VISUALITA
Not a member yet
138 research outputs found
Sort by
REPRESENTASI PEREMPUAN MUSLIM KONTEMPORER: IDENTITAS PEREMPUAN MUSLIM PADA IKLAN WARDAH
Periklanan adalah fenomena bisnis modern. Tidak ada perusahaan yang ingin maju dan memenangkan kompetisi bisnis tanpa mengandalkan iklan. Demikian pentingnya peran iklan dalam bisnis modern sehingga salah satu parameter bonafiditas perusahaan terletak pada berapa dana yang dialokasikan untuk iklan tersebut. Semakin beragamnya iklan yang muncul di televisi, menuntut pihak produsen dan biro iklan untuk memproduksi iklan yang kreatif dan menarik perhatian. Banyak iklan yang dibuat dengan menggunakan simbol perempuan sebagai daya tarik, dimana perempuan senantiasa diidentikkan dengan sisi, kecantikan, kelembutan dan keangguan. Dalam iklan, perempuan yang cantik, selain dikarenakan oleh kecantikan wajahnya, juga diidentikkan dengan kulit yang putih, mulus, serta bentuk tubuh yang lekukannya menunjukkan kemontokkan organ-organ tertentu (terutama dada dan pinggul) yang sempurna, bibir yang sensual, serta deskripsi lainnya, yang secara prinsip terkait dengan semua organ tubuh perempuan, mulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. Namun bagaimanakah dengan perempuan muslim yang ditampilkan dalam sebuah iklan produk kecantikan? Apakah perempuan ditampilkan seutuhnya dengan kode-kode etik yang islami? Berdasarkan permasalahan diatas, maka penelitian ini difokuskan pada image perempuan muslim dalam sebuah iklan. Perempuan muslim disini adalah yang memakai atribut yang menutup aurat. Objek penelitian yang digunakan adalah Iklan Komestik Wardah. Secara spesifik, penelitian ini menggambarkan tentang bagaimana identitas perempuan muslim sebagai model pembawa pesan, digambarkan dalam sebuah iklan kosmetik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengangkat fakta, keadaan, variabel dan fenomena-fenomena yang terjadi ketika penelitian berlangsung dan menyajikan apa adanya. Dalam penelitian ini akan memberikan penjelasan terhadap tanda-tanda representasi perempuan muslim dalam iklan kosmetik yang menggambarkan identitas perempuan muslim kontemporer
KAJIAN MULTIMODAL TEKS TUBUH PEREMPUAN DALAM FILM DOKUMENTER NONA NYONYA? KARYA LUCKY KUSWANDI
Tulisan ini bertujuan menguraikan “isi†dan “bagaimana†teks film Nona Nyonya? mengenai tubuh perempuan Indonesia disampaikan melalui visualisasi film. Film Nona Nyonya? yang menghadirkan wacana mengenai kesehatan reproduksi versus penilaian moral dalam pemeriksaan papsmear di Indonesia sesungguhnya adalah film dokumenter yang tidak netral: karena tidak dapat terhindarkan dari kemungkinan menggunakan interpretasi kreatif dan ideologi si pembuat film. Melalui metode penelitian analisis wacana dengan pendekatan teori semiotika sosial, tulisan ini memfokuskan diri pada analisis multimodal teks yang terdapat dalam film yang berkaitan dengan representasi tubuh perempuan Indonesia. Hasil tulisan mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan pada bagaimana seseorang, kelompok, gagasan dan pendapat tertentu ditampilkan dalam film Nona Nyonya? Kelompok yang marginal (perempuan, aktivis perempuan) cenderung digambarkan memiliki hubungan yang setara dan intim dengan penonton, sementara kelompok yang dominan (dokter, perawat, dan bidan) cenderung digambarkan superior dan tidak dapat menyatakan pendapat
KAJIAN ANALISIS IDENTIFIKASI IKLAN LUAR RUANG WALL PAINTING
Iklan luar ruang merupakan alat komunikasi komersial konvensional yang digunakan oleh kebanyakan produsen untuk memberikan informasi dan menancapkan identitas produk pada benak konsumennya. Media yang digunakan umumnya menggunakan papan reklame atau billboard, neon sign, neon box, spanduk, baligo, poster, pamplet dan media luar ruang lainnya. Kepadatan iklan dalam sebuah kota senantiasa dipantau oleh dinas pendapatan dan pertamanan daerah karena dalam penempatannya harus sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Perkembangan iklan luar ruang semakin marak dengan hadirnya iklan wall painting yang terletak pada beberapa bangunan kota yang memiliki dinding yang kosong yang dapat dimanfaatkan sebagai objek media iklan. Ruang tersebut umumnya dibiarkan kosong dan hanya berisi warna plain dengan adanya kreativitas pekerja media dinding tersebut dijadikan media iklan. Meski ukurannya besar dan dapat digolongkan sebagai media luar ruang sejenis billboard namun dalam visualisasinya memiliki perbedaan. Visualisasi pada wall painting memiliki keterbatasan karena faktor teknis dan tingkat keterlihatan objek. Penelitian ini lebih melihat mengenai analisa deskripsi iklan wall painting yang terdapat pada ruang publik kota. Fokus analisa terhadap identifikasi pada visualisasi iklan wall painting yang di dominasi oleh produk dari operator telekomunikasi. Diantaranya; Telkomsel, XL, Indosat dan Axis. Karakter visual yang berbeda yang lebih sederhana dan hanya mengutamakan merek menunjukkan identifikasi visual yang jelas pada iklan tersebut.Kata Kunci: Billboard, Media, Wall painting
RELASI ENVIROMENTAL TYPOGRAPHY, PUBLIC SPACE DAN GAYA HIDUP
Ruang umum (public space) di perkotaan merupakan sebuah ruang yang dapat digunakan sebagai aktifitas oleh masyarakat umum, ruang public dapat berupa taman (park), kebun (garden), jalur hijau (greenways), pedestrian, jalan, trotoar, lapangan olah raga, plaza, dan semua ruang yang berada di luar bangunan. Ruang publik pada dasaranya dapt dibuat dengan terencana dan disadari dan didesain untuk kebutuhan masyarakat dan tidak terlepas dari dukungan pemerintah dalam upaya penyediaan fasilitas publik dalam sudut pandang tata kelola wilayah. Ruang publik perkotaan merupakan bagian dari produk arsitektur kota. Aktifitas padaruang publik menjadi bagian dari perkembangan dalam proses penciptaangaya hidup.Kata Kunci : Environmental, Typograph
Seri Poster Iklan "Petits Gateaux" (Analisa Relasi Antar Tanda: Metafora-Metonimi)
Sebagai sebuah media, poster sering digunakan sebagai media informasi untuk menyampaikan pesan penggunanya. Petits gateaux merupakan salah satu brand yang menggunakan media poster dalam kegiatan iklannya. Bersama sebuah agensi iklan Pheromone dari Kanada, Petits Gateaux merilis 3 seri poster dengan tema "Petits Gateaux, Cupcake Boutique: Small Cakes, Big Occasions." Yang menaraik, ketiga poster tersebut memiliki kesamaan gaaya komunikasi visual dimana satu sama lain salinag terhubung dan membangun sebuah kesepahaman mengenai sebuah pesan. Hal ini terlihat dari penggunaan tanda-tanda visual dan relasinya yang digunakan dalam setiap poster. Melalui penelitian singkat ini, penulis akan mencoba memaparkan 3 seri poster Petits Gateaux dan membedah penggunaan dan relasi tanda yang ada pada Petits Gateaux guna mengetahui makna yang terkandung di dalamnya.Kata kunci: Poster, Iklan, Tanda, Petits Gateau
Proses Kreasi Seorang Desainer Grafis (Studi Kasus : Stefan Sagmeister)
Proses kreasi merupakan tahapan penting bagi seorang desainer grafis dalam pencapaian karya. Proses kreasi yang dialami oleh seniman, desainer grafis atau pelaku kreatif biasanya tidak disadari oleh pelaku kreatif itu sendiri. Dalam keilmuan psikologi khususnya psikologi seni proses kreasi dapat dikategorikan berdasarkan tipe-tipe dari cara berfikir atau cara bagaimana pelaku kreatif tersebut memecahkan masalah yang dihadapi ketika bekerja kreatif. Proses kreatif seorang kreatif dipengaruhi oleh beberapa factor yang ditelaah lewat psikologi personal dari pelaku kreatif. Stefan Sagmeister adalah seorang desainer grafis sekaligus seniman yang memiliki beberapa tipe proses kreasi. Beliau adalah seorang kreatif yang pola berkreasinya dapat dijadikan sebagai pembelajaran. Penilitian ini merupakan tinjauan dari Stefan sagmeister, mengenai proses kreasi seorang desainer grafis sekaligus seniman kontemporer yang menciptakan karya desain dengan melewati batas-batas desain dan seni. Karya-karya Stefan sagmeister menggambarkan cirri-ciri kontemporer. Tinjauan ini dilakukan untuk mengetahui dan mempelajari apakah proses kreasinya dipengaruhi oleh perkembangan dunia seni rupa dan desain secara umum, dimana saat ini merupakan era kontemporer yang mengusung eksperimental, eklektik, simbolik sekaligus spiritual yang mempengaruhi pola berfikir dan berkarya di segala bidang khususnya bidang desain grafis.Proses kreasi merupakan tahapan penting bagi seorang desainer grafis dalam pencapaian karya. Proses kreasi yang dialami oleh seniman, desainer grafis atau pelaku kreatif biasanya tidak disadari oleh pelaku kreatif itu sendiri. Dalam keilmuan psikologi khususnya psikologi seni proses kreasi dapat dikategorikan berdasarkan tipe-tipe dari cara berfikir atau cara bagaimana pelaku kreatif tersebut memecahkan masalah yang dihadapi ketika bekerja kreatif. Proses kreatif seorang kreatif dipengaruhi oleh beberapa factor yang ditelaah lewat psikologi personal dari pelaku kreatif. Stefan Sagmeister adalah seorang desainer grafis sekaligus seniman yang memiliki beberapa tipe proses kreasi. Beliau adalah seorang kreatif yang pola berkreasinya dapat dijadikan sebagai pembelajaran. Penilitian ini merupakan tinjauan dari Stefan sagmeister, mengenai proses kreasi seorang desainer grafis sekaligus seniman kontemporer yang menciptakan karya desain dengan melewati batas-batas desain dan seni. Karya-karya Stefan sagmeister menggambarkan cirri-ciri kontemporer. Tinjauan ini dilakukan untuk mengetahui dan mempelajari apakah proses kreasinya dipengaruhi oleh perkembangan dunia seni rupa dan desain secara umum, dimana saat ini merupakan era kontemporer yang mengusung eksperimental, eklektik, simbolik sekaligus spiritual yang mempengaruhi pola berfikir dan berkarya di segala bidang khususnya bidang desain grafis
KAJIAN PRINSIP POKOK TIPOGRAFI (LEGIBILITY, READBILITY, VISIBILITY, DAN CLARITY) PADA POSTER FILM BERANAK DALAM KUBUR THE MOVIE DAN JELANGKUNG
Film merupakan suatu media komunikasi massa dan digunakan sebagaisarana hiburan. Film horor adalah salah satu genre dalam film, yangmenampilkanketegangan, kerisauan, kejijikan, dan berbagai kejadian tidak masuk akal. Pembahasan utama dalam penelitian ini adalah mengenai tinjauan visual tipografi judul film khususnya film horor Indonesia dalam media poster. Poster film memiliki elemen-elemen visual dimana tipografi film adalah salah satunya. Disini yang menarik perhatian adalah upaya menunjukkan kesan horor melalui tipografi. Pembahasan dalam penelitian ini adalah prinsip penggunaan tipografijudul film horor Indonesia pada poster. Dalam penelitian ini, untuk menjawab permasalahan yang diangkat tersebut dengan menggunakan metode deskriptif, yaitu metode atau cara menguraikan pemecahan masalah berdasarkan faktafakta yang terjadi pada waktu sekarang.Dari hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan Bahwa, tipografi judul film horor Indonesia pada dua poster film horor, yaitu Beranak Dalam Kubur The Movie dan Jelangkung, menggunakan jenis font yang sudah ada, dan kemudian dimodifikasikan dengan visual effect untuk menambah kesan horor secara visual. Berdasarkan teori prinsip pokok tipografi, penggunaan huruf pada poster film Beranak dalam Kubur The Movie telah memenuhi kaidah tipografi, sementara untuk film berjudul Jelangkung, belum memenuhi kaidah tipografi. Baik itu dari kualitas pada huruf yang membuat huruf tersebut dapat terbaca (legibility), kualitas pada teks yang membuat teks tersebut mudah dibaca (readibility), kemampuan huruf dan teks yang dapat terbaca dalam jarak tertentu (visibility), serta kualitas pada huruf dan teks untuk dapat dimengerti dengan jelas (clarity).Kata kunci : Film, Horor, Poster, Tipograf
CITRAAN GAYA HARAJUKU PADA GAYA GRAFIS GRAFIS PRODUK DISTRO
Gaya Harajuku adalah sebuah fenomena yang sedang marak diadopsipada gaya grafis. Nama Harajuku merujuk pada sebuah tempat di Jepang, yang di dalamnya terdapat aktivitas fashion jalanan (street fashion), yang sangat dominan sehingga mempopulerkan tempat tersebut. Dominasinya tidak hanya mempengaruhi pencitraan tempat, tetapi menempatkan nama Harajuku menjadi sebuah gaya (style) berbusana. Menariknya, gaya tersebut kemudian diadopsi lagi menjadi gaya grafis pada produk-produk distro. Gaya grafis yang muncul membuat pencitraan yang mengesankan gaya Harajuku. Penelitian ini mengamati pengadopsian gaya Harajuku yang diterapkan pada gaya grafis produk distro. Asumsi dasarnya adalah pada gaya grafis tersebut terdapat ciri-ciri gaya Harajuku. Selain ciri juga terdapat penambahan karakter yang sesuai dengan jenis-jenis gaya Harajuku. Secara khusus, hal ini terjadi pada beberapa distro di kota Bandung. Sampel distro yang digunakan sebagai bahan penelitiannya adalah Screamous, Airplane System, dan Cosmic Clothing Company.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keempat distro tersebut, tidakseluruhnya gaya grafis distro-distro tersebut mengadopsi citraan gaya Harajuku. Masih ada kecenderungan untuk tidak mengadopsi seluruh jenis gaya Harajuku. Terdapat lima gaya Harajuku yang lebih banyak menjadi pilihan, yaitu Gothic Lolita/Lolita, Cosplay, Vintage, Teenage Romance No Future dan Unformal Blazer.Kata Kunci: Gaya, Harajuku, Grafis, Distr
DISKURSUS JENDER DALAM “KEBUDAYAAN ITU BERKELAMIN – KOMIK TENTANG ARAHMAIANIâ€
Permasalahan jender merupakan permasalahan budaya yang menyentuh hubungan yang paling mendasar antara laki-laki dan perempuan. Budaya patriarki yang muncul di mayoritas kelompok masyarakat diberbagai kebudayaan dunia sehingga memunculkan tanggapan kritis dari berbagai kalangan, termasuk seniman. “Kebudayaan itu Berkelamin-Komik Tentang Arahmaiani†menjadi representasi dari kerja kreatif Arie Dytanto yang tergagas oleh proses berfikir dan berkarya Arahmaiani yang banyak menanggapi permasalahan jender ini. Dengan menggunakan semiotika sosial, komik pendek ini ditelaah untuk melihat relasi-relasi tanda yang hadir didalamnya
JAMAAH TABLIGH DAN FESTISISM
Islam diterima sebagai agama, pandangan dan jalan hidup masyarakat Indonesia. Penetrasi Islam ke Indonesia membuat menciptakan konsep-konsep baru, pandangan, cara hidup, cara berfikir yang mempengaruhi kehidupan sosial dan masyarakat Indonesia. Dalam tatanan aktualisasinya ajaran Islam ditafsirkan beragam, berakibat pada perbedaan dalam pelaksanaannya. Hal tersebut dipengaruhi oleh padangan turun temurun, tafsir-tafsir yang ada, media, serta pemikiran-pemikiran dari komunitas atau perorangan yang dianggap menjadi sumber terpercaya. Jamaah Tabligh, sebuah organisasi yang mewarnai keberagaman pelaksanaan ajaran Islam di Indonesia. Dalam penelitian ini penulis mencoba menganalisa tentang Jamaah Tabligh dan Fetisisme, sebuah wacana tentang sudut pandang fetisisme dan keyakinan golongan dengan berbagai sumber rujukan. Dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa Jamaah Tabligh sangat menjunjung ajaran Islam yang dipengaruhi oleh Kitab Fadhail Amal yang menjadi rujukan utama, yang dikarang oleh Muhammad Zakariya Al Kandahlawi. Dalam penafsirannya, banyak sekali peniruan pada Rosul Muhammad seperti penampilan fisik, cara berpakaian yang menjadi entitas dari sebuah spiritualitas, yang membentuk sebuah habitus. Sebagian peniruan merupakan adopsi dari budaya Arab, India dan Afganistan dimana menjadi daerah awal berkembangnya ajaran jamaah ini. Bentuk peniruan merupakan wujud harapan untuk mencapai kepuasan spiritual, dan mencapai pengalaman religius tertentu, sebagai bentuk fetisisme. Namun hal tersebut kembali pada motivasi anggota Jamaah yang sangat beragam