Jurnal Wahana Ilmiah Akuntansi
Not a member yet
165 research outputs found
Sort by
Peran KJA Ary Wicaksono dalam Mengoptimalkan Proses Rekapitulasi PPh 21 PT XYZ
This study aims to analyze the role of the Accounting Services Office (KJA) Ary Wicaksono in optimizing the recapitulation process of Income Tax (PPh) Article 21 at PT XYZ and identify the factors causing recording errors that lead to discrepancies between tax reports and the company's financial statements. This study uses a case study approach with a qualitative descriptive method, which collects data through in-depth interviews, direct observation, and related documentation. The results of the study indicate that recording errors mainly occur due to human error, such as inaccuracy in data input and negligence in entering the latest corrections into the PPh 21 Periodic Tax Return (SPT). KJA Ary Wicaksono actively provides assistance through systematic recapitulation procedures, recording consultations, and education to PT XYZ staff to ensure all data and recording. The findings of this study reinforce the importance of the involvement of external accounting professionals in managing tax obligations effectively, supporting the consistency of tax and accounting reporting, and increasing the company's credibility and reputation in the eyes of tax authorities and other stakeholders in a sustainable manner.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Kantor Jasa Akuntansi (KJA) Ary Wicaksono dalam mengoptimalkan proses rekapitulasi Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 di PT XYZ serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesalahan pencatatan yang menyebabkan ketidaksesuaian antara laporan pajak dan laporan keuangan perusahaan. Studi ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode deskriptif kualitatif, yang mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesalahan pencatatan terutama terjadi karena human error, seperti ketidaktelitian dalam penginputan data dan kelalaian memasukkan pembetulan terakhir ke dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPh 21. KJA Ary Wicaksono secara aktif memberikan pendampingan melalui prosedur rekapitulasi yang sistematis, konsultasi perpajakan, serta edukasi kepada staf PT XYZ untuk memastikan akurasi data dan kepatuhan perpajakan. Temuan penelitian ini memperkuat pentingnya keterlibatan profesi akuntansi eksternal dalam mengelola kewajiban perpajakan secara efektif, mendukung konsistensi pelaporan pajak dan akuntansi, serta meningkatkan kredibilitas dan reputasi perusahaan di mata otoritas pajak serta pemangku kepentingan lainnya secara berkelanjutan
Prosedur Penerbitan dan Pemeriksaan Faktur Pajak pada Perusahaan Self-Service Retailer Store di Era Transformasi Sistem Core Tax
The transformation of Indonesia's tax administration system through the Core Tax Administration System (CTAS) presents operational challenges for taxpayers, including retail companies. This study aims to analyze the procedures for issuing and examining tax invoices, as well as the risk mitigation strategies implemented by a self-service retailer store (Company X) in Malang during this transition era. Using a qualitative method with a case study approach, data were collected through interviews, participant observation, and documentation, then analyzed using the Miles & Huberman interactive model. The results indicate that the company faces various obstacles, such as the complexity of data input that demands perfection, difficulties in classifying product codes, and system errors causing discrepancies in Tax Base (DPP) data. In response, Company X has developed systematic internal procedures, including: routine checks to detect system anomalies, creating a customer database to ensure complete information, a dual archiving system for sales notes, and designing a reference data system for product codes. These procedures have proven effective in minimizing the risk of errors, maintaining data accuracy, and ensuring compliance. This study concludes that proactive adaptation through the development of good internal procedures is key for companies to maintain smooth operations and data integrity during the digital transformation of taxationTransformasi sistem administrasi perpajakan Indonesia melalui Core Tax Administration System (CTAS) menimbulkan tantangan operasional bagi Wajib Pajak, termasuk perusahaan ritel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prosedur penerbitan dan pemeriksaan faktur pajak, serta strategi mitigasi risiko yang diterapkan oleh sebuah perusahaan self-service retailer store (Perusahaan X) di Malang dalam menghadapi era transisi ini. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan menghadapi berbagai kendala, seperti kompleksitas input data yang menuntut kesempurnaan, kesulitan dalam klasifikasi kode produk, dan system error yang menyebabkan perbedaan data Dasar Pengenaan Pajak (DPP). Sebagai respons, Perusahaan X mengembangkan prosedur internal yang sistematis, meliputi: pemeriksaan rutin untuk mendeteksi anomali sistem, pembuatan basis data pelanggan untuk kelengkapan informasi, sistem pengarsipan ganda untuk nota penjualan, dan perancangan data rujukan untuk kode barang. Prosedur ini terbukti efektif dalam meminimalkan risiko kesalahan, menjaga akurasi data, dan memastikan kepatuhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adaptasi proaktif melalui pengembangan prosedur internal yang baik merupakan kunci bagi perusahaan untuk menjaga kelancaran operasional dan integritas data selama masa transformasi digital perpajaka
The, A Unveiling the Weaknesses of Digital Financial Reporting: Rethinking XBRL Development in Indonesia
This study provides a critical reassessment of the key assumptions that support the formation of digital financial reporting standards in Indonesia. It analyzes the evolution and application of XBRL between 2013 and 2023 by conducting an extensive literature review sourced from Google Scholar, ResearchGate, and various other academic platforms. Due to the scarcity of Indonesian research on XBRL, broad inclusion criteria were applied, allowing the review to capture a wide range of relevant discussions. The analysis shows that the adoption of XBRL creates notable disruptions in corporate reporting procedures. Although regulators often claim that XBRL operates independently of existing accounting standards, the findings suggest that its use may influence reporting accuracy, regulatory compliance, and consistency with Indonesia’s principles-based accounting framework. The study emphasizes that digital reporting is inherently linked to traditional accounting processes and carries significant theoretical and practical consequences. Its main contribution lies in revealing how technology and financial reporting practices in Indonesia are deeply interconnected, a topic that remains insufficiently examined in prior researchStudi ini memberikan penilaian ulang secara kritis terhadap asumsi-asumsi utama yang mendasari pembentukan standar pelaporan keuangan digital di Indonesia. Penelitian ini menelaah perkembangan serta penerapan XBRL dari tahun 2013 hingga 2023 melalui tinjauan literatur yang luas, yang dikumpulkan dari Google Scholar, ResearchGate, dan berbagai platform akademik lainnya. Karena penelitian mengenai XBRL di Indonesia masih terbatas, kriteria inklusi yang luas digunakan agar berbagai diskusi relevan dapat tercakup. Analisis menunjukkan bahwa adopsi XBRL menimbulkan gangguan yang signifikan terhadap prosedur pelaporan perusahaan. Meskipun regulator sering menyatakan bahwa XBRL beroperasi secara terpisah dari standar akuntansi yang ada, temuan penelitian mengindikasikan bahwa penggunaannya dapat memengaruhi ketepatan pelaporan, kepatuhan regulasi, dan konsistensi dengan kerangka akuntansi berbasis prinsip di Indonesia. Studi ini menegaskan bahwa pelaporan digital memiliki keterkaitan erat dengan proses akuntansi tradisional dan membawa konsekuensi teoritis serta praktis yang penting. Kontribusi utamanya adalah menunjukkan bagaimana teknologi dan praktik pelaporan keuangan di Indonesia saling berhubungan secara mendalam, sebuah topik yang masih kurang dieksplorasi dalam penelitian sebelumnya.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Profitabilitas pada Bank Umum Konvensional di Indonesia Tahun 2020-2024
This study aims to analyze the factors influencing the profitability of conventional commercial banks in Indonesia. The study used secondary data in the form of financial statements of conventional commercial banks for the 2020–2024 period, selected using a purposive sampling method. Data analysis was performed using panel data regression with the help of Microsoft Excel and EViews 13 software. The results showed that Net Interest Margin (NIM) and Total Asset Turnover (TATO) had a positive and significant effect on profitability (ROA). Conversely, the Capital Adequacy Ratio (CAR), Operating Costs to Operating Income (BOPO), and Non-Performing Loans (NPL) had a negative and significant effect on profitability (ROA). Meanwhile, the Loan to Deposit Ratio (LDR) did not have a significant effect on profitability. These findings confirm that bank profitability is more determined by the effectiveness of interest income management, asset utilization efficiency, and control of operational costs and credit risk, rather than the level of credit distribution. The results of this study are expected to serve as a reference for banking management and the development of empirical studies in the fields of financial accounting and banking.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas bank umum konvensional di Indonesia. Penelitian menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan bank umum konvensional periode 2020–2024 yang dipilih dengan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan software Microsoft Excel dan EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Net Interest Margin (NIM) dan Total Aset Turnover (TATO) berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas (ROA). Sebaliknya, Capital Adequacy Ratio (CAR), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan Non-Performing Loan (NPL) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas (ROA). Sementara itu, Loan to Deposit Ratio (LDR) tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Temuan ini menegaskan bahwa profitabilitas bank lebih ditentukan oleh efektivitas pengelolaan pendapatan bunga, efisiensi pemanfaatan aset, serta pengendalian biaya operasional dan risiko kredit, dibandingkan dengan tingkat penyaluran kredit. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi manajemen perbankan dan pengembangan kajian empiris di bidang akuntansi keuangan dan perbankan
Akuntansi Keuangan dalam Era Digital: Peran Teknologi Blockchain dan AI dalam Transparansi dan Akuntabilitas
The development of digital technology has changed various aspects of financial accounting, particularly in terms of transparency and accountability. Two key technologies that have the potential to revolutionise modern accounting systems are Blockchain and Artificial Intelligence (AI). Blockchain offers a secure, transparent, and immutable record-keeping system, while AI is able to automate the analysis of large amounts of data and detect suspicious patterns. This article aims to review the literature related to the implementation of Blockchain and AI in financial accounting and analyse their impact on transparency and accountability. The review shows that although these two technologies have great benefits, there are still various challenges such as immature regulations, limited technological infrastructure, and the readiness of human resources in the accounting industry.Perkembangan teknologi digital telah mengubah berbagai aspek dalam akuntansi keuangan, khususnya dalam hal transparansi dan akuntabilitas. Dua teknologi utama yang berpotensi merevolusi sistem akuntansi modern adalah Blockchain dan Artificial Intelligence (AI). Blockchain menawarkan sistem pencatatan yang aman, transparan, dan tidak dapat diubah, sementara AI mampu mengotomatisasi analisis data dalam jumlah besar serta mendeteksi pola yang mencurigakan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji literatur terkait implementasi Blockchain dan AI dalam akuntansi keuangan, serta menganalisis dampaknya terhadap transparansi dan akuntabilitas. Kajian ini menunjukkan bahwa meskipun kedua teknologi ini memiliki manfaat yang besar, masih terdapat berbagai tantangan seperti regulasi yang belum matang, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta kesiapan sumber daya manusia dalam industri akuntansi
Do Audit Quality and Corporate Governance Deter Earnings Management? A Moderated Model with Leverage in Indonesia’s Infrastructure Sector
This research intends to explore how the quality of external audits and effective corporate governance influence earnings management, with leverage acting as a moderating factor. The investigation focused on companies in the infrastructure sector that are listed on the Indonesia Stock Exchange from 2020 to 2023. The analytical method utilized in this study is SmartPLS 4 to evaluate the suggested hypotheses. The sample population for this research includes infrastructure companies listed on the Indonesia Stock Exchange within the timeframe of 2020 to 2023. The non-probability sampling technique, specifically purposive sampling, resulted in a final sample of 58 firms. Findings from the study reveal that the quality of external audits and effective corporate governance do not impact earnings management, either directly or when leverage is considered as a moderate factor. Moreover, the results indicate that leverage does not diminish the influence of external audit quality and corporate governance on earnings management.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana kualitas audit eksternal dan tata kelola korporasi yang efektif mempengaruhi manajemen laba, dengan leverage bertindak sebagai faktor moderasi. Penyelidikan ini berfokus pada perusahaan di sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2020 hingga 2023. Metode analitis yang digunakan dalam penelitian ini adalah SmartPLS 4 untuk mengevaluasi hipotesis yang diajukan. Populasi sampel dalam penelitian ini meliputi perusahaan infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dalam periode 2020 hingga 2023. Teknik sampling non-probabilitas, khususnya sampling purposif, menghasilkan sampel akhir sebanyak 58 perusahaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kualitas audit eksternal dan tata kelola korporasi yang efektif tidak mempengaruhi manajemen laba, baik secara langsung maupun ketika leverage dipertimbangkan sebagai faktor moderator. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa leverage tidak mengurangi pengaruh kualitas audit eksternal dan tata kelola korporasi terhadap manajemen laba
Dampak Pergantian Menteri Keuangan terhadap Volatilitas Saham Sektor Perbankan di Bursa Efek Indonesia
This study analyzes the impact of the change of Minister of Finance on stock volatility on the Indonesia Stock Exchange (IDX) using an event study approach. The event observed was the inauguration of the Minister of Finance on September 8, 2025, with an observation period of seven days before and after. The sample consists of 47 companies in the banking sector selected based on their liquidity and sensitivity to fiscal policy. Analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test shows no significant difference between the two periods. These results indicate that the market did not overreact to the change of finance minister and viewed it as part of normal government dynamics. These findings support the semi-strong form efficient market hypothesis, in which public information is quickly absorbed without triggering extreme price fluctuations. The implications of this study show that the banking sector is highly resilient to short-term policy changes and emphasize the importance of fiscal policy credibility and consistency in maintaining investor confidence and information efficiency in the Indonesian capital market.Penelitian ini menganalisis dampak pergantian Menteri Keuangan terhadap volatilitas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan pendekatan event study. Peristiwa yang diamati adalah pelantikan Menteri Keuangan pada 8 September 2025 dengan periode observasi tujuh hari sebelum dan sesudahnya. Sampel terdiri dari 47 perusahaan sektor perbankan yang dipilih berdasarkan tingkat likuiditas dan sensitivitas terhadap kebijakan fiskal. Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kedua periode. Hasil ini mengindikasikan bahwa pasar tidak bereaksi berlebihan terhadap pergantian Menteri Keuangan dan menilainya sebagai bagian dari dinamika pemerintahan yang wajar. Temuan ini mendukung hipotesis pasar efisien bentuk semi-kuat di mana informasi publik cepat diserap tanpa memicu fluktuasi harga yang ekstrem. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa sektor perbankan memiliki ketahanan yang tinggi terhadap perubahan kebijakan politik jangka pendek serta menegaskan pentingnya kredibilitas dan konsistensi kebijakan fiskal dalam menjaga kepercayaan investor dan efisiensi informasi di pasar modal Indonesia
The, A Evaluasi Risiko Lebih Bayar PPh 21 Akibat Implementasi Tarif Efektif Rata-Rata (TER) Di CV. X
This study aims to evaluate the risk of overpayment of Income Tax Article 21 (PPh 21) due to the implementation of the Average Effective Rate (TER) at CV. X. The TER scheme was introduced as a simplification of tax administration in accordance with Government Regulation No. 58 of 2023. However, in practice, the use of TER has led to potential tax overpayments, particularly among employees with irregular income. This research employs a qualitative descriptive approach using interview, documentation and observation as data collection techniques. The result of the analysis showed that fluctuating annual income, such as bonuses and religious holiday allowances (THR), caused a mismatch between withheld tax and actual tax liability, leading to an overpayment of IDR 1,141,313. The study recommends mitigation strategies including regular annual PPh 21 simulations, allocating irregular income to the final tax period, and utilizing the tax overpayment compensation mechanism. This research contributes to more efficient tax management practices and encourages adaptability to income variability in companies.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi risiko lebih bayar Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 akibat penerapan Tarif Efektif Rata-Rata (TER) pada CV. X. Skema TER diterapkan sebagai bentuk penyederhanaan administrasi perpajakan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2023. Namun, dalam praktiknya, penggunaan TER menimbulkan potensi kelebihan pembayaran pajak, terutama pada karyawan dengan penghasilan tidak tetap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan observasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa penghasilan tahunan yang fluktuatif, seperti bonus dan THR, menyebabkan ketidaksesuaian antara pajak yang telah dipotong dengan kewajiban pajak sebenarnya, sehingga terjadi lebih bayar sebesar Rp1.141.313. Penelitian ini merekomendasikan strategi mitigasi seperti simulasi berkala PPh 21 tahunan, alokasi penghasilan tidak tetap ke masa pajak terakhir, serta pemanfaatan mekanisme kompensasi atas kelebihan setor. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengelolaan pajak perusahaan yang lebih efisien dan adaptif terhadap dinamika penghasilan karyawan
Ekonomi Biru, Pertumbuhan Biru, dan Keadilan Sosial: Perspektif Akuntansi
This study aims to explore the need for accounting system reform in the context of coastal and marine development based on the principles of the Blue Economy to promote socio-ecological justice. Using a literature review method, the research analyzes various alternative accounting approaches capable of capturing the social, cultural, and ecological dimensions of marine development. The core emphasis lies in the importance of integrating full-cost accounting, natural capital accounting, and social return on investment (SROI), as well as the active involvement of local communities in the documentation and evaluation processes of coastal projects. The findings reveal that conventional accounting approaches fail to represent the inequities in the distribution of development benefits and burdens, highlighting the need for more inclusive and participatory methods to address these gaps. This study recommends the adoption of a more holistic and justice-based accounting system as a tool for fair, transparent, and sustainable reporting in coastal and marine development projects.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kebutuhan reformasi sistem akuntansi dalam konteks pembangunan pesisir dan laut yang berlandaskan prinsip Ekonomi Biru guna menciptakan keadilan sosial-ekologis. Maka dari itu, dengan menggunakan metode kajian pustaka, penelitian ini menganalisis berbagai pendekatan akuntansi alternatif yang mampu menangkap dimensi sosial, budaya, dan ekologis dalam konteks pembangunan kelautan. Adapun, penekanan utama penelitian ini terletak pada pentingnya integrasi pendekatan full-cost accounting, natural capital accounting, dan social return on investment (SROI), serta pelibatan aktif komunitas lokal dalam proses pencatatan dan evaluasi proyek pesisir. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa pendekatan akuntansi konvensional tidak mampu merepresentasikan ketimpangan yang terjadi dalam distribusi manfaat dan beban pembangunan. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih inklusif dan partisipatif diperlukan untuk mengisi kekosongan tersebut. Hasil dari penelitian ini menyarankan penerapan sistem akuntansi yang lebih holistik dan berbasis pada prinsip keadilan sebagai alat untuk mewujudkan pelaporan yang adil, transparan, dan berkelanjutan dalam proyek-proyek pembangunan pesisir dan laut
The, A Peran Teknologi Keuangan dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan di Indonesia: Perspektif Akuntansi Keuangan
This study aims to analyze the influence of crowdfunding and P2P lending, market aggregators, risk and investment management, and the cashless society on financial knowledge, financial behavior, and financial attitudes among MSMEs in Benowo District, Surabaya . The research employed a quantitative method using the PLS-SEM approach with SmartPLS software. Data were collected through questionnaires distributed to MSME actors and analyzed by testing validity, reliability, and the significance of the relationships among variables. The findings reveal that all hypotheses (H1–H12) were supported, with the key result showing that the use of crowdfunding and P2P lending has a significant impact on enhancing MSMEs’ financial knowledge, behavior, and attitudes. Furthermore, market aggregators were found to improve financial literacy while influencing financial behavior and attitudes. The risk and investment management variable also plays a crucial role in promoting more cautious and disciplined financial management in terms of knowledge, behavior, and attitudes. Meanwhile, the adoption of the cashless society significantly contributes to strengthening digital financial literacy, fostering more organized financial recording behavior, and shaping a more modern financial attitude among MSMEs. These findings contribute theoretically to the body of literature on fintech and financial literacy, while also offering practical implications for MSMEs, fintech service providers, and policymakers in designing more effective financial education programs and regulatory frameworks.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh crowdfunding dan P2P lending, market aggregator, risk and investment management, serta cashless society terhadap pengetahuan keuangan, perilaku keuangan, dan sikap keuangan pada UMKM di Kecamatan Benowo, Kota Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan PLS-SEM melalui aplikasi SmartPLS. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pelaku UMKM dan dianalisis dengan menguji validitas, reliabilitas, serta signifikansi jalur antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh hipotesis (H1–H12) diterima, dengan temuan utama bahwa penggunaan crowdfunding dan P2P lending berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, perilaku, dan sikap keuangan UMKM. Selain itu, market aggregator terbukti mampu meningkatkan literasi keuangan dan memengaruhi perilaku serta sikap keuangan pelaku usaha. Variabel risk and investment management juga berperan penting dalam mendorong pengelolaan keuangan yang lebih hati-hati dan disiplin, baik dari sisi pengetahuan, perilaku, maupun sikap keuangan. Sementara itu, adopsi cashless society terbukti signifikan dalam meningkatkan literasi keuangan digital, menumbuhkan perilaku pencatatan yang lebih tertib, serta membentuk sikap keuangan yang lebih modern pada UMKM. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis terhadap literatur fintech dan literasi keuangan, sekaligus implikasi praktis bagi UMKM, penyedia layanan fintech, serta pemerintah dalam merancang kebijakan dan program edukasi keuangan yang lebih efektif