Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

University of Nahdlatul Ulama Surabaya Repository
Not a member yet
    11472 research outputs found

    PEMANFAATAN MEDIA KOMIK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI PADA SISWA KELAS IV DI SD NEGERI X GRESIK

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi pada siswa kelas IV Di SD Negeri X Gresik. Latar belakang penelitian ini didasarkan dengan rendahnya keterampilan berkomunikasi, untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan media komik sebagai solusi alternatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami dan menjelaskan bagaimana pemanfaatan media komik dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi siswa. Metode ini dipilih karena fokus pada pemahaman mendalam melalui pengumpulan data non-angka seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 5 siswa, di mana 3 siswa memiliki keterampilan berkomunikasi yang masih kurang, sedangkan 2 siswa lainnya memiliki keterampilan berkomunikasi yang cukup baik namun kurang percaya diri dalam berkomunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media komik efektif dalam meningkatkan keterampilan berkomunikasi siswa. Hal ini sesuai dengan indikator keterampilan berkomunikasi, yaitu mampu mengeluarkan ide dan pemikiran dengan efektif, mampu mendengarkan dengan baik, mampu menyampaikan informasi dengan jelas, serta menggunakan bahasa yang tepat dan efektif. Penggunaan media komik tidak hanya membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan, tetapi juga membantu siswa dalam memahami materi dengan lebih baik. Selain itu, media komik berperan dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berbicara, karena mereka merasa lebih nyaman dan termotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi kelas. Dengan demikian, media komik dapat menjadi alat yang efektif dalam mengembangkan keterampilan komunikasi siswa secara keseluruhan

    MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK SEBAGAI UPAYA MEMOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS 4 PADA PEMBELAJARAN IPA DI SDN KUTISARI 1 SURABAYA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi model pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL) dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas 4 pada pembelajaran IPA di SDN Kutisari 1 Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan triangulasi metode, yang melibatkan observasi, wawancara, dan penyebaran angket kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL secara signifikan meningkatkan perhatian, relevansi, kepercayaan diri, dan kepuasan belajar siswa. Indikator perhatian (Attention) siswa mencapai 93%, relevansi (Relevance) 94%, kepercayaan diri (Confidence) 84%, dan kepuasan (Satisfaction) 95%. Penelitian ini menjawab dua rumusan masalah utama: (1) Implementasi model pembelajaran berbasis proyek terhadap pembelajaran IPA siswa kelas 4 di SDN Kutisari 1 Surabaya berjalan dengan efektif melalui perencanaan yang matang, komunikasi yang baik dengan orang tua, dan fleksibilitas dalam pelaksanaan proyek. Guru berhasil menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan bermakna, sehingga siswa lebih termotivasi dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran. (2) Gambaran motivasi belajar siswa kelas 4 SDN Kutisari 1 Surabaya dalam pembelajaran IPA melalui model pembelajaran berbasis proyek menunjukkan positif . Siswa menunjukkan minat yang lebih besar dalam pembelajaran, partisipasi aktif, serta peningkatan pemahaman materi IPA. Selain itu, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan dalam penerapan PjBL, seperti kebutuhan akan waktu, biaya, dan kemampuan siswa dalam bekerja sama dalam kelompok. Guru yang berhasil menerapkan PjBL menggunakan strategi yang efektif untuk mengatasi tantangan tersebut. Kesimpulannya, PjBL tidak hanya meningkatkan motivasi belajar siswa

    INTERNALISASI NILAI-NILAI AKHLAK SISWA SD KELAS IV MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SD RADEN PATAH SURABAYA

    Full text link
    Salah satu faktor keberhasilan dalam proses pembelajaran adalah pendidikan akhlak, tanpa akhlak yang baik, peserta didik dapat melakukan kerusakan, Hal tersebut dikeluhkan oleh guru kelas 4D SD Raden Patah Semolowaru Surabaya. Ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung banyak siswa melakukan tindakan yang kurang mencerminkan akhlak yang baik, Nilai-nilai akhlak seperti kejujuran, keadilan, kepedulian, toleransi, dan tanggung jawab dapat terbentuk secara alami dalam diri individu melalui pembelajaran Pancasila. Tujuan penelitian kali ini diantaranya; 1) Mengetahui proses internalisasi nilai akhlak siswa; 2) Membuktikan peran penting pendidikan pancasila dalam membina akhlak siswa; 3) Mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukung pembinaan akhlak. Metode dari penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena yang bersifat alamiah ataupun rekayasa manusia. Adapun yang peneliti lakukan adalah meneliti tentang Internalisasi Nilai-Nilai Akhlak Siswa SD Kelas IV Melalui Pembelajaran Pendidikan Pancasila di SD Raden Patah. Dalam proses internalisasi nilai-nilai akhlak pada siswa, peran orang tua dapat berperan dalam mendukung guru dengan membuka jalur komunikasi yang baik antara sekolah dan rumah, sedangkan pendidikan pancasila memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk moralitas dan nilai-nilai kebaikan pada siswa karena melalui pendidikan pancasila, siswa dapat memahami dan menghayati nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam pancasila. Faktor pendukung nya dari peran guru kemudian orang tua yang menindak lanjuti ketika sudah berada dirumah sedangkan faktor penghambat datang dari siswa itu sendiri seperti kurang memahami tata tertib yang ada disekolah sehingga banyak melanggar aturan. Pembahasan terkait pelaksanaan internalisasi nilai akhlak melalui pembelajaran pendidikan pancasila di SD Raden Patah Surabaya dilakukan secara intensif dan terus menerus dimaksudkan untuk menjaga nilai akhlak para siswa, pendidikan pancasila memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk moralitas dan nilai-nilai kebaikan pada siswa karena melalui pendidikan pancasila siswa dapat memahami dan menghayati nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam pancasila, adapun faktor pendukung dan faktor penghambat masing-masing faktor memiliki 2 macam yaitu faktor luar (external), dan faktor dalam (internal). Beberapa kesimpulan dari penelitian ini yaitu, adapun proses internalisasi yang dilakukan diantaranya melalui tranfosrmasi nilai,transaksi nilai dan transinternalisasi. Peran penting pendidikan pancasila dalam membentuk karakter dan akhlak siswa yaitu melalui memahami dan menghayati nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam pancasila. Adapun faktor pendukung dan faktor penghambat masing-masing faktor memiliki 2 macam yaitu faktor luar (external), dan faktor dalam (internal)

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUGMENTED REALITY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VI TEMA 9 SUBTEMA 1 MATERI TATA SURYA

    Full text link
    Penelitian ini mengenai pengembangan media pembelajaran berbasis Augmented Reality pada materi sistem tata surya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan, hasil belajar, dan respons siswa terhadap media pembelajaran berbasis Augmented Reality pada materi sistem tata surya. Jenis penelitian adalah Research and Development (R&D) menggunakan model ADDIE. Penelitian dilaksanakan pada kelas VI SD Negeri 2 Kepel tahun ajaran 2023/2024. Berdasarkan hasil penilaian, uji kelayakan aspek media mencapai 97,64% dengan kategori sangat layak dan reliabilitas sebesar 97,72% dengan kategori sangat reliabel. Uji kelayakan aspek materi adalah 95,83% dengan kategori sangat layak dan reliabilitas sebesar 97,78% dengan kategori sangat reliabel. Hasil belajar menunjukkan bahwa secara individual sebanyak 36 siswa sudah tuntas, sementara 4 siswa belum tuntas, dan secara klasikal mencapai ketuntasan dengan persentase 90%. Rata-rata penilaian respons siswa terhadap media adalah 89,81% dengan kategori sangat menarik. Media pembelajaran berbasis Augmented Reality pada materi sistem tata surya dinyatakan layak untuk digunakan

    KEEFEKTIFAN KEADAAN LINGKUNGAN SEKOLAH UNTUK MENIMBULKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SDN MEKIKIS KEDIRI

    Full text link
    enelitian ini bertujuan menganalisis keefektifan lingkungan sekolah dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SDN Mekikis, Kediri, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, menunjukkan bahwa lingkungan fisik sekolah seperti ventilasi, pencahayaan, dan kualitas ruang kelas umumnya mendukung pembelajaran, meski beberapa kelas perlu perbaikan untuk kenyamanan optimal. Interaksi sosial yang baik antara siswa dan guru serta metode pengajaran interaktif seperti video dan kegiatan kelompok meningkatkan keterlibatan siswa, meskipun kemandirian belajar masih perlu ditingkatkan. Efektivitas lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar dapat ditingkatkan melalui kondisi fisik yang baik, interaksi sosial dan psikologis yang mendukung, serta evaluasi dan program peningkatan lingkungan sekolah. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya kondisi lingkungan sekolah dalam meningkatkan motivasi belajar siswa

    PERAN GURU PENGGERAK DALAM MENUMBUHKEMBANGKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SDN BENDUNG 2 MOJOKERTO

    Full text link
    Pendidikan di Indonesia memiliki tujuan untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki karakter yang kuat sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Profil pelajar pancasila yang diusung oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan republik Indonesia mencakup enam dimemsi utama: beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong-royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Peran guru penggerak sangat penting dalam mewujudkan tujuan ini, khususnya guru penggerak yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan di sekolah-sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran penting guru penggerak dalam menumbuhkembangkan profil pelajar pancasila di SDN Bendung 2 Mojokerto serta dimensi yang dikembangkan oleh guru penggerak dalam mempraktikkan nilai-nilai pancasila di SDN Bendung 2 Mojokerto. Metode Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif deskriptif. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini, menggunakan wawancara, observasi, dan dokumen. Teknik keabsahan data yang digunakan meliputi uji kredibilitas, uji depenabilitas, dan uji konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa Guru penggerak berperan sebagai menjadi pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas praktisi, menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi antar guru, serta mewujudkan kepemimpinan peserta didik. Dimensi yang dikembangkan oleh guru penggerak di SDN Bendung 2 yaitu dimensi beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta Berakhlak Mulia, dengan melakukan pembiasaan membaca AlQur’an sebelum memulai pembelajaran, dan melaksanakan tahlil dan do’a bersama setiap jumat legi. Kemudian dimensi gotong royong dengan membersihkan lingkungan sekolah setiap hari sabtu. Dan dimensi kretif dengan mengajak anak-anak untuk membuat kerajinan tangan berupa topeng dari tanah liat, dan juga membuat batik jumputan. Simpulan secara umun penelitian ini menunjukkan bahwa guru penggerak telah menerapkan kelima perannya, serta guru penggerak juga telah menerapkan dimensi profil pelajar pancasila, meskipun masih tiga dimensi saja, yaitu dimensi beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta Berakhlak Mulia, dimensi gotong royong, dan juga dimensi kreatif

    PERBANDINGAN KADAR NIKOTIN DALAM DARAH PADA PEROKOK DAN BUKAN PEROKOK

    Full text link
    Perilaku merokok telah menjadi masalah kesehatan global, dengan dampak yang merugikan terhadap kesehatan individu maupun populasi secara keseluruhan. Jumlah perokok di Indonesia mengalami peningkatan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Terdapat beberapa bahan kimia yang terkandung di dalam rokok salah satunya nikotin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil kadar nikotin dalam plasma darah pada perokok dan bukan perokok di wilayah Surabaya yang diuji menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Jenis penelitian observasional analitik dengan desain crossectional, jumlah sampel 34 responden. 17 responden perokok dan 17 responden bukan perokok. Hasil penelitian diperoleh rata-rata kadar nikotin sebesar 19,18 µg/ml sampel perokok dan sampel bukan perokok 5,51 µg/ml. Selanjutnya data dilakukan uji statistik menggunakan uji Mann Whitney, dan didapatkan hasil p-value 0,00 (<0,05). Dengan demikian terdapat perbandingan perbedaan antara kadar nikotin dalam darah pada responden perokok dan bukan perokok

    HUBUNGAN KUALITAS MAKANAN DENGAN SISA MAKANAN PADA PASIEN ANAK DI RS PKU MUHAMMADIYAH SURABAYA

    Full text link
    Sisa makanan merupakan makanan yang tidak dihabiskan oleh pasien. Kualitas makanan agar menghasilkan makanan yang memuaskan bagi pasien memiliki beberapa aspek yaitu rasa, warna, aroma, penampilan, tingkat kematangan, porsi, bentuk, temperature, dan tekstur makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan kualitas makanan dengan sisa makanan pasien anak rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian yaitu sebanyak 59 responeden dengan usia 0-12 tahun. Adapun teknik pengambilan sampel dengan menggunakan rumus Lemeshow. Instrumen pengumpulan data dilakukan melalui pemberian kuesioner Kualitas Makanan dan Form Comstock dan selanjutnya dianalisis melalui uji normalitas kolmogorov smirnov α = 0,05, rank spearman test α = 0,05. Hasil analisis menunjukkan bahwa hasil uji normalitas Kolmogorov Smirnov yaitu (sig=0,000) yang artinya data tidak normal atau data non parametrik, hasil uji Rank Spearman menunjukkan (p-value=0,008) yang memiliki arti ada hubungan yang signifikan antara kualitas makanan dengan sisa makanan dan hasil analisis koefisien korelasi (r-value=0,341) yang artinya adalah kekuatan hubungan antara kualitas makanan dengan sisa makanan adalah cukup. Sisa makan pada pasien dapat dipengaruhi oleh kualitas makanan

    OPTIMALISASI KONSENTRASI NAOH DALAM METODE ALKALINE LYSIS TERHADAP KUALITAS DAN KUANTITAS DNA CANDIDA ALBICANS

    Full text link
    Metode alkaline lysis perlu dioptimalkan pada isolasi DNA jamur Candida albicans karena memiliki dinding sel kompleks yang sulit dipecahkan. Konsentrasi NaOH pada metode alkaline lysis merupakan salah satu hal yang mempengaruhi hasil isolasi DNA. Tujuan penelitian ini yaitu mengoptimalkan konsentrasi NaOH dalam metode alkaline lysis terhadap kualitas dan kuantitas DNA Candida albicans. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan melakukan isolasi DNA menggunakan metode alkaline lysis menggunakan konsentrasi NaOH 1,5 N, 1,75 N, dan 2,0 N serta kontrol (NaOH 0,2 N). Perhitungan kualitas dan kuantitas DNA menggunakan spektrofotometer nanodrop. Hasil penelitian menunjukkan urutan kualitas DNA yang diperoleh dari yang rendah ke tinggi (A260/280) adalah konsentrasi 0,2 N1,5 N1,75 N2,0 N (0.950.18 - 1.860.44), sedangkan untuk kuantitas DNA adalah konsentrasi NaOH 0,2 N1,5 N1,75 N2,0 N (9.63.5 - 187.758.3 ng/l). Terdapat pengaruh optimalisasi konsentrasi NaOH terhadap pelisisan dinding sel jamur pada metode alkaline lysis, yaitu meningkatnya nilai kemurnian dan konsentrasi DNA sampel hasil isolasi secara bertahap. Penggunaan konsentrasi NaOH 2,0 N menghasilkan kualitas dan kuantitas DNA yang paling baik, yaitu 1.860.44 untuk kualitas DNA dan 187.758.3 ng/l untuk kuantitas DNA

    HUBUNGAN PENGETAHUAN, ASUPAN ZAT GIZI MAKRO, DAN NATRIUM DENGAN TEKANAN DARAH SISWA PADA 3 SMA DI KECAMATAN WONOCOLO SURABAYA

    Full text link
    entuan jenis makanan karena pengetahuan memiliki peranan penting dan membentuk seseorang dalam menentukan perilaku, sehingga akan menjadi peluang adanya peningkatan frekuensi konsumsi makanan tinggi natrium dan dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, asupan zat gizi makro, dan natrium dengan tekanan darah siswa pada 3 SMA di Kecamatan Wonocolo Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan yaitu siswa pada 3 SMA di Kecamatan Wonocolo Surabaya sebanyak 206 responden dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data pengetahuan menggunakan kuesioner yang dimodifikasi dari kuesioner HKLS (Hypertension Knowledge Level Scale), asupan zat gizi makro dan natrium menggunakan SQ-FFQ (Semi Quantitative Food Frequency Questionnare) serta tekanan darah menggunakan Digital Sphygmomanometer Sinocare AES-U181. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji statistik Rank Spearman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 42,7% responden memiliki pengetahuan dalam kategori cukup, 46,60% responden memiliki asupan lemak berlebih, 45,15% responden memiliki asupan natrium yang baik dan 58,3% responden memiliki tekanan darah normal. Berdasarkan uji Rank Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tekanan darah (p-value=0,023), energi dengan tekanan darah (p-value= 0,048), lemak dengan tekanan darah (p-value=0,033), karbohidrat dengan tekanan darah (p-value=0,021), natrium dengan tekanan darah (p-value=0,000) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara protein dengan tekanan darah (p value=0,488)

    11,430

    full texts

    11,472

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    University of Nahdlatul Ulama Surabaya Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇