Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Hubungan Iklim Sekolah Dan Motivasi Belajar Dengan Hasil Belajar IPA Peserta Didik Kelas 5 SD Negeri Gugus 1 Kecamatan Palas Kabupatenlampung Selatan
Pendidikan masih memiliki penan yang dominan dalam meningkatkan kualitas serta kuantitas swnber daya manusia. Iklim sekolah yang menarik, aman, dan nyaman, ·keberadaanya di tengah-tengah siswa dapat mencairkan suasana
kebekuan, kekakuan dan kejenuhan behljar yang terasa berat diterima oleh para siswa. iklim sekolah yang tidak kondusifakan berdampak negatif terhadap proses
pembelajaran dan sulitnya tercapai tujuan pembelajaran, siswa akan merasa gelisah, resah, bosan dan jenuh. Guru harus mampu menggembangkan kreatifitas para siswa melalui kecakapannya sehingga memotivasi siswa untuk giat belajar
sehingga menghasilkan hasil belajar yang bailc. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan iklim sekolah dan motivasi be la jar dengan hasil belajar IPA
siswa kelas 5 SD Negeri Gugus I Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif asosiasif dengan metode analisis regresi berganda, jumlah populasi sebesar 99 siswa dan jumlah sampel sebanyak 79 siswa dengan menggunakan rumus Slovin, dilanjutkan
dengan teknik stratified random sampling dan proportional random sampling.
Teknik pengumpulan data dengan menyebar instrumen. Berdasarkan analisis data diperoleh 1) Terdapat hubungan positif antara iklim sekolah dengan hasiI belajar
IPA siswa dengan nilai R sebesar 0,068, 2) Terdapat hubungan positif antara motivasi belajar siswa dengan hasil belajar siswa IPA yang ditunjukkan bahwa
nilai R sebesar 0,038 serta 3) secara bersama-sama iklim sekolah dan motivasi belajar merniliki hubungan yang positif terhadap hasil belajar IPA siswa dengan nilai R sebesar 0,113
Pengawasan Ketenagakerjaan Oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengawasan Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara Dalam Implementasi Kebijakan Pemerintah Tentang Sistem Pengupahan Minimum Di Kabupaen Samosir
Motivasi seorang pekerja bekerja di perusahaan adalah mendapatkan upah. Salah satu kebijakan pemerintah dalam hal memberi perlindungan terhadap tenaga kerja adalah dengan
menetapkan kebijakan pengupahan yakni penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK).
Berdasarkan Surat Keputusan Gubemur Sumatera Utara Nomor 188.44/775/KPTS/2016 tentang Penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Samosir ditetapkan suatu kebijakan
pemberian upah bagi pekerja di Kabupaten Samosir sebesar Rp. 2.078.400,-/bulan. Namun banyak sekali ditemui adanya permasalahan ketidaksesuaian pembayaran upah oleh para
pengusaha baik pengusaha mikro, kecil dan menengah dan bahkan para kalangan pengusaha besar atau BUMD/Koperasi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pengawasan ketenagakerjaan dalam impelementasi kebijakan pemerintah tentang system pengupahan minimum di
Kabupaten Samosir serta untuk mengetahui faktor-faktor penghambat pelaksanaan pengawasan implementasi kebijakan tersebut serta bagaimana solusi atau cara mengatasinya.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara terhadap responden yang terkait
dengan ketenagakerjaan khususnya dalam hal pengupahan.
Berbagai hal berkontribusi dalam lemahnya pemenuhan UMK di Kabupaten Samosir yakni nilai UMK yang terlalu tinggi, sehingga sangat sulit dilaksanakan oleb para pengusaha.
Hal ini disebabkan oleh faktor skill/keahlian pekerja terutama faktor kemampuan financial/keuangan perusahaan. Demikian juga pemberdayaan sarana-sarana Hubungan
Industrial yang kurang maksimal seperti LKS Bipartit di tingkat perusahaan yang belum ada sama sekali, pemberdayaan LKS Tripartit yang kurang maksima4 ketiadaan produk hukum
daerah seperti Perda/Perbup, PP, PKB/PK, secara tertulis dan terdaftar di Dinas Ketenagakerjaan dimana pada umumnya perjanjian kerja dibuat masib secara lisan.
Namun semua hal tersebut dfatas dapat diatasi jika unsur pemerintah yang terdapat dalam LKS Tripartit melaksanakan tugas dan fungsi utamanya sebagai pengkawal kebijakan
pemerintah bekerja dengan maksimal melalui pembinaan dan pengawasan. Namun implementasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah tentang pengalihan kewenangan pengawasan ketenagakerjaan dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Samosir menjadi kewenangan Dinas Ketenagakerjaan Propinsi Sumatera Utara merupakan
salah satu faktor pemicu lemahnya pemenuhan UMK, dimana pasca implementasi tersebut pengawasan ketenagakerjaan hanya bisa dilaksanakan oleh pegawai Pengawas Ketenagakerjaan Propinsi Sumatera Utara. Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Samosir hanya bisa melaksanakan pembinaan. Dengan luasnya wilayah cakupan pengawasan dan terbatasnya personil pengawas SDM menjadi faktor penghambat lemahnya pengawasan ketenagakerjaan dalam hal pemenuhan UMK demikian juga halnya keterbatasan sumber daya anggaran.
Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Samosir untuk masa kerja Tahun 2017 dimana merupakan tahun pertama masa transisi pasca pengalihan kewenangan tersebu
Pengembangan Modul Pembelajaran Matematika Materi Pecahan Berbasis Kontekstual Untuk Kelas 3 SD/MI
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangk.an modul pembelajaran matematika materi pecahan berbasis kontekstual untuk Kelas 3 SD/MI yang valid, praktis dan efektif. Pembelajaran dengan menggunakan modul pembclajaran
matematika berbasis kontekstual ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, membantu siswa memahami konsep-konsep pecahan secara konseptual, meningkatkan hasil belajar dan mcmbantu siswa dalam menerjemahkan
materi pecahan dalam kehidupan sehari-hari. PeneJitian ini merupakan penelitian pengembangan R & D (Research and Development) dengan model pengembangan Plomp. Prosedur pengembangan modul matematika materi pecahan terdiri dari 5
tahapan, yaitu investigasi awal, desain, realisasi dan konstruksi, tes,evaluasi dan revisi serta implementasi. lnstrumen penelitian yang digunakan untuk menilai
kelayakan modul ini yaitu menggunakan lembar angket. Modul dinilai oleh ahli materi, ahli media, pendidik dan dircspon oleh peserta didik SD Alam Islami eLKISl dalam uji coba terbatas. Hasil penelitian yang diperoleh adaJah modul
pembelajaran matematika materi pecahan berbasis kontekstual di Kelas 3 SD/MI yang valid, praktis dan efektif. Kevalidan modul pembelajaran dibuktikan dengan hasil penilaian modul matematika materi pecahan oleh ahli materi dan ahJi media.
Hasil penilaian menurut abli materi adalah 90 % dengan skor 54 yang didukung dengan validasi materi per bagian modul dengan nilai perbagian berturut-turut 82,5%, 85 %, 90%, 90%,92,5%, 87,5%, 90%. Rata-rata dari prosentase kevalidan
seluruh bagian adalah 88,21 %. lni menjadi bukti bahwa modul pembelajaran matematika bersifat valid. Kevalidan modul juga didukung oleb hasil penilaian menurut ahli media yaitu sebesar 88,89 % dengan skor 32. Untuk kepraktisan dan
efektivitas modul dibuktikan dengan hasil penilaian menurut pendidik yaitu 86,67% dengan skor 39, dan menurut siswa dengan hasil penilaian sebesar 97,8% dengan skor 44. Dengan dernikian, modul matematika materi pecahan ini layak digunakan dalam pembelajaran matematika kelas 3 SD/MI. Ketiga, dari hasil respon peserta didik maka didapat kesimpulan bahwa peserta didik merespon positif adanya modul
pembelajaran matematika materi pecahan berbasis kontekstual untuk kelas 3 SD/MI. Keempat, modul matematika mampu meningkatk.an hasil belajar siswa, hal ini ditunjukkan dengan basil pretest yang di bawah KKM yaitu rata-rata 63, naik pada hasil posttest yang di atas KKM yaitu rata-rata 89
Pengaruh Motivasi Berprestasi dan Kompetensi Peadagogik Guru Terhadap Penjaminan Mutu di SD Negeri Kecamatan Way Lima Pesawaran
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh: 1) motivasi berprestasi terhadap penjaminan mutu, 2) kompetensi paedagogik guru terhadap penjaminan mutu serta 3) motivasi berprestasi dan kompetensi paedagogik guru secara simultan terhadap penjaminan mutu di SD Negeri Kecamatan Way Lima Pesawaran Lampung. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan variabel
bebasnya adalah motivasi berprestasi dan kompetensi paedagogik guru, sedangkan variabel terikat adalah penjaminan mutu. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh guru SD Negeri di Kecamatan Way Lima Pesawaran Lampung yang berjumlah 102 orang yang tersebar di 10 SD Negeri. Data diperoleh melalui
studi dokumentasi dan instrumen, kemudian dianalisis dengan menggunakan
teknik korelasional dan regresi baik secara sederhana maupun ganda, yang
sebelumnya telah dilakukan uji normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian: 1)
terdapat pengaruh yang signifikan motivasi berprestasi terhadap penjaminan
mutu; 2) terdapat pengaruh yang signifikan kompetensi paedagogik guru terhadap
penjaminan mutu; 3) terdapat pengaruh yang signifikan motivasi berprestasi dan kompetensi paedagogik guru secara bersama-sama terhadap penjaminan mutu. Kesimpulan penelitian: 1) terdapat pengaruh yang signifikan motivasi berprestasi
terhadap penjaminan mutu, artinya bahwa semakin tinggi tingkat motivasi
berprestasi guru, semakin baik pula penjaminan mutu sekolahnya, 2) terdapat
pengaruh yang signifikan kompetensi paedagogik guru terhadap penjaminan mutu, artinya bahwa semakin baik kompetensi paedagogik seorang guru, semakin baik pula penjaminan mutu sekolahnya, 3) terdapat pengaruh yang signifikan
motivasi berprestasi dan kompetensi paedagogik guru secara bersama-sama
terhadap penjaminan mutu, artinya semakin tinggi tingkat motivasi berprestasi
seorang guru dan kompetensi paedagogiknya, semakin baik pula penjaminan mutu
sekolahnya
Pengaruh Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing (Media Audio Visual dan Permainan) dengan Kepercayaan Diri Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Tema Lingkungan Sahabat Kita di Kecamatan Grogol
Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengkaji perbedaan hasil belajar IPA siswa bila sekelompok siswa diajarkan dengan penemuan terbimbing berbantuan audio visual dan permainan. Mengkaji perbedaan hasil belajar antara siswa dengan kepercayaan diri tinggi dibandingkan dengan siswa yang memiliki kepercayaan diri rendah. Bagi siswa dengan kepercayaan diri tinggi mengkaji hasil belajar IPA siswa lebih baik bila diajar dengan penemuan terbimbing berbantuan audio visual, dibandingkan dengan penemuan terbimbing berbantuan permainan. Bagi siswa dengan kepercayaan diri rendah, mengkaji hasil belajar IPA siswa lebih tinggi bila diajar dengan menggunakan penemuan terbimbing berbantuan permainan dibandingkan dengan penemuan terbimbing berbantuan audio visual. Mengkaji pengaruh interaksi antara model pembelajaran penemuan terbimbing dengan kepercayaan diri terhadap hasil belajar IPA siswa Penelitian ini dilakukan pada SDN.Bujanggadung tahun pelajaran 2018/2019 dengan sampel kelas Va eksperimen 1 menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan audio visual dan kelas Vb pada eksperimen 2 menggunakan model discovery learning dengan games, pembatasan masalah pada penelitian ini dibatasi dalam tema lingkungan sahabat kita pada bidang IPA untuk kelas V sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran model penemuan terbimbing dengan audio visual dan permainan, terdapat perbedaan yang signifikan terhadap basil belajar IPA Secara keseluruhan. Adanya perbedaan hasil belajar antara siswa dengan kepercayaan diri tinggi dibandingkan dengan siswa yang memiliki kepercayaan diri rendah. Bagi siswa dengan kepercayaan diri tinggi hasil belajar IPA siswa lebih baik bila diajar dengan penemuan terbimbing berbantuan audio visual, dibandingkan dengan penemuan terbimbing berbantuan permainan. Bagi siswa dengan kepercayaan diri rendah, hasil belajar IPA siswa lebih tinggi bila diajar dengan menggunakan penemuan terbimbing berbantuan permainan dibandingkan dengan penemuan terbimbing berbantuan audio visual. Terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran penemuan terbimbing dengan kepercayaan diri terhadap basil bela jar IPA siswa namun tidak signifikan.
Pengaruh Strategi Pembelajaran Matematika Realistik (Kontekstual Dan Interaktif) dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa SD
Mata pelajaran matematika masih dianggap sebagai pelajaran yang abstrak dan sulit untuk dipahami oleh sebagian besar siswa sehingga siswa kurang semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Hal tersebut berdampak terhadap hasil belajar matematika siswa yang masih rendah. Hal itu dapat terjadi karena siswa merasa kesulitan dalam mengerjakan soal-soal matematika yang diberikan oleh guru. Untuk itu diperlukan suatu strategi pembelajaran yang dapat mengkontruksi sendiri pengetahuan siswa. Strategi yang dimaksud adalah strategi pembelajaraan matematika realistik. Strategi pembelajaran matematika realistik lebih
mengutamakan pada kegiatan belajar siswa yang kemudian dihubungkan dengan dunia nyata siswa sehari-hari sehingga pembelajaran yang dilakukan dirasa lebih konkrit dan siswa dapat memperoleh pengalaman belajarnya secara langsung sehingga siswa dapat membangun sendiri konsep matematikanya. Selain itu, siswa pun lebih bersemangat dalam belajar karena
pembelajaran dilakukan lebih menarik dan siswa menjadi lebih termotivasi untuk mengikuti pelajaran.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah strategi pembelajaran
matematika realistik dan motivasi belajar berpengaruh terbadap hasil belajar matematika siswa.
Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian eksperimen semu. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas V Sekolah Dasar dengan menggunakan desain faktorial 2x2. Instrumen dalam penelitian ini adalah soal berbentuk pilihan ganda sebanyak 10 butir soal dan lembar pernyataan motivasi belajar sebanyak 12 butir pemyataan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak pengolab data statistik. Uji statistik yang digunakan adalah ANAYA dua jalur
(Two Way ANOVA). Berdasarkan basil analisis data dengan uji ANA VA dua jalur, diperoleh bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa antara kelas eksperimen l dan kelas
eksperimen 2. Hal itu dapat dilibat dari perolehan nilai rata-rata dari kedua kelas penelitian tersebut yaitu sebesar 76.88 untuk kelas eksperimen 1 dan sebesar 60.00 untuk kelas eksperimen 2. Selain itu, terdapat adanya interaksi namun tidak signifikan antara strategi pembelajaran matematika realistik dan motivasi belajar. Hal tersebut dapat dilaihat dari nilai F hitung < F tabel yaitu sebesar 0.012 < 3.34
Pengembangan Media Animasi dalam Pembelajaran untuk Peningkatan Penguasaan Koosep Dasar Matematika Siswa Kelas V di SDN Puspanegara 05 Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor
Matematika merupakan mata pelajaran yang menakutkan bagi sebagian besar pesrta didik. Kenyataan menunjukkan bahwa penguasaan konsep dasar matematika peserta didik masih lemah. Salah satu faktor lemahnya penguasaan konsep dasar
matematika adalah cara penyampaian pelajaran yang monoton dan kurangnya penggunaan media dalam pembelajaran matematika. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan produk media animasi dalam pembelajaran
untuk meningkatan penguasaan konsep dasar matematika peserta didik pokok bahasan pengukuran jarak, waktu dan kecepatan kelas 5 yang valid, praktis dan efektif
Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan. Subjek uji coba adalah semua peserta didik kelas 5 SD Negeri Puspanegara 05 Kecamatan
Citeureup Kabupaten Bogor dari bulan Maret - Juli 2018.
Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.
Hasil validasi skor rata-rata yang diperoleh dari validator ahli dan validator praktisi untuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP), Media Pembelajaran, dan tes penguasaan materi untuk semua indikator adalah 3,5; 3,5; 3,6 sehingga
memenuhi kriteria valid yang ditetapkan yaitu 3 ::S Vk < 4. Hasil perolehan skor rata-rata untuk observasi keterlaksanaan media pembelajaran 3,7 juga telah memenuhi
kriteria kepraktisan yang ditetapkan yaitu 3 ::S .o. k < 4. Media pembelajaran memenuhi kriteria efektif dengan basil observasi aktifitas peserta didik sebesar 3,8.
menunjukkan bahwa produk media pembelajaran dapat meningkatkan penguasaan konsep dasar matematika peserta didik ditunjukkan oleh jumlah persentase peserta
didik pada kelas kontrol yang memenuhi nilai ketuntasan pada saat pre-test sebesar 67%, sedangkan pada saat post-test sebesar 77%, artinya mengalami kenaikan sebanyak I 0%. Sedangkan jurnlah persentase peserta didik pada kelas eksperimen yang memenuhi nilai ketuntasan pada saat pre-test sebesar 70%, sedangkan pada saat post-test sebesar 85%. Hal tersebut menunjukkan bahwa media animasi efektif
dalam pembelajaran. Dengan demikian media animasi dalam pembelajaran yang dikembangkan sudah memenuhi tiga kriteria yaitu valid, praktis dan efektif
Pengaruh Kejelasan Peran Terhadap Efektivitas Pelaksanaan Tugas Jabatan Eselon Dimediasi Motivasi Kerja Pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tana Tidung
Sumber daya manusia adalah aset penting di dalam organisasi
pemerintahan, namun dalam prak:teknya tidak mudah bagi pemerintah untuk menjadikan sumber daya sebagai aset yang bermanfaat. Persoalan efektivitas kerja merupakan hal yang sangat mendasar karena untuk meningkatkan kinerja
organisasi memerlukan tingkat efektifitas kerja pegawai yang baik pula. Faktor kejelasan peran dan motivasi kerja diasumsikan mempunyai implikasi dalam efektifitas kerja pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Kabupaten Tana Tidung
Tujuan penelitian untuk mengetahui peran motivasi dalam memediasi pengaruh kejelasan peran terhadap efektivitas pelaksanaan tugas jabatan eselon pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tana Tidung.
Pene Jitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang terdiri dari tiga variabel yaitu dependen, independen dan intervening. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner sebanyak: 35 orang pegawai sekaligus
selaku sampel penelitian. Analisis data dilakukan dengan alat path analysis. Hasil analisis data disimpulkan bahwa kejelasan peran berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja pegawai ini mengindikasikan semakin jelas
peran seseorang dalam pekerjaannya maka seseorang itu akan lebih termotivasi untuk menerima dan menyelesaikan pekerjaan dengan secepatnya. Kejelasan peran berpengaruh signifikan terhadap efektivitas kerja ini mengindikasikan semakin tinggi jelas peran dalam pekerjaannya maka semakin tinggi pula tingkat efektivitas kerjanya. Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap efektivitas kerja. Motivasi kerja memiliki dampak: positif, artinya semakin besar dorongan yang diberikan kepada pegawai dapat meningkatkan efektivitas kerjanya.
Motivasi memberikan kontribusi terhadap efektifitas kerja pegawai. Pengaruh langsung antara kejelasan peran terhadap efektivitas kerja Jebih besar dari pada pengaruh tidak langsung antara kejelasan peran melalui motivasi kerja sehingga pengaruh langsung lebih dominan dibanding pengaruh tidak langsung
Perancangan Sistem Informasi Manajemen Kebencanaan di Indonesia Berbasis Portal Berita Digital
Saat ini di beberapa negara, bencana yang disebabkan oleh alam seperti gempa bumi ataupun non-alam seperti pencemaran terus mengancam jutaan manusia dan merusak infrastruktur. Secara geografi, Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan 3 lempeng tektonik, yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik yang tidak stabil dan setiap saat mengalami pergeseran. Pergeseran lempeng yang terjadi di tengah laut dapat menimbulkan bencana gempa bumi yang berakibat pada terjadinya tsunami. Untuk mengatasi bencana yang sering terjadi, pemerintah Indonesia sudah melakukan beberapa langkah diantaranya membuat perencanaan, kajian risiko bencana, pengelolaan risiko bencana, dan pelatihan kesiapsiagaan bencana. Tetapi langkah tersebut belum mencakup sistem informasi manajemen kebencanan berbasis portal berita digital. Sistem berbasis portal berita digital ini dirancang menggunakan system development life cycle (SDLC) yang mengintegrasikan dengan berbagai sosial media. Sistem informasi manajemen ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi masyarakat Indonesia yang ingin mendapatkan informasi bencana yang terjadi. Dengan adanya perancangan sistem informasi manajemen berbasis portal berita digital ini diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya mengenai kebencanaan yang terjadi di Indonesia. Selain itu, sistem ini juga dapat mengurangi penyebaran hoax di media sosial dan website