Jurnal Manajemen Sains
Not a member yet
92 research outputs found
Sort by
PENGARUH STRENGTH, ENDURANCE, SPEED, DAN NUTRITION TERHADAP PROSES DEGENERASI DALAM MENCAPAI GOLDEN AGE PETINJU SECARA MAKSIMAL
Abstrak
Saat ini prestasi olahraga tinju Indonesia mengalami penurunan yang bermakna setelah berakhirnya karir Chris John di dunia tinju professional pada tahun 2013. Tinju termasuk olahraga kategori berat dengan intensitas tinggi, membutuhkan performa fisik yang mumpuni. Hal ini tidak terlepas dari aspek strength, endurance, speed, dan gizi (asupan nutrisi). Namun di lain pihak, proses degenerasi selalu terjadi secara alamiah pada setiap individu, mulai dari tingkat sel sampai pada tingkat gerak dan fungsi tubuh secara keseluruhan. Proses degenerasi dimulai sejak usia 30 tahun dimana akan terjadi penurunan fungsi semua sistem tubuh sebesar 1 % setiap tahun. Di sisi lain, golden age seorang petinju berlangsung antara 10-15 tahun. Dengan demikian faktor kebugaran fisik (strength, endurance, speed) dan asupan nutrisi serta proses degenerasi saling mempengaruhi, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap pencapaian prestasi seorang petinju. Oleh karena itu, dalam olahraga tinju, harus diperhatikan dan dilakukan pengukuran serta evaluasi secara periodik terhadap komponen dari masing-masing variabel tersebut agar pada masa golden age, petinju dapat berprestasi secara maksimal.
Kata Kunci: Strength, endurance, speed, nutrition, proses degenerasi, golden age petinju
PENGARUH KEKUATAN OTOT TUNGKAI, KESEIMBANGAN, SELF TALK, DAN EFIKASI DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR JURUS TUNGGAL PENCAK SILAT TANGAN KOSONG
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Subhaanahu Wa Ta'ala karena hanya berkat rahmat dan hidayah-Nya, proposal disertasi dengan judul "Pengaruh Kekuatan Otot Tungkai, Keseimbangan, Se/f lalk, dan Efikasi Diri Terhadap Hasil Belajar Jurus Tunggal pencak Silat Tangan Kosong', dapal terselesaikan dengan baik. proposal ini ditulis dalam rangka memenuhi tugas akhir mata kuliah mental training program Doktoral Pendidikan Jasmani pada Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dengan kerja keras, doa, dukungan, dan bantuan dari semua pihak sangaflah berperan penting dalam menyelesaikan tugas ini
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN DALAM KEPRIBADIAN DAN MOTIVASI TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BERMAIN BOLA VOLI
Puji syukur penulis panjatkan ke Hadirat Allah S.W.T. yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga tugas tentang "Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Dalam Kepribadian Dan Motivasi Terhadap Hasil Belajar Keterampilan Bermain Bola Voli".
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah fisiologi gerak pada Program Magister, Program Studi Pendidikan Jasmani, Universitas Negeri Jakarta.
Penyusun menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan
SPORT PSYCHOMETRICS: Dasar-dasar dan Instrument Psikometri (E-Book)
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah Swt Tuhan Yang Maha Esa, Sang Pencipta alam semesta,karena berkat limpahan rahmat, taufik, hidayah serta inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan buku yang berjudul “Sport Psychometrics”. Terdorong oleh kenyataan akan kurangnya buku yang membahas tentang Sport Psychometrics, terutama buku yang berbahasa Indonesia, maka penulis tergerak untuk menulis buku dengan judul tersebut di atas.
Buku Sport Psychometrics ini dibuat dengan maksud dapat menambah referensi baru bagi pembaca yang ingin mendapatkan pengetahuan tentang pengukuran psikologi olahraga. Kita tahu bahwa saat ini masih sedikit sekali buku-buku yang membahas tentang Sport Psychometrics. Padahal sebagaimana kita ketahui bersama bahwa psikologi sangat berkaitan erat dengan manusia atau atlet dalam mencapai puncak prestasinya. Oleh karena itu, di dalam buku ini akan dibahas berbagai macam unsur-unsur psikologi di antaranya, competition, reinforcement, communication, stress management, leadersip, determination, movement, goal setting, commitment, arrousal, attitude, emotion, dan self confidence. Di dalam buku ini selain membahas tentang materi-materi yang telah disampaikan di atas, buku ini juga memberikan instrumen penilaian setiap pokok bahasan. Instrumen tersebut dikembangkan berdasarkan indikator yang sesuai dengan setiap materi. Dengan dilengkapi instrumen penilaian sehingga dapat mempermudah bagi pembaca untuk memedomani atau mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan pembaca.
Buku ini tentu saja tidak mungkin untuk memuat secara rinci akan setiap pokok materi yang dibahas, mengingat buku ini adalah terbitan pertama yang tentunya masih butuh banyak sekali referensi untuk lebih tajam dan terperinci. Oleh karena itu, penulis menyadari bahwa buku ini tidak luput dari kesalahan dan kekurangan di sana-sini, oleh karenanya penulis sangat mengharapkan masukan, kritikan dan koreksi terhadap buku ini sehingga akan lebih baik.
Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Prof. Dr. dr. James Tangkudung, SportMedicine, M.Pd. selaku dosen pengasuh mata kuliah “Mental Training” dan sekaligus sebagai Koordinator Program Studi Pendidikan Jasmani (S3) Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta, yang telah memberikan ilmu pengetahuan baru tentang “Sport Psychometrics”.
Akhirnya kami dari Program Doktoral Pendidikan Jasmani angkatan 2017 Universitas Negeri Jakarta mengucapkan terima kasih kepada seluruh yang terlibat dalam penyelesaian tulisan buku ini. Kami berharap buku ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi seluruh pembaca terutama insan olahragawan serta dapat memberikan manfaat bagi perkembangan ilmu keolahragaan
“EXERCISE METABOLISM”
Manusia dalam melakukan kegiatan atau aktivitas setiap hari membutuhkan energi, baik untuk bergerak maupun untuk bekerja. Kemampuan tubuh manusia untuk melangsungkan kegiatannya dipengaruhi oleh struktur fisiknya. Tubuh manusia terdiri dari struktur tulang, otot, saraf, dan proses metabolisme. Rangka tubuh manusia disusun dari 206 tulang yang berfungsi untuk melindungi dan melaksanakan kegiatan fisiknya, dimana tulang-tulang tersebut dihubungkan dengan sendi-sendi otot yang dapat berkontraksi. Otot-otot ini berfungsi mengubah energi kimia menjadi energi mekanik, dimana kegiatannya dikontrol oleh sistem saraf sehingga dapat bekerja secara optimal
LATIHAN DAYA TAHAN (ENDURANCE TRAINING)
Pembinaan Olahraga yang dilakukan secara sistematik, tekun dan berkelanjutan, diharapkan akan dapat mencapai prestasi yang bermakna. (Tangkudung, 2012). Proses pembinaan olahraga harus sudah dimulai sejak usia muda, karena pada saat usia muda si anak mempunyai kadar fleksibilitas yang tinggi, serta kondisi fisik dan mentalnya sedang berada dalam keadaan stabil dan motivasinya untuk berolahraga tinggi, sehingga memungkinkan untuk dapat meningkatkan kemampuannya kearah yang lebih tinggi, serta didalam mengambil keputusannya dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Namun perlu diingat pula bahwa pada usia muda harus sudah memulai latihannya tergantung dari cabang olahraganya. (Dian Ratna Sari, 2018). Hal ini perlu dilakukan untuk mendapatkan prestasi yang optimal
“HORMONAL RESPONSES FOR EXERCISE"
Organisme multiseluler memerlukan mekanisme untuk komunikasi antar sel agar dapat memberi respon dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan eksternal dan internal yang selalu berubah. Sistem endokrin yang terdiri atas kelenjar - kelenjar endokrin dan bekerja sama dengan sisitem syaraf .mempunyai peranan penting dalam mengendalikan kegiatan organ - organ tubuh kita. Untuk itu kelenjar endokrin mengeluarkan suatu zat yang disebut hormon. Kelenjar endokrin tidak mempunyai saluran Jadi hormon yang dihasilkan diangkut melalui sistem peredaran darah ke sel - sel yang dituju guna melangsungkan proses yang di perlukan oleh tubuh.
Perlu diketahui respon hormon untuk latihan atau berolahraga. Sehingga factor dan cara kerja hormone dapat dioptimalkan untuk menunjang prestasi Atlet. Dalam makalah ini akan dibahas hal-hal yang berkaitan dengan hormone secara umum dan respon hormon untuk latihan
“7HE NERVOUS SYSTEM : STRUCTURE AND CONTROL OF MOVEMENT"
Cara manusia bertindak dan bereaksi bergantung pada pemrosesan neuron yang rumit, tersusun, dan diskret. Banyak dari pola neuron penunjang kehidupan dasar, misalnya pola yang mengontrol respirasi dan sirkulasi, serupa pada semua orang. Namun, tentu ada perbedaan halus dalam integrasi neuron antara seseorang yang merupakan komponis berbakat dan orang yang tidak dapat bernyanyi, atau antara seorang pakar matematika dan orang yang kesulitan membagi bilangan. Sebagian perbedaan pada sistem saraf individu disebabkan oleh factor genetik. Namun sisanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan pengalaman. Ketika sistem saraf imatur berkembang sesuai cetak-biru genetiknya, terbentuk neuron dan sinaps dalam jumlah berlebihan. Bergantung pada rangsangan dari luar, dan tingkat pemakaiannya, sebagian dari jalur - jalur saraf ini dipertahankan, dibentuk lebih pasti, dan bahkan meningkat, sementara yang lain dieliminasi