Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)
Not a member yet
160 research outputs found
Sort by
KAJIAN THIDIAZURON (TDZ) DALAM INDUKSI PLB ANGGREK Phalaenopsis sp SECARA IN VITRO
Anggrek Phalaenopsis sp merupakan jenis anggrek endemik di hutan tropis Kalimantan yang mempunyai nilai eksotik yang tinggi. Indonesia adalah negara tropis yang mempunyai plasma nutfah anggrek sekitar 6000. Pengembangan anggrek ini di Indonesia masih secara tradisional sehingga belum mampu bersaing dengan negara lain Taiwan, Malaysia, Singgapur dan china. Perkembangan anggrek akan lebih pesat dengan kemajuan teknologi yaitu sistem bioreaktor sehingga mampu menghasilkan dalam sekala industri. Tujuan dari pada penelitan ini adalah ingin mengetahui peran TDZ dalam perkembangan induksi PLB. Pemberian TDZ 1 ppm meningkatkan berat basah PLB dan jumlah PLB sebesar masing-masing 34 g dan 40. Pada perlakuan kontrol (tanpa TDZ) akan membentuk sistem perakaran yaitu jumlah akar (5,5) dan panjang akar ( 16 cm).Sebaliknya, dengan pemberian TDZ justru tidak memunculkan system perakaran melainkan terjadi perkembangan PLB yang terjadi
RESPON TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum, mill), AKIBAT PEMBERIAN UREA DAN PUPUK DAUN MAMIGRO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN
Usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat dapat dilakukan melalui pemberian pupuk urea dan pupuk daun. Salah satu pupuk daun yang digunakan adalah pupuk daun mamigro. Respon tanaman akibat dari pemberian pupuk dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil, apabila dosis, jenis, waktu dan cara pemberian yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman akibat dari pemberian pupuk urea dan pupuk daun mamigro, terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok, yang terdiri dari dua faktor dan diulang tiga kali. Faktor I adalah pupuk urea (N), terdiri dari tiga level yaitu N1 (45 kg/ha), N2 (75 kg/ha) dan N3 (105 kg/ha). Faktor II adalah pupuk daun mamigro (D), terdiri dari tiga level yaitu D1 (2,5 g/l air), D2 (5 g/l air) dan D3 (7,5 g/l air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan antara pupuk urea dan pupuk daun mamigro terjadi interaksi pada umur 14, 28, 35, 42 dan 49 hari setelah tanam, terhadap parameter pengamatan mamigro tinggi tanaman, jumlah bunga pada umur 35 dan 49 hari setelah tanam, jumlah buah per tanaman dan berat buah per tanaman
RESPON TANAMAN KEDELAI (Glycine max Merr) TERHADAP JUMLAH AIR YANG DIBERIKAN
Kekurangan air merupakan masalah yang sering dijumpai pada pertanaman kedelai. Umumnya tanaman kedelai ditanam pada musim kemarau dan atau pada lahan kering beriklim kering. Tanaman kedelai produksinya sangat ditentukan oleh jumlah dan distribusi curah hujan yang tidak merata dalam musim tanam. Kemampuan tanaman untuk hidup pada kondisi kekurangan air merupakan keberhasilan suatu tanaman untuk menyesuaiakan diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jumlah air yang diberikan terhadap pertumbuhan tanaman kedelai. Penelitian dilakukan di Balai Benih Induk Palawija Malang. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok yang diulang tiga kali, dan terdiri dari tiga macam perlakuan yakni : Jumlah air yang diberikan setaraf kapasitas lapang (A1), setengah kapasitas lapang (A2), dan seperempat kapasitas lapang (A3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada variabel pertumbuhan yakni tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar dan berat kering akar. Perlakuan terbaik adalah perlakuan A1 atau jumlah air yang diberikan setaraf dengan kapasitas lapang untuk masing-masing variabel tinggi tanaman (83,50 cm), jumlah daun (19,00), luas daun (835 cm2), panjang akar (592,86 mm) dan berat kering akar (0,24 g)
EFEKTIVITAS PUPUK HAYATI CAIR DAN PEMANGKASAN DAUN TERHADAP PRODUKSI OKRA (Abelmoschus esculentus L. Moench)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan interaksi perlakuan konsentrasi pupuk hayati cair dengan umur pemangkasan daun terhadap produksi okra (Abelmoschus esculentus L. Moench). Dilaksanakan di Karangrejo, Sumbersari, Jember pada tanggal 22 Nopember 2017 sampai dengan 12 Maret 2018, disusun menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor yaitu konsentrasi pupuk hayati cair dengan umur pemangkasan daun. Hasil penelitian menunjukkan (a) jumlah buah per sampel terbanyak sebesar 63 buah pada interaksi tanpa pupuk hayati cair dan tanpa pemangkasan daun dapat meningkatkan produksi 3 % dan terhadap jumlah buah per petak terbanyak sebesar 677 buah pada interaksi pupuk hayati cair konsentrasi 80 ml/l air dengan pemangkasan daun umur 73 hst dapat meningkatkan hasil produksi 21%, dan (b) berat buah per petak terbanyak sebesar 4093,67 gram (konversi 16,37 ton/ha) pada interaksi pupuk hayati cair konsentrasi 80 ml/l air dengan pemangkasan daun umur 73 hst dapat meningkatkan produksi 51%
UJI JARAK TANAM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN INTENSITAS SERANGAN PENYAKIT PADA BEBERAPA VARIETAS JAGUNG HIBRIDA (Zea mays L.) DI KABUPATEN JEMBER
Produktivitas jagung sangat dipengaruhi oleh bahan tanam dan lingkungan tumbuh tanaman. Salah satu faktor yang menentukan optimalisasi iklim mikro untuk mendukung tumbuh kembang tanaman jagung yaitu jarak tanam. Variasi jarak tanam akan berimplikasi terhadap produktivitas dan menentukan tingkat serangan OPT tanaman jagung hibrida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam terhadap produktivitas tanaman dan intensitas serangan penyakit serta rebah. Design Penelitian menggunakan RAK faktorial dengan Varietas sebagai faktor pertama, dan Jarak tanam sebagai faktor kedua. Varietas terdiri atas 2 taraf yaitu V1 (DK771) dan V2 (DK95), sedangkan Jarak Tanam terdiri atas 5 taraf yaitu J1 (54x20cm), J2 (58x20cm), J3 (64x20cm), J4 (70x20cm), dan J5 (78x20cm). Perlakuan diulang tiga kali dan dilakukan di lima titik kecamatan di Kabupaten Jember dari Januari-Juni 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam (populasi) berpengaruh sangat nyata terhadap hasil panen untuk semua varietas yang diujikan (DK771 dan DK95), tetapi interaksi antara varietas dengan populasi tidak signifikan terhadap hasil panen. DK771 dan DK95 mencapai potensi hasil tertinggi pada populasi 78.125 - 92.593 di area tadah hujan dan menurun seiring penurunan populasi. Populasi tanaman tidak berpengaruh nyata terhadap rebah batang maupun rebah akar, begitu juga dengan busuk pelepah dan busuk tongkol tidak secara nyata dipengaruhi oleh populasi tanaman. Adanya perbedaan intensitas serangan penyakit nyata diantara varietas terkait ketahanan genetic masing-masing hibrida
PERTUMBUHAN BIBIT KOPI (Coffea sp.) HASIL SAMBUNG HIPOKOTIL SEBAGAI RESPON PEMBERIAN MACAM DAN KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH
Pertumbuhan bibit kopi hasil sambung hipokotil sebagai respon pemberian macam dan konsentrasi zat pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh Konsentrasi dan macam Zat Pengatur Tumbuh terhadap pertumbuhan bibit kopi hasil sambung hipokotil , Mengetahui pengaruh Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh terhadap pertumbuhan bibit kopi hasil sambung hipokotil, Mengetahui pengaruh macam Zat Pengatur Tumbuh pertumbuhan terhadap pertumbuhan bibit kopi hasil sambung hipokotil. Penelitian ini dilaksanakan di PTPN XII Kebun Renteng, Afdeling Rayap, pada bulan Oktober 2015 – April 2016. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor 1 : Macam Zat Pengatur Tumbuh yang terdiri atas 3 taraf yaitu: (H1) : Zat Pengatur Tumbuh Auksin, (H2) : Zat Pengatur Tumbuh Sitokinin, (H3) : Kombinasi Zat Pengatur Tumbuh auksin dan sitokinin. Faktor 2 : Macam konsentrasi terdisi 4 taraf yaitu: (K0) : Konsentrasi ZPT 0 ppm, (K1) : Konsentrasi ZPT 1 ppm, (K2) : Konsentrasi ZPT 2 ppm, (K3) : Konsentrasi ZPT 3 ppm.Parameter yang diamati meliputi: tinggi tanaman,, Jumlah daun, diameter batang, laju pertumbuhan, jumlah akar,Panjang akar, Berat Basah, Rasio pucuk akar, Kandungan Klorofil, Kekokohan bibit dan Persentase Sambungan. Hasil Pada perlakuan H1K2 (Hormon Auksin, Konsentrasi 2ppm) pada parameter tinggi tanaman terjadi interaksi dengan tinggi tanaman yaitu 15,83 dan pada parameter diameter batang H1K2 (Hormon Auksin, Konsentrasi 2ppm) juga terjadi interaksi yaitu 0,26. Pada perlakuan Konsentrasi tidak berpengaruh terhadap Hormon yang diberikan pada bibit tanaman kopi yang diaplikasikan, Bibit kopi berpengaruh dalam pemberian Hormon terhadap bibit kopi hasil sambung hipokitil dari pada tanpa diberikan hormone pertumbuha
HUBUNGAN ANTARA PERTUMBUHAN VEGETATIF DAN GENERATIF TANAMAN SEMANGKA (Citrullus vulgaris, Schard) PADA PEMUPUKAN KNO3 DENGAN LAMA PEMBEROAN TANAH
Semangka (Citrullus vulgaris, Schard) unggul non biji Varietas Quality (126) adalah buah yang banyak digemari masyarakat Indonesia karena memiliki rasa yang manis, warna daging buah merah dan banyak kandungan air serta berstruktur remah; Buah ini mengandung zat tertentu yang efektif untuk membunuh sel-sel kanker (Prajnanta, 2003). Hasil penelitian menyatakan bahwa setiap 100 gram buah Semangka mengandung nutrisi yakni 46 % bahan dapat dikonsumsi, Protein 0,5 mg., Lemak 0,2 g., Karbohidrat 6,9 g., Ca 7 mg., P 12 mg., Fe 0 mg., Vit. A 590 IU., B1 0,05 mg. dan C 6 mg. (Godam64, 2012); Ditambahkan oleh Kalie (2002) bahwa Semangka termasuk tanaman musim kering. Guna meningkatkan hasil dan mutu tanaman, maka dilakukan usaha pemupukan dengan Kalium Nitrat; juga sebelumnya dilakukan pemberaan (pengistirahatan) tanah untuk memperbaiki kesuburan fisik, kimiawi, biologi tanah dan pencegahan hama dan penyakit tanaman di periode berikutnya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pertumbuhan vegetatif dan generatif yakni pola hubungannya linier sederhana sangat nyata untuk panjang batang utama minggu ke lima dan luas daun dengan berat buah per tanaman; Kuadratik polinomial nyata untuk jumlah daun minggu ke lima dan kadar air buah panen dengan berat buah per tanaman
APLIKASI GARAM (NaCl) UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI PADI (Oryza sativa L) VARIETAS SITU BAGENDIT DI TANAH LITOSOL BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi garam terhadap produksi padi varietas Situ Bagendit. Penelitian dilaksanakan 4 bulan mulai Agustus 2017 s/d Desember 2017 menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan faktor tunggal yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu A1 (Kontrol), A2 (Urea 100%), A3 (Garam 100%), A4 (Urea 50% + Garam 50%) yang diulang sebanyak 6 kali mengacu rumus (t-1)(r-1) 15. Perlakuan A4 menjadi yang terbaik karena memberikan pengaruh sangat nyata pada parameter tinggi tanaman 30 dan 45 HST, jumlah anakan 30 dan 42 HST, jumlah malai 110 HST, berat basah per sampel, berat basah per plot, berat kering per sampel, dan berat kering per plot. Kesimpulan dari penelitian ini adalah aplikasi garam memberikan pengaruh yang sangat nyata, sehingga dapat dijadikan sebagai pupuk alternatif karena terbukti mampu meningkatkan produksi padi sebesar 5,676 ton perhektar dibandingkan rata-rata 5,5 ton perhektar produksi nasional
PENGUATAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN KERANG DI KEDUNG COWEK, KECAMATAN BULAK SURABAYA
Masyarakat nelayan di pesisir Kedung Cowek Kenjeran merupakan kelompok masyarakat tertinggal memerlukan pengembangan produksi lokal berupa olahan kerang.Kondisi sekarang sedang aktif – aktifnya meningkatkan nilai jual kerang dengan berbagai macam sistem pengolahan, mengingat banyaknya hasil kerang laut yang ditangkap nelayan dengan teknologi pengolahan hasilkerang dan pemasaran yang sangat terbatas.Tujuan peningkatan pengolahan dengan sentuhan teknologi maupun pemasaran yang bagus. Permasalahan bagaimana memberi sentuhan teknologi dalam pengolahan kerang untuk peningkatan kapasitas produksi.penelitian ini bersifat deskriptif kulitatif menggambarkan dan mengidentifikasi teknologi dalam pengolahan kerang serta identifikasi strategi pemasaran. Pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi produksi dengan teknologinya, observasi lapangan kemajuan produksi dan Interview guide sumber informasi pengolahan kerang .Teknologi yang diterapkan bersifat tradisional (alat aduk) bergeser menggunakan teknologi pengaduk adonan. Teknologi ini membuat bahan olahan kerang lebih halus dan hasilnya lebih bermutu dan mempercepat waktu pengolahan. Kelompok usaha olahan kerang bernama UKM “ BUNDA” telah menjadi koperasi berbadan hukum disebut Koperasi “Laut Barokah”. sedangkan kegiatan produksinya telah memenuhi pasar lokal Surabaya dan luar Jawa dengan strategi pemasaran online. Hasil pemasaran produk di Sentra Ikan Bulak (SIB) Jl. Bulak Cumpat No. 1 Kota Surabayatelah dilakukan secara online dengan alamat www //ukm bunda.co.id , sedangkan pinjaman pemodalannya melalui Koperasi “Laut Barokah” yang bergerak dalam unit simpan pinjam dengan bunga lunak.Kata kunci :teknologipengadukadonan, pemasaranproduk, moda
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KOPI BUBUK ARABIKA PADA BERBAGAI SKALA USAHA DI KABUPATEN SITUBONDO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) Karakteristik agroindustri kopi bubuk, (2) Nilai tambah agroindustri kopi bubuk, (3) Strategi pengembangan agroindustri kopi bubuk. Penentuan daerah digunakan purphosive method di Kabupaten Situbondo. Metode yang digunakan adalah metode diskriptif, analitis dan komparatif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan 2 agroindustri yaitu Agroindustri kopi jahe “Mana Suka” dan Agroindustri kopi bubuk “UD. Gemini Lestari”. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, nilai tambah dan (Force Field Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Karakteristik agroindustri kopi bubuk di 2 agroindustri berbeda-beda karena didasari oleh skala industrinya. (2) Hasil analisis nilai tambah di 2 agroindustri kopi bubuk adalah bernilai positif, (3) Strategi pengembangan agroindustri kopi bubuk skala IRT difokuskan pada pemberian bantuan modal, peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan kemitraan dengan pengusaha-pengusaha kopi yang lebih besar. Sedangkan Strategi pengembangan agroindustri kopi bubuk skala kecil difokuskan pada kemitraan usaha antara pelaku agroindustri dan kelompok tani serta pembentukan kelembagaan agroindustri