
Implementasi Program Layanan Psikososial di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Probolinggo Tahun 2018
Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Probolinggo semakin hari semakin sering terjadi. Kondisi ini sangat mengkawatir. Oleh karena korban kekerasan yang membutuhkan penanganan serius semakin banyak. Sehingga penelitian ini berupaya menganalisis implementasi program layanan psikososial pada perempuan dan anak korban kekerasan di Kabupaten Probolinggo. Fokus penelitian ini meliputi : peran Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam penanganan anak-anak korban kekerasan, strategi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam menangani anak-anak korban kekerasan, dan kendala yang dihadapi dalam Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam penanganan anak-anak korban kekerasan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka Selanjutnya keabsahan data dilakukan dengan triangulasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis data interaktif dari Miles dan Huberman, yang dimulai dari tahap pengumpulan data, kemudian reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Komunikasi, antara pembuat kebijakan, Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui DBPPKB dengan implementor, yaitu Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPT P2A) sudah ada Komunikasi yang dibangun berjalan dengan baik. (2) Sumber daya, masih ada beberapa jenis sumber daya yang memerlukan peningkatan kualitas. (3) Struktur birokrasi, dimana struktur birokrasi yang ada sudah mendukung PPT Kabupaten Probolinggo dalam upaya menjalankan perannya untuk melayani perempuan dan anak korban kekerasan. Para pelaksanaan kebijakan telah mengikuti SOP yang ditetapkan. Dengan demikian, struktur birokrasi telah berjalan dengan baik. (4) Disposisi implementor, bahwa niat baik, komitmen, dan kerjasama diantara para pengurus sudah baik
Pengaruh Tunjangan Kinerja dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Personil dengan Motivasi sebagai Mediator pada Pusat Keuangan Polri
Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) pada prinsipnya diorientasikan pada peningkatakan kinerja. Kinerja merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dengan organisasi. Dukungan dari pimpinan yang bcrupa pengarahan, dukungan sumber daya seperti memberikan peralatan yang memadai sebagai saranan untuk memudahkan pencapaian tujuan yang ingin dicapai da lam pendampingan, bimbingan, pelatihan serta pengembangan akan lebih mempermudah penilaian kinerja yang objektif. Kinerja merupakan suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan. Untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan, seseorang sepatutnya memiliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan tertentu. Salah satu cara untuk mcningkatkan motivasi karyawan adalah dengan memberikan tunjangan yang sesuai dengan pelaksanaan tugas sehingga tercapai kinerja demi terciptanya tujuan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh tinjangan kinerja dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai dengan variable motivasi sebagai mediator pada Pusat Keuangan Polri. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah personil Polri dan PNS di Pusat Keuangan Polri berjumlah 110 orang. Dengan jumlah pegawai yang ada, Pusat Keuangan Polri harus dapat memaksimalkan kerja pegawainya untuk dapat memperoleh kinerja yang diharapkan sehingga tugas pokok dan fungsi Pusat Keuangan polri dapat berjalan maksimal, hal ini tidak luput dari peran tunjangan kinerja dan faktor kepemimpinan yang tepat untuk memotivasi pegawainya sehingga akan memberikan dampak positif terhadap reformasi birokrasi Polri secara keseluruhan. Teknik pengumpulan data digunakan kuesioner dan teknik analisis data digunakan analisis SEM (Structural Equation Modeling) dengan bantuan program Analysis of Moment Structure (AMOS) versi 18. Hasil analisis diketahui bahwa: I) Pengaruh langsung tunjangan kinerja terhadap motivasi pegawai pada Pusat Keuangan Polri terbukti sifnitikan, 2) Pengaruh langsung tunjangan kinerja terhadap kinerja pegawai pada Pusat Keuangan Polri terbukti signitikan, 3) Pengaruh langsung gaya kepemimpinan terhadap motivasi pegawai pada Pusat Keuangan Polri terbukti signifikan, 4) Pengaruh langsung gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai pada Pusat Keuangan Polri terbukti signifikan, 5) Pengaruh langsung motivasi terhadap kinerja pegawai pada Pusat Keuangan Polri terbukti signitikan, 6) Pengaruh tunjangan kinerja, gaya kepemimpinan dan motivasi terhadap kinerja pegawai pada Pusat Keuangan Polri terbukti signitikan. Dari hasil analisis perhitungan pengaruh langsung, tidak langsung maupun pengaruh total, dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan kinerja pegawai agar lebih optimal maka yang harus dilakukan adalah memotivasi pegawai dengan jalan memberikan tunjangan kinerja dan menerapkan gaya kepemimpinan yang bagi pegawai
Implementasi Kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dalam Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Pangkalpinang
Peraturan Daerah Kota Pangkalpinang Nomor I Tahun 2012 tentang RTRW mempakan langkah Kota Pangkalpinang untuk menyikapi masalah tata mang di Kota Pangkalpinang. Luasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Pangkalpinang pada tahun 2018 barn mencapai 12,35%. Belum tercapainya pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar 30% dari luasan total wilayah Kota Pangkalpinang mengindikasikan bahwa pemanfaatan RTH di Kota Pangkalpinang belum terealisasi secara efektif Belum efektifuya pemanfaatan RTH ini berkaitan erat dengan implementasi kebijakan RTRW yang belum berjalan secara optimal. Permasalahan yang dibahas adalah bagaimana implementasi, apa faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi Peraturan Daerah Nomor I Tahun 2012 Tentang RTRW dalam Pemanfaatan RTH di Kota Pangkalpinang. Tujuan dari permasalahan tersebut adalah menemukan proses implementasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi dengan menggunakan Teori Edward III, (1980:10) yaitu (1) komunikasi (2) sumberdaya (3) disposisi (4) struktur birokrasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan yuridis sosiologis, Metode ini digunakan untuk lebih menggali informasi yang tajam dan akurat terkait implementasi kebijakan kebijakan RTRW dalam Pemanfaatan RTH di Kota Pangkalpinang yang memperoleh data dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi peraturan dari pemerintah kota hingga kemasyarakat berjalan cukup baik, sesuai dengan faktor yang menunjukkan keberhasilan sebuah implementasi kebijakan yaitu (I) komunikasi (2) sumberdaya (3) disposisi (4) struktur birokrasi. Namun, masih mengalarni berbagai hambatan terkait ketersediaan SDM pelaksana kebijakan baik secara kualitas maupun kuantitas, keterbatasan dana, sarana prasarana dalam penataan dan penertiban pelanggaran tata ruang. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi antar SKPD terkait guna mewujudkan tata ruang Kota Pangkalpinang yang tertib, aman dan nyaman, sehingga dapat dinikmati masyarakat pada umumnya. Faktor yang mempengaruhi implementasi adalah komunikasi, sikap tindakan, sumberdaya, dan struktur birokrasi. Diharapkan komunikasi antar SKPD dan instansi untuk menjalankan sebuah perda tidaklah terputus agar tujuan penyampaian sebuah perda tepat sasaran
Analisis Pengaruh Remunerasi Dan Reward Terhadap Peningkatan Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Pusat Statistik Kabupaten Mamasa Di Provins I Sulawesi Barat
Tujuan Penelitian ini untuk mengetabui dan memabami pengarub
remunerasi dan reward terbadap peningkatan kinerja ASN BPS Kabupaten Mamasa.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dipadukan dengan pendekatan kualitatif dengan maksud untuk mendapatkan gambaran yang seutubnya mengenai penelitian ini. Sampel penelitian ini adalab PNS BPS Kabupaten Mamasa sebanyak 30 orang. Variabel penelitian yaitu remunerasi (Xl),reward (X2) dan Kinerja (Y). Metode analisis data yang digunakan adalab analisis regresi linear berganda.
Berdasarkan basil uji t untuk variabel remunerasi, diperoleb t bi tung> t tabel yaitu 6,006 > 1,7011 maka Ho ditolak, dengan nilai signifikasi 0,000 t tabel yaitu 3,485 > 1,7011 maka Ho ditolak, dengan nilai signifikasi 0,002 F tabel yaitu 39,476 > 4.196 maka Ho ditolak dan signifikansi sebesar 0.000 < 0.05.
Hasil uji koefisien determinasi (R2) menunjukkan bahwa secara parsial remunerasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja sebesar 50,89 % dan reward berpengaruh secara parsial terbadap kinerja sebesar 23,65%, dan secara simultan remunerasi dan rewardberpengaruh dan signifikan terhadap kinerja sebesar 74,5% dan sisanya sebesar 25,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Hasil
persamaan regresinya yaitu Y = 3.027 + 0.612Xl + 0.388X2 dan bemilai positif.
Pemberian remunerasi dan reward di BPS Kabupaten Mamasa, berdampak pada tingkat kepatuhan terhadap aturan yang ditetapkan dan dalam melaksanakan kewajibannya sebagaimana tupoksi pekerjaannya dapat terselenggara secara tepat
waktu, dan kepedulian melakukan presensi semakin diperhatikan. Pemberian Remunerasi dan reward juga berpengarub pada pendapatan pegawai atau take home
pay pegawai BPS Kabupaten Mamas
Pengaruh Model Pembelajaran TGT (Team Game Tournament) Terhadap Hasil Belajar Matematika Dan Cara Berpikir Kreatif Siswa Kelas V SD
Program Pasca sarjana Pendidikan Dasar Universitas Terbuka
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ada atau tidaknya pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran TGT terhadap peningkatan hasil belajar dan cara berpikir kreatif siswa pada mata pelajaran matematika di kelas V Sekolah
Dasar materi penghitungan luas bangun datar. Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran TGT ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam bersaing menjadi yang terbaik, menumbuhkan semangat bekerja
sama, dan marnpu memiliki kemampuan dalam memecahkan berbagai permasalahan serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa menjadi lebih baik.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan perolehan data melalui kegiatan angket untuk mengetahui tingkat pengaruh dari model pembelajaran TGT terhadap cara berpikir kreatif siswa. Melalui kegiatan pretest dan posttest untuk mengukur pengaruh dari pengaruh dari model pembelajaran dan cara berpikir kreatif terhadap hasil belajar siswa kelas V SD pada pembelajaran matematika dengan mengunakan indikator aspek kemampuan berpikir kreatif
yang meliputi: orisonalitas, kelancaran, kelenturan dan Elaborasi. Berdasarkan hasil penelitian Model pembelajaran TGT memiliki pengaruh yang signifikan hal ini dapat diketahui dari 19 siswa pada kegiatan pretest pembelajaran
menggunakan TGT terdapat 4 siswa (21 %) yang memiliki TKB (Tingkat Kemampuan Berpikir) tidak kreatif, 12 si swa ( 63 .16%) TKB kurang kreatif ,TKB cukup kreatif 3 siswa (15.79%) dan TKB kreatif dan sangat kreatif adalah 0%. Sedangkan hasil TKB kreatif siswa setelah melaksanakan pembelajaran
(posttest) dengan menggunakan model pembelajam TGT mengalami peningkatan pada yakni: pada TKB tidak kreatif 0%, TKB kurang 3 siswa ( 15. 79 % ), pada TKB cukup kreatif 9 siswa (47.37%), pada kemampuan berpikir siswa yang kreatif menjadi 4 siswa atau 21.05% dan TKB sangat kreatif 3 orang siswa
(15.79%). Model pembelajaran TGT terhadap cara berpikir kreatif siswa memiliki pengaruh yang sinifikan hal ini ditunjukkan melalui hasil statistik yang menggunakan uji one way anova dengan nilai p-value yang dihasilkan sebesar
0,044, nilai tersebut tidak lebih besar dari alpha 5%, dan pengaruh dari metode pembelajaran TGT dan cara berpikir kreatif terhadap hasil belajar siswa baik secara serentak maupun parsial, memiliki hasil yang signifikan hal ini ditunjukkan melalui hasil statistik uji two way anova denga nilai p-value yang dihasilkan sebesar 0,002, dan p-value dari gabungan antara metode pembelajaran dan berpikir kreatif terhadap hasil belajar siswa sebesar 0,001 nilai tersebut tidak lebih besar dari alpha 5%