Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya (the Journal of Linguistics, Literature, and Their Teaching)
Not a member yet
160 research outputs found
Sort by
Konsep Pembaca Tersirat: Nenek karya Lie Charlie
Tulisan ini berupaya menelusuri repertoire Lie Charlie dalam cerpen Nenek. Analisis penelitian menggunakan respon estetik Wolfgang Iser dalam bukunya The Act of Reading: A Theory of Aesthetic response (1987). Hasil penelitian menunjukkan bahwa akumulasi data-data pada objek utama yakni teks cerpen Nenek berbeda dari norma dalam masyarakat yang umum. Hal ini menunjukan bahwa Lie Charlie telah menampilkan permasalahan sosio-budaya-sejarah seorang Nenek di Indonesia. Semua unsur tersebut membangun makna cerpen yang oleh Lie Charlie, dilakukan strategi untuk menyelipkan harapan, pandangan, dan kritikan terhadap realitas background untuk menyampaikan foreground yang hendak dituju. Foreground yang tampak adalah Charlie berupaya merefleksikan sekaligus kontemplasi dari tokoh nenek yang berbeda sehingga harapan yang tampak adalah menyuarakan perbedaan sikap asih seorang nenek dan peradaban yang lebih baik lagi.Kata Kunci: aesthetic response; repertoire; norma sosial-budaya; foregroun
STUDI META ANALISIS JENIS KELAMIN DAN BENTUK PELANGGARAN PRINSIP KESANTUNAN PADA SISWA DI SEKOLAH
Artikel ini membahas jenis kelamin dan bentuk pelanggaran prinsip kesantunan pada siswa yang terjadi di sekolah menggunakan teknik meta analisis. Studi meta analisis ini sebatas membuat tabulasi data dengan menghitung jumlah persentase. Sampel data dalam studi ini mencakup 8 artikel dengan variabel dependen yang sama yang terbit mulai tahun 2001 sampai dengan 2011. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan jika jenis kelamin laki-laki bentuk pelanggaran prinsip kesantunan yang paling sedikit dilakukan adalah menggunakan istilah-istilah tabu sebanyak 4%. Bentuk pelanggaran prinsip kesantunan paling banyak adalah membandingkan manusia dengan hewan yang dianggap negatif sebanyak 13,2%. Adapun jenis kelamin perempuan bentuk pelanggaran prinsip kesantunan yang paling sedikit dilakukan adalah menggunakan istilah-istilah tabu sebanyak 1,8% sedangkan bentuk pelanggaran prinsip kesantunan yang paling banyak dilakukan adalah julukan atau sapaan yang diambil dari karakter fisik sebanyak 15,8%
Perspektif Mahasiswa terhadap Peningkatan Kosakata Bahasa Inggris melalui Permainan Taboo
Kosa kata merupakan bagian yang primer dari pemerolehan bahasa. Di dalam bahasa Inggris sebagai bahasa asing di Indonesia, pembelajaran kosakata diperlukan untuk menarik minat siswa agar dapat menguasai bahasa Inggris dengan tepat. Peningkatan kosa kata dapat diberikan dengan penyampaian media pembelajaran yang interaktif dan kreatif, agar siswa senang belajar. Salah satunya adalah permainan Taboo. Permainan tebak kata ini bertujuan untuk melatih pemerolehan kosa kata baru bahasa Inggris. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan metode deskriptif kualitatif. Dengan menyebar angket kepada 32 siswa yang digunakan sebagai instrument penelitiannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa bahasa Inggris terhadap permainan Taboo dengan peningkatan kosa kat
KAJIAN PSIKOANALISIS LACANIAN DAN WACANA FEMINISME CERPEN “PERAWAN, PERAWAN, TURUNKAN RAMBUTMU” KARYA RIYANA RIZKI
Cerpen “Perawan, Perawan, Turunkan Rambutmu” (2021) karya Riyana Rizki menunjukkan adanya pola yang menarik. Cerpen tersebut memodifikasi sekaligus menggugat pola formulaik dongeng Barat, untuk kemudian memunculkan wacana feminisme melalui permainan metafora dan metonimi yang ada di dalamnya. Metafora dan metonimi yang muncul juga tampak sebagai representasi hasrat dalam konsepsi psikoanalisis Lacanian. Penelitian ini hendak mengkaji cerpen "Perawan, Perawan, Turunkan Rambutmu" karya Riyana Rizki dengan pendekatan psikoanalisis Lacanian dan wacana feminisme. Penelitian akan bergerak dalam dua arah, yakni menganalisis metafora dan metonimi yang muncul sebagai representasi hasrat, serta memaparkan wacana feminisme yang dinarasikan di dalam cerpen. Hasil penelitian menunjukkan adanya metafora dan metonimi yang muncul seperti konsep perawan, lelaki, rambut, menara, dan buku sebagai representasi hasrat yang mendua, yakni di antara kemurnian perempuan dan kebebasan. Selain itu, muncul pula wacana perlawanan terhadap dunia patriarki, di mana tokoh-tokoh perempuan di dalam cerpen mampu melawan dan mengatasi dunia patriarki tersebut.Kata Kunci: psikoanalisis, hasrat, feminisme, patriarki
KEEFEKTIFAN KALIMAT TEKS EKSPLANASI KARANGAN SISWA
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keefektifan kalimat dan penggunaan ciri kebahasaan kalimat teks eksplanasi karangan siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Datanya berupa kalimat-kalimat dalam tiga puluh lima teks eksplanasi karangan siswa dan sumber datanya yakni teks eksplanasi karangan siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 6 Surabaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi dan catat. Kemudian, analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif yang meliputi identifikasi, klasifikasi, dan analisis deskripsi.Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori kalimat efektif Gorys Keraf yang meliputi kesatuan, kehematan, kepararelan, kelogisan, kepaduan, ketepatan, dan kevariasian. Lalu, teori penggunaan ciri kebahasaan teks eksplanasi secara umum. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya (1) keefektifan dan ketidakefektifan kalimat teks eksplanasi; (2) penggunaan ciri kebahasaan kalimat teks eksplanasi. Keefektifan kalimat diperoleh seratus lima puluh enam data, ketidakefektifan kalimat diperoleh tujuh puluh kalimat, dan penggunaan ciri kebahasaan teks eksplanasi diperoleh dua ratus satu kalimat.Kata kunci: Keefektifan kalimat, penggunaan ciri kebahasaan, teks eksplanasi
DERIVASI DAN INFLEKSI PADA RUBRIK EDUKASI KOMPAS.COM
Proses pembentukan kata tidak terlepas proses morfologis afiksasi. Afiksasi merupakan proses morfologis bertemunya afiks dengan bentuk dasar. Pembentukan suatu kelas kata verba dapat berasal dari kelas kata verba, nomina, adjektiva, maupun adverbia. Fenomena tersebut menyebabkan gejala morfologis derivasi dan infleksi. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini mengkaji derivasi dan infleksi dengan judul penelitian Proses Pembentukan Derivasi dan Infleksi pada Kompas.com Rubrik Edukasi. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh deskripsi tentang proses pembentukan kata derivasi dan infleksi pada rubrik edukasi Kompas.com. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data dan sumber data yang digunakan ialah berita daring Kompas.com rubrik edukasi edisi Januari 2022. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan baca catat. Teknik analisis yang digunakan dalam mengalisis data menggunakan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung (BUL). Hasil penelitian ini ditemukan kata yang mengalami derivasi dan infleksi dengan berbagai macam afiks pembentuknya. Prefiks atau imbuhan awal berupa meN-, di-, ke-, ber-, ter, se-,dan peN-; sufiks atau imbuhan akhir terdiri dari –an, –i,dan –kan; afiks konfiks terdapat bentuk ke- -an, peN- -an, per- -an, dan ber- -an; serta kombinasi afiks yang terdiri dari bentuk memper- -kan, meN- - i, di- -i, meN- -kan, di- -kan, diper- -kan, dan diper- -i. Afiks pembentuk kata baru tersebut menyebabkan perubahan identitas leksikal yang disebut dengan derivasi, sedangkan yang tidak mengubah identitas leksikal disebut infleksi. Fenomena afiks meN- merupakan afiks pembentuk kata kerja aktif, sedangkan afiks di- merupakan pembentuk verba pasif. Ditemukan juga afiks ter- dan ke- -an yang merupakan afiks pembentuk verba ergatif anti-pasif.
Mempertanyakan Kembali Kesetaraan Gender Melalui Komentar ‘Coba Gendernya Dibalik” dalam Media Sosial Twitter
In a society that is still thick with a patriarchal culture, gender is often a social construct that influences the views and treatment of individuals, this creates double standards, women and men are often treated differently in various aspects of life. This study uses Norman Fairclough's critical analysis theory to identify existing social irregularities. Re-reading of gender equality is also needed for this research in order to find out whether the desired equality has been achieved or creates new problems using Jacques Derrida's deconstruction theory. The comment 'Try the gender is reversed,' on social media Twitter, is analyzed so as to provide a deeper understanding of how language is used in a wider social context, that actually existing social irregularities are influenced by patriarchal culture which is still enduring in society so that creates a double standard, in this context it is men who are disadvantaged. The expected deconstruction of gender equality has not been achieved because this comment is only an irony over the contradictions that have occurred.
Sindiran Antiphrassis Warganet di Instagram @Mastercorbuzier : Tuduhan Pelecehan Seksual
The increasing use of social media on Instagram has triggered the emergence of sarcastic comments, particularly concerning the topic of sexual harassment, in the comment section. This research aims to identify the types and meanings of the sarcasm used by netizens on the Instagram account @mastercorbuzier, as well as the functions of these sarcastic remarks. This research follows a qualitative descriptive approach, using descriptive sentences rather than numbers. The data for this study consist of Instagram comments on the @mastercorbuzier account, which are expressed in sentence form. The data collection procedure employs the observation and note-taking method. The data are analyzed based on their meanings, types, and functions, and the results are then summarized. The data analysis technique involves an interactive model that examines the written language of sarcasm from Dedy Corbuzier's Instagram account, records the identified data, analyzes them descriptively, and draws conclusions from the research findings. The findings of this study reveal that the stylistic device of sarcasm, known as antiphrasis, appears in 24 instances. These instances demonstrate that Instagram users employ implicit language that conveys the opposite or contrary meaning to express their comments. Furthermore, out of the 23 instances, netizens predominantly utilize connotative meanings to convey their intentions in the comment section. Lastly, the most common linguistic function employed by netizens, with 13 instances, is discourse, which serves to discuss ongoing events
ANALISIS CAMPUR KODE PADA NOVEL 33 SENJA DI HALMAHERA.
Campur kode merupakan fenomena bilingual yang terjadi baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Dalam bentuk tulisan dapat ditemukan dalam karya sastra salah satunya adalah novel. Penelitian ini berkaitan dengan analisis fenomena campur kode dalam bentuk karya sastra yaitu novel. Objek kajian yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebuah novel berjudul 33 Senja Di Halmahera karya Andaru Intan. Pemilihan novel ini dikarenakan latar belakang cerita yang bertempat di daerah Halmahera yang memungkinkan terjadinya campur kode dalam dialog atau narasi dari pengarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk kualitatif dan menggunakan data sekunder berupa dialog antar tokoh dan narasi. Berdasarkan hasil analisis, terdapat 42 data campur kode ke dalam dan ke luar campur kode, dan terdapat lima bentuk campur kode berupa penyisipan kata, frasa, klausa, reduplikasi atau perulangan kata, dan baster
KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL JUST LOOKING FOR DANIEL (MENCARI DANIEL) KARYA ITA SIREGAR: KAJIAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan id,ego, dan superego tokoh utama novel Just Looking For Daniel (Mencari Daniel) karya Ita Siregar menggunakan pendekatan psikoanalisis. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskritif kualitatif. Data yang diperoleh dari penelitian ini menghasilkan analisis psikoanalisis yang terdapat dalam novel karya Ita Siregar dengan judul “Just Looking For Daniel”. Terdapat tiga struktur kejiwaan seseorang yang terdapat pada psikoanalisis yang dikemukakan oleh Simund Freud, yaitu id, ego, dan superego.