Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)
Not a member yet
    160 research outputs found

    ANALISIS EKONOMI PAKAN TERNAK TERFERMENTASI BERBASIS LIMBAH AGROINDUSTRI PISANG DI KABUPATEN LUMAJANG

    Get PDF
    Pakan ternak terfermentasi merupakan produk bernilai ekonomi yang bisa dihasilkan dari salah satu limbah agroindustri pisang, yaitu kulit pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pendapatan dan efisiensi usaha pada agroindustri pakan ternak terfermentasi dari kulit pisang; dan (2) nilai tambah pada pemanfaatan kulit pisang menjadi pakan ternak terfermentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode deskriptif dan analitik. Pengambilan data pada penelitian ini bersumber dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agroindustri pakan ternak terfermentasi menguntungkan dan efisien untuk diusahakan berdasarkan analisis pendapatan dan nilai R/C ratio, yaitu pendapatan agroindustri pakan ternak terfermentasi untuk produksi setiap hari sejumlah Rp 567.179,00 dengan nilai R/C ratio 1,54.  Agroindustri pakan ternak terfermentasi memberikan nilai tambah positif untuk setiap kilogram bahan baku yang digunakan, yaitu sebesar Rp 393,48 atau 62,98% dari nilai produk

    OPTIMIZATION OF PRODUCTION TECHNOLOGY TRUE SHALLOT SEED (BIOLOGICAL SEEDS) ONION(Allium ascalonicum L)

    Get PDF
    Penggunaan True Shallot Seed (TSS) untuk produksi umbi bawang merah belum banyak dilakukan di Indonesia. Ketersediaan TSS sebagai benih bawang merah yang sehat dan berdayahasil tinggi masih sangat terbatas karena belum banyak yang memproduksi TSS. Masalah utama dalamp roduksi TSS di Indonesia adalah kemampuan berbunga dan menghasilkan biji varietas-varietas bawang merah masih rendah, terutama di dataran rendah. Tujuan jangka pendek: ditemukan teknik pembungaan dan pembentukan biji bawang merah untuk memproduksi TSS. Tujuan jangka panjang: tersedia teknologi budidaya bawang merah menggunakan biji (TSS) sebagai bahan tanam. Target yang akan dicapai adalah diperoleh paket teknologi produksi True Shallot Seed (biji biologi) yang efektif dan efesien pada bawang merah, sehingga memudahkan masyarakat untuk memproduksi TSS secara masal. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember pada bulan Maret sampai Juni 2017. Rancangan yang digunakan adalah Split plot yang disusun secara Faktorial, dengan 3 ulangan, faktor utama penggunaan konsentrasi ZPT dengan 3 level pemberian, Z1 = GA3 konsentrasi 50 ppm, Z2 = GA3 konsentrasi 100 ppm, Z3 = GA3 konsentrasi 150 ppm dan anak petak adalah vernalisasi, terdiri dari 4 level, V0: tanpa vernalisasi, V1: vernalisasi 2 minggu, V2: vernalisasi 4 minggu, dan V3: vernalisasi 6 minggu, sebagai faktor ke dua. Karakter agronomis yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, diameter umbi, dan berat umbi.  Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pengaruh faktor utama yaitu: pemberian GA3 dengan berbagai konsentrasi belum menunjukkan pengaruh nyata terhadap semua karakteristik morfologi tanaman bawang merah. Sedangkan pengaruh anak petak yaitu waktu vernalisasi bibit, menunjukkan pengaruh yang nyata, disemua karakteristik morfologi tanaman bawang merah yang diamati. Hasil uji lanjut dengan LSD 0,05, menunjukkan perlakuan pendinginan pada bibit bawang merah berbeda nyata dengan kontrol, pada semua karakteristik morfologi tanaman bawang merah yang diamati, sedangkan antar perlakuan pendinginan (V1, V2, dan V3), tidak menunjukkan perbedaan yang nyata pada semua karakter yang diamati. Pengaruh interaksi antara konsentrasi ZPT dengan Pendinginan bibit, belum menunjukkan pengaruh yang nyata pada semua karakteristik morfologi tanaman bawang merah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, diameter umbi, dan berat umbi

    PROSES PEMBUNGAAN MANGGA (Mangifera indica L.) KULTIVAR GADUNG BERLANDASKAN PADA PENANGGULANGAN SELF-INKOMPATIBEL SPOROFITIK

    Get PDF
    Self-incompatibel  sporofitik  merupakan  gangguan  persarian  pada  proses pembungaan  tanaman  mangga  (Mangifera  indica)  kultivar  Gadung.  Penanggulangan terhadap gangguan persarian tersebut salah satunya dapat dilakukan dengan menggunakan bahan kimia sebagai penyubur pollen yang mempunyai efek terhadap reseptivitas stigma. Penelitian ini dimaksudkan untuk meningkatkan peranan penyubur pollen pada beberapa kultivar  mangga  sehingga  mampu  meningkatkan  pembentukan  buah  mangga  Gadung sampai dengan hasil panen. Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu: (1) studi morfologi dan tanggapan pollen terhadap zat penyubur pollen, dan (2) keefektifan zat penyubur pollen terhadap pembungaan sehingga terbentuk buah mangga kultivar Gadung. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  (1)  zat  penyubur  pollen  dan  pollen  dari  kultivar tertentu mempengaruhi pembentukan buah mangga Gdung, (2) Pollen dari kultivar Durih yang dikecambahkan dalam penyubur 400 g/g GA3  dan disemprotkan pada pembungaan mangga Gadung menyebabkan pembentukan buah yang lebih tinggi daripada interaksi perlakuan yang lain. Peningkatan pembentukan buah yang lebih tinggi pada perlakuan ini hampir mencapai 50% jika dibandingkan dengan kontrol, tetapi peningkatan pembentukan buah sejumlah tersebut tidak mampu bertahan selama perkembangan buah sampai dengan buah dipanen, dan (3) morfologi pollen antar kultivar mangga, yaitu Gadung, Durih, Manalagi,  dan  Golek,  tidak  saling  memberikan  pengaruh,  berbentuk  segitiga  sama  sisi dengan ukuran panjang (24,0 – 28,0) mikron, tetapi polen masing-masing kultivar mempunyai tanggapan yang berbeda terhadap macam zat penyubur pollen. Kata kunci: Pembungaan mangga, penyubur polen, self-incompatibel sporofitik

    RESPONS TANAMAN TOMAT TERHADAP PEMBERIAN PUPUK BOKASHI DAN PENGATURAN JARAK TANAM RESPONSE OF TOMATO PLANTS TO THE BOKASHI FERTILIZER APPLICATION AND PLANT SPACING

    Get PDF
    Penelitian   respons tanaman tomat terhadap pemberian pupuk bokashi dan pengaturan jarak tanam. dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember, + 89 m (mdpl),  20 Mei2014 sampai 15 Agustus 2014. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan pupuk bokashi B0 = 0 ton/ha, B1 = 5 ton/ha, B2 = 10 ton/ha, dan B3 = 15 ton/ha. Perlakuan jarak tanam J1 = 70 cm x 30 cm, J2 = 70 cm x 40 cm, dan J3 = 70 cm x 50 cm. , diulang tiga kali. Hasil penelitian pupuk bokashi berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur (35, 42, 49, dan 56) hst, jumlah daun umur (35, 42, 49, dan56) hst, diameter batang umur (35 dan 42) hst, umur berbunga, berat buah per tanaman, berat buah per plot, jumlah buah per tanaman, jumlah buah per plot, diameter buah, berat basah brangkasan, dan berat kering brangkasan, namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur (7, 14, 21, dan 28) hst, jumlah daun umur (7, 14, 21, dan 28) hst, dan diameter batang umur (7, 14, 21, 28, 49,dan 56) hst. Perlakuan jarak tanam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur (35, 42, 49, dan 56) hst, jumlah daun umur (35, 42, 49, dan 56) hst, diameter batang umur (35 dan42) hst, umur berbunga, berat buah per tanaman, berat buah per plot, jumlah buah per tanaman, jumlah buah per plot, diameter buah, berat basah brangkasan, dan berat kering brangkasan, namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur (7, 14, 21, dan 28) hst, jumlah daun umur (7, 14, 21, dan 28) hst, dan diameter batang umur (7, 14, 21,28, 49, dan 56) hst. Interaksi antara pupuk bokashi dan jarak tanam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanamanumur (49 dan 56) hst, jumlah daun umur (42, 49, dan 56) hst, umur berbunga, berat buah per tanaman, berat buah per plot, jumlah buah per tanaman, jumlah buah per plot, diameter buah, berat basah brangkasan, dan berat kering brangkasan. Berpengaruh nyata terhadap diameter batang umur (35 dan 42) hst, namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur (7, 14, 21, 28, 35, dan 42) hst, jumlah daun umur (7, 14, 21, 28, dan 35) hst, dan diameter batang umur (7, 14, 21, 28, 49, dan 56) hst. Kata kunci : pupuk bokashi, jarak tanam, dan tanaman tomat

    PENGEMBANGAN MODEL PENINGKATAN DAYA SAING GULA MERAH UNTUK MEMPERKUAT EKONOMI MASYARAKAT PEDESAAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model peningkatan daya saing gula merah sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat  pedesaan. Untuk mencapai tujuan penelitian digunakan metode PRA, FGD, RRA,  indept interview dan survei. Sampel  ditentukan melalui stratified random sampling sebanyak 150 orang. Teknik analisis data secara kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif menggunakan DRCR dan PCR. Analisis kualitatif adalah fenomenologis dan pola kecenderungan yang dilakukan sepanjang rentang waktu penelitian. Penelitian dilakukan di dua kecamatan penghasil gula merah di Kabupaten Jember sejak bulan Pebruari 2016 sampai Juni 2016. Hasil penelitian pada agroindustri rumah tangga gula merah di Kabupaten Jember menunjukkan: (1) Keuntungan per 25 pohon/bulan sistem kemitraan Rp 1.014.575, sistem non mitra  sebesar  Rp 301.408 (skala kecil), Rp 668.113 (menengah) dan Rp 691.369 (besar); (2) pendapatan usaha gula merah/bulan sistem kemitraan Rp 4.426.688,  sistem non mitra sebesar Rp 2.545.469 (skala kecil), Rp 3.467.260 (menengah) dan Rp 4.355.938 (besar),  dengan kontribusi terhadap pendapatan total keluarga  sebesar 94,36% pada sistem kemitraan, dan non mitra  85,83% (skala kecil), 90,52% (menengah) dan 93,36% (besar); (3) Daya saing kompetitif termasuk dalam kategori rendah (nilai PCR mitra=  0,84; non mitra skala menengah =0,92;  besar = 0,90) bahkan skala kecil non mitra masuk dalam kategori sangat rendah (PCR =1,031); (4) Daya saing komparatif baik sistem kemitraan maupun non mitra termasuk dalam kategori sedang  (nilai DRCR mitra = 0,65; non mitra skala kecil= 0,72; menengah= 0,70; besar= 0,67)

    STRATEGI PENGUATAN KELEMBAGAAN EKONOMI AGRIBISNIS KOPI SECARA INTEGRATIF DI KECAMATAN SUMBER WRINGIN KABUPATEN BONDOWOSO

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi penguatan kelembagaan ekonomi agribisnis kopi  secara integratif. Penentuan daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive method) . Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan analitik. Metode pengambilan contoh dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Penelitian ini dianalisis menggunakan alat analisis medan kekuatan (Force Field Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategipenguatan kelembagaan ekonomi agribisnis kopi secara integrative adalah dengan perumusan model strategi penguatan kelembagaan ekonomi pada agribisnis kopi berupa sinergitas pola komunikasi antar kelembagaan ekonomi dan stakeholder yang terlibat dalam agribisnis kopi di Kecamatan Sumber Wringin

    PENGARUH LUMPUR SAWIT DAN NPK SINTETIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi perlakuan lumpur sawit (LS) dan NPK yang  memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung terbaik.Penelitian dilaksanakan dari bulan September 2015 sampai dengan Januari 2016 di Desa Rimbo Kedui, Kecamatan Seluma Selatan, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, dengan jenis tanah Ultisol dan ketinggian tempat 25 m dpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan tujuh perlakuan yaitu tanpa pemberian LS dan NPK mutiara, pemberian NPK mutiara dengan dosis 300 kg ha-1, pemberian kompos LS 30 ton ha-1, pemberian 225 kg NPK mutiara ha-1 + 10 ton ha-1LS, pemberian 150 kg NPK mutiara ha-1+ 20 ton ha-1LS, pemberian 75 kg NPK mutiara ha-1 + 30 ton ha-1LS, dan pemberian 30 ton ha-1LS tanpa pengomposan. Setiap perlakuan diulang empat kali. Ukuran petakan 2,8 m x 3,2 m dengan jarak tanam 70 cm x 30 cm, sehingga diperoleh 32 tanaman perpetak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi yang memberikan respon terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman jagung adalah perlakuan 150 kg NPK mutiaraha-1+ 20 ton ha-1LS, yang berpengaruh terhadap peubah tinggi tanaman, bobot biomassa bagian atas kering, bobot 100 biji, dan bobot pipilan kering. Bobot pipilan tertinggi dicapai sebesar 5,14 kg per petak yang setara dengan 6.813 ton ha-1. Perlakuan yang diberikan tidak berpengaruh terhadap diameter batang, jumlah daun, bobot biomassa bawah segar dan kering, bobot biomassa atas basah, dan diameter tongkol

    EFEKTIVITAS PEMBERIAN GIBERELIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TOMAT

    Get PDF
    Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui efektivitas giberellin terhadap pertumbuhan dan produksi tomat yang dilakukan di Agrotechnopark, Universitas Jember pada 6 Maret s.d. 10 Juni 2014. Percobaan disusun dengan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas dua faktor, yaitu: konsentrasi hormon giberellin (0, 50, 75, 100 ppm) dan perlakuan kedua adalah frekuensi aplikasi giberelin (penyemprotan setiap 7 hari sekali, 14, dan 21 hari sekali). Perlakuan tersebut disusun dalam Rancangan Faktorial dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi hormon mempengaruhi secara nyata terhadap pertumbuhan tanaman tomat; frekuensi aplikasinya berpengaruh secara nyata terhadap jumlah cabang produktif, jumlah dan berat buah tomat. Tidak terdapat interaksi antara konsentrasi giberellin dan aplikasinya pada semua paramter; namun, konsentrasi yang terbaik adalah 100 ppm dan frekuensi aplikasinya 21 hari sekali

    RESPONS KEDELAI TERHADAP PEMBUANGAN DAUN TEBU DAN PENYIANGAN GULMA PADA SISTEM TUMPANGSARI TEBU- KEDELAI DI LAHAN TEBU [RESPONSE OF SOYBEAN TO REMOVAL OF SUGER CANE LEAVES AND WEEDING IN SUGER CANE-SOYBEAN ITERCROPPING SYSTEM IN SUGAR CANE AREA]

    Get PDF
    Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembuangan daun tebu dan frekuensi penyiangan terhadap pertumbuhan dan  hasil tanaman   kedelai pada sistem budidaya tumpang sari  tebu dan kedelai  telah dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember, dengan ketinggian tempat89 m dpl, pada tanggal 11 Februari 2014 sampai dengan tanggal 27 Mei 2014. Penelitian menggunakan RancanganAcak Kelompok dengan perlakuan penyiangan tanaman 2 minggu setelah tanam kedelai, penyiangan tanaman 2 dan4 minggu setelah tanam kedelai, dan penyiangan tanaman  2, 4, dan 6 minggu setelah tanam kedelai. Pengklentekan daun tebu 3  minggu setelah tanam kedelai, pengklentekan daun tebu 3  dan 6  minggu setelah tanam kedelai, pengklentekan daun tebu 3, 6, dan 9 minggu setelah tanam kedelai, serta pengklentekan daun tebu 3, 6, 9, dan 12 minggu setelah tanam kedelai. Kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali pada jarak tanam yang berbeda yaitu:10 cm x 20 cm, 20 cm x 20 cm, dan 30 cm x 20 cm. Perlakuan pengklentekan daun tebu tidak menunjukkanpengaruh yang  nyata pada semua parameter yang diamati, begitu juga dengan perlakuan penyiangan.  Namun pada ulangan jarak tanam menunjukkan pengaruh yang nyata pada tinggi tanaman dan umur berbung kedelai, berbeda sangat nyata pada jumlah cabang, jumlah buku subur, jumlah biji pertanaman, dan berat biji per tanaman, tetapi tidak berpengaruh nyata pada umur panen dan berat 100 biji tanaman kedelai. Kata kunci : Tumpangsari, tebu, kedela

    PERANAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN SEKTOR PERKEBUNAN TERHADAP PEMBANGUNAN WILAYAH KABUPATEN MALINAU

    Get PDF
    Kabupaten Malinau memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan komoditas sektor perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan wilayah basis komoditas perkebunan, mengetahui kontribusi perkebunan terhadap PDRB Kabupaten Malinau, mengetahui trend perkembangan komoditas perkebunan, serta menyusun alternatif strategi pengembangan sektor perkebunan. Alat analisis data meliputi analisis Location Quotient, analisis kontribusi, analisis Trend, dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah basis luas lahan kakao terdapat di empat kecamatan, karet basis di empat kecamatan, kelapa basis di enam kecamatan, kopi basis di tujuh kecamatan, lada basis di tiga kecamatan, sawit basis di tiga kecamatan, dan teh basis di tiga kecamatan. Wilayah basis produksi kakao terdapat di empat kecamatan, kelapa basis di enam kecamatan, kopi basis di lima kecamatan, lada basis di tiga kecamatan. Sektor perkebunan memiliki kontribusi yang rendah terhadap PDRB Kabupaten Malinau. Trend luas lahan komoditas kopi, kakao, karet, sawit, dan teh meningkat, komoditas kelapa dan lada menurun. Trend produksi komoditas kopi dan kakao meningkat, komoditas kelapa dan lada menurun. Strategi yang direkomendasikan adalah memanfaatkan kekuatan yang ada untuk meraih peluang yang ada

    153

    full texts

    160

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇