Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MODEL KEPEMIMPINAN GLOBAL DALAM KONTEKS ANTAR BUDAYA
Wacana kepemimpinan pendidikan yang mapan telah didominasi oleh perspektif Anglo-Amerika yang mengabaikan keanekaragaman budaya yang menjadi ciri dunia kontemporer. Ini sering memiliki nilai-nilai monokultural, dimana arus utama yang berarti kelompok-kelompok pribumi dan etnis telah menderita keterasingan, pengucilan dan kerugian. Intervensi pendidikan yang dipimpin Barat di negara-negara berkembang juga sering gagal untuk mengakui tradisi budaya yang kaya dari masyarakat penerima dan teori-teori dan praktik jarang diteliti dengan cermat untuk "kecocokan budaya". Tujuan dari makalah ini adalah untuk membangun teori kepemimpinan dalam konteks antar budaya. Penelitian ini mengulas bagaimana asumsi monokultural dari budaya kepemimpinan kolonial dan nasional di masa lalu sering tidak sesuai untuk beragam populasi yang ingin mereka layani. Era global telah menyaksikan munculnya teori lintas budaya dan paradigma penelitian untuk memerangi kebutaan budaya dan mengembangkan kepekaan budaya. Sambil memuji perkembangan ini, asumsi epistemologis yang mendasari penelitian tersebut dipertanyakan. Sebuah kasus untuk teori yang lebih bernuansa, yang mengakui interaksi kompleks antara agen dari budaya yang berbeda, dikembangkan. Penelitian lintas budaya telah menghasilkan peta teritorial yang mempromosikan wawasan dan saling pengertian. Namun, itu bergantung pada stereotip esensialis yang menutupi keberadaan sub-budaya yang kompleks dan kekuatan perubahan yang dinamis dalam budaya nasional
Catatan Singkat: Potensi Kopi Robusta (Coffea Robusta Linden) sebagai Antioksidan dan Antibakterial
Secara tidak langsung, kegemaran dan nikmatnya menyeduh kopi di kalangan masyarakat berakibat pada terciptanya kesehatan badan yang cukup prima. Hasil kajian di laboratorium menunjukkan bahwa kopi robusta mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti polifenol, asam klorogenat, dan trigonelline, serta terbukti juga mengandung antioksidan dan antibakterial yang bermanfaat baik bagi kesehatan masyarakat. Secara alami tubuh manusia mampu menghasilkan antioksidan dalam bentuk enzim dan vitamin. Contoh antioksidan yang berbentuk enzim adalah katalase, glutation peroxidase, dan superoxide dismutase, sedangkan yang berbentuk vitamin berupa asam askorbat (vitamin C), alfatokoferol (vitamin E), dan beta karoten (vitamin A). Antioksidan alami tersebut mampu menangkal radikal bebas, namun karena pola makan yang kurang sehat dan tidak benar, usia yang semakin bertambah, juga karena pengaruh luar seperti polusi, asap rokok, radiasi ultraviolet di lingkungan, maka produksi antioksidan dalam tubuh menjadi berkurang sehingga diperlukan tambahan antioksidan dari luar. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menyampaikan kepada publik informasi tentang kopi robusta sebagai antioksidan dan antibakterial yang bermanfaat positif bagi kesehatan tubuh. Metode yang digunakan pada artikel ini adalah literature review. Hasil kajian menyatakan bahwa kopi robusta (Coffea robusta) memiliki antioksidan tinggi, yang bermanfaat untuk melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif, dengan cara menghambat reaksi oksidasi yakni mengikat radikal bebas dan molekul reaktif yang dapat mengganggu sel. Selain itu, juga mengandung antibakterial yang memiliki sifat dapat menghentikan pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme patogen, seperti Porphyromonas gingivalis, Streptococcus mutans, Enterococcus faecalis, dan Staphylococcus epidermidis
Hubungan Hasil Tangkapan Ikan Pelagis Kecil dengan SPL dan Klorofil-a di Selat Makassar
Pentingnya informasi ketersediaan Sumber Daya Ikan (SDI) pada suatu kawasan menjadi alasan utama untuk melakukan kajian komprehensif yang mampu menyediakan data dan informasi potensi SDI. Beberapa teknik dan cara perlu dikaji untuk penyediaan data potensi SDI. Penelitian ini berkaitan erat dengan tema yang diusung oleh FST Universitas Terbuka pada tahun 2023 ini, yaitu Trends in science and technology for sustainable living. Penelitian ini bertujuan menggambarkan potensi SDI pelagis kecil melalui pemetaan daerah penangkapan, hasil tangkapan, serta hubungannya dengan faktor utama oseanografi yaitu klorofil-a dan Suhu Permukaan Laut (SPL). Penelitian dilakukan di perairan Selat Makassar pada tahun 2015, pengumpulan data sekunder perikanan time series selama 10 tahun (2006-2015) berupa log book (catatan harian) yang berisi jumlah kapal penangkapan, jumlah hasil tangkapan, jenis hasil tangkapan, dan lokasi penangkapan yang diperoleh dari Pelabuhan Perikanan Pekalongan (Jawa Tengah), Pelabuhan Perikanan Batu Licin (Kalimantan Selatan), dan Pelabuhan Perikanan Paotere (Sulawesi Selatan). Data sekunder parameter lingkungan time series selama 10 tahun (2006-2015) yaitu citra satelit Aqua-MODIS berupa nilai klorofil-a dan SPL serta citra satelit SNPP-VIIRS berupa posisi dan lokasi sebaran kapal penangkapan ikan. Analisis citra satelit Aqua-MODIS dan SNPP-VIIRS menggunakan ArcGIS sedangkan analisis data hasil tangkapan ikan pelagis kecil menggunakan statistik dan deskriptif, selanjutnya dilakukan overlay untuk menjelaskan korelasi SPL dan klorofil-a dengan hasil tangkapan. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata- rata bulanan SPL berkisar antara 28,02°C - 30,53°C dan SPL relatif lebih tinggi pada Musim Peralihan I dibandingkan pada Musim Barat dan Musim Timur, tercatat kisaran nilai konsentrasi klorofil-a adalah 0,25 mg/m³ - 0,62 mg/m³. Rata-rata nilai konsentrasi klorofil-a setiap bulannya berfluktuasi, sesuai dengan musim angin (munsoon) yang sedang berlangsung. Nilai rata-rata maksimum klorofil-a tercatat pada Musim Barat, sedangkan nilai rata-rata minimum pada Musim Peralihan II. Ikan banyar (Rastrelliger spp.), bentong (Selar sp.), dan lemuru (Amblygaster sp.) menunjukkan korelasi positif terhadap klorofil-a, sedangkan layang (Decapterus spp.) menunjukkan korelasi negatif. Ikan banyar, bentong, dan layang menunjukkan respon negatif terhadap SPL, sedangkan ikan lemuru menunjukkan respon positif. Konsentrasi dan ketersediaan ikan pelagis kecil di Selat Makassar tergambar dari daerah penangkapan yang paling banyak menghasilkan tangkapan, yaitu Matasiri, Aura dan Masalim
Developing Immersive Model Project Based Online Learning For Higher Education
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah Model Project Based Online Learning yang menyeluruh untuk pendidikan tinggi yang akan dikaji kelayakannya. Seperti diketahui bersama bahwa di era transformasi digital pembelajaran berbasis online memberikan berbagai kemudahan diantaranya adalah dapat diakses dimana saja dan kapan saja serta terjangkau. Oleh karena itu, setiap institusi pendidikan tinggi berlomba-lomba untuk mengembangkan dan mengimplementasikan model pembelajaran online yang sesuai dengan kebutuhan di institusi lembaga masing-masing, sedangkan pembelajaran berbasis project merupakan salah satu model pembelajaran yang dianjurkan untuk diimplementasikan di pendidikan tinggi, hal ini dilakukan berdasarkan beberapa hal yaitu: 1) dasar hukum pelaksanaan program pengembangan pembelajaran berbasis studi kasus dan proyek ini adalah peraturan Mendikbud Nomor 3, 4, 5, 6, 7 dan 22 tahun 2020; 2) Model pembelajaran yang menunjukkan kepada siswa masalah dunia nyata yang membutuhkan kombinasi keterampilan dan pengetahuan untuk dipecahkan; Dan 3) pembelajaran berbasis proyek dan studi kasus ini tidak hanya untuk pencapaian IKU 7, tetapi juga diharapkan dapat mewujudkan IKU 1 yaitu peningkatan kompetensi lulusan agar lulusan cepat mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang layak. Oleh karen itu perlu dikembangkan sebuah model Project Based Online Learning yang menyeluruh untuk pendidikan tinggi.
Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE. Model tersebut terdiri dari lima tahapan Analysis, Desain, Development, Implementation, dan Evaluation. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu instrumen wawancara kepada ahli desain pembelajaran untuk memperoleh data tentang kelayakan produk pengembangan. Hal ini disesuaikan dengan variabel yang akan dikaji dalam penelitian ini.
Setelah buku Model Project Based Online Learning (PBOL) For Higher Education diperbaiki sesuai review dari ahli model pembelajaran, maka buku Model Project Based Online Learning (PBOL) For Higher Educatioan dapat kriteria baik sekali dan layak digunakan untuk mendukung pembelajaran
Model Praktikum Mata kuliah Pada Program Studi (PS) Ilmu Pemerintahan FHISIP Universitas Terbuka
Penelitian “Model Praktikum Mata kuliah Pada Program Studi (PS) Ilmu Pemerintahan FHISIP Universitas
Terbuka.” didasarkan pada kurikulum baru (kurba) berbasis OutcomeBased Education (OBE) dengan
tujuan, profil lulusan dan capaian pembelajaran lulusan (CPL), yang di dalam kurikulumnya terdapat
mata kuliah yang bermuatan praktikum sebanyak 34 mata kuliah (40 sks), sehingga diperlukan adanya
kajian model praktikum mata kuliah yang sesuai dengan karakteristik mahasiswa dalam sistem
pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh (PTTJJ) yang berbasis outcomes. Outcomes adalah
pengetahuan (knowledge) dan keahlian (skill) yang harus dapat diukur (concretely measurable).
Penelitian ini di fokuskan pada mata kuliah dengan tujuan untuk mengetahui model praktikum mata
kuliah yang tepat dan dapat di laksanakan dalam sistem PTTJJ, sehingga dengan mendapatkan model
praktikum yang dapat diterapkan pada program Studi Sarjana Ilmu Pemerintahan Fakultas Hukum Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik Universitas Terbuka (FHISIP UT). Penelitian ini menggunakan teori dari Cooper et
al., (2010) mengenai Model Pembelajaran Kerja Terintegrasi yaitu Tujuan, Konteks, Integrasi, Kurikulum,
Learning, Kemitraan, Dukungan. Dari 7 (tujuh) dimensi yang menyelaraskan dengan komponen
praktikum. Keberhasilan pelaksanaan model pembelajaran kerja terpadu perlu mencakup semua tujuh
dimensi. Penting untuk dicatat bahwa tujuh dimensi tidak dianggap hirarkis atau saling eksklusif, dengan
menggunakan teori tersebut dapat menentukan model praktikum yang tepat untuk praktikum mata
kuliah di PS Ilmu Pemerintahan FHISIP Universitas Terbuka. Metode penelitian yang digunakan adalah
metode penelitian kualitatif. Metode ini bertujuan untuk memahami berbagai aspek yang ada dalam
matakuliah berpraktikum Alasan peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif karena metode ini
dapat digunakan untuk menemukan dan menentukan jenis model praktikum mata kuliah. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa model praktikum mata kuliah yang dikembangkan adalah pilihan dari
berbagai kegiatan unggulan dalam bidang pemerintahan yang secara general dapat dilaksanakan oleh
mahasiswa dimanapun berada yang pelaksanaannya dapat dipraktikkan di tempat kerja atau lokasi
mahasiswa dimanapun berdomisili, dan kriteria untuk tutor/instruktur harus memiliki kualifikasi
keilmuan yang sesuai dan memiliki pengalaman dalam bidang pemerintahan. Untuk proses pelaksanaan
praktikum mata kuliah Program Studi Ilmu Pemerintahan, mahasiswa melakukan observasi partisipan ke
instansi pemerintah atau perusahaan, dengan alat evaluasi berupa laporan praktik kerja yang dilegalisasi
oleh Universitas Terbuka Daerah (UT Daerah), pimpinan langsung atau pimpinan dari instansi
pemerintah atau perusahaan tempat mahasiswa melakukan praktik mata kuliah
Implementing the Circular Economy in SMEs: A Modeling Review from the Behavioral Aspec
Circular Economy (CE) is an alternative concept to switch from a linear economy (take-make-dispose) to make-use-recycle. The CE concept is elaborated as a future policy in Indonesia's Vision 2045 to immediately carry out economic transformation. Practically, there are big challenges and focus on the current actual conditions. So far, the CE practice approach has been more directed at technology and manufacturing changes. Therefore, seeing the role of industry players is important to accelerate CE practices. In terms of the possibility of their resources, large business doers can accommodate the use of ES methods. However, SME players believe that CE implementation practices are still not optimal. For SME players, implementing the CE business model will have a faster impact compared to large businesses because of two things: closer to the end customer and a decentralized production system. Thus, investigations into CE practices in SMEs are important to provide an understanding of the extent to which SMEs can implement practices within a practical and efficient scope. This paper describes the findings in the field from 75 respondents (SMEs) in Malang (East Java) regarding CE practices from a behavioral aspect. The result of this study is expected to be preliminary research in the development of the behavior model of CE practices in SMEs
Performance of Local Government Regulations During the Pandemic to Improve the Economic Value of City Image in South Sulawesi
This study aims to determine the performance of local governments in improving city image branding in South Sulawesi Province. This research uses a proportional sampling technique based on the area of the city so that the number of samples between one region and another will be different, using survey techniques in the form of questionnaires. For data analysis, this study used Structural Equation Modeling (SEM) with a total data of 265 samples. The hypothesis proves that the exogenous variables of city image branding consisting of regiocentric policy, street vendor performance, iconic tourism culinary and revisit destination have a positive influence on city image branding variables. This research contributes to the development of marketing science, the implication is that it provides input to stakeholders to increase the role of government performance on image branding