Institut Teknologi Nasional Malang Repository
Not a member yet
13381 research outputs found
Sort by
ALGORITMA SMOOTHING UNTUK PEMBACAAN SENSOR JARAK PADA ROBOT KRSRI ITN MALANG MENGGUNAKAN METODE MOVING AVARAGE
Sensor jarak memainkan peran penting dalam sistem navigasi
robotika, terutama dalam kompetisi Kontes Robot SAR Indonesia
(KRSRI). Namun, pembacaan sensor sering mengalami ketidakstabilan
akibat gangguan eksternal, seperti pergerakan kaki robot dan gangguan
lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut
dengan menerapkan algoritma smoothing berbasis Simple Moving
Average (SMA). Metode ini digunakan untuk menghaluskan data
pembacaan sensor jarak GP2Y Infrared Proximity, sehingga robot dapat
mendeteksi rintangan dengan lebih akurat. Pengujian dilakukan pada
berbagai kondisi, termasuk pengujian dengan dan tanpa algoritma
smoothing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan SMA
secara signifikan meningkatkan stabilitas dan keakuratan data sensor,
memungkinkan robot untuk melakukan navigasi dan penghindaran
rintangan dengan lebih presisi. Implementasi ini diharapkan dapat
meningkatkan kinerja robot dalam kompetisi maupun aplikasi pencarian
dan penyelamatan di medan nyata
PENGEMBANGAN ALGORITMA GAIT ROBOT KRSRI ITN MALANG MENGGUNAKAN WAVE GAIT DAN ANALISIS PERBANDINGAN KINERJANYA DENGAN TRIPOD GAIT
Penelitian ini mengembangkan algoritma wave gait pada robot
KRSRI ITN Malang dan membandingkan kinerjanya dengan tripod
gait dalam efisiensi energi serta akurasi navigasi di medan datar dan
jalan pecah. Hasilnya, wave gait lebih efisien pada kecepatan rendah
(10–13 mm/s), dengan konsumsi energi 0,338 Wh pada 10 mm/s dan
0,252 Wh pada 13 mm/s, sedangkan tripod gait lebih efisien pada
kecepatan menengah hingga tinggi (16–40 mm/s), dengan konsumsi
energi 0,226 Wh pada 16 mm/s dan 0,098 Wh pada 40 mm/s. Dari
segi akurasi jarak tempuh, tripod gait lebih unggul di medan datar
(91,7%) dibandingkan wave gait (90,0%), tetapi wave gait lebih
akurat di medan pecah (83,7% vs. 80,8%). Pada error titik akhir,
tripod gait lebih presisi di medan datar, sementara wave gait lebih
baik pada sumbu y di medan pecah. Berdasarkan hasil ini, wave gait
lebih direkomendasikan untuk medan tidak rata yang memerlukan
stabilitas tinggi, sementara tripod gait lebih cocok untuk navigasi
cepat di medan datar dengan efisiensi energi lebih baik
ANALISIS TINGKAT KERAWANAN BANJIR DAN KEKERINGAN DI KABUPATEN SAMPANG MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Studi Kasus: Kabupaten Sampang, Jawa Timur
Bencana banjir dan kekeringan merupakan fenomena yang sering terjadi di Kabupaten Sampang. Faktor-faktor seperti curah hujan, kemiringan lereng, elevasi, jenis tanah, penggunaan lahan, serta kerapatan sungai dan vegetasi berperan dalam menentukan tingkat kerawanan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan daerah rawan banjir dan kekeringan di Kabupaten Sampang dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan pengolahan data elevasi dari DEMNAS, analisis curah hujan, klasifikasi kelerengan, penggunaan lahan, serta perhitungan indeks vegetasi NDVI. Teknik overlay diterapkan untuk menentukan tingkat kerawanan banjir dan kekeringan dengan mempertimbangkan berbagai parameter geografis. Validasi hasil dilakukan dengan membandingkan peta hasil analisis dengan data kejadian lapangan menggunakan matriks kesalahan (confusion matrix). Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas wilayah dengan kelas tidak rawan banjir sebesar 1.126,64 ha (0,91%), kelas rawan sebesar 104.225,07 ha (84,56%), dan kelas sangat rawan sebesar 17.890,34 ha (14,51%). Sementara itu, luas wilayah dengan tingkat kerawanan kekeringan terdiri atas kelas sangat rendah seluas 5.903,49 ha (5%), kelas rendah 51.254,47 ha (42%), kelas sedang 59.096,69 ha (48%), kelas tinggi
6.785,06 ha (5%), dan kelas sangat tinggi 128,25 ha (0%). Dengan adanya pemetaan kerawanan banjir dan kekeringan yang terklasifikasi dengan baik, perencanaan dan implementasi mitigasi bencana di Kabupaten Sampang dapat lebih efektif dan tepat sasaran
PENURUNAN KADAR COD DAN TSS PADA AIR LIMBAH CUCI MOBIL MENGGUNAKAN METODE FILTRASI
PENURUNAN KADAR COD DAN TSS PADA AIR LIMBAH CUCI MOBIL MENGGUNAKAN METODE FILTRASI
Nama : Yosua Nopentino
NIM : 2026019
Dosen Pembimbing I : Dr. Evy Hendriarianti, ST., MMT.
Dosen Pembimbing II : Ir. Sudiro, S.T., M.T
ABSTRAK
Limbah cair yang berasal dari pencucian kendaraan menjadi salah satu limbah yang masih diabaikan saat ini, padahal limbah ini dapat mengakibatkan dampak yang negatif dalam kehidupan manusia. Sehingga perlu dilakukan pengolahan limbah sebelum dibuang ke lingkungan. Parameter pencemar yang terdapat limbah cuci mobil adalah COD dan TSS. Pengolahan limbah cuci mobil diolah dengan metode filtrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu operasional dan ketebalan media terhadap penurunan COD dan TSS. Penelitian ini menggunakan metode filtrasi dengan variasi ketebalan media filter yaitu reaktor 1 Pasir silika 20 cm, Karbon Aktif 10 dan zeolite 20 cm, pada reaktor 2 Pasir silika 20 cm, Karbon Aktif 10 dan zeolite 20 cm dengan waktu operasional pada masing-masing reaktor 0 menit, 30 menit dan 60 menit. Hasil penelitian ini yaitu metode filtrasi dengan variasi ketinggian media dan waktu operasional mampu mengurangi konsentrasi COD dan TSS dengan efisiensi tertinggi pada reaktor 2 dengan waktu operasional 60 menit sebesar 78,43 % dan TSS tertinggi pada reaktor 2 dengan waktu operasional 60 menit sebesar 91,26 %. Pada konsentrasi COD masih belum memenuhi baku mutu sedangkan pada konsentrasi TSS sudah memenuhi baku mutu nasional kelas III yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No.22 Tahun 2021
Kata kunci: COD, Filtrasi, Karbon Aktif, TS
HOTEL TRANSIT WISATA DI KOTA KUPANG
Konsep desain berkelanjutan kini menjadi fokus utama dalam arsitektur modern, dan Hotel Transit Wisata di Kupang merupakan contoh nyata dari perkembangan ini. Terletak di pusat Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kupang berfungsi sebagai gerbang penting bagi wisatawan lokal maupun internasional. Proyek ini mengusung pendekatan arsitektur hijau yang mengintegrasikan efisiensi energi, material ramah lingkungan, dan perencanaan ruang yang optimal untuk meminimalkan dampak ekologisnya, sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Hotel Transit Wisata ini bertujuan untuk tidak hanya menyediakan akomodasi, tetapi juga memberikan pengalaman keberlanjutan. Dirancang untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang singgah sementara, hotel ini akan menyediakan layanan cepat dan efisien dengan fokus pada pengurangan konsumsi energi melalui strategi pasif dan aktif. Strategi tersebut mencakup pemaksimalan pencahayaan alami, ventilasi, serta penggunaan sumber energi terbarukan. Selain itu, penggunaan material daur ulang dan lokal, serta penerapan sistem pengelolaan air hujan dan limbah, menjadikan hotel ini sebagai model pembangunan pariwisata yang ramah lingkungan di kawasan tersebut.
Dengan lokasi strategis yang dekat dengan fasilitas transportasi utama di Kupang, hotel ini diharapkan dapat mendukung sektor pariwisata yang sedang berkembang, sekaligus menjadi contoh arsitektur hijau yang berkelanjutan. Melalui desain ini, hotel ini tidak hanya menyediakan ruang yang nyaman dan fungsional bagi wisatawan, tetapi juga berkontribusi pada tujuan keberlanjutan jangka panjang di daerah tersebut. Pendekatan inovatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang langgeng terhadap lanskap kota, menawarkan acuan bagi pengembangan perhotelan di masa depan yang mengutamakan pelestarian lingkungan dan efisiensi operasional
PERANCANGAN PERANGKAT INFORMASI EARLY WARNING SYSTEM BANJIR KEPADA MASYARAKAT BERBASIS IOT
Banjir merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia
dan menyebabkan kerugian signifikan baik secara material maupun
mobilitas masyarakat. Sebagai solusi, penelitian ini bertujuan untuk
merancang perangkat penyebaran informasi sistem peringatan dini banjir
berbasis Internet of Things (IoT) yang mengintegrasikan Variable
Message Sign (VMS), buzzer, dan notifikasi Telegram. Sistem ini
dirancang untuk memberikan informasi secara real time mengenai status
banjir (Aman, Siaga, atau Bahaya) dengan memanfaatkan NodeMCU
ESP8266 sebagai pengendali utama. Data ketinggian air diakses melalui
server dan ditampilkan pada VMS, sementara notifikasi otomatis dikirim
ke pengguna melalui bot Telegram. Pengujian perangkat menunjukkan
keberhasilan dalam memberikan informasi yang akurat dan konsisten,
dengan buzzer yang aktif sesuai tingkat bahaya. VMS mampu
memperbarui informasi dalam interval 10 detik, sementara notifikasi
Telegram dikirimkan secara real time ke beberapa grup pengguna. Rata-
rata selisih waktu request dari dua VMS yang berbeda ke server sebesar
1,16 detik untuk pengujian dengan provider yang berbeda, dan 0,03 detik
untuk pengujian dengan provider yang sama, hal ini menunjukkan
performa sistem yang cukup andal. Stabilitas koneksi internet menjadi
faktor penting dalam keberhasilan perangkat ini. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa perangkat yang dirancang mampu meningkatkan
aksesibilitas informasi peringatan dini banjir secara cepat dan efektif,
sehingga dapat membantu masyarakat dalam mengambil tindakan
mitigasi yang tepa
PENGEMBANGAN LAYANAN RESTFUL API SISTEM AKADEMIK MAHASISWA ITN MALANG
Sistem akademik di ITN Malang masih menggunakan teknologi lama yang membatasi skalabilitas dan efisiensinya. Penelitian ini mengembangkan RESTful API sebagai solusi terintegrasi untuk mendukung pertukaran data secara fleksibel melalui standar HTTP. API dirancang untuk mempercepat akses layanan akademik dan meningkatkan keterhubungan antar sistem. Proses pengembangan meliputi perancangan arsitektur sistem, pemodelan basis data relasional, serta implementasi menggunakan Node.js, Express.js, dan PostgreSQL. Pengujian fungsional
menggunakan metode black box dilakukan untuk mengevaluasi keandalan
fungsionalitas dan validasi input. Hasil pengujian black box menunjukkan seluruh
skenario test case berhasil dijalankan dengan hasil 100% sesuai harapan. Hal ini
membuktikan bahwa sistem merespons dengan tepat terhadap berbagai kondisi
input yang diberikan
PENERAPAN K-MEANS CLUSTERING UNTUK IDENTIFIKASI KELEMAHAN SISWA PADA MATA PELAJARAN KEJURUAN DI SMK NEGERI 8 MALANG
Keberhasilan siswa dalam mata pelajaran kejuruan di SMK Negeri 8 Malang merupakan faktor penting dalam mempersiapkan mereka menghadapi dunia kerja dan industri, namun saat ini belum tersedia sistem yang mampu mengelompokkan dan memprediksi tingkat kelemahan siswa secara objektif. Permasalahan utama yang dihadapi adalah ketergantungan Kepala Kompetensi Keahlian pada intuisi dan nilai akhir tanpa proses klasifikasi yang sistematis, sehingga intervensi terhadap siswa tidak tepat sasaran. Tujuan dari penelitan ini digunakan untuk mengembangkan sistem klasifikasi kelemahan belajar siswa menggunakan algoritma K-Means Clustering berdasarkan data akademik dan non-akademik, seperti nilai harian, proyek, ujian, dan kehadiran. Metode ini mengelompokkan siswa ke dalam tiga klaster, yaitu risiko kelemahan tinggi, sedang, dan rendah, berdasarkan kemiripan data yang dianalisis. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa sebanyak 2% siswa masuk kedalam risiko kelemahan tingkat tinggi, 40% siswa masuk kedalam risiko kelemahan tingkat menengah, dan 57% siswa masuk kedalam risiko kelemahan tingkat rendah. Hasil dari sistem menunjukan bahwa sistem mampu mengelompokan siswa kedalam 3 buah cluster, berdasarkan 5 mata pelajara
Analisis Pola Pembelian di Toko Berkah Afi Menggunakan Metode Algoritma Apriori
Perkembangan teknologi informasi telah menyebabkan meningkatnya volume data transaksi penjualan pada sektor ritel, termasuk di Toko Berkah Afi, namun data yang tersedia belum dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pengambilan keputusan strategis seperti pengaturan tata letak produk, manajemen persediaan, maupun perencanaan promosi. Hal ini menimbulkan kebutuhan akan sistem yang mampu mengolah data transaksi secara tepat agar menghasilkan informasi yang relevan bagi perusahaan. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun aplikasi berbasis web untuk menganalisis pola pembelian konsumen dengan menggunakan metode Association Rule Mining melalui algoritma Apriori, yang dipilih karena mampu menemukan keterkaitan antaritem dalam dataset berskala besar. Proses analisis meliputi pembentukan itemset serta perhitungan nilai support, confidence, dan lift ratio yang menjadi dasar pembentukan aturan asosiasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem berhasil mengidentifikasi pola pembelian konsumen dengan parameter minimum support 250% dan confidence 300, sehingga diperoleh 386 aturan asosiasi. Aturan dengan nilai lift ratio lebih dari 1 mengindikasikan adanya korelasi positif yang signifikan, misalnya aturan “Jika membeli Setrika dan Spatula, maka kemungkinan besar membeli Tatakan Panci” dengan nilai confidence 313,18 dan lift ratio 1,45
PEMANFAATAN CANGKANG BIJI METE SEBAGAI KARBON AKTIF UNTUK PENURUNAN KADAR BOD, COD DAN TSS PADA LIMBAH GREY WATER DENGAN MENGGUNAKAN METODE FILTRASI
ABSTRAK: Limbah rumah tangga yang tidak diolah dengan baik dapat mencemari lingkungan, menurunkan kualitas air, dan membebani kapasitas sungai. Akibatnya, kemampuan sungai untuk menguraikan bahan organik dalam air limbah juga menurun. Limbah grey water yang dihasilkan memiliki kandungan BOD ( Biochemical Oxygen Demand ) sebesar 188 mg/L, COD (Chemical Oxygen Demand) sebesar 377.60 mg/L, dan konsentrasi TSS (Total Suspended Solid) sebesar 176,6 mg/L. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu terhadap limbah grey water agar aman ketika dibuang ke lingkungan. Pada penelitian ini pengolahan yang digunakan adalah pengolahan filtrasi dengan menggunakan media sabut kelapa, karbon aktif cangkang biji mete, dan kerikil. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan dari cangkang biji mete sebagai arang aktif dalam menurunkan BOD, COD dan TSS pada grey water menggunakan metode filtrasi. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah ketebalan, pada reaktor I susunan media sabut kelapa, karbon aktif cangkang biji mete, dan kerikil (10:10:15) dan reaktor II dengan susunan (15:15:5) cm. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengolahan limbah grey water menggunakan metode filtrasi mampu menurunkan konsentrasi BOD, COD, dan TSS dengan efisiensi penurunan pada reaktor II memiliki efisiensi penyisihan konsentrasi terbaik efisiensi penyisihan konsentrasi BOD sebesar 63%, COD sebesar 63%, dan TSS sebesar 69