Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)
Not a member yet
    160 research outputs found

    MEASURING EFFECTS OF MUSIC AND HEALING ENERGY USING A SEED GERMINATION BIOASSAY [PENGUKURAN MUSIK DAN PENYEMBUHAN ENERGI MENGGUNAKAN BIOASAY PERKECAMBAHAN BENIH]

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk mengukur efek biologis dari music, suara noise, dan energy healing (tanpa efek placebo) dengan menggunakan perkecambahan benih sebagai objek indicator (biomarker). Metode yang dilakukan pada penelitian ini sebagai berikut: Lima rangkaian penelitian dilaksanakan menggunakan kecambah benih Okra dan Zuchini yang diberi perlakuan bunyi akustik, panas insulasi, perlakuan kamar gelap, dan kelembaban. Perlakuan terdiri dari control (tanpa perlakuan), suara music, pink noise, dan energy healing. Energi healing dicatat selama (15-20) menit selama 12 jam secara intensif, terhadap perlakuan benih yang tumbuhnya lebih cepat dari control. Objek indikatornya adalah jumlah benih yang berkecambah dari kelompok 25 benih yang telah dihitung dengan waktu selang periode tumbuh 12 jam – 72 jam. Suhu dan kelembaban relative dipantau  setiap 15 menit di dalam wadah kecambah. Jumlah total benih dari 14 percobaan yang diuji adalah 4600 benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suara music berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah benih yang berkecambah dibandingkan dengan control (tanpa perlakuan) pada semua perlakuan (5 percobaan) dengan tingkat kepercayaan (p,0.002) dan pada semua waktu (p,0,03), namun berbeda tidak nyata antara suara noise dan control. Energi healing juga berbeda nyata dengan control (tanpa perlakuan) (error perlakuan, p,0.002) dan terhadap waktu (p, 0.0001) yang hamper sama pengaruhnya dengan perlakuan suara music. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah bahwa vibrasi suara (music dan noise) sebagaimana biofields (bioelektromagnetik dan healing) keduanya secara langsung dapat mempengaruhi system mahluk hidup, dan bioassay perkecambahan benih telah mebuktikan kemampuan tersebut pada beragam aplikasi perlakuan energetic. Kata kunci : Musik, Noise dan energy healing, perkecambahan benih, Bioassay, Okra, Zuchin

    KARAKTER FISIOLOGIS DAN PRODUKSI PADI RATUN YANG DI APLIKASI Synechococcus sp. DAN PUPUK ORGANIK

    Get PDF
    Produksi beras dalam negeri dari tahun ke tahun terus meningkat, walaupun mempunyai kecenderungan laju pertumbuhan yang melandai. Namun pertumbuhan penduduk Indonesia melaju dengan cepat, yakni 1,49 % per tahun pada periode tahun 1990-2000. Konsumsi domestik beras Indonesia akan terus meningkat walaupun per kapitanya menunjukkan penurunan. Oleh karena itu dibutuhkan teknologi yang dapat meningkatkan produksi padi. Teknologi yang dapat menjadi pendukung budidaya padi adalah sistem ratun dengan keunggulan menurut Purwoko dan Susilowati (2012) yaitu lebih hemat pemenuhan modal faktor produksi, lebih cepat panen dan bersifat ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan budidaya padi sistem ratun yang menerapkan faktor aplikasi bakteri Synechococcus sp. dan pupuk organik. Penggunaan bakteri Synechococcus sp.bertujuan untuk menekan terjadinya kelemahan budidaya padi sistem ratun yaitu produksi yang menurun. Aplikasi pupuk organik bertujuan untuk mewujudkan produk beras organik yang sehat dan menyesuaikan dengan lahan budidaya penelitian sebagai Lahan Sawah Pertanian Organik Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan bakteri Synechococcus sp dan dosis pupuk organik 8 kg/petak mampu meningkatkan variabel-variabel karakteristik fisiologis dan produksi padi ratun

    STUDY BEBERAPA ZAT PENGATUR TUMBUH DENGAN SELANG WAKTU PEMBERIAN AIR TERHADAP PEMBUNGAAN DAN PEMBUAHAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L)

    Get PDF
    Jarak pagar (Jatropha curcas L) merupakan tanaman yang berpotensi sebagai sumber bahan bakar dan minyak nabati. Di Indonesia, minyak jarak dijadikan sebagai sumber energi bahan bakar alternatif pengganti solar.Usaha memacu pembungaan jarak pagar dapat dilakukan dengan pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) dan pemberian air dengan selang waktu yang berbeda. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok yangterdiri dari 2 faktor yang disusun secara faktorial dan diulang tiga kali. Faktor pertama adlaah jenis zat pengatur tumbuh dan faktor kedua adalah selang waktu pemberian air. Hasilnya menunjukkan bahwa pemberian zat pengatur tumbuh KNO3 menghasilkan buah jarak pagar / dompol tinggi dan selang waktu pemberian air tidak memberikan pengaruh yang nyata

    PENINGKATAN KUALITAS PRODUK TERASI PADA USAHA KELOMPOK POKLAHSAR DI KECAMATAN PUGER UNTUK MENDORONG PENGEMBANGAN PEMASARANNYA

    Get PDF
    Terasi Puger dikenal sebagai produk yang sangat lezat dan populer, tetapi pemasaran produk ini masih terbatas di pasar tradisional saja dan kurang mampu menembus pasar modern (Super market). Hal ini terjadi karena kurang standar desain kemasan, menghemat daya tahan dan bau yang kuat yang membuat Terasi Puger tidak dapat ditampilkan dan dijual di pasar modern. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui desain yang paling sesuai dan kinerja produk Terasi Puger untuk pengembangan pemasaran, sehingga perlu pendekatan model Fungsi Deployment Kualitas. Analisis data menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan teknik Quality Function Deployment (QFD). Hasil penelitian ini menunjukkan kriteria kebijakan yang diyakini sebagai yang paling penting adalah peningkatan pendapatan dari 0,731 nilai bobot dan strategi pemasaran yang lebih luas sebagai alternatif kebijakan yang mempengaruhi sebagian besar untuk 0518 nilai bobot. Untuk kebutuhan konsumen dari produk terasi srimp kelompok Poklahsar yang perlu perbaikan adalah Aroma, ukuran, kemasan, komposisi, tanggal kadaluarsa, Kesiapan (Maturity), Kesehatan Label (P.IRT) dan Ease Acquire. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut; kriteria kebijakan yang paling cocok dari Analytical Hierarchy Process (AHP) adalah peningkatan pendapatan, yang paling cocok strategi kebijakan alternatif strategi pemasaran untuk pasar asrama, desain yang paling sesuai adalah dengan meningkatkan berat badan dengan 4,5 gram, sebuah kemasan kompak dan label kemasan dengan tanggal kadaluarsa dan label kesehatan (P.IRT), dan pertunjukan yang paling cocok yang baik terasa udang, baik aroma (tidak tajam), bahan warna natural, harga sesuai dengan kualitas yang ditawarkan, bahan-bahan yang tercantum dalam paket, dan mudah dalam memperoleh produk dan memperluas distribusi ke pasar yang lebih luas

    PENINGKATAN PERAN STRATEGIS KELOMPOK WANITA TANI MELALUI P3HPT [ ENHANCING THE ROLE OF WOMEN FARMERS GROUP STRATEGIC THROUGH THE MHRPWF ]

    Get PDF
    Mengajak petani untuk menerapkan teknologi anjuran bukanlah hal yang mudah, pasifnya kelompok wanita tani dalam mengakses teknologi, keterbatasan tenaga penyuluh, belum adanya lembaga (baik kelompok maupun forum) yang membina ataupun mendampingi pengelolaan tanaman padi hibrida menginspirasi kegiatan pendampingan kelompok wanita tani ini.  Target luaran yang akan dihasilkan adalah metode dan manajemen yang membantu terciptanya, kemandirian, perubahan sikap, dan perilaku Kelompok Wanita Tani yang berwawasan lingkungan dalam memanfaatkan dan meningkatkan sumberdaya pertanian sehingga tercipta peningkatan produksi dan pengelolaan tanaman padi hibrida yang menerapkan prinsip keseimbangan ekologi. Metode yang digunakan dalam program ini adalah penyuluhan dan pendampingan dengan menerapkan sistem Sekolah Lapang (SL) yang terintegrasi dalam Program Pengelolaan Padi Hibrida bagi Perempuan Tani (P3HPT).  Dalam pelaksanaan program P3HPT kelompok wanita tani mitra dijadikan sebagai subyek yang bermakna ikut serta sejak perencanaan hingga pelaksanaan program P3HPT.  Capaian dalam pengabdian ini adalah 1) Terbentuknya struktur organisasi forum kelompok wanita tani Al Islam Jaya, 2) keaktifan mitra dalam kegiatan ini sejak perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi; 3) penanaman padi hibrida yang terkoordinir baik waktu maupun metode budidaya, 4) perbaikan pertumbuhan tanaman pada usia yang sama dengan indikator : proses perkecambahan lebih cepat, benih berkecambah 100% karena ada seleksi benih, populasi tanaman lebih padat karena menggunakan sistem tanam jajar legowo 2 x 1,  tanaman lebih tinggi, dan jumlah anakan lebih banyak. Kata-kata kunci : Wanita Tani, Teknologi, Pendampingan

    PEMASARAN GARAM RAKYAT DI DESA PANGARENGAN KECAMATAN PANGARENGAN KABUPATEN SAMPANG

    Get PDF
    Secara geografis Desa Pangarengan berada di daerah pesisir pantai. Hal itu membuat Desa Pangarengan berpotensi untuk menjadi daerah penghasil garam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bentuk saluran pemasaran garam rakyat (2) Struktur pasar garam rakyat (3) Perilaku pasar garam rakyat dan (4) Keragaan pasar garam rakyat di Desa Pangarengan Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Metode pengambilan contoh menggunakan Multistage Sampling, dan Snow Ball Sampling. Data penelitian yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, analisis konsentrasi rasio, analisis integrasi pasar dan analisis marjin pemasaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Saluran pemasaran garam rakyat di Desa Pangarengan terdiri dari dua bentuk saluran pemasaran yaitu saluran pemasaran yang melalui tengkulak dan saluran pemasaran yang melalui pabrik pengolah garam (PT. Jaya Makmur Utama) di Desa Pangarengan; (2) Struktur pasar garam rakyat di Desa Pangarengan mengarah pada pasar persaingan tidak sempurna; (3) Tidak terjadi keterpaduan pasar secara vertikal antar lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran garam rakyat di Desa Pangarengan; (4) Distribusi marjin pemasaran dan share keuntungan yang paling besar dalam sistem pemasaran garam rakyat di Desa Pangarengan terletak di lembaga pemasaran pabrik

    PERANAN BERBAGAI KOMPOSISI MEDIA TANAM ORGANIK TERHADAP TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) DI POLYBAG

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan, Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur, Surabaya, mulai Maret 2016 hingga Juli 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai bahan organik dalam membuat komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Bahan oragnik yang digunakan yaitu kompos, jerami, daun jagung dan kertas Data penelitian dianalisis dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 kali ulangan, dan perlakuan sebanyak 5 jenis, yaitu : K0 = Tanah, K1= Tanah: Kompos (2:1); K2 = Tanah : Kompos : Jerami (2:1:1); K3 = Tanah : Kompos: Daun Jagung (2:1:1); K4 = Tanah : Kompos : Kertas( 2 : 1 : 1 ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam terbaik pada K4 yaitu Tanah: Kompos: Kertas (2:1:1). Tanaman sawi dengan media tanam komposisi K4, mampu meningkatkan jumlah daun sebesar 25 %, panjang tanaman sebesar 18.23.5 % dan bobot basah tanaman sawi sebesear 40.31 %, panjang akar 26.63% dan jumlah akar 17.32% dibandingkan dengan menggunakan media tanam tanah (K0

    RETRACTED: SUMBANGAN ILMU ETNOBOTANI DALAM MEMFASILITASI HUBUNGAN MANUSIA DENGAN TUMBUHAN DAN LINGKUNGANNYA [ CONTRIBUTIONS IN SCIENCE ETHNOBOTANY FACILITATE HUMAN RELATIONS WITH PLANTS AND ENVIRONMENT ]

    No full text
    This article has been retracted at the request of the Editor-in-Chief and Publisher. Please see the withdrawal policy.Reason: This article identical to the previously published article:“Sumbangan Ilmu Etnobotani dalam Memfasilitasi Hubungan Manusia dengan Tumbuhan dan Lingkungannya”, Jurnal Biologi Indonesia, Vol 7, No 2 (2011) 375-391 authored by Eko Baroto Walujo

    EFEK SUPLAI NITROGEN TERHADAP KADAR GULA NIRA TEBU VARIETAS BULULAWANG [EFFECT OF NITROGEN SUPPLY ON SUGAR CONTENT OF SUGAR CANE VARIETY BULULAWANG]

    Get PDF
    Impor gula terus dilakukan setiap tahun oleh Pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang mencapai angka 3,5 juta ton/tahun, sedangkan produksi gula nasional hanya sekitar 1,5 juta ton. Penyebab dari masalah ini antara lain adalah rendahnya produktivitas lahan dan rendemen gula rata -rata nasional yaitu di bawah angka 6% (Ditjed Industri Agro dan Kimia, 2009). Untuk memenuhi kebutuhan gula  nasional, pemerintah menargetkan menaikkan rendemen tebu rakyat menjadi 8,4% di tahun 2014 dan menaikkan produksi gula  konsumsi menjadi 3,57 juta ton tahun 2014.  Salahsatu penyebab rendahnya rendemen/kadar gula adalah pemenuhan nutrisi tanaman  yang  tidak  akurat, terutama  pemenuhan unsur N.  Secara  fisiologis, tanaman tebu membutuhkan suplai N dalam jumlah yang tepat untuk dapat menghasilkan rendemen tinggi. Sampai hari ini cara pemupukan tebu masih menggunakan paket dosis anjuran yang dikeluarkan oleh pabrik gula (PG). Cara ini tidak memperhitungkan N yang terkandung di dalam tanah, padahal tanah mengandung N yang sangat bervariasi. Tanah di daerah Semboro, sebagai contoh, mengandung N mulai dari 217 sampai 532 kg/ha. Penelitian berupa percobaan lapang yang  menggunakan varietas Bululawang yang memiliki potensi rendemen 15% dan varietas ini mendominasi areal tebu di Jawa Timur.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RCBD) dengan 6 taraf suplai N yang masing-masing diulang 4 kali. Taraf suplai N yang diperlakukan adalah:   231; 252; 273; 294; 315; dan 336 kg N/ha. Pengertian suplai adalah pemenuhan kebutuhan nitrogen yang bersumber dari N tanah dan N pupuk, sehingga untuk menetapkan besar suplai, N tanah dianalisis terlebih dulu dan kekurangannya ditambahkan dalam bentu pupuk. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan angka kebutuhan nitrogen tanaman tebu bahan baku industri gula berkadar gula tinggi. Berdasarkan data yang dihasilkan maka dapat disimpulkan bahwa, untuk mencapai kadar gula tinggi tanaman tebu membutuhkan nitrogen sebanyak 315 kg/ha. Kata kunci: suplai Nitrogen, kebutuhan Nitrogen, kadar gula, bululawang

    STUDI KARAKTERISTIK AGRONOMI BEBERAPA VARIETAS TEBU (SaccharumofficinarumL.) HASIL KULTUR JARINGAN PADA BERBAGAI JARAK TANAM

    Get PDF
    Swasembada gula 2014 dapat dicapai jika terdapat peningkatan potensi bobot dan rendemen tebu di lahan.Potensi tebu optimal jika berasal dari sumber benih yang optimal. Sumber benih yang optimal dapat diperolaeh dari teknik kultur jaringan. Benih hasil kultur jaringan terbebas dari hama penyakit. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh varietas dan jarak tanam terhadap karakteristik agronomi tebu hasil kultur jaringan. Penelitian disusun menurut percobaan berfaktor 4x3 dengan tiga ulangan menggunakan rancangan Split Plot Design (Rancangan Petak Terbagi).Dua faktor perlakuan yang diuji yaitu jarak tanam (P) dan varietas (V) tebu.Hasil penelitian menunjukkan jarak tanam optimal untuk tanam tebu yaitu (100 x 50) cm. Varietas yang berpotensi untuk menghasilkan rendemen optimum adalah PS 881. Varietas yang berpotensi memberikan tonase optimum yaitu PS 862.Kata kunci :  Benih, kultur jaringan, varietas, mata tunas

    153

    full texts

    160

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇